USTADZ KU IMAM KU

USTADZ KU IMAM KU
Gladi Bersih



* Hari sabtu pukul 08.00


Abighail, Azri, Sipa dan Latipah sedang berada di aula pesantren, karna menurut pemberitahuan bahwa hari ini akan diadakannya gladi bersih dan penghiasan panggung. Mereka menantikan kedatangan Santri santri pemenang lomba tari islami utk berkolaborasi. Yg akan melatih mereka adalah ustadzah Santi, ustadzah Zahwa dan ustadzah Khadijah.


Akhirnya setelah cukup lama menunggu para santri pemenang lomba tari islami yg berjumlah 9 org datang dan menuju ke arah Abighail dkk.


" Assalamu'alaikum" sapa salah seorang santri dgn ramah sambil tersenyum. Dia bernama Jihan.


" Wa'alaikumsalam" jwb Abighail dkk disertai senyuman manisnya.


" Apa benar kalian pemenang lomba menakol bedug?" tanya Jihan.


" Iya benar" jwb Abighail. Jihan dkk mengangguk anggukan kepalanya.


" Apa kalian pemenang lomba tari islami?" tanya Azri.


" Iya benar" jwb salah satu teman Jihan yg bernama Intan.


" Oalah banyak ya ternyata,," kata Azri sambil terkekeh.


" Iya hehehh" kata Intan sambil tersenyum.


" Apa kalian hanya ber4?" tanya Intan.


" Iya kami cuma ber4,, oh iya kenalkan nama saya Abighail" kata Abighail memperkenalkan dirinya.


" Kalo saya Azri" kata Azri.


" Saya Sipa" kata Sipa.


" Dan saya Latipah" kata Latipah.


" Ohh,, Kalo saya Jihan, ini Intan, ini Tasya, ini Rosa, ini Indri, ini Fira, ini Gita, ini Julaika, dan ini Rosma" kata Jihan yg memperkenalkan dirinya dan teman temannya.


" Iya salam kenal ya,," kata Abighail.


" Iya,,," kata Jihan


" Oh iya bukankah kalian santri yg sering dihukum karna memanjat tembok ya?" tanya Gita.


" Hehehhh,,, iya benar,,, tapi dari mana kalian tahu?" kata Azri yg malu. Abighail, Sipa dan Latipah malu karna pertanyaan dari Gita.


" Kalian itu sudah cukup terkenal dipesantren ini,, apalagi kau Abighail!" kata Gita.


" Aku? memangnya kenapa?" tanya Abighail bingung.


" Iya,, waktu kau membela teman temanmu dari Rini saat kau dihukum,, itu menjadi pembicaraan hangat para santri,," kata Gita.


" Ohh karna yg itu,," kata Abighail.


" Dan kau lebih terkenal lagi saat kau diselamatkan oleh ustadza Afnan,,!" kata Julaika.


" Diselamatkan oleh ustadz Afnan?" tanya Abighail yg belum ingat.


" Iya waktu itu kau hendak ditampar oleh Rini lalu, ustadz Afnan menahan tangan Rini utk menyelamatkan kamu Abighail" jelas Julaika.


" Oh yg waktu itu,,," kata Abighail sambil mengingat ngingat dan wajahnya jadi memerah seperti tomat.


" Ih ada yg malu,," kata Jihan.


" Apa sih sudah ah,," kata Abighail.


Sementara Azri, Sipa, dan Latipah serta teman temannya Jihan yg tdk ikut bicara hanya mendengarkan dan sesekali tersenyum ataupun tertawa.


Taklama kemudian ustadzah Santi, ustadzah Zahwa dan ustadzah Khadijah datang.


" Assalamu'alaikum" sapa ustadzah Santi, ustadzah Zahwa dan ustadzah Khadijah pada Abighail dan yg lainnya.


" Wa'alaikumsalam" jwb Abighail dkk.


" Sudah kumpul semua?" tanya ustadzah Santi.


" Iya sudah ustadzah" jwb Jihan.


" Kalau begitu mari kita berlatih" ajak ustadzah Khadijah.


" Iya ustadzah mari jwb Abighail dkk.


Abighail dan yg lainnya utk sementara berlatih di ruang kesenian karna panggungnya sedang di buat. Di ruang kesenian areanya cukup luas dan dpt dijadikan sbg tempat latihan, dan disana juga ada bedugnya jadi tdk perlu dipindahkan lagi.


" Nah ustadzah sudah berunding dgn ustadzah Santi dan ustadzah Zahwa tentang ketukan, dan gerakan bagaimana yg akan kalian tampilkan" kata ustadzah Khadijah.


" Iya,, ketukan dan gerakannya tdk jauh berbeda dgn apa yg kalian bawakan saat lomba kemarin, hanya tinggal menambahkan sedikit dan memperbaiki sedikit" kata ustadzah Zahwa.


" Ayo Abighail, Azri, Sipa dan Latipah berada oada bedugnya masing masing" kata ustadzah Santi.


" Baik ustadzah,," kata Abighail dkk.


" Nah kalian para penari ayo duduk di tengah tengah seperti kalian duduk kemari saat lomba" kata ustadzah Khadijah.


" Iya ustadzah" jwb Jihan dkk, lalu mereka duduk sesuai urutan pada saat mereka lomba kemarin.


" Nah sekarang kalian penakol bedug, coba menakol bedug seperti kemarin saat kalian lomba" titah ustadzah Santi. Abighail dkk menuruti arahan dari ustadzah Santi.


" Nah penari saat ketukan ini kalian kangsung masuk gerakannya sama seperti gerakan yg kemarin" Jihan dkk mengangguk. Saat berada diketukan yg diarahkan mereka menari,,,


" Alhamdulillah,," ucap semua irg yg ada disana.


" Nah sekarang kalian silahkan istirahat dulu, nantu ba'da Dzuhur kalian kembali utk latihan tapi kalian langsung ke aula saja, kita akan latihan diatas panggung" kata ustadzah Khadijah.


" Baik ustadzah,, kalau begitu kami pamit dulu ustadzah Assalamu'alaikum" pamit Abighail dkk sambil menyalami satu persatu ke3 ustadzah itu.


" Iya Wa'alaikumsalam" jwb ke3 ustadzah itu .


* Ba'da Dzuhur di aula


Abighail dkk serta Jihan dkk sudah berkumpul mereka menunggu ke3 ustadzah tadi. Akhirnya yg ditunggu tunggupun datang.


Setelah ke3 ustadzah itu datang merekapun langsung latihan. Hanya perlu latihan 2Γ— saja agar penampilan mereka sempurna. Tdk sampai 1 jm mereka latihan sudah selesai dan mereka diminta istirahat utk memulihkan tenaga mereka utk nanti malam.


Merekapun kembali ke kamar mereka masing masing.


" Huh aku cape banget" kata Azri yg langsung berbaring ditempat tidurnya yg lainpun ikut berbaring juga.


" Iya sama aku juga" kata Latipah.


" Gk nyangka cukup susah yah menakol bedug harus, dgn tenaga yg cukup besar " kata Azri


" Iya aku juga berpikir menakol bedug itu mudah gk bakal cape tapi eh lama kelamaan kok capeyah!" timpal Sipa.


" Iya,," kata Sipa.


" Oy Abighail kok kamu diamsaja sih dari tadi? kamu sakit ya?" tanya Azri pada Abighail yg dari tadi tdk berbicara dan membelakangi mereka ber3. Karna tdk ada respon dari Abighail Azri membalikan tubuh Abighail yg membelakanginya. Ternyata Abighail,,,


" Yah ternyata dia tertidur,, pantas saja dia tdk berbicara,," kata Azri.


" Iya aku kira Abighail kenapa" kata Sipa.


" Hey coba lihat wajah Abighail!" kata Azri lada Sipa dan Latipah.


" Kenapa wajah Abighail Zri?" tanya Latipah.


" Lihatlah dia,, wajahnya begitu cantik, tenang saat tertidur. Pantas saja banyak para lelaki yg menyukai Abighail. Secara diakan cantik, putih, baik hati, sopan, kalem, lembut serta pengertian dan perhatian yaa walaupun dia agak nakal sih. Ingin rasanya aku menjadi seperti Abighail" kata Azri sambil menatap lekat wajah Abighail yg tertidur.


" Azri kamu jgn gitu,, kamu harus bangga menjadi diri kamu sendiri,," kata Sipa.


" Iya Zri,, kalaupun kamu mau seperti org lain kamu harus mencontoh akhlaknya dan jadikan dia motovasi dlm hidupmu agar kamu menjadi lebih baik,, " kata Latipah.


" Hmmm iya sih" kata Azri.


" Udah ah kita tidur aja sama kaya Abighail,, agar tenaga kita terkumpul utk nanti malam tampil" ajak Sipa.


" Iya ayo,, " jwb Azri dan Latipah.


Mereka ber3 pun tertidur pulas.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


# Assalamu'alaikum semua πŸ™‹


# Gimana kabar kalian semua? mudah mudahan kita selalu ada dlm perlindungan Allah SWT. Amin yaa rabbal 'alamin,,, πŸ˜‡


" Kalau kalian suka novelnya Author kalian bisa Like, Komen, Vote, beri rate 5 bintang dan share ya,, πŸ˜‰


# Selamat menjalankan ibadah puasa,,, πŸ™Œ


# Sekian dari Author,, 😊


# Wassalamu'alaikum,,,πŸ™‹