
Setelah berganti baju ustadz Afnan turun ke bawah dgn Abighail. Abighail pergi ke kamar mandi utk menyimpan pakaian ustadz Afnan yg kotor.
Saat mereka turun ke bawah secara bersamaan banyak pasang mata yg melihat Abighail dan ustadz Afnan. Abighail tdk menghiraukan mereka.
Setelah kembali dari kamar mandi Abighail menghampiri Latipah dan si kembar Arsya dan Arsyi yg sedang bermain.
Dari kejauhan Marsel memperhatikan Abighail, Latipah, Arsya dan Arsyi. Tapi Marsel bukan memperhatikan Abighail melainkan memperhatikan Latipah.
Kenapa aku meperhatikan Latipah trs terus? Bukannya aku suka sama Abighail? Tapi kenapa aku memperhatikan dia bukannya Abighail? Tapi dia itu cantik, shalihah, ceria,,, eh kok aku jadi ngebahas dia dlm hati sih,, gumam Marsel dalam hatinya yg bertanya sendiri dan bingung sendiri sambil melamun.
Lamunan Marsel dibuyarkan oleh panggilan ibunya.
" Marsel,, Marsel,, " panggil ibunya Marsel.
" Ehh iya bu ada apa,,?" tanya Marsel yg agak kaget.
" Ayo kita pulang,, ! Bukannya kamu ada janji sama temen temen kamu hari ini,,?" ucap ibunya.
" Oh iya bu,, ayo,,!" ucap Marsel.
" Ibu mau pamit dulu ya sama ibunya Abighail" ucap ibunya Marsel.
" Iya bu" jwb Marsel singkat.
Saat ibunya sedang berpamitan, Marsel juga berpamitan pada Abighail dan Latipah.
" Emm,, Abighail" panggil Marsel sambil mendekat pada Abighail dan Latipah.
" Iya kak ada apa?" tanya Abighail.
" Emm aku mau pamit,, aku mau pulang ada janji sama temen aku " ucap Marsel.
" Oh iya kak silahkan" ucap Abighail memperbolehkan Marsel pulang.
"Abighail,,!" panggil ibunya.
" Iya bu,, sebentar ya,," ucap Abighail pada Marsel dan Latipah.
" Abighail,,!" panggil Latipah yg tidak mau ditinggal Abighail.
Latipah bingung harus bagaimana, apakah dia harus mengikuti Abighail dan meninggalkan Marsel,atau dia harus menunggu disana. Latipah dan Marsel saling diam satu sama lain. Akhirnya setelah beberapa saat saling diam, Marsel membuka suaranya.
" Emm,, Latipah aku pamit dulu,," ucap Marsel pada Latipah sedikit gugup.
" Iya" jwb Latipah yg juga gugup.
" Semoga kita bisa bertemu lagi dilain waktu" ucap Marsel.
" Iya,," jwb Latipah.
" Assalamu'alaikum" ucap Marsel.
" Wa'alaikumsalam" jwb Latipah.
Marsel pergi ke luar rumah Abighail meninggalkan Latipah. Saat berada diambang pintu Marsel berbalik melihat Latipah yg sedang melihatnya pergi. Marsel tersenyum pada Latipah. Latipah menyadari bahwa Marsel tersenyum kepadamya langsung menundukan kepalanya sambil tersenyum.
Marsel yg melihat tingkah laku Latipah mengembangkan senyumnya dgn sempurna dan melanjutkan langkahnya kembali.
Saat di dlm mobil marsel terus mengingat kejadian tadi yg Latipah menunduk sambil tersenyum. Marsel senyum senyum sendiri.
Ibu dan Ayah Marsel heran dgn tingkah laku anaknya itu.
" Sel,, kamu kenapa,,? kok senyum senyum sendiri,,?" tanya Ibunya Marsel.
" Iya Sel kamu itu udah kaya org gil* tau senyum senyum sendiri " tambah Ayahnya Marsel.
" Ayah mh gitu ke anak sendiri dikatain gil*" rajuk Marsel.
" Heheh,, maaf maaf habisnya kamu itu aneh. Apa jangan jangan,,," ayah Marsel menggantungkan perkataannya.
" Jangan jangan apa Yah,,?" tanya Marsel heran.
" Jangan jagan,," ayah terus menggantungkan perkataannya terus.
" Ah iya benar Yah jangan jangan Marsel,,," utambah ibunya Marsel.
" Udah ah gk ada yg terjadi seperti yg apa yg kalian pikirkan" ucap Marsel yg tahu jalan pikiran ayah dan ibunya itu.
" Iya Yah,, dia itu semakin cantik, ilmu agamanya saja sudah bertambah,, benarkan Marsel,,,? " ucap ibunya yg mencoba memancing Marsel.
" Udah ah bu jangan bahas itu mulu,," jwb Marsel sambil trs fokus mengemudikan mobilnya.
" Iya,, sayang,, Ayah, Ayah tau gk itu loh temennya Abighail yg datang dari pesantren itu siapa ya namanya ibu lupa lagi,," ucap ibunya Marsel sambil mengingat ngigat.
" Latipah" Marsel langsung menjawabnya sambil wajahnya bersinar.
Ayah dan Ibunya Marsel saling tatap saat marsel langsung menyebutkan nama Latipah.
Ayah dan ibunya Marsel melihat Marsel sambil tersenyum mencurigakan.
" Ada apa? Memang benarkan namanya Latipah,, apa yg salah? " ucap Marsel kaku.
" Loh kok kamu jadi kaku sih?" tanya ibunya Marsel .
" Enggk tuh aku nggk kaku,, aku biasa aja,,!" elak Marsel.
" Hemm iya deh iya" ucap ibunya Marsel.
Marsel pergi bertemu dgn teman temannya. Saat berkumpul Marsel bersukaria dgn teman temannya. Mereka saling bermaaf maafan, mereka bercerita cerita. Saat bersama dgn teman temannya Marsel trs terpikirkan Latipah. Marsel sudah coba berhenti memikirkan Latipah. Tapi sayangnya semakin dia berusaha berhenti memikirkan Latipah dia malah semakin tdk bisa menghilangkan Latipah dari dlm pikirannya.
Kira kira apaya yg terjadi pada Marsel,,,?
Bersambung,,,
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
# Assalamu'alaikum semua,, π π
# Gimana kabar kalian,,? Muadh mudahan kita semua ada dlm perlindungan Allah SWT
Aamiin,,
# Maafya author baru bisa up sekarang
# Kalo kalian suka sama novelnya author tolong bantu Like, Komen, Rate Bintang 5 dan Share ya,,! Oh iya jangan lupa juga utk bantu Vote ,, π
# Terimakasih sudah mampir di novelnya author,, π
# Salam sayang dari author,, π
# Wassalamu'alaikum,,,π