
Happy Reading,,! ๐
Abighail senang dengan penjelasan ustadz Afnan. Hadiah yang diberikan oleh Hani adalah niqab atau cadar. Yey,, kalian semua benar,, ๐
Keesokan Harinya.
Ba'da ashar Abighail bersama bu Susi berangkat ke pengajian. Ini pertama kalinya Abighail berinteraksi langsung dengan warga kompleks perumahannya. Awalnya Abighail sangat gugup, namun dia harus mulai terbiasa dengan kebiasaan barunya ini. Diperjalanan bu Susi mengenalkan Abighail pada ibu-ibu yang lainnya.
Bu Susi mengenalkan Abighail pada teman-teman terdekatnya. Ada bu Wulan, bu Yati, bu Herlin dan bu Ika. Mereka semua adalah anggota pengurus mesjid ibu-ibu, bu Susi juga termasuk. Abighail pun berjalan bersama ibu-ibu tersebut.
Sesampainya di mesjid sudah banyak ibu-ibu yang berdatangan. Abighail berjalan masuk ke dalam mesjid dengan membungkukkan badannya sembari tangannya yang lurus ke bawah. Itu adalah salah satu bentuk ke sopanan terhadap orang yang lebih tua.
Abighail duduk di barisan yang paling depan bersama bu Susi dan yang lainnya. Abighail secara tidak sengaja mendengar pembicaraan ibu-ibu yang ada di barisan ke dua lebih tepatnya di belakang Abighail, mereka sedang membicarakan Abighail.
"Bu,, itu siapa,,?" tanya ibu-ibu 1.
"Ibu belum tau,,? Dia itu warga baru di kompleks ini,," jawab ibu-ibu 2.
"Warga baru,,? Oo,, yang rumahnya di ujung sana ya bu,,? Yang besar itu,,?" tanya ibu-ibu 1.
"Iya bu,," jawab ibu-ibu 1.
"Oh iya,, katanya dia istrinya ustadz ya,,? Ustadz terkenal itu,, namanya em,, Nan,, nan,, gitu bu,," timpal ibu-ibu 3 sambil berfikir.
"Ustadz Afnan,," jawab ibu-ibu 2.
"Ha,, iya,, ustadz Afnan,," ucap ibu-ibu 3.
"Tapi kok kayaknya masih muda ya,,?" tanya ibu-ibu 1.
"Iya bu,, umurnya sekitar 20 tahunan lah,," jawab ibu-ibu 2.
"Wah,, muda banget,, itu si,, seumuran sama keponakan saya bu,," ucap ibu-ibu 1. "Dia beraniya,, masih muda udah nikah,," lanjutnya.
"Iyalah bu harus berani,, dari pada kayak anaknya bu Jesi yang hamil diluar nikah,, jadi malukan,," jawab ibu-ibu 2.
"Iya bu bener,, lebih baik menjadi kekasih yang halal,, sekalinya hamil ya,, gak papa,, kan udah nikah,," ucap ibu-ibu 3.
"Salut saya sama dia,," ucap ibu-ibu 1. "Namanya siapa bu,,? Saya belum tau,,?" tanyanya.
"Namanya Abighail,, dia itu ustadzah lho,, dia sering memberi tausiyah,, mengajar,, dan memberi masukan yang baik,," jawab ibu-ibu 2 seraga agak membanggakan Abighail.
"Wah hebat banget ya,," ujar ibu-ibu 3.
"Dan lagi kalian tau gak,,? Ustadzah Abighail itu,, muridnya ustadz Afnan,,!" ucap ibu-ibu 2.
"Apa,,? Jadi ustadzah Abighail itu dulu muridnya ustadz Afnan,,? Gimana bisa coba,,?" tanya ibu-ibu 1.
"Bisalah bu,, kan jodoh,," jawab ibu-ibu 3.
"Ih,, bu saya juga tau,, tapi cerita awalnya gimana,,?" tanya ibu-ibu 1 lagi.
"Gini nih secara singkatnya ustadzah Abihail masuk ke pesantren dan menjadi salah satu santriwati disana. Setelah kurang lebih 4 tahun ustadz Afnan melamar ustadzah Abighail,, lalu mereka menikahlah,," jawab ibu-ibu 2.
"Wah jodoh emang gak kemana ya,,!" ucap ibu-ibu 1.
Ibu-ibu 2 dan 3 menganggukki perkataan ibu-ibu 1.
Abighail tersenyum mendengar itu. Inget ya,, Abighail tidak sengaja mendengarnya,, bukan sengaja,, ๐
Sebelum pengajian dimulai, semua ibu-ibu melantunkan Shalawat bersama. setelah selesai melantunkan Shalawat dilanjutkan dengan tausiyah. Namun ustadzah yang diundang belum datang.
"Bu Susi ini gimana donk,, ustadzah Maya nya belum datang,,?" tanya bu Wulan.
"Kita tunggu aja bu,, sebentar lagi,, siapa tau dia terjebak macet,," usul bu Susi dan dianggukki oleh bu Wulan.
15 menit kemudian.
Ibu-ibu yang hadir mulai ricuh dengan berbagai macam obrolan. Para panitia ibu-ibu mulai bingung harus berbuat apa.
"Bu gimana ini,,? Kita udah lama nunggu,," keluh bu Herlin pada ibu-ibu yang lain.
"Coba telpon dulu ustadzah Maya nya,," usul bu Ika.
Bu Herlin menelepon ustadzah Maya. Beberapa menit kemudian.
"Bu kata ustadzah Maya, dia minta maaf karna dia tidak bisa datang,, karna neneknya yang di kampung tiba-tiba sakit,, jadi ustadzah Maya tidak bisa hadir. Dia sangat meminta maaf,," ucap bu Herlin.
"Yah,, gimana donk,, apa kita bubarin aja ibu-ibu disini,,?" tanya bu Yati.
"Jangan,, mending kita suruh orang tausiyah aja,," usul bu Ika.
"Tapi siapa,,?" tanya bu Yati.
"Em,, bu Susi, bu Susi aja yang tausiyah,," aju bu Wulan.
"Hah,, saya mana bisa memberikan tausiyah bu,, mending yang lain aja,, jangan saya,," tolak bu Susi.
Bu Herlin menggerakkan kepalanya ke arah Abighail yang berada di sebelah bu Susi, dia mengkode teman-temannya bahwa Abighail bisa menggantikan ustadzah Maya.
Teman-reman bu Herlin mengerti dengan kode yang diberikan oleh bu Herlin.
"Tapi siapa yang akan mengatakannya,,?" tanya hu Yati.
"Bu Susi,,"jawab bu Herlin
"Lah kok saya,,?" tanya bu Susi.
"Kan bu Susi dekat dengan Abighail,," cengir bu Herlin.
"๐" ekspresi bu Susi.
"Ayo bu cepet,, kasian ibu-ibu yang lain udah nunggu,," ucap bu Wulan.
"Iya,, iya,," jawab bu Susi.
Bu Susi mengumpulkan keberaniannya.
"Em,, ustadzah Abighail,," panggil bu Susi.
Abighail membalikkan kepalanya dan bertanya "Iya bu ada apa,,?"
"Em begini,, saya dan ibu-ibu yang lain ingin meminta bantuan ustadzah,," jawab bun Susi.
"Bantuan apa bu,,? Kalo saya bisa membantu,, insya Allah saya akan membantu semampu saya,," tanya Abighail.
"Oh,, ustadzah sangat bisa membantu kami,," ucap bu Susi. "Ustadzah begini,, kan em,, gimana ya ngobrolnya,, nah kita langsung to the poin aja ya,, kami ingin ustadzah mengisi ceramah pada hari ini,," ucap bu Susi dengan yakin.
"๐ฎ" Abighail tak mengerti.
"Maaf ustadzah,, hari ini ustadzah Maya tidak dapat hadir karena neneknya yang berada di kampung tiba-tiba sakit ,," jelas bu Susi.
Abighail menganggukkan kepalanya.
"Jadi ustadzah, apakah ustadzah bisa menggantikan ustadzah Maya,,? Kalo ustadzah tidak bisa,, kami akan membubarkan semua ibu-ibu yang hadir,," tanya bu Susi meyakinkan.
Abighail bingung, dia berfikir sebentar. "Bagaimana ini,,? Apakah aku harus menolak permintaan bu Susi dan ibu-ibu yang lainnya,,?" batin Abighail. Abighail melihat ke arah belakang, dia melihat cukup banyak ibu-ibu yang hadir dalam pengajian ini. "Kalo dibubarkan itu akan sia-sia,, apa aku terima saja ya,,? Lagi pula inikan termasuk jihad di jalan Allah,, baiklah aku akan menerima permintaan bu Susi dan yang lainnya" yakin Abighail dalam hati.
"Bu,," panggil Abighail.
Bu Susi dan ibu-ibu yang lainnya menatap Abighail dengan penuh harapan.
"Saya kan menerima permintaan ibu,," jawab Abighail sambil tersenyum.
"Alhamdulillah,," ujar bu Susi dan yang lainnya.
"Kalo begitu silahkan ustadzah,," ucap bu Herlin mempersilahkan Abighail untuk duduk di kursi yang sudah disiapkan.
Abighail menganggukkan kepalanya.
Abighail berjalan menuju kursi, lalu dia duduk di kursi itu.
Banyak pasang mata yang melihatnya dan tampak jelas dimata mereka terbersit pertantaan "Siapa dia,,? Kenapa dia duduk disana,,? Apa dia yang akan memberikan tausiyah untuk hari ini,,?" begitu banyak pertanyaan yang ada dalam kepala mereka.
Abighail sangat gugup, bagaimana tidak ini pertama kalinya dia mengikuti pengajian di lingkungan barunya dan dia pangsung diminta untuk memberikan tausiyah. Tapi Abighail yakin, dia pasti bisa.
Abighail menatap sekilas ibu-ibu yang sedang menatapnya, lalu dia tersenyum dan mulai membuka suaranya.
"Bismillahirrahmanirrahim,, Assalamu'alaikumย Warahmatullahi Wabarakatuh,," Ucap Abighail memulai tausiyahnya.
"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh,," jawab semua ibu-ibu yang hadir dipengajian tersebut.
Abighail mengisi tausiyahnya dengan santai dan diiringi dengan candaan-candaan kecil membuat orang yang mendengarnya terhibur dan tidak bosan. Orang-orang yang mendengar tausiyah Abighail dari jauhan mendekat, mereka penasaran dengan sosok yang menyampaikan tausiyahnya.
Semua mata dan mendengaran tertuju pada Abighail. Abighail banyak mendapat pujian dari orang yang mendengarkan tausiyahnya, tapi itu tidak membuat Abighail merasa berbangga diri. Tak sedikit orang yang mem-videonya dan menyebar luaskan video itu. Abighail tak merasa risih dengan itu, dia tetap fokus bertausiyah.
Cukup lama Abighail memberi tausiyah, sampai akhirnya Abighail menutup tausiyahnya dengan sebuah pantun.
Besambung..
Ingin tau seperti apa pantunnya,,?
Tetap tunggu up eps selanjutnya,, ๐
Terus dukung author ya,, ๐
Terimakasih sudah mampir,, ๐
Sampai jumpa di eps selanjutnya,, ๐
Wassalamu'laikum,, ๐