
Waktu Shalat Duhur pun tiba Abighail mengakhiri tadarusnya. Semua org sudah berkumpul di mushola Al- Furqan yg ada di rumah Abighail termasuk sikembar Arsya dan Arsyi.
Ya, meskipun Arsya dan Arsyi masih berumur 5 thn mereka sudah diajarkan utk shalat. Ayah Abighail menjadi imam shalatnya.
Setelah selesai shalat semua org pun melakukan kegiatan mereka seperti biasanya. Ayah pergi ke kantor karna ada meeting penting.
Kak Shella membawa Arsya dan Arsyi pergi ke kamar utk tidur siang. Sementara Abighail tdk langsung ke kamarnya dia melanjutkan tadarusnya sampai dia berhenti disalah satu 'ain.
Setelah itu Abighail melipat mukena dan sejadahnya dia hendak pergi ke kamar, tapi alangkah terkejutnya Abighail saat dia berbalik ternyata ada ibunya yg sedang memperhatikan nya.
" Astagfirullah,, ibu,, Abighail jadi kaget,," kaget Abighail. Kak Shella pun datang menuju Abighail dan Ibu mertuanya.
" Hehehh,, maaf nak kalau ibu mengagetkanmu,,!" ucap ibunya Abighail sambil tersenyum.
" Iya bu gk papa kok,, ibu ngapain disini,,? Abighail kira ibu sudah pergi dari mushola ini,,!" tanya Abighail.
" Ibu itu sedang memperhatikan kamu nak,,!" jwb Ibunya sambil mengelus ngelus kepala Abighail.
" Memperhatikan aku? emang kenapa bu? apa ada yg salah dgn Abighail?" tanya Abighail heran.
" Iya,, ibu perhatikan,, kamu itu semakin shalehah nak, kamu semakin mandiri, semakin taat terhadap perintah Agama dan lagi kamu semakin,," Ibu menggantungkan perkataannya.
" Dan semakin apa bu,,?" penasaran Abighail.
" Semakin Cantik" jwb ibu tersenyum kepada Abighail.
Wajah Abighail bersemu memerah mendengar perkataan ibunya bahwa dia semakin cantik.
" Ihh malu liat bu,, Abighail malu,," ejek kak Shella.
" Ihh apaan sih kk nggk tuh,," elak Abighail dan kini wajah Abighail semakin memerah. " Udah ah aku mau ke kamar dulu,," kata Abighail.
Langkah Abighaip terhenti oleh pertanyaan ibunya.
" Sayang sejadah kamu baru,,?" tanya Ibunya.
" Nggk kok bu,, " jwb Abighail.
" Dik sejadah kamu itu baru,, coba liat motifnya aja beda,, waktu kita beli gk gini motifnya,, warnanya juga beda yg ini biru sedangkan warna sejadah kamu hijau tua,, " jelas kak Shella panjang lebar.
Abighail melihat sejadah yg dibawanya.
Dia lupa bahwa dia membawa sejadah dari ustadz Afnan.
" Oh iya lupa,, " ucap Abighail.
" Lupa apa nak,,?" tanya ibunya.
" Sebenernya,, ini tuh sejadah pemberian dari seseorang,,!" jwb Abighail ragu ragu.
" Tuh kan ada yg disembunyiin,," kata kak Shella sambil tersenyum seperti org yg menemukan sesuatu.
" Ihh nggk kok!" elak Abighail.
" Trs sejadah itu dari siapa,,?" tanya kak Shella. Ibu Abighail hanya mendengarkan Shella dan Abighail berbicara.
" Sebenarnya sejadah ini dari Ustadz Afnan" jwb Abighail malu malu.
" Apa!" kaget kak Shella.
" Ustadz Afnan putranya pak Kiyai Abdul Sidik?" tanya ibu.
" Iya bu,," jwb Abighail.
" Gimana bisa dik,,?" tanya kak Shella.
Abighail menceritakan bagaimana dia bisa mempunyai sejadah ustadz Afnan.
" Jadi gitu ceritanya,," ucap kak Shella dan ibunya.
" Iya,, " kata Abighail.
" Jadi kamu dikasih sayang,,?" tanya ibunya.
" Iya bu,," jwb Abighail.
" Cie,, ada yg diberi kenang kenangan,," goda kak Shella.
" Cie,, malu,," goda kak Shella lagi.
Abighail tambah malu, wajagnya kini sudah merah seperti tomat.
" Udah ah jgn godain adik kamu terus,, kasian tuh dia jadi malu,," ucap ibu Abighail pada kak Shella.
" Iya,, iya,," kata kak Shella.
" Sekarang kamu pergi ke kamar gih,, kamu istirahat. Dari kamu sampe kesini kamu belum istirahat,,!" titah ibunya Abighail.
" Hmm iya ibuku sayang,," ucap Abighail sambil mencium pipi ibunya itu. Setelah itu Abighail mencium pipi kak Shella.
" Assalamu'alaikum" pamit Abighail.
" Wa'alaikumsalam" jwb Ibu Abighail dan kak Shella.
Abighail pergi ke kamarnya yg berada di lantai dua. Saat Abighail masuk ke kamarnya dia menaruh mukena dan sejadahnya.
Abighail membaringkan tubunya di kasurnya yg empuk tanpa melepas hijabnya, karena dia sudah terbiasa memakai hijab bahkan jika dia tdk memakai hijab dia merasa ada yg kurang dan berbeda dari dirinya itu.
Sambil berbaring Abighail memperhatikan isi kamarnya itu. Hmm masih sama seperti dulu,, tdk ada yg berbeda,, dan tdk ada yg berubah dari kamar ini gumam Abighail di dalam hati.
Karena Abighail sudah melakukan perjalanan yg cukup jauh dari pesantren ke rumahnya dan sesampainya di rumah, Abighail digoda terus oleh kk iparnya membuat Abighail kelelahan dan tertidur pulas di kasurnya itu.
Bersambung...
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
# Assalamu'alaikum semua π
# Gimana kabar kalian semua? mudah mudahan kita selalu ada dlm perlindungan Allah SWT. Amin yaa rabbal 'alamin,,, π
# Gimana nih masih semangatkan menjalankan ibadah puasanya,,!!
# Sebentar lagi Hari Kemenangan Akan Tiba
# Tetap jaga kesehatan kalian semua ya,,!
# Kalau kalian suka novelnya Author kalian bisa Like, Komen, Vote, beri rate 5 bintang dan share ya,, π
# Selamat menjalankan ibadah puasa,,, π
# Salam sayang dari author,,, π
# Wassalamu'alaikum,,,π