
Happy Reading,,!
Sipa tersenyum melihat seseorang yg berdiri di hadapannya itu.
" Mas Fakhri,, " guman Sipa.
Sipa langsung mencium tangan suaminya itu.
" Mas Fakhri,,?" guman Abighail, Azri dan Latipah.
" Hah berarti dia,, " ucap Azri.
" Adalah,, " ucal Latipah.
" Suaminya Sipa,,!" lanjut Abighail.
Mereka tak percaya bahwa laki laki yg berada di hadapannya itu adalah suami dari sahabatnya Sipa.
" Mas ngapain kok ada di sini,,?" tanya Sipa yg masih tak percaya suaminya datang ke rumah Abighail.
" Mas ke sini mau jemput kamu,, " jwb Fakhri sambil tersenyum.
" Jemput aku,,?" tanya Sipa bingung.
" Iya,, kamu lupa apa kata aku waktu kamu telpon,,?" Fakhri malah balik bertanya.
" Em,, tapikan kata mas jemputnya mau ke pesantren,, " jwb Sipa.
" Tadi mas udah ke pesantren,, tapi kata ustadz Afnan kamu dan teman teman kamu belum pulang dari rumah teman kamu,, " jelas Fakhri.
" Oh,, trs dari mana mas tau rumah teman aku,,?" tanya Sipa.
" Mas minta alamatnya ke ustadz Afnan dan mas juga udah minta izin utk membawa kamu pulang,, " jwb Fakhri.
" Oo,, begitu,, " ucap Sipa.
Fakhri dan Sipa trs menatap satu sama lain sambil tersenyum.
" Ehem,, ehem,, berasa jadi nyamuk ya kita,, " celetuk Azri.
Abighail menepuk nepukan tangannya seperti sedang menepuk nyamuk. Latipah hanya menatap polos pada Azri dan Abighail.
" Ish,, banyak sekali nyamuknya ya Latipah,, kayaknya harus disemprot deh,, " ucap Abighail pada Latipah.
Latipah yg mulai mengerti apa yg di lakukan oleh sahabatnya itu, lantas dia segera mmeniru apa yg dilakukan oleh Abighail.
" Iyalah Abighail,, banyak nyamuk,, " timpal Latipah.
Sipa dan Fakhri tertawa kecil.
" Ih,, apaan sih kalian ini,, " ucap Sipa sambil tersenyum.
" Yaudah ayo ajak suamimu masuk,, " ucap Abighail pada Sipa dan langsung dianggukki oleh Sipa.
" Mas ayo kita masuk,, " ajak Sipa.
" Iya ayo,, " jwb Fakhri.
Azri, Latipah, Sipa serta Fakhri sekarang sedang duduk di ruang tamu. Sementara Abighail sedang ke dapur menyiapkan minuman dan cemilan.
" Nah Abighail, Azri, Latipah,, ini mas Fakhri,, " ucap Sipa memperkenalkan pria yg berstatus suaminya itu pada teman temannya. " Mas Fakhri ini teman teman aku yg waktu itu aku ceritakan,, " Sipa bergantian memperkenalkan teman temannya pada Fakhri.
Org org yg diperkenalkan oleh Sipa hanya menganggukkan kepalanya.
Mereka berbincang bincang sambil sesekali tertawa kecil.
" Permisi neng,, " panggil mang Asep.
" Iya mang ada apa,,?" tanya Abighail.
" Itu neng di depan ada tamu,, " jwb mang Asep.
" Tamu,,?" gumam Abighail. " Siapa mang,,?" tanta Abighail.
" Itu neng,, den Marsel,, " jwb mang Asep.
" Marsel,,? Ada apa ya dia kesini,,?" tanya Abighail dlm hari. " Yaudah mang suruh dia masuk aja,, " ucap Abighail.
" Baik neng,, " ucap mang Asep dan izin keluar utk mempersilakan Marsel utk masuk.
" Assalamu'alaikum,, " ucap Marsel sambil berjalan masuk.
" Wa'alaikumsalam,, " jwb semua org yg ada di sana.
" Kak silahkan duduk,, " ucap Abighail pada Marsel.
" Iya terimakasih,, " ucap Marsel.
" Kak mau minum apa,,?" tanya Abighail.
" Tdk usah,, " tolak Marsel secara halus.
" Ih,, kakak gk boleh nolak lhoh,, " ucal Abighail.
" Yasudah apa saja,, " ucap Marsel.
" Bentar ya,, kalian ngobrol aja dulu,, " ucap Abighail yg beranjak dari duduknya. Namun langkahnya terhenti.
" Abighail biar aku saja,, kamu ngobrol aja,, " cegah Latipah.
" Baiklah terimakasih Latipah,, " ucap Abighail.
Latipah membawakan minuman utk Marsel.
" Kak Marsel ada maksud apa datang ke sini,,?" tanya Abighail.
" Saya datang ke sini utk memberikan berkas berkas pak Adam yg ketinggalan di perusahaan saya,, " jwb Marsel sambil menyodorkan berkas yg dibawanya.
" Oo,, terimakasih banyak kak,, " ucap Abighail dan diangguki oleh Marsel.
Setelah Marsel memberikan berkas itu pada Abighail, awalnya dia akan langsung pulang. Namun melihat ada seseorang yg menarik perhatian nya dia mengurungkan niat nya utk segera pulang.
Mereka melanjutkan percakapan mereka. Sesekali Marsel mencuri pandangan dari Latipah. Latipah yg merasa trs di perhatikan oleh Marsel merasa gugup.
Tiba tiba,,
Kring,, kring,,
Ponsel Marsel berbunyi.
" Maaf ya,, " ucap Marsel pada org org yg ada di sana. Mereka semua kompak menganggukkan kepala sambil tersenyum. Marsel sedikit menjauh dari sekumpulan org itu.
" ... "
" Wa'alaikumsalam,, ada masalah apa,,?" jwb Marsel dan dilanjutkan pada pertanyaan.
" ... "
" Oh,, baiklah kau urus dulu aku akan segera ke sana,, " ucap Marsel yg sedikit terlihat serius.
" ... "
" Wa'alaikumsalam,, " Marsel menutup telpon nya dan kembali duduk.
" Em,, maaf sepertinya saya harus pamit,, " ucap Marsel.
" Lhoh kok udah mau pulang kak,,?" tanya Abighail.
" Iya,, soalnya ada urusan mendadak,, " jwb Marsel sambil melihat ke arah Latipah, padahal yg bertanya adalah Abighail.
" Saya pamit Assalamu'alaikum,, " ucap Marsel sambil terus menatap Latipah. Tapi Latipah tdk membalas tatapan dari Marsel.
" Iya,, Wa'alaikumsalam,, " jwb semua org termasuk Latipah.
Sebenarnya Marsel tdk mau pulang dulu, karna di sana ada Latipah. Namun apalah daya pekerjaan menuntutnya utk segera pulang.
Latipah pun merasa sedikit kecewa, namun dia membuang perasaan itu karena tdk pantas baginya memiliki perasaan seperti itu. Apalagi pada seorang laki laki yg bukan siapa siapanya.
Beberapa saat kemudian, Fakhri meminta izin utk membawa Sipa pulang lebih awal. Abighail, Azri dan Latipah tampak sedih karna Sipa harus pulang lebih awal.
Tapi mereka tdk bisa melakukan apa apa karna, ada yg lebih berhak atas diri Sipa.
Akhirnya mereka menyetujuinya.
Malam hari sebelum mereka tidur.
" Abighail tadi itu siapa sih,,?" tanya Azri penasaran.
" Tadi itu kak Marsel,, " jwb Abighail.
" Marsel,,? Siapa dia,,? Kok kayaknya kamu akrab banget sama kamu,,?" tanya Azri tambah penasaran.
" Nggak terlalu akrab kok,, aku kenal kak Marsel itu sejak lebaran,, dia itu anak temannya ayah aku,, " jwb Abighail.
" Oo,, tapi kok kayaknya dia udah kenal ya sama Latipah,,? " tanya Azri.
" Iya soalnya pas kak Marsel ke rumah aku,, Latipah juga sedang ada di rumah aku,, " jwb Abighail.
Latipah hanya mendengarkan percakapan mereka.
" Kayaknya Marsel suka deh sama kamu Latipah,,!" ujar Azri tiba tiba.
Latipah dan Abighail melihat ke arah Azri secara bersamaan.
" Apa maksud kamu Azri,,?" tanya Latipah .
" Iya,, kalian gk ngerasa ya,,? " tanya Azri.
Abighail dan Latipah menggelengkan kepala mereka .
" Ih,, masa kalian gk ngerasa sih,,? " tanya Azri. Tapi Abighail dan Latipah masih menggelengkan kepala mereka.
" Nih ya,, tadi tuh pas Abighail nanya kenapa Marsel pulangnya cepet, dia menjawab tapi melihat ke arah Latipah bukannya Abighail. Padahal Abighail yg nanya bukannya Latipah,, " jelas Azri.
" Ya,, mungkin itu hanya kebetulan aja Azri,, " ucap Latipah.
" Gk mungkin Latipah,, " elak Azri. " Tadi juga saat kita berbicara, Marsel trs berusaha mencuri pandangan kamu Latipah,," tambah ya.
Abighail dan Latipah tampak berfikir.
" Ah,, mungkin juga Latipah,, " ujar Abighail.
" Apaan sih kalian ini,, " ucap Latipah.
" Gk papa donk,, kalo kamu berjodoh sama Marsel,, " ucap Azri.
" Iya,, lagian kak Marsel itu anaknya baik,, apalagi dia udah bisa nyari uang sendiri,, " timpal Abighail.
" Hem,, terserah kalian aja lah,, aku mau tidur dulu ya,, " ucap Latipah.
Latipah mengubah posisi tubuh nya yg awalnya duduk, jadi membaringkan tubuhnya.
Abighail dari tadi sudah pada posisi tidurnya. Sementara Azri masih pada posisi duduknya.
" Yah latipah udah tidur,, " gumam Azri. " Abighail kamu udah tidur belum,,?" tanya Azri pada Abighail.
" ... " Abighail tak menggubris perkataan Azri.
" Ghail,,? " panggil Azri. " Em,, rupanya Abighail juga udah tidur,, huh,, mereka meninggalkan aku tidur,, " ucap Azri sambil mendengus kesal.
Bersambung...
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
# Assalamu'alaikum reader semua,, ππ
# Gimana kabar kalian,,? Kalian harus sehat ya,, jangan sakit sakit,, π
# Maaf ya,, kalau ada yg typo nulisnya,, π
# Maaf ya,, author lama up nya,, π
# Mohon dimaklum ya,, π§
# Kalo kalian suka novelnya author,, kalian bisa Like ππ, Komen ππ, Share ππ, Rate Bintang 5 πππππ dan jangan lupa utk Vote ππ ya,, supaya author lebih semangat nulisnya,, π π
# Terus dukung author ya,, ππ
# Salam hangat dari author,, ππ
# Terimakasih sudah mampir,, βΊβΊ
# Wassalamu'alaikum,, ππ