
Happy Reading!😊
Setelah selesai sarapa, ustadz Afnan pergi bekerja. Abighail menjalani kewajibannya sebagai seorang istri. Abighail melakukan pekerjaan yang menurutnya ringan. Dia harus lebih memperhatikan kandungannya, apalagi beberapa saat lalu Abighail sempat mengalami kram.
Pukul 11.00 WIB Abighaik bersiap membuatkan menu makan siang untuk suami tercintanya. Abighail memasak prekedel kentang, tempe orek dan cumi asin sambal matah. Beh,, enaknyak 🤤 author jadi ngiler nih 😅.
Abighail berniat pergi ke kantor ustadz Afnan selepas Dzuhur. Abighail memasak dengan semangat dan bahagia. Setelah shalat Dzuhur, Abighail bersiap-siap untuk ke kantor suaminya itu.
Abighail memakai gamis berwarna coklat susu dan menenteng sebuah rantang berwarna biru muda dengan tas slempang kecil berwarna hitam kesayangannya. Dia berdiri di depan gerbang rumahnya. Dari kejauhan, tampak 2 orang wanita sedang mengawasi Abighail.
"Ini waktu yang tepat" ucap salah seorang wanita.
"Kita liat dulu, apakah ada orang, atau tidak" ucap rekannya lagi.
Mereka melihat ke sana ke mari, dan ternyata tidak ada orang sama sekali.
"Kita bergerak sekarang" instruksinya.
Saat mereka bergerak, tiba-bita ada mobil yang berhenti tepat di depan Abighail. Abighail pun langsung menaiki mobil itu.
"Eh,, kok dia gak ada? Ke mana dia?" tanya rekannya.
Mereka berdua kaget karna Abighail yang langsung menghilang setelah mobil itu berjalan.
"Kita kejar mobil itu" kedua wanita itu bergegas menuju mobil dan mengejar mobil yang ditaiki oleh Abighail.
Rupanya Abighail menaiki taxi online untuk menuju kantor ustadz Afnan. 30 menit kemudian, taxi itu sampai.
"Pak sampai di sini saja" ucap Abighail.
"Baik bu" balas supir taxinya.
Setelah membayar uang taxi dan setelah taxi itu pergi, Abighail segera mengambil ponselnya untuk menelepon ustadz Afnan sambil melangkahkan kakinya menuju kantor suaminya. Baru 2 langkah dia berjalan tiba-tiba ada seseorang yang membekap mulutnya dari belakang. Rantang yang dibawanya, serta ponsel yang di pegangnya jatuh ke tanah, karna Abighail mencoba memberontak.
Abighail dibekap menggunakan saputangan yang sudah diolesi obat bius. Lama kelamaan penglihatan Abighail semakin buram. Dan akhirnya Abighail tak sadarkan diri. Orang itu memasukan tubuh Abighail ke dalam mobil. Setelah itu, mobilpun pergi entah ke mana.
"Ih gila nih orang tubuhnya berat juga ya" ucap orang yang membawa tubuh Abighail.
"Emang Abighail berat?" tanya rekannya.
"Iyalah" jawab orang itu.
"Mungkin karna kamu terbiasa memegang berkas. Jadi pas bawa tubuh Abigighail terasa berat. Atau bisa aja karna Abighail sedang mengandung" ucap rekannya lagi.
"Meskipun sedang mengandung, kandungannya juga gak akan sampe 5 kg. Paling beratnya 6 sampai 8 gram. Gak bakal sampe seberat itu" sangkalnya.
Rekannyapun hanya terdiam.
"Oh,, ini yang namanya Abighail?" tanya Jesi sambil melihat wajah Abighail. "Hemp,, masih cantikan aku. Tapi, kenapa Afnan malah milih dia? Mata Afnan sudah rabun" lanjutnya dengan memandang rendah Abighail.
Rekannya hanya mendengarkan cibiran yang diberikan pada Abighail tanpa mau membalasnya. Dia memilih untuk lebih fokus mengemudi.
Lihat aja, apa yang akan aku lakuin ke kamu Abighail. Kamu sudah berani merebut Afnan dariku, maka kamu akan mendapatkan balasannya. Gumam Jesi dalam hati sambil menyeringai licik.
Di sisi lain.
Ustadz Afnan sedang menunggu kedatangan istrinya, yaitu Abighail. Sudah pukul 14.15 WIB, namun Abighail masih belun datang juga. Abighail mencoba menghubungi Abighail, namun panggilannya tidak pernah diangkat. Ustadz Afnan berfikir kalau Abighail sedang dalam perjalanan, jadi dia tidak bisa menerima telpon darinya.
untuk kesekian kalinya, ustadz Afnan mencoba menghubunginya. Namun hasil yang didapatkannya masih sama. Tiba-tiba saja perasaan ustadz Afnan menjadi cemas. Dia tidak tahu Abighail berada di mana sekarang. Bukan tanpa sebab, pasalnya ustadz Afnan sudah menunggu 1 jam lebih kedatangan Abighail. Sedangkan jarak dari rumanhnya ke kantor hanya membutuhkan kurang lebih 30 menit.
Ustadz Afnan pergi ke ruangan ustadz Rizky. Siapa tau Abighail menghubungi ustadz Rizky.
"Assalamu'alaikum" ucap ustadz Afnan.
"Wa'alaikumsalam" jawab ustadz Rizky.
"Ky apa Abighail menghubungimu?" tanya ustadz Afnan.
" Enggak tuh" jawab ustadz Rizky. "Emang kenapa?" tanyanya.
"Tadi pagi Abighail bilang dia mau ke kantor. Katanya mau nganterin makana siang. Tapi sampai sekarang dia belum nyampe" jawab ustadz Afnan.
Ustadz Rizky dapat melihat raut wajah khawatir dari ustadz Afnan. "Mungkin dia ada di bawah" ucap ustadz Rizky.
"Mungkin juga, tapi masa aku telpon gak di angkat sih?" tanya ustadz Afnan. "Lagipula aku udah bilang ke resepsionis, kalo ada Abighail tolong hubungi aku" ucap ustadz Afnan semakin khawatir.
"Mending kamu cek dulu gih, siapa tau emang ada di bawah" usul ustadz Rizky.
"Hem,, yaudah aku cek dulu ya" ustadz Afnan pergi ke lantai bawah untuk melihat apakah Abighail ada di bawah atau tidak.
Bersambung..
Spesial,, konflik menuju ending😄
Tapi tenang aja kok, endingnya masih lama😅
Kalo mau lebih greget, ayo donk dukung author dengan like, komen, rate 5 bintang ya,, dan jangan lupa vote😁 supaya author semakin semangat nulisnya😆
Terima kasih sudah mampir😊
Maaf kemarin tidak up🙃
Salama hangat dari author😆