USTADZ KU IMAM KU

USTADZ KU IMAM KU
Suami Takut Istri



Happy Reading,,! 😊


Sudah satu bulan lebih Abighail tinggal di pesantren. Hampir setiap malam ustadz Afnan selalu pulang lebih dari jam 9. Meskipun ustadz Afnan selalu pulang malam, tapi Abighail selalu setia menunggu kepulangan ustadz Afnan.


Disuatu malam pukul 21.30.


Tok,, tok,, tok,,


"Habib,," gumam Abighail yang sedang duduk sambil membaca buku.


Clek,,


Abighail membukakan pintu.


"Assalamu'alaikum,," ucap ustadz Afnan.


"Wa'alaikumsalam,," jawab Abighail sambil tersenyum manis.


Abighail mengambil alih tas yang dipegang ustadz Afnan. Ustadz Afnan berjalan masuk dan langsung duduk di kursi sopa yang ada di ruang tamu. Sementara Abighail dia pergi ke kamar untuk menyimpan tas suaminya itu.


Setelah menyimpan tas, Abighail membawakan air untuk ustadz Afnan.


"Terimakasih" ujar ustadz Afnan sambil meminum air yang dibawakan oleh wanita yang kini sudah menjadi istrinya itu.


Abighail menjawabnya dengan senyuman.


"Bib udah makan,,?" tanya Abighail.


"Udah tadi,," jawab ustadz Afnan.


"Kapan,,?" Abighail bertanya lagi.


"Tadi,," jawab ustadz Afnan.


"Pukul,,?" tanya Abighail semakin mendalam.


"Pukul,, em,, berapa ya,,? Ah iya,, pukul 12.30,," jawab ustadz Afnan.


"Itu artinya belum makan,," ucap Abighail.


"Udah makan mai,," jawab ustadz Afnan.


"Belum makan malam maksud aku,," ucap Abighail.


"Oh,, kalo makan malam mah belum,," ujar ustadz Afnan.


"Aku siapin ya,," ucap Abighail sambil berdiri.


"Eh,, gak usah mai,, aku gak laper,," cegah ustadz Afnan.


"Bib,, kamu harus makan,, kalo kamu gak makan nanti kamu sakit,," paksa Abighail.


"Kamu ngedoain aku sakit ya,,?" tanya Abighail.


"Ih,, bukan ngedoain bib,, gini lho,, tubuh habib itu kan dari tadi udah kerja terus,, pasti banyak ngeluarin tenaga,, nah kalo bibib nggak makan, dari mana tubuh bibib bisa mendapatkan tenaga,,? Dari mana coba,,?" tanya Abighail.


"Nggak mai,, aku gak laper,," tolak ustadz Afnan.


"Harus makan bib,," desak Abighail.


"Nggak mai,," tolak ustadz Afnan.


"😈" Abighail memelototi ustadz Afnan.


"Baiklah,, 😯 " ustadz Afnan menuruti perkataan Abighail. (Wohoho,, rupanya ustadz Afnan termasuk suami yang takut istri,, πŸ˜…).


Abighail mengambilkan makanan untuk ustadz Afnan.


Ustadz Afnan memakan makanan yang dibawakan oleh Abighail. Abighail menemani ustadz Afnan menghabiskan makanannya.


"Udah tadi,," jawab Abighail.


"Kapan,,?" tanya ustadz Afnan lagi.


"Tadi sehabis shalat Isya" jawab Abighail.


"Pukul berapa,,?" tanya ustadz Afnan lagi dan lagi.


"Bib,, kalo makan tuh bagus nya diem,, jangan banyak tanya,," ucap Abighail.


"Iya,, tapi jam berapa,,?" ustadz Afnan kekeh bertanya pada Abighail.


"😠" Abighail menatap ustadz Afnan dengan tatapan yang akan tajam.


"😐" ustadz Afnan melanjutkan aktivitas makannya.


Menit demi menit berlalu.


"Alhamdulillah,," ujar ustadz Afnan yang sudah selesai makan.


"Alhamdulillah,," gumam Abighail.


"😊" Abighail kembali tersenyum saat ustadz Afnan selesai makan.


"☺" ustadz Afnan membalas senyuman Abighail.


Abighail menaruh bekas makan ustadz Afnan.


Di kamar


Abighail dan ustadz Afnan sudah bersiap untuk tidur.


"Mai,," panggil ustadz Afnan.


Abighail menolehkan kepalanya.


"Maaf suda membuat mu marah,," ucap ustadz Afnan.


"Bib,, aku gak marah,, aku cuma gak mau kalo kamu sakit,," jawab Abighail.


Ustadz Afnan tersenyum.


"Mai terimakasih,," ujar ustadz Afnan.


"Terimakasih,,?" tanya Abighail tidak mengerti.


"Terimakasih karna kamu selalu memperhatikan aku,," jawab ustadz Afnan.


"Bib,, kamu gak perlu berterimakasih,, ini udah jadi kewajiban aku,," ucap Abighail.


Abighail dan ustadz Afnan saling bertatapan.


"Bib udah malem nih,, kita tidur yuk,," ajak Abighail.


"Iya,," balas ustadz Afnan.


Ustadz Afnan memeluk Abighail. Dan Abighail tertidur di pelukan ustadz Afnan.


Bersambung...


#Maaf up nya lama,, πŸ™


#Dan juga maaf up nya sedikit,, πŸ™‡


#Terimakasih sudah mapir,, 😊


#Terus dukung author ya,, ☺