
Sebelumnya author mau minta maaf karna up kali ini sangat lama,, π
Happy Reading,,! π
Di suatu pagi Sipa dan Latipah sedang bermain di halaman belakang bersama si kembar Arsya dan Arsyi. Sementara Azri dan Abighail sedang menyiapkan cemilan.
" Abighail kau tau tak,,?" tanya Azri.
" Aku tak tau Azri,, " jwb Abighail langsung.
" Ih,, Abighail aku tuh belum selesai ngomong lah,, " rajuk Azri sambil memajukan bibirnya.
" Heheh,, iya iya,, ayo lanjutkan,, " kekeh Abighail.
" Nah aku lanjutkan ya,, nah Abighail ternyata ulang tahun Latipah dan Sipa itu sama,, " ucap Azri.
" Benarkah,,? Memang kapan ultah mereka,,?" tanya Abighail.
" Em,, tgl xx bulan yy " jwb Azri.
" Wah sebentar lagi donk,, " ujar Abighail.
" Iya,, cuman,, thn kelahirannya aja yg beda,, " ucap Azri. Abighail mengangguki perkataan Azri.
" Abighail gimana kalau kita kerjai saja mereka,,!" usul Azri.
" Kerjai mereka,,? Maksudnya kita prank mereka,,?" bingung Abighail.
" Iya,, kita bikin panik mereka,, nanti di akhir kita beri kejutan,, " usul Azri lagi.
" Iya,, iya,, bener tuh,, " balas Abighail. " Yaudah nanti kita rencanain,, sekarang bantu aku bawa makanan ini,, " lanjut Abighail.
" Iya sini aku bantu,, " ucap Azri.
Prank pun dimulai,,
" Hem,, hem,, hem,, " Abighail bersenandung menyanyikan lagu sambil membereskan kasur lantai yg sudah di tiduri oleh dirinya dan trman temannya.
" Abighail kau ni nyanyi lagu apa,,?" tanya Sipa yg baru keluar dari kamar mandi.
" Ntah,, aku tak tau aku menciptakannya sendiri,, " jwb Abighail sambil terkekeh.
" Sini biar aku bantu,, " ucap Sipa dan di angguki oleh Abighail.
Abighail dan teman temannya sedang bekerja bakti membersihkan rumah Abighail.
" Eh ini kertas apa,,?" gumam Sipa yg menemukan tumpukan kertas di atas meja di ruang tamu.
Sipa membolak balikan kertas itu.
" Aku simpan saja di dapur,, " gumam Sipa lalu berjalan menuju ke arah dapur.
Abighail bersih bersih di lantai atas. Azri bersih bersih di halaman depan dan halaman belakang. Sementara Latipah bersih bersih lantai bawah bersama dgn Sipa.
" Eh,, ini kertas apa,,?" gumam Latipah yg datang utk membersihkan dapur.
" Apa ini masih di pakai,,? Kalau tdk dipakai aku akan membuangnya,, Ah aku simpan saja di sini,, " lanjut nya.
Latipah menyimpan kertas itu di meja sebelah tempat sampah.
Sipa melihat Latipah menaruh kertas itu.
" Pyuh,, akhirnya selesai juga,," gumam Azri yg sudah selesai membersihkan halaman belakang dan halaman depan.
Azri berjalan ke arah dapur utk mengambil minum.
" Azri kamu udah selesai,,?" tanya Latipah yg sedang membersihkan ruangan dapur.
" Iya donk,, " jwb Azri sambil tersenyum.
" Kok cepet sih,,? Bukannya halaman depan sama halaman belakang itu luas ya,,?" heran Latipah.
" Iya luas tapi halaman depan di bantu oleh mang Asep,, " jwb Azri sambil terkekeh.
" Oh,, " balas Latipah.
" Ada yg bisa aku bantu Latipah,,?" tawar Azri.
" Em,, kayanya udah deh,," jwb Latipah sambil melihat ke sekeliling ruangan dapur.
Matanya tertuju pada satu benda yaitu tempat sampah.
" Azri kalo kamu mau bantu kamu bisa membuang sampah,," usul Latipah.
" Ok siap,,!" ucap Azri sambil menggerakkan jarinya membentuk huruf O.
Azri membuang sampah ke tempat sampah yg berada di luar rumah.
Sipa masih setia membersihkan ruang tamu dan beralih membersihkan ruang keluarga.
Akhirnya sesi bersih bersih yg dilakukan oleh 4 sekawan itu selesai.
Sipa izin ke kamar mandi sebentar.
Sekarang mereka sedang menonton tv sambil memakan cemilan. Sesekali mereka tertawa.
Arsya dan Arsyi sedang serta kak Shella sedang ke toko buku.
Bu 'Ainun terlihat mondar mandir ke sana ke mari. Bu 'Ainun tampak sedang bingung menccari sesuatu.
" Abighail,, " panggil bu 'Ainun sambil mencari sesuatu.
" Iya bu,,?" tanya Abighail yg menoleh ke arah sumber suara. " Bu lagi nyari apa,,?" tanya Abighail yg melihat ibunya sedang kebingungan.
" Ini,, ibu lagi nyari dokumen ayah kamu,, " jwb bu 'Ainun dgn wajah terlihat resah.
" Dokumen yg mana bu,,?" tanya Abighail.
" Yg itu lhoh,, yg ayah kamu simpen di meja,, tapi gk tau di ruang mana,," jwb bu 'Ainun yg mulai terlihat prustasi.
" Biar Abighail bantu cari bu,," ucap Abighail.
" Aku juga maun bantu nyari,," timpal Azri.
" Aku juga ah,, " ujar Latipah.
Mereka ke sana ke mari mencari dokumen itu.
" Lagi pada nyari apaan sih,,?" tanya Sipa heran.
" Ini Sip,, kami lagi nyari dokumen yg ada di atas meja,," jwb Abighail sambil trs menccari.
" Dokumen yg bersampul plastik berwarna hijau,,?" tanya Sipa.
" Iya,, iya,, bener dokumen yg itu,,!" jwb bu 'Ainun langsung. " Sekarang dimana dokumen itu,,?" tanya bu 'Ainun.
" Em,, tadi aku simpen di dapur,,!" jwb Sipa sambil mengingat ngingat.
" Dapur,,? Yaudah ayo kita cari di dapur,," ajak bu 'Ainun.
Abighail dan teman temannya menganggukkan ajakan bu 'Ainun.
Mereka mencari dgn teliti.
" Sipa kamu taroh dimana dokumen nya,,?" tanya Abighaul.
" Aku taroh di atas meja makan,," jwb Sipa.
" Masa gk ada sih,," ucap Abighail.
" Ya,, aku gk tau,, emang aku taroh disini kok,," ucap Sipa sambil menepuk nepuk meja tempat dia menaruh dokumen itu.
" Ya trs dimana,,? Coba kamu liat,,! Gk ada kan,,?" ucap Abighail.
" Oh iya tadi aku nemu kertas di atas meja ini,,!" ucap Latipah mengingat sesuatu.
" Benarkah,,? Lalu dimana dokumen nya,,?" tanya Abighail.
Bu 'Ainun hanya mendengar pembicaraan 4 sekawan itu.
" Em,, aku taroh di,, em,, " Latipah mengingat ngingat di mana dia menyimpan dokumen itu.
" Kamu simpan di sana kan,,?" tanya Sipa sambil menunjuk ke arah meja yg dekat dgn tempat sampah.
" Oh iya,, bener di sana,," ucal Latipah.
Semua org menuju ke meja yg di tunjukan oleh Sipa. Mereka mencari dokumen disekitar meja itu.
" Tapi mana kok gk ada sih,,?" keluh Abighail.
" Ya,, aku gk tau,, " jwb Latipah.
" Latipah coba kamu ingat ingat lagi dimana kamu simpan dokumennya,,!" ucap bu 'Ainun.
" Bu,, Latipah emang simpen dokumen nya disini,," ucap Latipah.
" Ah apa mungkin dokumen nya jatoh ke tempat sampah,," ucap Azri.
" Ah iya,, tapi tempat sampah nya udah kosong,, " ucap Abighail.
" Tadi siapa yg buang sampah,,?" tanya bu 'Ainun.
" Aku bu,,!" jwb Azri mengacungkan tangan nya.
" Apa saat kamu membuang sampah ada dokumennya ?" tanya bu 'Ainun.
" Aku gk tau bu,, soalnya aku gk liat liat,, aku langsung buang aja,, " ucap Azri.
Mereka berpindah tempat. Sekarang mereka mencari dokumen itu di sekitar tempat sampah yg berada di luar rumah Abighail.
" Bu,, sedang mencari apa,,?" tanya pak Asep yg heran dgn sekelompok org itu.
" Ini pak kami sedang mencari dokumen, mungkin terbuang ke tempat sampah,, " jwb bu 'Ainun.
" Oo,, " pak Asep hanya ber Oo ria saja.
" Pak Asep kok sampahnya udah kosong sih,,?" tanya Abighail.
" Tadi sampahnya sudah diangkut oleh mobil pengangkut sampah,, " jwb pak Asep.
" Yah trs gimana donk,, " keluh Abighail.
Semua org kecuali pak Asep kembali ke dlm rumah. Kini mereka tengah duduk di ruang keluarga.
Mereka sedang berfikur bagaimana kelanjutannya dlm masalah ini.
" Huh,, padahal itu adalah dokumen penting milik ayah kamu,," ujar bu 'Ainun.
" Emang apa isi dokumen itu bu,,?" tanya Abighail.
" Dokumen itu berisi data data penting milik perusahaan ayah kamu,, " jwb bu 'Ainun lesu.
Hening,,
Bu 'Ainun pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Dia di panggil pun tdk menoleh.
" Huh,, ini semua karna kau Sipa,, " ucap Azri menyalahkan Sipa.
" Hah kok jadi aku,,?" tanya Sipa.
" Iyalah,, kalo kamu gk mindahin dokumen nya,, mungkin sekarang dokumen nya gk akan hilang,, " jwb Azri ngegas.
" Azri ini bukan salah aku,, ini karna Latipah lah,, " ucap Sipa membela dirinya.
" Iya nih ini salah Latipah,, " timpal Abighail.
" Lah,, kok jadi aku sih,,? Aku kan gk tau apa apa,,?" tanya Latipah.
" Kamu pasti yg buang dokumen itu kan,,?" tanya Abigahil agak marah.
" Aku gk buang dokumen itu Abighail,, aku cuma taroh di atas meja dekat sampah,, " bela Latipah.
" Kalo kamu cuma taroh di atas meja gk mungkin dokumennya hilang,, " ucap Abighail.
Suasananya mulai memanas.
" Azri kamu kan yg buang sampah,,? Pasti kamu lah,, yg buang dokumen itu,,!" ucap Latipah menuduh Azri.
Mereka berempat berdebat dgn hebat. Dan perdebatan mereka cukup keras.
" Udah diem,, " bentak Abighail. " Ini semua salah kalian berdua,," lanjutnya sambil menunjuk ke arah Sipa dan Latipah.
" Kalo kalian gk ceroboh, ini semua gk akan terjadi. Sekarang harus gimana coba,,? Kalian bisa ganti gk dokumen itu,,? " tanya Abighail pada Sipa dan Latipah.
Sipa dan Latipah menundukkan kepala mereka.
" Gk kan,, trs kalian mau apa sekarang,,? " tanya Abighail.
" Kami akan cari dokumen itu sampai ketemu" jwb Latipah.
" Kalian mau cari dimana,,? Kalian mau cari di tempat pembuangan sampah,,? Sampai kapan,,? Kalian mau cari satu dokumen diantara ribuan tumpukan sampah,,? Iya,,? " Abigahil mengeluarkan kemarahannya.
Sipa dan Latipah mulai mengeluarkan air mata. Mereka merasa bersalah atas hilangnya dokumen milik ayahnya Abighail.
" Maaf kan kami,, " ucap Sipa.
" Maaf,,? Kalian bilang maaf,,? Apa dgn kata maaf akan membuat dokumen itu kembali,,? Gk kan,, dokumen itu gk akan kembali,," ucap Abighail.
" Huhh,, " Abighail menghembuskan nafas kasar, lalu Abighail pergi meninggalkan Sipa dan Latipah yg sedang menangis. Azri mengekori Abighail.
5 menit berlalu.
" 1,, 2,, 3,, " Abighail memberikan aba apa.
" Prank,, " teriak Abighail dan Azri dari belakang Sipa dan Latipah.
Sipa dan Latipah terkejut.
Abighail dan Azri tertawa puas setelah mengerjai kedua temannya itu.
Dari arah dapur bu 'Ainun membawakan kue sambil menyanyikan lagu selamat ulang tahun.
Abighail dan Azri bertepuk tangan.
" Uh,, udah donk nangisnya,, maaf ya,, tadi itu cuma prank,, " ucap Abighail.
" Iya tadi itu cuma prank kok gk beneran,, " timpal Azri.
Mereka saling berpelukan.
" Maaf ya,, nak Latipah,, nak Sipa,, ibu disuruh sama mereka berdua,, " ucap bu 'Ainun.
Sipa dan Latipah memeluk bu 'Ainun.
Sementara Abighail dan Azri hanya tersenyum.
" Kalian kok bisa tau sih,,?" tanya Latipah.
" Iyalah,, kan kita punya mata mata,, " ucap Azri.
Mereka tertawa bersama.
" Kita potong yu kue ya,,!" usul Abighail.
" Iya,, ayo,, aku udah gk sabar nih mau nyicipin kue buatan ibu,, " girang Azri.
" Yey,, Azri ini,, kalo udah soal makanan mah susah,, " ledek Sipa.
" Biarin wew,, " ucap Azri.
Mereka memakan kue itu bersama.
" Em,, kuenya enak banget,, " ujar Azri.
" Iya bener,, " timpal Latipah.
" Iyalah enak apalagi yg gratis,, " ucap Sipa.
" Wah Sipa bener banget tuh,," ucap Azri.
" Abighail, Azri, bu 'Ainun terimakasih ya,, atas semuanya,, " ucap Sipa dan Latipah.
" Sipa,, kok kamu bilang terimakasih sih,,? Kayak sama siapa aja,,!" ucap Abighail.
" Iya sayang sama sama,, " ucap bu 'Ainun.
###
" Em,, Abighail,," panggil Sipa.
" Iya,,?" tanya Abighail.
" Ngomong ngomong,, ini hari terakhir kita nginep di rumah kamu,,!" jwb Sipa.
" Iya Abighail,, besok kami sudah harus pulang,, " timpal Latipah.
" Yah kok gitu sih,,?" tanya Abighail sedih.
" Em,, aku cuma di kasih waktu sama mas Fakhri 3 hari utk menginap di rumah kamu,, " jwb Sipa.
" Kalo aku mau pulang dulu,, ada yg harus di bawa dari rumah,, " ucap Azri.
" Kalo kamu Latipah,,?" tanya Abighail. " Kalo kamu gk ada rencana kamu nginep lagi aja di sini,,!" lanjutnya.
" Maaf Abighail aku udah bilang sama kak Afnan kalo nanti sehabis pulang dari rumah Abighail aku mau pulang ke rumah aku,, soalnya aku udah lama gk pulang,, " jwb Latipah.
" Yah,, trs aku gimana donk,, aku sendirian lagi,," sedih Abighail.
" Jangn sedih Abighail,, nanti saat kita ke pesantren kita kan pasti ketemu lagi,, " ucap Sipa.
" Hem,, iya deh,, " pasrah Abighail.
Ba'da Ashar.
Abigahil dan teman temannya sedang berada di kamar Abighail.
Tok,, tok,, tok,,
" Neng,, " panggil mang Asep.
" Iya mang ada apa,,?" tanya Abighail membuka pintu kamarnya.
" Dibawah ada yg nyariin neng Sipa,, " jwb pak Asep.
" Nyariin Sipa,,? Siapa mang,,?" tanya Abigahil.
" Gk tau neng,, " jwb pak Asep. " Yaudah mamang permisi dulu ya neng,, " lanjut mang Asep dan langsung diangguki oleh Abighail.
Abighail masuk ke dlm kamar nya lagi.
" Ada apa Abighail,,?" tanya Latipah.
" Itu di luar ada yg nyariin Sipa,,!" jwb Abigahil.
" Hah nyariin aku,,? Siapa,,?" tanya Sipa bingung.
" Aku gk tau siapa,," balas Abighail.
" Kita samperin aja yuk,,!" ucap Azri.
" Yaudah ayo,, " ucap Latipah.
Abighail dan teman temannya menuju ke luar utk menemui org yg mencari Sipa.
Tampak ada seorg laki laki yg berdiri membelakangi Abighail dan teman temannya itu.
Azri menyikut lengan Abighail mengkodekan utk bertanya. Tapi Abighail malah menyikut Latipah. Dan Latipah menyikut Sipa.
Mereka saling menyikut satu sama lain, sampai akhirnya Sipa lah yg bertanya, karna dia adalah org yg di carinya.
" Em,, permisi ada apa mencari saya,,?" tanya Sipa pada laki laki itu.
Laki laki itu berbalik sambil tersenyum.
Sipa tersenyum melihat seseorang yg berdiri di hadapannya itu.
" Mas Fakhri,, " guman Sipa.
Sipa langsung mencium tangan suaminya itu.
" Mas Fakhri,,?" guman Abighail, Azri dan Latipah.
" Hah berarti dia,, " ucap Azri.
" Adalah,, " ucal Latipah.
" Suaminya Sipa,,!" lanjut Abighail.
Mereka tak percaya bahwa laki laki yg berada di hadapannya itu adalah suami dari sahabatnya Sipa.
Bersambung...
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
# Assalamu'alaikum semua,,π
# Gimana kamar kalian sekatkan,,? Kalian harus jaga kesehatan kalian ya,, jangan kayak
aurhor yg gk jaga kesehatan tubuh,, π₯
# Maaf ya up kali ini cukup lama,,π
# Terus dukung author ya,, π
# Terimakasih sudah mampir,, βΊ
# Salam hangat dari author,, π
# Wassalamualaikum,,π