USTADZ KU IMAM KU

USTADZ KU IMAM KU
Perjodohan Azri



Happy Reading!😊


"Ragu kenapa?" tanya ustadz Afnan bingung.


"Aku tidak tau apakah dia juga merasakan hal yang sama denganku" jawab ustadz Rizky lemah.


"Memangnya siapa wanita itu Ky" tanya ustadz Afnan lagi.


"Wanita itu bernama Azri" jawab ustadz Rizky malu-malu.


"Azri?" tanya ustadz Afnan tak percaya.


"Iya" jawab ustadz Rizky.


"Azri temannya Abighail, yang sekarang nginep?" tanya ustadz Afnan memastikan.


"Iya, yang itu. Yang mana lagi?" jawab ustadz Rizky.


Ustadz Afnan diam tak percaya.


"Kamu udah coba shalat Istikharah?" tanya ustadz Afnan kembali.


"Udah" jawabnya lesu.


"Lalu bagaimana?" ustadz Afnan mulai mengulik lebih dalam lagi.


"Dalam mimpiku ada seorang wanita" jawab ustadz Rizky sambil mengingat kembali mimpi yang dia dapatkan.


"Siapa wanita itu?" tanya ustadz Afnan penasaran.


"Ya itu dia, wanita itu Azri" jawab ustadz Rizky yakin.


"Yaudah kamu tinggal datang ke rumahnya, utarakan keinginan kamu pada kedua orang tuanya" ustadz Afnan memberikan saran.


"Tapi aku tidak tahu bagaimana persaannya padaku" ustadz Rizky bersandar di sofa.


"Kamu tidak akan tahu kalau kamu tidak mencobanya. kalau dia memiliki perasaan yang sama, dia pasti akan menerimanya. Dan kalaupun perasaannya berbeda dia pasti akan menolaknya" ucap ustadz Afnan.


Ustadz Rizky terdiam.


"Apa kamu sudah pernah ke rumahnya?" ustadz Afnan kembali bertanya.


"Udah" jawab ustadz Rizky.


"Kapan? Untuk apa kamu ke rumahnya?" tanya ustadz Afnan sedikit tercengang.


"Waktu itu, cuma 1 kali kok. Aku ke rumahnya cuma mau silaturahmi aja" jawab ustadz Rizky dengan jujur.


"Oh,, waktu tadi kamu bilang kamu udah merasakan masakan Azri, jadi itu kamu di rumahnya?" tanya ustadz Afnan.


"Iya, soalnya ibunya Azri maksa aku untuk makan dulu di rumahnya. Jadi aku makan dech" ucap ustadz Rizky.


Ustadz Afnan menghujani ustadz Rizky dengan berbagai pertanyaan. Sampai-sampai, ustadz Rizky lelah untuk menjawabnya.


Kita tinggalkan ustadz Afnan dan ustadz Rizky. Mari kita beranjak pada Abighail dan teman-temannya yang sedang berada di kamar Abighal. Mereka sedang membicarakan rencana pernikahan Latipah dan Marsel, yang akan di adakan kurang lebih 1 bulan lagi dan bertempat di rumah Latipah.


"Kenapa gak di pesantren aja sih?" protes Azri.


"Emangnya kenapa?" Latipah malah balik bertanya.


"Kalo di pesantrenkan aku udah tau jalannya, jadi kalau datang sendiri juga bisa. Lah ini,, kalau di rumah kamu, aku gak tau arah jalannya. Mana jauh lagi, nanti aku ke sananya sama siapa coba?" jawab Azrk dengan diakhiri pertanyaan. Sebenarnya bukan pertanyaan, tapi keluhan.


"Yaudah si Zri,, orang itu udah keputusan antar 2 keluarga. Mau digimanain lagi?" jawab Abighail.


"Ya bukannya apa-apa, tapi aku takut salah jalannya kalo aku ke sana Ghail" ucap Azri.


"Kamu bisa barengkan, sama Abighail dan kak Afnan" usul Latipah.


"Hah,, iya bener tuh. Kamu nanti bareng aku aja" timpal Abighail.


"Ya,, supaya kamu gak jadi nyamuk kamu cari donk nyamuk jantannya" ucap Abighail.


"Ah setuju" timpal Latipah.


Azri diam menatap kedua sahabatnya itu.


"Udah ada belum Zri?" tanya Abighail kepo.


"Ada apa?" tanya Azri yang tidak mengerti pada pertanyaan Abighail.


"Calon kamu" jawab Abighail. "Aku dan Sipa udah nikah. Latipah sebentar lagi mau nikah. Kalo kamu kapan?" tanyan Abighail.


"Ah,, aku pusing kalo mikirin yang gituan mah" keluh Azri.


"Pusing? Berarti udah ada donk?" tanya Latipah bersemangat.


"Gak tau ah" ucap Azri yang terdengar lelah.


"Gak tau gimana? Kalo kamu ada masalah ceritalah sana kami, jangan kau pendam sendiri" bujuk Abighail.


"Iya Zri, ceritalah" rayu Latipah.


Azri terdiam sebentar.


"Aku suka sama seseorang" ujar Azri tiba-tiba.


"Hah? Siapa?" tanya Abighail dan Latipah secara bersamaan.


"Ustadz Rizky" jawab Azri.


"Apa!" Abighail dan Latipah kaget.


"Serius Zri?" tanya Abighail.


"Iya. Cuman, aku gak tau apakah dia sama atau enggak" jawab Azri lesu.


"Itu aja?" tanya Latipah.


"Enggak" jawab Azri.


"Apa lagi?" tanya Latipah.


"Aku dijodohin oleh papaku" jawab Azro sedih.


"Apa!" Abighail dan Azri lebih terkejut mendengar jawaban dari Azri.


"Sama siapa?" tanya Abighail.


"Sama anaknya teman papa aku" jawab Azri.


"Kamu setuju?" tanya Abighail.


"Aku belum jawab" jawab Azri. "Papa bilang kalau aku tahun depan gak ngenalin laki-laki, atau tidak ada laki-laki yang melamarku, aku akan di jodohkan" rengek Azri.


Bersambung..


Sebelumnya author mau minta maaf karna author jarang sekali up😞🙏🏼


Tapi author akan usahakan untuk cepat² upnya😄


Terima kasih sudah mampir😊


Jangan lupa tinggalkan jejak😆


Terus dukung author, agar author lebih semangat😉