
Happy Reading,,!π
Sudah satu meninggu Abighail di pesantren. Kini dia sudah kembali ke rumah yang sebelumnya. Kandungan Abighail sudah mencapai 2 bulan lebih. Abighail dan ustadz Afnan sangat mendambakan kehadiran pangeran kecil diantara mereka.
Abighail agak kesepian setelah pulang dari pesantren. Untuk mengobati rasa kesepiannya Abighail selalu mengajak tanaman yang dirawatnya untuk berbicara.
Suatu malam setelah Abighail dan ustadz Afnan selesai makan malam. Ustadz Afnan sedang memeriksa berkas-berkas dari perusahaannya. Abighail datang sambil membawa jus jeruk dan beberapa cemilan. Ya,, semenjak Abighail hamil, nafsu makannya menjadi bertambah. Abighail duduk di samping ustadz Afnan.
Abighail menyalakan televisi, dia mencari siaran yang bagus dan sesuai dengan keinginannya. Setelah berputar-putar, Abigahil tak kunjung menemukan siaran yang dia suka. Seketika Abighail langsung mematikan televisi itu dan menyimpan remotnya di atas meja. Abighail menggerutu kesal.
"Kenapa mai,,?" tanya ustadz Afnan di sela-sela aktivitasnya memeriksa berkas.
"Hm,, gak ada yang seru bib,," jawab Abighail sambil memakan cemilan yang dibawanya.
Ustadz Afnan fokus dengan pekerjaannya.
"Bib,, kamu sibuk ya,,?" tanya Abighail memperhatikan ustadz Afnan yang tampak serius.
"Ya,, seperti yang kamu liat,," jawab ustadz Afnan sambil sekilas melihat ke arah Abigahil.
"Yah,," gumam Abighail lesu.
Ustadz Afnan yang mendengar gumaman istrinya dengan lesu, dia lantas segera melihat ke arahnya. Ustadz Afnan menangkup wajah Abighail dengan kedua tangnnya.
"Kenapa mai,,?" tanya ustadz Afnan penuh cinta.
"Aku merasa kesepian bib,," jawab Abighail dengan wajah face.
"Kesepian kenapa,,? Akukan ada di sini,," tanya ustadz Afnan sambil mengelus kepala Abighail.
"Em,, jika tidak ada kamu, aku kesepian bib,, aku mau ada yang menemani aku saat siang hari,," pinta Abighail.
"Kamu ingin siapa yang menemani kamu mai,,?" tanya ustadz Afnan.
"Em,, bolehkah Latipah menginap di sini,,? Selama beberapa hari,, saja,," tanya Abighail dengan dengan penuh harap.
"Boleh,," jawab ustadz Afnan.
"Beneran,,?" tanya Abighail dengan mata berbinar.
"Iya mai,," jawab ustadz Afnan.
"Terima kasih,," ucap Abighail memeluk ustadz Afnan.
Ustadz Afnan kembali memeriksa berkas-berkasnya. Abighail kembali memakan cemilannya, sambil merencanakan apa saja yang akan dia lakukannya bersama Latipah. Tiba-tiba Abighail teringat sesuatu.
"Bib,," panggil Abighail.
"Hem,," jawab ustadz Afnan tanpa membalikkan kepalanya.
"Boleh aku mengundang seseorang,,?" tanya Abighail.
"Siapa,,?" tanya ustadz Afnan.
"Azri,," jawab Abighail dengan antusias.
"Azri,,?" tanya ustadz Afnan heran.
Ustadz Afnan memperhatikan wajah Abighail yang terlihat merindukan sosok Azri.
"Hem,, baiklah,, kamu boleh mengundang Azri,," setuju ustadz Afnan.
"Yey,, Alhamdulillah,," sorak Abighail yang langsung memeluk dan mencium pipi ustadz Afnan. "Makasih ya bib,, kamu suami terbaik,," ujar Abighail. "Aku kasih tau Azri dulu ya,," lanjutnya sambil berjalan menuju kamar untuk membawa handphone miliknya.
Ustadz Afnan hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Abighail.
Beberapa hari kemudian Azri dan Latipah datang ke rumah Abighail dan ustadz Afnan. Sesuai dengan kesepakatan, mereka akan datang dihari yang sama. Mereka bertiga yaitu Abighail, Latipah dan Azri kini tengah duduk di ruang tamu. Sedangkan ustadz Afnan pergi ke perusahaan.
"Abighail,, aku gak menyangka kamu udah berisi,," ucap Azri sambil mengelus perut Abighail yang masih rata.
Abighail dan Latipah tersenyum mendengar perkataan Azri.
"Ahh,, aku udah gak sabar menunggu kelahirannya,," lanjut Azri.
"Aku juga gak sabar,," timpal Latipah.
Mereka tersenyum sambil melihat ke arah Abighail yang perutnya sedang dielus-elus oleh Azri.
"Waktu itu aku gak ngeh pas ustadz Rizky beli tespek. Katanya buat kamu dan ustadz Afnan,," ucap Azri yang mulai bercerita.
"Dari kamu tau yang beliin tespeknya ustadz Rizky,,?" tanya Azri.
"Iya,, kan waktu itu ustadz Rizky ketemu sama aku,," jawab Azri.
"Ketemu di mana,,?" tanya Latipah penasaran.
Azri menceritakan saat dirinya bertemu dengan ustadz Rizky yang sedang kebingungan mencari tespek. Kalo kalian lupa ada di judul Apa Ini Yang Namanya Tespek,,? Kok kecil Sih,,? S2, itu pertemuan Azri dan ustadz Rizky kembali.
"Hahah,," ketiga wanita itu tertawa mendengar cerita Azri.
"Kamu bener, nyuruh ustadz Rizky yang beli tespeknya ke apotek,,?" tanya Abighail tidak menyangka.
"Iya,," jawab Azri yang masih tertawa.
"Apa dia tidak malu,,?" tanya Latipah yang tidak habis pikir.
"Aku rasa tidak deh,, soalnya ekspresi wajahnya pas keluar dari apotek itu polos banget,, kayak yang babu liat tespek,," jawab Azri yang tidak bisa menghentikan tawanya.
Ketiga wanita itu kembali tertawa.
"Eh Azri, sekarang kamu sedang dekat dengan siapa,,?" tanya Abighail.
Seketika Azri menghentikan tawanya dan menatap Abighail.
Bersambung...
Terima kasih sudah mampir,,π
Jangan lupa tinggalkan jejak ya,,π
Terus dukung author,,π
Salam hangat dari author,,π