USTADZ KU IMAM KU

USTADZ KU IMAM KU
Pertanyaan Aneh



Happy Reading,,! 😊


Abighail dan Latipah masih berjalan-jalan di area pesantren. Abighail sangat senang berjalan-jalan di are pesantren. Entah kenapa, ia merasa kalau dia baru pertama kali masuk ke pesantren.


"Latipah,," panggil Abighail.


"Iya,,?" jawab Latipah dengan pertanyaan.


"Gimana hubungan kamu dengan Marsel,,?" tanya Abighail.


"Em,, Alhamdulillah,," jawab Latipah.


"Alhamdulillah apa,,? Alhamdulillah jadi,,?" tanya Abighail yang mulai kepo.


Latipah menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dari pertanyaan Abighail.


"Alhammdulillah,," ucap syukur Abighail.


Latipah tersenyum.


"Jadi kapan kalian akan nikah,,?" tanya Abighail yang jiwa keponya sudah membara dan menggebu-gebu.


"Em,, sekitar 1 bulan lagi. Untung aja kamu ke sini, tadinya umi sama abi mau ke rumah kamu,," jawab Latipah.


"Kok 1 bulan lagi,,? Kenapa enggak langsung aja setelah setuju,,?" tanya Abighail.


"Kan kita mempersiapkan segalanya dulu Ghail,," jawab Latipah.


"Oo,," Abighail mengangguk-anggukkan kepalanya. "Kamu udah ketemu sama ayah dan ibunya Marsel,,? Maksudnya udah deket gitu,,?" tanya Abighail semakin kepo.


"Alhamdulillah,, mereka menerima aku apa adanya, apalagi mereka tau kalo aku cuma lulusan S3 aja alias SD, SMP, SMA/SMK. Sedangkan Marsel jauh di atas aku,," jawab Latipah dengan wajah yang sendu.


"Kamu gak usah berkecil hati,, kamu itu udah jadi ustadzah,, ilmu agama kamu udah bagus. Beruntung laki-laki yang akan menikahi kamu,," ucap Abighail yang menyemangati Latipah. Karna Latipah terlihat murung. Mungkin dia merasa minder.


"Terima kasih Ghail,," ucap Latipah dan dibalas dengan senyuman oleh Abighail.


"Terus keinginan kamu kuliah di Mesir gimana,,?" tanya Abighail.


"Em,, mungkin enggak akan jadi,," jawab Latipah. "Dan jikalau aku kuliah mungkin aku enggak akan ke Mesir. Mungkin aku akan kuliah yang ada di daerah itu saja,," lanjut Latipah dengan tersenyum.


"Kamu gak kecewa,,?" tanya Abighail.


"Kecewa kenapa,,?" tanya Latipah bingung.


"Kecewa karna keinginan kamu untuk kuliah di Mesir, mungkin akan sirna,," papar Abighail.


Latipah terdiam dan memikirkan sesuatu.


"Aku gak akan kecewa Ghail,, aku akan kecewa jika aku tidak bisa memenuhi sunnah Rasulullah, selagi aku mampu dan mau,," jawab Latipah dengan yakin.


"Heheh,," Abighail tersenyum.


"Kenapa,,?" tanya Latipah heran.


"Aku bangga punya sahabat kayak kamu,," jawab Abighail.


Latipah pun ikut tersenyum.


"Lalu kau gimana,,?" kini giliran Latipah yang bertanya pada Abighail.


"Gimana apanya,,?" tanya Abighail bingung.


"Kamu mau ngelanjutin kuliah,,?" tanya Latipah.


"Kalo aku gak mau kuliah,, apalagi aku udah punya suami, dan lagi aku sedang mengandung,," jawab Abighail sambil memperlihatkan perutnya yang masih datar dan mengelus-elusnya.


Latipah melihat ke arah perut Abighail yang masih rata dan diapun tersenyum, lalu bertanya "Kamu gak kepikiran buat kuliah Ghail,,?".


"Enggak,, dulu setelah lulus aku gak berniat dan berfikir kalo aku ingin kuliah. Aku masih mau menuntut ilmu di pesantren ini. Entah kenapa, aku ngerasa kalo Allah memberiku petunjuk untuk aku tetap berada di pesantren. Aku ngerasa kalo aku tetap di pesantren, itu adalah hal yang paling benar dan lagi aku ngerasa kalo akan ada hal baik. Dan ternyata Allah menunjukan semuanya. Aku menikah dengan ustadz Afnan dan kini aku mengandung buah cintaku bersama ustadz Afnan,, Aku sangat bersyukur,," jawab Abighail panjang lebar.


"Hem,, si bucin,," ucap Latipah.


Mereka berdua tertawa.


"Eh ngomongin soal mengandung, aku mau tanya donk,," ucap Latipah yang terlintas ide jahilnya.


"Tanya apa,,?" Abighail mengerutkan keningnya.


"Gimana rasanya malam pertama,,?" tanya Latipah.


Blus,, wajah Abighail me-merah seperti kepiting rebus.


"Hahah,," Latipah tertawa melihat wajah merah Abighail. Akhirnya dia bisa juga menggoda Abighail setelah sekian lama.


"Ih apaan sih Latipah,, kok kamu nanyanya yang gituan,, kan aku jadi malu,," ucap Abighail malu.


"Ih kenapa malu,,? Aku cuma nanya gimana rasanya aja,, aku gak nanya berapa ronde,," Latipah masih menjahili Abighail.


Abighail meninggalkan Latipah, dia berjalan dengan cepat.


"Ghail,, tunggu,," ucap Latipah menyusul Abighail. "Tunggu,," ucap Latipah setelah berhasil mengejar dan menahan Abighail. "Kenapa kamu tinggalin aku,,?" tanya Latipah.


"Kamu sih,, nanyanya yang kayak gituan,," jawab Abigahil ketus.


"Ya maaf Ghail,," ucap Latipah.


"Lagian, kalo kamu mau tau rasanya, sono cepetan nikah,,"ucap Abighail masih ketus.


"Maaf Ghail,," ucap Latipah meminta maaf.


"Tau ah aku marah nih,," ucap Abighail.


"Yah jangan marah donk,, maaf,, aku cuma becanda,," ucap Latipah.


"Jangan nanya kayak gitu lagi ya,," pinta Abighail.


"Iya,," Latipah menganggukkan kepalanya.


"Janji,,?" tanya Abighail memajukan tangannya dengan jari kelingking.


"Iya,, Abighail,," jawab Latipah yang menyambut hari kelingkin Abighail dengan jari kelingking miliknya


Mereka tersenyum.


"Sekarang kamu gak marahkan,,?" tanya Latipah.


"Iya,," jawab Abighail.


Abighail dan Latipah melanjutkan jalan-jalan mereka. Di perjalanan tiba-tiba bruk,, seseorang menabrak Abighail. Abighail sempat akan jatuh, namun Latipah dengan sigap menahan Abighail agar tidak jatuh.


Jika Abighail jatuh, dia tidak bisa membayangkan kondisinya saat ini. Karna jika Abighail jatuh, Abighail menghadap ke bawah. Sedangkan jalan yang mereka pijak terbuat dari bebatuan yang di susun. Dan di sebelah Abighail terdapat batu besar. Mungkin Abighail akan jatuh dengan perut yang mengenai batu besar itu. Tapi untungnya Abighail terselamatkan oleh Latipah.


"Ma,, maaf, saya tidak sengaja,," ucap seorang wanita yang menabrak Abighail.


"Kalo jalan kamu liat-liat donk,, gimana kalo Abighail jatuh,,? Kamu gak tau kalo Abighail sedang hamil,,?" ucap Latipah sedikit emosi.


"Maaf,, saya sudah bilang saya tidak sengaja menabrak Abighail,, lagian sekarang dia tidak papakan,,? Sudahlah,, saya buru-buru,, minggir,," jawab si penabrak dengan marah.


Diapun berlalu pergi.


"Eh,, tunggu. Kamu ini,, bukannya minta maaf, malah langsung pergi gitu aja,, mana gak ngucapin salam lagi,," tegur Latipah yang mulai tak bisa mengendalikan emosinya.


Latipah menyusul orang itu dan memberhentikannya.


"Terus kenapa,,? Jangan karna dia istrinya ustadz Afnan, jadi saya harus minta maaf padanya. Saya gak su, di,," ucap perempuan itu dengan menekan kata-kata terakhirnya.


Dan diapun berlalu lergi lagi.


"Hey denger ya,, ini bukan masalah Abighail itu istrinya ustadz Afnan atau bukan. Tapi ini masalah mana yang benar dan mana yang salah,," tegas Latipah.


"Terus menurut kamu gimana yang benar dan gimana yang salah,,?" tanya wanita itu menantang Latipah.


"Oh,, rupanya kamu belum bisa membedakan mana yang menar dan mana yang salah ya. Ok saya beritahu kamu. Yang benar itu, kamu meminta maaf dengan sopan pada Abighail, bukan karna dia istrinya ustadz Afnan. Tapi karna kamu memang melakukan kesalahan,," jawab Latipah. "Dan yang salah, kamu meminta maaf dengan tidak baik, tidak sopan dan kazar. Udah tau kamu salah masih aja ngenyel gak mau minta maaf,," Jelas Latipah.


"Oh,, kalo gitu aku minta maaf. Semoga bayi kamu keguguran,," ucapnya dan langsung berlalu pergi.


Latipah semakin tersulut emosi. Sedangkan Abighail terkejut. Baru saja dia selamat dan sekarang ada yang mendo'akan keburukan padanya. Matanya berkaca-kaca, tangannya terus memegang perutnya. Seakan perutnya akan menghilang.


Latipah hendak mengejar perempuan itu lagi. Namun terhenti oleh panggilan Abighail.


"Latipah,," panggil Abighail pelan namun masih bisa didengar oleh Latipah.


"Abighail,," gumamnya dan langsung berjalan menuju Abighail.


Latipah memegang tubuh Abighail yang tampak lemas.


"Jangan kejar dia,," cegah Abighail.


"Kenapa Ghail,,? Kenapa aku gak boleh ngejar dia,,? Padahal kita tau kalo dia menabrak kamu dengan sengaja. Gimana kalo terjadi sesuatu sama kandungan kamu,,? Untung aku langsung menahan kamu. Aku gak mau terjadi apa-apa sama kamu dan calon keponakan aku,," papar Latipah. "Dia lagi,, dia yang salah,, dia yang ngegas,, dia yang nyolot,," ucap Latipah bagaikan singa yang sedang mengaung-ngaung.


Bersambung..


Author kasih crazy up ya,, tapi ini berupa tambahan kata, bukan bab,, πŸ˜‰


Aduh tangan author pegel banget,,πŸ˜”


Aelah author lengit,, alias lebay bingitt,, πŸ˜‚


Terima kasih sudah mampir,, 😁


Jangan lupa tinggalkan jejak,, πŸ˜„


Salam hangat dari author,, 😊