USTADZ KU IMAM KU

USTADZ KU IMAM KU
Harus Cari Ke Mana Lagi



Happy Reading,,! ๐Ÿ˜Š


"Gak usah bib,, paling juga aku cuma kecapean dan kurang istirahat aja kok,," tolak Abighail. "Tunggu, sering pusing, mual, muntah, cepet lelah, gak nafsu makan, ditambah udah beberapa bulan ini aku belum dapet, apa jangan-jangan,," ucapan Abighail menggantung.


"Jangan-jangan apa mai,,?" tanya ustadz Afnan penasaran.


"Bib kamu tolong beli tespek,," pinta Abighail.


"Tespek,,? Benda apa itu,,?" tanya ustadz Afnan tidak tahu.


"Kamu beli aja bib nanti aku kasih tau,," ucap Abighail.


"baik kalo begitu aku akan meminta seseorang untuk membeli tespek,," ucap ustadz Afnan.


"Kenapa gak kamu aja yang beli,,?" tanya Abighail.


"Aku gak mau kamu kenapa-kenapa saat aku gak ada di rumah,," jawab ustadz Afnan.


Abighail menuruti perkataan suaminya. Ustadz Afnan mebuka handphone nya dan mencari kontak seseorang. Setelah ketemu, ustadz Afnan langsung menelepon nomor itu.


"Assalamu'alaikum,," ucap ustadz Afnan.


"Wa'alaikumsalam,," jawab orang dari sebrang.


"Ky, kamu lagi dimana,,?" tanya ustadz Afnan. (Kalian tau gak siapa yang ustadz Afnan telepon,,? Orang yang ustadz Afnan telepon adalah,, ustadz Rizky. Ustadz Rizky itu sekertaris nya ustadz Afnan, sekaligus orang kepercayaan ustadz Afnan.


"Aku lagi di mesjid agung xx. Aku baru selesai penghadiri tausiyah, emang ada apa,,?" jawab serta tanya ustadz Rizky.


"aku mau minta tolong sama kamu,," jawab ustadz Afnan.


"Minta tolong apa,,?" tanya ustadz Rizky.


"Tolong kamu beliin tespek,," jawab ustadz Afnan.


"Tespek,,? Apa itu,,? Makanan atau benda,,?" tanya ustadz Rizky bingung.


"Aku juga enggak tau,, tapi aku minta tolong ya sama kamu,, tolong beliin itu,," pinta ustadz Afnan.


"Ok kalau begitu, aku akan beliin tespek, nanti aku anterin ke rumah,," setuju ustadz Rizky.


"Makasih ya Ky,," ucap ustadz Afnan.


"Iya Nan,," jawab ustadz Rizky.


"Assalamu'alaikum,," ucap ustadz Afnan.


"Wa'alaikumsalam,," jawab ustadz Rizky.


Ustadz Afnan menutup telepon nya.


Abighail masih merasa mual dan ingin muntah disertai dengan kepalanya yang terasa berat.


"Mai, aku beli makanan dulu ya,, dari tadi kamu belum makan apa-apa,," ucap ustadz Afnan.


"Gak usah beli bib,, aku akan buat makanannya,," tolak ustadz Afnan.


"Enggak mai,, kamu gak boleh masak dulu,, aku akan beli makanan di dekat pos,," tolak ustadz Afnan.


"Baiklah,," ucap Abighail pasrah.


"Kamu mau makan apa,,?" tanya ustadz Afnan.


"Apa aja,," jawab Abighail.


"Yaudah kamu tunggu sebentar ya,, cuma sebentar kok aku gak akan lama,," ucap ustadz Afnan.


"Iya bib,," balas Abighail.


"Wa'alaikumsalam,," jawab Abighail sembari mencium tangan ustadz Afnan.


Ustadz Afnan pergi membeli makanan untuk Abighail.


...****************...


Setelah ustadz Rizky mendapat telepon dari ustadz Afnan, dia bergegas membeli apa yang ustadz Afnan mau. Ustadz Rizky bingung dia harus mencari tespek kemana. Akhirnya ustadz Rizky memutuskan untuk mencari di pedagang gerobak yang ada di sekitar sana, karna kebetulan banyak pedagang yang berjualan di sana.


Ustadz Rizky menghampiri salah satu pedagang dan bertanya.


"Permisif pak,," ucap ustadz Rizky.


"Iya pak,,? Mau beli apa,,? Cimol atau cakwe,,? Berapa,,?" tanya pedangan itu.


"Tidak pak,, saya tidak mau beli itu,, saya mau beli tespek. Ada gak pak,,?" jawab serta tanya ustadz Rizky.


"Hah,,? Apa pak,,? ๐Ÿ˜ฎ" pedagang itu bingung.


"Tespek pak,," jawab ustadz Rizky. "Bapak tau tespek,,?" lanjut ustadz Rizky.


Pedagang itu menggelengkan kepalanya. "Memang bentuk nya gimana pak,,?" pedagang itu balik bertanya.


"Heheh,, saya juga gak tau bentuk nya gimana pak,,!" jawab ustadz Rizky.


"Hem,, susah kalo bapak gak tau bentuk nya,," gumam pedagang itu. "Hah,, coba bapak tanya ke pedagang yang lain, siapa tau mereka menjual apa yang bapak cari,," usul pedagang itu.


"Baiklah kalo begitu,, terima kasih pak,," ucap ustadz Rizky.


Pedagang itu menganggukkan kepalanya.


Ustadz Rizky berpindah ke pedagang yang lain dan bertanya pertanyaan yang sama. Kini ustadz Rizky bertanya pada pedagang bakso.


"Permisi pak,," ucap ustadz Rizky.


"Iya mas,, mau berapa bungkus,,? Silahkan duduk dulu sambil menunggu,," tanya pedagang bakso itu.


"Bukan pak,, saya bukan mau membeli bakso,," jawab ustadz Rizky.


"Lalu mau beli apa,,? Mau beli mie ayam,,? Kalo mau beli mie ayam, di sana saja,," tanya serta tunjuk pedagang bakso itu pada gerobak yang berada cukup jauh namun masih bisa terlihat. "Kebetulan,, pedagangnya itu adik saya, mie ayam di sana sangat enak mas. Saya dan adik saya memiliki keterampilan yang berbeda,, saya bisa membuat bakso yang lezat. Sementara adik saya itu bisa membuat mie ayam yang sangat lezat mas,," pedagang bakso itu malah bercerita.


"Pak,, saya bukan mau beli bakso atau mie ayam,," ujar ustadz Rizky.


"Lah,, terus mau beli apa masnya,,?" tanya pedagang bakso itu.


"Saya mau beli tespek pak,," jawab ustadz Rizky.


"Tespek,,? Kalo tespek saya dan adik saya tidak menjualnya mas,, kalo mas mau beli tespek coba tanya ke pedagang lain, siapa tau ada,," usul pedagang bakso tersebut.


"Baik pak,, terimakasih,," ucap ustadz Rizky.


Ustadz Rizky meninggalkan pedagang bakso itu dan beralih ke padagang yang lainnya. Satu persatu padagang ditanyai oleh ustadz Rizky. Namun sayang, tak ada satu pun diantara mereka yang menjual tespek. "Hah,, aku harus cari kemana lagi,,?" gumam ustadz Rizky. Ustadz Rizky sangat bingung harus mencari tespek kemana lagi. Akhirnya dia memutuskan untuk duduk beristirahat sebentar di kursi yang ada di taman mesjid agung itu.


Seorang gadis sedang berjalan-jalan sambil memakan makanan kesukaannya yaitu cilok. Saat sedang berjalan dia melihat sosok yang dikenalnya sedang duduk sambil memegang kepala. Lantas si gadis segera menghabiskan makanannya dan berjalan menuju sosok yang dikenalnya.


"Assalamu'alaikum,, ustadz Rizky,," sapa si gadis itu.


Ustadz Rizky mengangkat kepalanya dan menjawab salam dari si gadis itu "Wa'alaikumsalam,, eh ... "


Bersambung...


#Maaf up nya lama,, ๐Ÿ™


#Terima kasih sudah mampir,,๐Ÿ˜Š


#Silahkan tinggalkan jejak,, ๐Ÿ˜‰