USTADZ KU IMAM KU

USTADZ KU IMAM KU
Honeymoon



Happy Reading,,! 😊


Setelah Abighail menceritakan semuanya pada ustadz Afnan, kini tidak ada yang mengganjal dalam hatinya. Apalagi setelah ustadz Afnan mengetahui apa yang disembunyikan oleh Abighail, dia tidak marah. Ustadz Afnan memberikan solusi agar Abighail tidak selalu teringat akan kejadian itu.


Beberapa hari kemudian, kondisi Abighail sudah membaik. Abighail kembali ceria dan kembali bersemangat untuk menjalani hidupnya bersama keluarga tercinta.


Suatu malam setelah kedua sejoli itu makan malam, tepatnya mereka bersiap untuk pergi ke alam mimpi.


Ustadz Afnan tidur dengan posisi yang terlentang. Satu tangannya dipakai Abighail sebagai bantal. Sementara Abighail tidur dengan posisi menyamping menghadap suaminya.


Ustadz Afnan melihat ke arah Abighail. Dia ingin memastikan istrinya sudah tidur atau belum.


"Mai, kamu belum tidur,,?" tanya ustadz Afnan pada Abighail yang tampak sedang memikirkan sesuatu.


Abighail mendongkakan kepalanya dan berkata "Belum bib,,".


"Kenapa,,?" tanya ustadz Afnan heran.


"Gak tau,, aku gak bisa tidur,," jawab Abighail.


"Kamu mikirin apa,,? Apa kamu masih kepikiran sama kejadian waktu itu,,?" tanya ustadz Afnan mulai khawatir. Ustadz Afnan membalikan tubuhnya, menjadi menyamping menghadap pada Abighail.


"Eh enggak bib, bukan itu,," jawab Abighail dengan cepat.


"Huh,," ustadz Afnan bernafas lega. "Lalu apa yang kamu pikirkan, hingga kamu tidak bisa tidur,,?" tanya nya lagi sambil mengelus rambut milik Abighail.


"Em anu,," Abighail ragu untuk mengungkapkan keinginannya itu. Abighail menggambar sesuatu di dada bidang ustadz Afnan.


"Anu apa,,?" tanya penasaran ustadz Afnan.


"Itu bib,, em,, ah gak jadi deh,," Abighail mengurungkan niatnya.


"Kok gak jadi sih,,? ayo biacara aja,," bujuk ustadz Afnan.


Apa aku ngomong aja ya,,? batin Abighail.


"Aku mau kita honeymoon,," jawabnya cepat dan dia langsung menundukkan kepalanya.


"honeymoon,,?" ustadz Afnan mengulangi pertanyaan Abighail.


" Iya,," jawab Abighail.


"Mau honeymoon ke mana,,? Bali,,?" tanya ustadz Afnan.


"Ih bukan,, terlalu jauh" tolak Abighail.


"Bogor,,?" tawar ustadz Afnan.


"Bukan bib,," tolak Abighail lagi.


"Raja Ampat,,?" tawar ustadz Afnan lagi.


"Astaghfirullah bib,, aku bukan mau pindah provinsi bib,, jauh banget,," protes Abighail.


"Terus mau ke mana,,?" ustadz Afnan mulai frustasi.


"Jangan jauh-jauh bib,, yang deket aja,," jawab Abighail.


"Oh di rumah tetangga aja gimana,,?" usul ustadz Afnan yang dibarengi dengan candaan.


"Ya kali honeymoon di rumah tetangga,," tolak Abighail dengan nada frustasi, karna ustadz Afnan memberikan ide yang aneh-aneh.


"Aku mau di pesantren,," jawab Abighail.


"Hah,,?" ustadz Afnan tidak percaya apa yang dikatakan oleh Abighail.


"Kenapa,,? Gak boleh ya, kalo honeymoon nya di pesantren,,?" tanya Abighail sedih.


"Bu, bukan gitu. Cuma permintaan kamu itu unik mai,, masa honeymoon mau di pesantren,," jawab ustadz Afnan sedikit aneh.


"Ya gak papa kan,, setelah pernikahan kita gak pernah honeymoon,," ucap Abighail.


"Mai,, biasanya orang kalo honeymoon maunya ke tempat wisata yang terkenal, kamu malah mau ke pesantren,," ucap ustadz Afnan yang masih bingung. "Dan biasanya kalo honeymoon itu setelah pernikahan,," lanjut Abighail.


"Ih,, aku maunya honeymoon ke pesantren,, gak mau ke tempat yang lain,," kekeh Abighail. "Dan lagi, kitakan sudah menikah. Kalo kita sekarang honeymoon, ya berarti kita honeymoon nya setelah pernikahan. Kalo sebelum pernikahan itu namanya jalan-jalan,," lanjut Abighail dengan ketus. "Kalo kamu gak mau, ya udah gak papa kok, aku gak maksa,," protes Abighail dengan wajah yang cemberut.


Ustadz Afnan sangat suka jika melihat Abighail cemberut. "Mai,, bukan aku gak mau honeymoon sama kamu,, tapi kamu yakin mau honeymoon di pesantren,,?" tanya ustadz Afnan memastikan.


"Iya,," jawab Abighail. "Kalo kamu gak mau, biar aku aja yang honeymoon sendiri,," lanjutnya.


"Mai,, jangan gitu donk,, aku mau honeymoon sama kamu. Aku mau berdua sama kamu, aku bakalan ikut ke manapun kamu pergi,, ke manapun itu,," tolak ustadz Afnan.


"Kalo ke kamar mandi mau ikut juga,,?" tanya Abighail yang masih kesal.


"Iyalah,, kan udah sah. Gak papa donk kalo ke kamar mandi berdua,," jawab ustadz Afnan tersenyum aneh.


"Ih,, udah jangan goda aku lagi,," rengek Abighail sambil tersenyum karna malu akan godaan yang diberikan ustadz Afnan. Abighail menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya itu.


"Jadi kamu masih mau honeymoon ke pesantren,,?" tanya ustadz Afnan.


"Iya,," jawab Abighail.


"Tapikan kita sering ke pesantren,," ucap ustadz Afnan.


"Em,, itukan beda bib,, kali ini aku mau honeymoon. Aku mau nginep di pesantren,," ucap Abighail sambil menggelengkan kepalanya.


"Hem,, bilang aja kalo mau nginep di pesantren,, gak usah bilang mau honeymoon,," ujar ustad Afnan sambil mengacak-ngacak rambut Abighail.


"Ya,, keduanya pokonya. Nginep sekalian honeymoon,," ucap Abighail sambil terkekeh.


"Tidur yuk,," ajak ustadz Afnan.


"Ayo,," balas Abighail.


"Jangan lupa berdo'a,," ucap ustadz Afnan mengingatkan Abighail.


"Iya,," balas Abighail.


Merekapun tidur dengan saling berpelukan satu sama lain.


Bersambung..


Terima kasih sudah mampir,, πŸ˜„


Terus dukung author,, πŸ˜†


Jangan lupa tinggalkan jejak,, πŸ˜‰


Typo bertebaran, harap bijak dalam membaca,, πŸ‘Œ