USTADZ KU IMAM KU

USTADZ KU IMAM KU
Menghindar



Happy Reading,,! 😊


Abighail dan 2 keponakannya masuk ke dlm butik.


" Selamat datang di butik xx,, " ucap salah satu pelayanan yg ada di butik itu.


Pelayan itu tersenyum ramah pada Abighail, dan Abighail pun membalas senyuman itu dgn ramah.


" Ada yg bisa saya bantu bu,,?" tanya pelayan itu dgn sopan.


" Kak em,, tolong jangan panggil saya ibu,, " pinta Abighail.


" Memang kenapa,,?" tanya pelayan itu lagi.


" Saya merasa di tua kan,, " cengir Abighail.


" Oo,, baiklah,, kalau begitu ada yg bisa saya bantu mbak,,?" tanya pelayan itu.


" Em,, saya mau memilih baju pengantin,, " jwb Abighail.


" Oo,, mari lewat sini,, " ucap pelayan itu menuntun Abighail. Pelayan itu berjalan duluan.


Seketika Abighail ingat pada Arsya dan Arsyi yg dari tadi berdiri di sampingnya.


" Eh kak,, " panggil Abighail.


" Iya mbak ada apa,,?" tanya pelayan itu membalikkan badan nya.


" Em,, ini keponakan saya,, apakah boleh ikut masuk,,?" tanya Abighail ragu.


" Oo,, kebetulan kami memiliki ruangan khusus anak,, jika tdk keberatan keponakan mbak bisa bermain di sana selagi mbak memilih baju penganti,, " jwb pelayan itu.


Abighail berpikir sebentar.


" Arsya,, Arsyi,, apa kalian bisa menunggu bibi sebentar,,? Bibi akan memilih baju,, " tanya Abighail.


" Kami menunggu dimana bi,,?" tanya Arsya.


" Biar saya tunjukan,, " jwb pelayan itu.


Abighail, Arsya Arsyi serta kakak pelayan itu berjalan menuju ruangan khusus anak.


" Nah silahkan masuk,, " ucap pelayan itu.


" Wah,, " Arsya dan Arsyi terlihat senang saat melihat ruangan itu.


" Kalian bisa tunggu disini,, bibi hanya sebentar kok,, bisa kan,,?" tanya Abighail.


" Bisa bi,, " jwb Arsya dan Arsyi yg langsung masuk ke ruangan itu dan mereka langsung bermain.


" Kalian jangan nakal ya,, " ucap Abighail.


" Siap bi,, " jwb sikembar.


Abighail dan kakak pelayan itu beralih ke ruangan lain utk memilih baju penganti.


" Nah mbak,, mbak bisa memilih gaun gaun ini,, " ucap pelayan itu menunjukan beberapa gaun pada Abighail. " Gaun gaun ini adalah unggulan dari butik kami dan juga gaun gaun ini adalah keluaran terbaru dari butik kami,, namun sayang belum ada yg tertarik pada gaun ini,, " lanjutnya.


Abighail melihat gaun gaun itu.


" Kenapa belum ada yg tertarik kak,,? Padahal gaun gaun ini sangat bagu,, " tanya Abighail.


" Em,, itu karna para pelanggan tdk terlalu suka pada model gaun yg terlalu tertutup seperti ini,, mereka lebih menyukai gaun yg agak terbuka,, " jwb kakak pelayan itu.


" Oo,, " Abighail menganggukkan kepalanya.


" Mungkin mbak tertarik,,?" tanya pelayan itu.


Mata Abighail tertuju pada satu gaun yg berwarna putih dgn motif yg sederhana namun terlihat sangat anggun.


" Kak saya tertarik pada gaun ini,, " jwb Abighail.


" Pilihan yg sangat bagus mbak,, " ujar pelayan itu. " Mbak bisa mencobanya terlebih dahulu,, " lanjutnya.


Abighail mencoba gaun itu dan hasilnya Abighail terlihat sangat cantik dan mempesona.


" Wah,, itu sangat cocok dipakai oleh mbak,, " ujarnya takjub.


" Terimakasih kak,, " balas Abighail. " Kak saya pilih yg ini aja,, " ucap Abighail.


" Mbak tdk mau pilih yg lain,,?" tanya pelayan itu.


" Nggk deh kak,, " jwb Abighail.


Pelayan itu menganggukkan kepalanya. " Mbak calonnya mana,,?" tanya pelayan itu.


Abighail bingung harus menjawab apa. Sebab dia pun belum bertemu dgn calonnya itu, namanya saja dia tdk tau.


" Em,, katanya ada keperluan mendadak,, jadi tdk bisa datang kesini,, " jwb Abighail.


" Oo,, namanya siapa mbak,,? " tanya pelayan itu lagi.


Kenapa sih kakak ini trs bertanya tentang dia,,? Wujud nya pun aku belum lihat,, gerutu Abighail dlm hati.


" Namanya em,, siapa sih,,? Aduh maaf kak bukannya saya gk mau kasih tau,, tapi saya tdk tau namanya siapa,, " jwb Abighail.


" Mbak gk tau namanya siapa,,? Kok gk tau sih mbak,,? Padahal mbak mau nikah,, apa jangan jangan,, mbak dijodohin ya,,?" tanya pelayan itu.


" Em,, nggak kok saya nggak di jodohin,, cuma,, " Abighail menghentikan jawabannya.


" Cuma,,?" tanya pelayan itu.


Abighail tak menjawab pertanyaan pelayan itu.


" Hah,, apa pria itu yg langsung melamar mbak tanpa sepengetahuan mbak,,?" tebak pelayan itu. Abighail mengangguk pelan.


" Wah saya dengar pria yg seperti itu adalah pria yg baik,, soalnya dia gentle,, dia langsung melamar pujaan hatinya pada org tuanya,, " ucap pelayan itu.


Abighail hanya tersenyum menanggapi perkataan pelayan itu.


Selesai memilih gaun Abighail dan 2 keponakannya langsung pulang ke rumah.


Abighail langsung merebahkan tubuhnya di kasur empuk miliknya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Abighail sudah selesai menunaikan ibadah shalat Ashar. Kini dia sedang membaca buku di kamarnya.


Tok,, tok,, tok,,


" Sayang ibu boleh masuk,,?" tanya bu 'Ainun.


" Masuk aja bu,, gk dikunci kok,, " jwb Abighail.


" Abighail kamu lagi apa,,?" tanya bu 'Ainun.


" Abighail lagi baca buku bu,, " jwb Abighail sambil memperlihatkan buku yg dibacanya.


" Kamu turun sebentar gih,, ada tamu yg mau nemuin kamu,, " titah bu 'Ainun.


" Tamu,,? Siapa bu,,?" tanya Abighail.


" Kamu liat aja sendiri,, " jwb bu 'Ainun.


Abighail berjalan menuruni tangga. Di ruang tamu tampak ada sosok wanita berpakaian syar'i yg sedang duduk sambil memegang bingkisan berukuran sedang.


Abighail tampak tak asing pada wanita yg sedang duduk itu.


" Assalamu'alaikum,, " sapa Abighail.


Wanita itu berbalik " Wa'alaikumsalam,, " jwbnya.


" Latipah,, " ujar Abighail.


Latipah tersenyum dan mereka langsung berpelukan.


" Kamu apa kabar,,?" tanya Abighail.


" Alhamdulillah aku baik,, kamu sendiri gimana,,?" tanya Latipah.


" Alhamdulillah aku juga baik,, " jwb Abighail.


" Aku seneng banget bisa ketemu kamu lagi,, " ucap Latipah.


" Apalagi aku Latipah,, " balas Abighail.


" Kamu dari sejak kapan disini,,? Kamu sama siapa kesini,,? Kamu naik apa kesini,,?" tanya Abighail.


" Abighail sabar,, biar aku jwb satu satu,, " ucap Latipah.


" Heheheh,, maaf soalnya aku kangen banget sama kamu,, " kekeh Abighail.


" Aku baru aja ke sini,, aku ke sini sendiri,, aku kesini naik mobil,, " jwb Latipah.


" Kamu dianterin sama siapa,,? Kok cuma sendiri sih,,?" tanya Abighail kepo.


" Emang kamu mengharapkan org lain kesini,,? Siapa org nya,,?" goda Latipah.


" Eng,, enggak kok,, aku gk ngeharepin org lain kesini,, cuma aneh aja, kalau kamu kesini naik mobil sendiri,, " elak Abighail.


" Oo,, seperti itu,, aku ke sini dianterin sama kak Afnan,, " jwb Latipah.


" Ustadz Afnan,,? Lalu dimana dia,,?" tanya Abighail dgn semangat.


" Dia udah pergi,, dia bilang dia ada urusan,, dia mau bertemu dgn seseorang spesial nya,, " jwb Latipah sambil menekan kata spesial.


Seketika Abighail langsung tdk semangat lagi. " Oh iya,, aku lupa ustadz Afnan kan mau nikah,, " ujar Abighail dgn lesu.


Latipah juga ikut sedih melihat Abighail yg bersedih. Latipah coba mengalihkan topik pembicaraan.


" Oh iya Abighail,, ini aku ada sesuatu utk kamu,, " ucap Latipah sambil menyodorkan bingkisan berukuran sedang.


" Apa ini Latipah,,?" tanya Abighail bingung.


" Ini hadiah pernikahan utk kamu,, " jwb Latipah sambil tersenyum manis.


" Latipah kamu gk usah repot repot,, " tolak Abighail.


" Ih,, Abighail,, apaan sih aku gk repot kok,, kamu ini kayak kita baru kenal satu hari aja,, " rajuk Abighail.


" Ya maaf,, bukannya aku gk terima tapi aku gk enak aja,, akukan sering nyusahin kamu,, " jelas Abighail.


" Aku gk mau tau,, pokok nya kamu harus terima ini,, " tegas Latipah.


" Hem,, iya,, aku terima ya,, makasih ya Latipah,, " ucap Abighail.


" Nah gitu donk,, iya sama sama,, " jwb Latipah.


" Oh iya,, Latipah nanti kamu dateng ya pas nikahan aku,, " ucap Abighail.


" Iya,, insya Allah,, " jwb Latipah.


Mereka berbincang bincang cukup lama, sampai akhirnya tiba waktunya utk Latipah pulang.


" Abighail aku pulang dulu ya,, " ucap Latipah.


" Lhoh,, kok udah mau pulang sih,,? Kamu nginep aja,, " ucap Abighail.


" Maaf Abighail tapi kali ini gk bisa,, aku harus pulang,, " tolak Latipah.


" Yaudah sekali lagi aku ucapin makasih ya,, " ucap Abighail.


" Iya Abighail,, " jwb Latipah.


" Aku anterin sampe gerbang ya,," tawar Abighail.


" Iya,, " balas Latipah.


Abighail dan Latipah pergi ke luar gerbang.


Saat sudah berada di luar gerbang mobil ustadz Afnan tampak sudah ada menunggu Latipah.


" Abighail aku pamit, titip salam ya,, sama bu 'Ainun,, " ucap Latipah.


" Iya,, nanti aku sampaikan,, " jwb Abighail.


" Assalamu'alaikum,, " pamit Latipah.


" Wa'alaikumsalam,, " jwb Abighail.


Latipah masuk ke dlm mobil, lalu mobil itu pun segera pergi.


Kenapa ustadz Afnan tdk turun,,? Setidak nya utk sekedar menyapa saja,, Kenapa dia menghindari ku,,? Apa karna aku akan menikah,,? Atau,, ah iya,, kenapa aku selalu lupa,, kalau ustadz Afnan kan sudah menemukan pasangan nya,, gumam Abighail dlm hati dan wajahnya terlihat sedih.


Setelah mobil milik ustadz Afnan tdk terlihat Abighail kembali ke dlm rumahnya.


Bersambung..


# Maaf ya up nya lama,, πŸ™


# Terimakasih sudah menunggu,, ☺


# Dan juga terimakasih sudah mampir,, 😊


# Silahkan tinggalkan jejak,, πŸ˜‰