
Happy Reading,,! 😊
Saat Latipah menaiki mobil ustadz Afnan.
" Kak kata Abighail terimakasih,, " ucap Latipah setelah dia duduk di kursi sebelah pengemudi.
" Iya,, kamu tdk beritahu itu dari saya kan,,?" tanya ustads Afnan.
" Nggak kok,, " balas Latipah.
Ustadz Afnan bernafas lega.
Ustadz Afnan bersiap utk memajukan mobilnya.
" Eh kak,, kakak gk mu nemuin Abighail dulu,,?" tanya Latipah yg menghentikan pergerakan Ustadz Afnan.
Ustazd Afnan termenung, dia bingung harus bagaimana.
" Tdk " jawabnya singkat.
" Temui lah dia dulu,, sebentar saja,, kasian tuh Abighail nya,, pasti dia ingin sekali bertemu dgn kakak,, " bujuk Latipah.
" Tdk Latipah,, lebih baik saya tdk menemui Abighail sekarang ini,, " jwbnya lesu.
" Oh,, yasudah ayo jalan,, " ucap Latipah.
Ustadz Afnan memajukan mobil nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari yg ditunggu semua org pun tiba terkecuali Abighail. Yaitu hari pernikahan Abighail dgn seorang laki laki yg hingga saat ini belum diketahui identitasnya.
Disebuah kamar pengantin wanita, yg dihiasi bak seoarang putri raja. Dibaluti dgn hiasan berdominan warna putih.
Disana tampak seorang wanita duduk menghadap jendela kamarnya sambil melamunkan nasibnya. Tak lama datang seorang wanita parubaya yg berjalan mendekati wanita yg duduk menghadap jendela itu.
" Sayang,, sebaiknya kamu makan dulu,, sebentar lagi periasnya akan segera datang,, " ucap bu 'Ainun.
" Iya bu,, " balas Abighail sambil senyum terpaksa.
Abighail hanya makan sedikit, dia tdk berselera utk makan. Padahal hari ini adalah hari dimana dia akan menempuh hidup baru.
Setelah beberapa saat perias itupun datang sambil membawa tas yg berisi peralatan make up nya.
" Assalamu'alaikum,, " ucap kakak perias itu sambil memasuki kamar Abighail.
" Wa'alaikumsalam,, " jwb Abighail membalikan badannya.
" Mbak Abighail kan,,?" tanya kakak perias itu.
Abighailmenganggukkan kepalanya sambil tersenyum ramah.
" Wah cantik sekali pengantin wanita nya,, " ujar kakak perias itu memuji kecantikan Abighail.
" Heheh,, terimakasih kak,, kakak lebih cantik dari saya,, " ucap Abighail sambil tersipu malu.
" Ah bisa aja,, dimana tuh yg mau nikah yg paling cantik,, " balas kakak perias itu. Abighail tersenyum menanggapi perkataan sang perias itu.
Kakak perias itu membuka tas yg dibawa nya. Dlm tas itu Abighail melihat banyak sekali make up yg dimiliki oleh kakak perias itu.
" Em,, kak saya minta make up nya jangan terlalu tebal ya,, saya mau make up yg tipis aja,, " pinta Abighail.
" Ok sip,, " jwb kakak perias itu.
Kakak perias itu mulai me make up pi Abighail.
Setelah memakan waktu kurang lebih 2 jam akhirnya Abighail sudah siap. Tapi dia belum siap sepenuhnya, masih ada bagian dari tubuhnya yg belum siap yaitu Hatinya.
" Alhamdulillah,, " ujar kakak perias itu.
Abighail melihat dirinya dipantulan cermin.
" Wajah mbak Abighail ini udah cantik,, jadi memakai make up nyapun tdk perlu berlebihan,, " ujarnya lagi.
" Terimakasih kak,, " ucap Abighail.
Bu 'Ainun dan pak Adam pun datang melihat putrinya.
" Masya Allah,, cantiknya putri ayah,, " ujar pak Adam.
" Ayah bisa aja,, " ucap Abighail sambil tersenyum.
" Sayang,, sebentar lagi kami sebagai org tua kamu akan menyerahkan kewajiban terhadap kamu pada suami kamu,, " ucap bu 'Ainun.
" Iya sayang,, dan kami mau meminta maaf jikalau kami dalam mendidik kamu membuat kamu terluka,," ucap pak Adam.
" Kami melakukan itu semata mata agar kamu menjadi org yg baik di kemudian hari,, " timpal bu 'Ainun.
Bu 'Ainun dan pak Adam memegang erat tangan Abighail.
" Ayah,, ibu,, kalian gk pernah salah dlm mendidik Abighail,, seharusnya Abighail lah yg meminta maaf pada ayah dan ibu,, " ucap Abighail. " Abighail sering menyusahkan ayah dan ibu,, Abighail sering membuat ayah dan ibu hawatir,, Abighail sering membuat masalah utk ayah dan ibu,, Abighail susah diatur,, Abighail nakal,, Abighail selalu melawan perkataan ayah dan ibu,, Abighail merasa,, Abighail tdk pantas dipanggil seorang anak,, " lanjut Abighail sambil menitikan Air matanya.
" Ssttt,, udah sayang kamu gk boleh ngomong gitu,, sebelum kamu meminta maaf pada kami,, kami sudah memaafkan kamu,, " ucap bu 'Ainun menenangkan tangisan Abighail.
" Sayang,, kasih sayang seorang tua itu,, tdk ada batasnya meskipun sang anak melakukan kesalahan sebesar apapun,, " jwb bu 'Ainun.
" Iya sayang,, benar apa yg dikatakan oleh ibumu,, " timpal pak Adam.
" Benarkah,,?" tanya Abighail lagi.
" Iya sayang,, kamu akan merasakannya saat nanti kalau kamu sudah punya anak,," jwb bu 'Ainun.
Abighail tersenyum dan langsung memeluk ayah dan ibunya.
" Eh,, udah sayang,, kamu jangan nangis lagi,, " ucap bu 'Ainun.
" Iya,, nanti riasan mu luntur,, " timpal pak Adam.
" Gk papa yah,, kakak periasanya bilang wajah aku udah cantik,, jadi gk perlu waktu lama utk merias ku lagi,, " jwb Abighail sambil tersenyum.
Pak Adam dan bu 'Ainun tersenyum mendengar jwban dari Abighail.
" Yaudah kami ke bawah dulu ya,, nanti kamu akan di jemput oleh suami kamu,, " ucap bu 'Ainun.
" Iya bu,, " jwb Abighail sambil terdenyum pasrah.
Pak Adam dannbu 'Ainun pergi kebawah utk menyambut para tamu. Sementara Abighail duduk di pinggir tempat tidurnya sambil memikirkan seseorang.
Pukul 08.00 acara pun dimulai, mempelai pria sudah datang dgn rombobgan keluarga dan kerabatnya.
Pukul 10.00 acara ijab kabul nya.
Pertama tama mempelai pria membacakan surah Ar- Rahman. Pria itu melantunkan surah Al- Qur'an dgn sangat merdu.
Saat mempelai prianya membacakan surah Ar- Rahman Abighail teringat pada seseorang. Dan itu membuatnya tdk bisa melupakan org itu.
Apa kalian tau siapa org itu,,? Ya,, benar org yg sedang di pikirkan oleh Abighail adalah ustadz Afnan. ( Maaf author ilu nimrung,, 😅) .
Abighail merasa tdk asing pada suara itu.
" Ya Allah,, kenapa suara org itu mirip dgn suara ustadz Afnan,,? " gumam Abighail.
Abighail mencoba utk tdk memikirkan ustadz Afnan. Namun sayang dia tdk bisa berhenti memikirkannya.
" Ah,, " geram Abighail prustasi. " Kenapa sih,, aku gk bisa melupakan dia,,? Dan juga kenapa aku bisa berkhayal kalo suara itu mirip dgn ustadz Afnan,,?" Abighail bertanya pada dirinya sendiri. " Ya Allah,, aku mohon jika dia jodohku maka dekatkanlah,, namun jika dia memang bukan jodohku makan berikanlah aku jodoh yg terbaik menurutmu Ya Allah,, " Abighail berdo'a memohon utk dikuatkan hatinya.
Selesai membacakan ayat suci Al- Qur'an dilanjutkan dgn pengucapan ijab kabul.
Semua org menjadi tegang, terlebih lagi kedua mempelai. Meskipun Abighail berada di dlm kamar tapi dia dpt merasa ketegangan yg terjadi.
Pengucapan ijab kabul pun dimulai.
" Bismillahirrahmanirrahim saya terima nikah dan kawinnya Abigahil,,, "
Skip..
pengucapan ijab kabul yg dilakukan oleh mempelai pria dilakukan dgn lantang dan penuh dgn keyakinan. Sampai akhirnya para saksi berkata.
" SAH,,, " ucap para saksi dgn lantang.
Setelah pengucapan ijab kabul dilanjutkan dgn pembacaan do'a.
Mempelai pria diminta utk menjemput wanita yg kini sudah resmi menjadi istrinya itu. Pria itu berjalan menuju kamar sang mempelai wanita dgn elegan.
Saat pengucapan " Sah " dari para saksi, Abighail tdk menyangka kalau kini statusnya sudah berubah menjadi istri seseorang. Dan mulai saat itu juga Abighail akan menempuh hidup dgn lembaran baru bersama lelaki yg sudah resmi resmi menjadi suaminya itu.
Tok,, tok,, tok,,
Suara ketukan pintu dari seseorang, Abighail sudah tahu org yg mengetuk pintu kamarnya itu adalah pria yg kini menjadi suaminya.
Clek,,
Pria itu membuka pintu kamar Abighail. Abighail menundukkan kepalanya.
" Assalamu'alaikum,, " ucap pria itu sambil berjalan masuk dan berdiri di hadapan Abighail yg masih duduk di pinggir tempat tidurnya.
" Wa'alaikumsalam,, " jwb Abighail yg masih menundukkan kepalanya.
" Mari kita ke bawah semua org sudah menunggu,, " ajak pria itu. Abighail menganggukkan kepalanya.
Si pria itu menjulurkan tangannya utk membantu Abighail berdiri. Abighail bingung dia harus apa, apa dia harus menerima juluran tangan suaminya atau dia harus menolaknya.
Akhirnya Abighail memutuskan utk menerima juluran tangan suaminya itu. Itu adalah pertama kalinya Abighail memegang tangan pria selain ayahnya.
Abighail berdiri sambil tangannya berpegangan pada tangan suaminya. Abighail mencoba mengangkat kepalanya utk melihat wajah dari suaminya.
Suaminya menatap Abighail dgn penuh cinta dan kasih sayang dan bibirnya juga membentuk garis lengkung yg sempurna, menambah ketampanan dari si mempelai pria.
Abighail mengangkat kepalanya. Saat dia mengangkat kepalanya dia terkejut karna dia tdk percaya apa yg dia lihat di depan matanya. Ternyata pria itu adalah,,,
Bersambung..
# Terimakasih sudah mampir,,
# Silahkan tinggalkan jejak,,