USTADZ KU IMAM KU

USTADZ KU IMAM KU
Berbohong



Happy Reading,,! 😊


"Proses apa ustadzah,,?" tanya seseorang yang tiba-tiba muncul dari belakang dan mengagetkan Abighail dan Latipah.


"Astaghfirullah,," ucap Abighail dan Latipah memegang dada mereka karena terkejut.


"Hani,, kamu tuh ya,, jangan suka ngagetin ustadzah donk,," tegur Salsa.


"Iya ni,, Hani,, maaf ya ustadzah,, kami udah cegah Hani,, tapi Hani tidak mendengarkan kami,," timpal Sisi.


"Heheh,, maaf ustadzah,, soalnya aku gak bisa nahan diri,," cengir Hani.


"Iya gak papa,, tapi lain kali kamu gak boleh gitu,," Abighail menasihati Hana.


"Siap ustadzah,," balas Hani sambil mengangkat tangannya memberi hormat.


"Hani kamu mendengar percakapan kami gak,,?" tanya Latipah khawatir.


"Denger,," jawab Hani.


"Apa yang kamu denger,,?" tanya Latipah cemas.


"Proses,," jawa Hani.


"Proses,,?" Latipah bingung dengan jawaban Hani.


"Iya,, proses ustadzah,, cuma gak tau proses apa,," tegas Hani.


"Pyuh,, Alhamdulillah,," Latipah lega karna Hani tidak mendengar apapun.


"Hani kamu belum mengucapkan salam,," ucap Abighail.


"Oh iya lupa,, Assalamu'alaikum ustadzah,," salam Hani.


"Assalamu'alaikum ustadzah,," ucap Salsa dan Sisi bersamaan.


"Wa'alaikumsalam,," jawab Abighail dan Latipah.


"Ada apa Hani,,?" tanya Abighail.


"Gak ada apa-apa ustadzah,, cuma aku kangen sama ustadzah Abighail,," jawab Hani.


"Kangen sama ustadzah,,?" tanya Abighail.


"Iya,, soalnya ustadzah jarang ke pesantren sih,, yang ke pesantren nya ustadz Afnan doank,," jawab Hani sambil mengembungkan pipinya.


"Ustadzah Hani mah emang gitu,, dia itu suka lebay ustadzah,," tutur Salsa.


"Iya ustadzah,, tapi sebenernya kami ke sini itu mau nanya sesuatu,," lanjut Sisi.


"Tanya apa,,?" tanya Abighail.


"Surat ini milik ustadzah,,?" tanya Hani menunjukan sebuah surat yang sudah usang.


Abighail mengambil surat itu dan memperhatikannya dengan seksama. Abighail merasa mengenali surat itu. Dia membacanya dan betapa terkejutnya Abighail setelah membaca surat itu.


"Hani kamu dapet surat ini dari mana,,?" tanya Abighail.


"Dari gudang ustadzah,, kemarin waktu kami membantu membersihkan gudang kami di suruh untuk membakar surat-surat,, dan kami menemukan surat ini,," jawab Hani.


"Iya,, karna disitu ada nama ustadzah, kami kira itu surat milik ustadzah,," timpal Sisi.


"Di situ ada nama Dimas, Dimas itu siapa ustadzah,,?" tanya Salsa.


"Em,, dia teman, ya benar dia teman ustadzah,," jawab Abighail dengan gelagap.


"Yang benar,,? Apa jangan-jangan dia adalah mantan nya ustadzah ya,,?" tebak Hani.


"Ha,, benar tu,," setuju Salsa dan Sisi.


"Astagfirullah,, kalian ini,, dalam islam itu dilarang yang namanya pacaran,," tegur Latipah.


"Ya,, maaf ustadzah, kami kira itu mantan pacarnya ustadzah Abighail,," ucap Hani.


"Sekarang kalian kembali ke kamar kalian,," titah Latipah.


"Baik ustadzah,," ucap Hani, Salsa dan Sisi.


Hani, Salsa dan Sisi bersiap untuk pergi menuju kamar mereka. Namun, langkah mereka terhenti oleh Latipah.


"Et,, tunggu,," cegah Latipah.


"Ada apa ustadzah,,?" tanya Sisi.


"Kalian minta maaf dulu pada ustadzah Abighail,," jawab Latipah.


"Maaf ustadzah Abighail,," sesal ketiga gadis itu.


"Iya,, sekarang kalian kembali ke kamar kalian,," ucap Abighail.


"Tapi ustadzah kami tidak akan kembali ke kamar,, kami akan ke per,, Ah,," ucapan Sisi dipotong oleh Hani, karna Hani menginjak kaki Sisi. "Hani,, sakitlah,," ucap Sisi.


"Syut,, syut,," Hani mengedipkan matanya memberi Sisi kode agar tidak memberitahukan tujuan mereka.


"Apa,,? Apa,,?" tanya Sisi berbisik tidak mengerti.


"Diem,," jawab Hani sambil berbisik juga.


"Per apa,,?" tanya Latipah.


"Per,, per,," Hani, Salsa dan Sisi bingung harus menjawab apa.


"Per apa,,?" tanya Abighail serius.


"Per,,pustakaan,," jawab Hani.


"Iya ustadzah,, kami tadi mau ke perpustakaan,, terus kami liat ada ustadzah Abighail dan ustadzah Latipah,, jadi kami memutuskan untuk ke sini dulu,, dan memberikan surat itu ustadzah,," jawab Hani berbohong.


"Benarkah,,?" tanya Latipah tak percaya.


"Benar ustadzah,, iya kan,,?" ucap Hani meminta bantuan pada kedua temannya yang sedari tadi hanya diam.


"I,, iya,, ustadzah,," ucap Sisi.


"Iya,, bener ustadzah,," timpal Salsa.


"Tapi perpustakaan itu arahnya ke sana,, bukan ke sini,," ucap Abighail.


"Iya,, kalo ke sebelah sini adanya perbatasan,," ucap Latipah membenarkan perkataan Abighail.


"Ahahah,, benarkah ustadzah,,? Maaf ustadzah kami lupa,,?" cengir Hani.


"Kalian bertiga lupa letak perpustakaan secara bersamaan,,?" curiga Latipah.


"Tidak ustadz hanya Hani yang lupa,," sangkal Salsa.


"Iya ustadzah,, kami ingat tapi Hani tetap bersikeras kalo perpustakaan itu adanya di sebelah sini,," ucap Sisi. "Hani, kamikan sudah bilang perpustakaan itu ada di sebelah sana,, bukan di sebelah sini,," lanjutnya.


"Ya,, maaf,, soalnya aku sering lupa sih,," ucap Hani. "Ustadzah maafkan saya ya,," pinta Hani.


"Yaudah sekarang kalian boleh pergi,," ucap Abighail menganggukkan kepalanya.


Hani pergi terlebih dahulu, sementara Salsa dan Sisi masih berdiri di sana akan mengucap kan salam.


"Hani,, Hani,," panggil Salsa dan Sisi.


Hani membalikkan badannya dan bertanya"Ada apa,,?".


"Kita belum mengucapkan salam,," jawab Salsa.


"Astagfirullah,," decak Hani dan setengah berlari kembali ke tempatnya semula. "Kenapa kalian gak ngasih tau aku dari tadi,," kesal Hani.


"Kamu main nyelonong aja Hani,," jawab Sisi.


"Heheh,, maaf ustadzah,, saya lupa lagi. kalo begitu saya,, eh maksudnya kami pamit dulu,," cengir Hani.


"Iya,," jawab Abighail dan Latipah yang dari tadi memperhatikan Hani.


"Assalamu'alaikum,," pamit Hani, Salsa dan Sisi.


"Wa'alaikumsalam,," jawab Abighail dan Latipah.


Hani, Salsa dan Sisi pergi meninggalkan Abighail dan Latipah. Abighail dan Latipah menatap kepergian Hani, Salsa dan Sisi dengan tatapan curiga.


"Ada yang gak beres,," curiga Abighail dan Latipah.


Bersambung..


Assalamu'alaikum,, πŸ™‹


Maaf ya reader author selalu lama up nya,, πŸ™


Insya Allah author akan lebih semangat nulisnya,, πŸ™


Ah,, author selalu bulshit ya,, 😀


Terus dukung author ya,, 😫 agar author lebih semangat,, ☺


Dan iya,, mari kita satukan tangan dan berdo'a untuk saudara-saudara kita yang terkena musibah,, πŸ˜”


Tetap jaga kesehatan ya,, πŸ˜‰


Salam hangat dari author,, πŸ˜†


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


Et,, tunggu dulu,, πŸ˜… sambil nunggu author up,, ada baiknya kalau reader semua mampir ke novel kedua author,, 😹 yang judulnya "HARUSNYA BUKAN AKU".



Ditunggu kehadirannya,, 😻


Wassalamu'alaikum,, sampai jumpa di up selanjutnya,, πŸ™‹