
Hari yg dikhawatirkan Abighail pun tiba. Hari di mana Abighail menjalankan tugas akhir semester nya yaitu menganalisis kegiatan dakwah ustadz Afnan.
Abighail sudah menyiapkan pertanyaan pertanyaan yg akan dia tanyakan pada ustadz Afnan.
Abighail membawa kamera dsrl nya utk mengambil foto saat kegiatan dakwah yg di analisis nya.
Ustadz Afnan sudah tahu bahwa akan ada murid yg ikut bersamaanya dalam kegiatan dakwanya. Tapi dia belum mengetahui siapa murid itu.
Setelah Abighail bersiap siap dia pergi menuju ruangan ustadz Afnan.
Saat Abighail di depan pintu ruangan ustadz Afnan dia sangat gugup. Saat Abighail hendak mengetuk pintu, tiba tiba pintu itu terbuka sendiri.
Setelah pintu terbuka sepenuh nya Abighail dan org yg membuka pintu itu saling bertatapan. Abighail terkejut karena org yg berdiri di hadapan nya sekarang adalah usatdz Afnan.
Abighail langsung menundukan kepala dan mundur beberapa langkah. Abighail bingung harus berbicara apa.
" Assalamu'alaikum ustadz" ucap Abighail yg gugup.
" Wa'alaikumsalam. Ada apa Abighail kamu datang kesini?" jwb serta tanya ustadz Afnan.
" Emm,, itu ustadz saya diberi tugas utk menganalisis kegiatan dakwah yg dilakukan oleh ustadz,," jwb Abighail.
" Oh benarkah? " tanya ustadz Afnan agak kaget, karna ternyata murid yg akan menganalisis kegiatan dakwah nya adalah Abighail.
Abighail mengangguki pertanyaan ustadz Afnan.
" Kamu sudah menyiapkan segalanya?" ustadz Afnan kembali bertanya pada Abighail.
" Iya ustadz saya sudah menyiapkan segalanya" jwb Abighail.
" Kalo begitu ayo kita berangkat!" ajak ustadz Afnan.
" Berangkat? " tanya Abighail.
" Iya berangkat" jwb ustadz Afnan.
" Kemana ustadz?" tanya Abighail tdk tahu.
" Kamu belum tahu?" ustadz Afnan balik bertanya.
Abighail menggeleng kan kepalanya pertanda dia belum tahu.
" Kita akan ke kota xx " ucap ustadz Afnan.
" Kota xx! memang kenapa ustadz?" Abighail masih belum mengerti.
" Karna jadwal dakwah saya di kota itu" jwb ustadz Afnan.
" Ohh,," Abighail hanya ber Oh ria saja.
" Tunggu apa lagi ayo nanti kita terlambat,, dari sini kota xx itu menempuh perjalanan yg cukup jauh dan memakan waktu yg cukup lama" jelas ustadz Afnan.
" Ahh iya mari ustadz" jwb Abighail.
Abighail dan ustadz Afnan berangkat ke kota xx menggunakan mobil milik ustadz Afnan.
Ustadz Afnan sudah masuk ke mobil dan duduk di kursi pengemudi. Sedangkan Abighail masih berdiri mematung di luar mobil.
Abighail bingung harus duduk di kursi depan atau kursi belakang. Lama Abighail berfikir.
Sampai akhirnya ustadz Afnan membuka jendela di kursi penumpang.
" Abighail apa yg sedang kau pikirkan? Ayo cepat masuk!" titah ustadz Afnan mengisyaratkan Abighail agar duduk di kursi depan.
" Ba- baik ustadz" Abighail langsung duduk di kursi depan.
Sebelum pergi Abighail dan ustadz Afnan berdo'a dalam hati nya masing masing.
" Bismillahirrahmanirrahim,," ucap ustadz Afnan sambil menjalankan kendaraan beroda empatnya itu.
Selama di dalam mobil tdk ada sepatah katapun yg keluar baik dari mulut Abighail maupun dari mulut ustadz Afnan. Sampai akhirnya ustadz Afnan membuka suaranya.
" Emm,, Abighail kenapa kamu memilih bidang fotografer? " tanya ustadz Afnan yg memecahkan lamunan Abighail.
" Ah,, itu ustadz karna saya merasa tertarik dgn bidang itu ustadz,," jwb Abighail agak gugup.
" Ohh,, " ustadz Afnan hanya ber Oh ria saja "em,, apakah saya boleh bertanya lagi?" tanya ustadz Afnan.
" Boleh ustadz" jwb Abighail.
" Apa alasan kamu masuk ke pesantren ini?" tanya ustadz Afnan.
" Em,, sebenarnya sejak saya duduk di SMP saya sudah berniat ingin masuk ke pesantren. Lalu setelah saya lulus SMP ayah saya mengusulkan utk masuk ke pesantren ini. Tadinya saya akan masuk ke pesantren dgn teman saya, namun dia pindah rumah dan pindah negara,, jadi saya sendiri masuk ke pesantren" jujur ustadz Afnan.
" Lalu apakah kamu nyaman di pesantren ini ?" ustadz Afnan kembali pertanya.
" Iya,, awalnya saya takut tdk akan nyaman tinggal di pesantren ini,, tapi setelah saya masuk ke pesantren ini dan saya mendapat teman seperti Azri,, Sipa,, Nisa,, dan Latipah saya merasa lebih nyaman,, malah kalo saya akan pulang ke rumah saya merasa berat hati,," jwb Abighail yg mulai nyaman dgn pembicaraan mereka.
" Em,, saya tdk tahu ustadz,," jwb Abighail.
" Ohh,," Hanya Oh yg terdengar dari mulut ustadz Afnan.
Kini Abighail dan ustadz Afnan tdk lagi saling diam dalam mobil. Mereka saling bertanya dan saling memberikan jawaban dari pertanyaan yg di berikan satu sama lain.
Abighail yg paling sering bertanya, mulai dari pertanyaan yg mudah utk dijelaskan sampai pertanyaan yg cukup sulit utk di jelaskan. Namun ustaz Afnan menjawab pertanyaan Abighail dgn sabar dan sedang.
Setelah Abighail selesai melakukan sesi tanya jawab dgn ustadz Afnan Abighail meminta maaf pada ustadz Afnan.
" Em,, ustadz saya minta maaf,," ucap Abighail ragu ragu.
" Maaf,,?" tanya ustadz Afnan dan di angguki oleh Abighail. " Untuk apa?" heran ustadz Afnan.
" Em,, karna ustadz sudah menjawab pertanyaa yg saya berikan dgn sabar dan ikhlas" ucap Abighail.
" Itu sudah menjadi kewajiban saya Abighail,, malah bagus kamu bertanya tentang apa yg tdk kamu ketahui. Seperti pepatah mengatakan malu bertanya sesat dijalan" ucap ustadz Afnan.
" Malu bertanya sesat di jalan? maksudnya apa ustadz?" tanya Abighail.
" Maksudnya,, jika segan bertanya berarti kita akan rugi sendiri karena masalah yang dihadapi tidak ditemukan jalan keluarnya. Di umpamakan kamu sedang menuju ke sebuah tempat, kamu terus menyusuri jalan yg menunu ke tempat itu. Tdk lama kamu berhenti karna kamu menemukan per4an. Kamu bingung harus kemana. Tak jauh dari sana ada warga yg sedang berkumpul. Kamu ingin menanyakan arah jalan menuju tempat yg kamu tuju, tapi kamu malu utk menanyakannya. Akhirnya kamu coba melewati salah satu jalan dari per4an itu. Ternyata kamu salah jalan dan malah tersesat. Kamu menemukan per4an lain, kamu juga tdk bertanya pasa org org. Kahkrnya kamu malah lebih tersesat lagi. Setelah itu kamu berfikir kenapa kamu tadi tdk bertanya arah jalan saja pada org org tadi. Jika kamu bertanya mungkin kamu tdk akan tersesat dan kamu tdk akan rugi. Ya,, intinya seperti itu lah,,," ucap ustadz Afnan panjang lebar.
" Ohh,, seperti itu,," ucap Abighail yg sudah mengerti.
Setelah melalui perbincangan yg panjang Abighail dan ustadz Afnan sudah sampai di tempat tujuan.
Bersambung...
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
# Assalamu'alaikum reader semua,, ππ
# Gimana kabar kalian,,? Kalian harus sehat ya,, jangan sakit sakit,, π
# Maaf ya,, author up nya lama,,
# Kalo kalian suka novelnya author,, kalian bisa Like, Komen, Share, Rate Bintang 5 dan jangan lupa utk Vote ya,, supaya author lebih semangat nulisnya,, ππ
# Sekian dari author,, ππ
# Terimakasih sudah mampir,, βΊβΊ
# Wassalamu'alaikum,, ππ