
Happy Reading,,! π
"Assalamu'alaikum,, ustadz Rizky,," sapa si gadis itu.
Ustadz Rizky mengangkat kepalanya dan menjawab salam dari si gadis itu "Wa'alaikumsalam,, eh Azri,," jawab ustadz Rizky agak terkejut.
Azri menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
Ustadz Rizky bangkit dari duduk nya dan bertanya "Azri kamu apa kabar,,?" tanya ustadz Rizky.
"Alhamdulillah baik ustadz,," jawab Azri. "Ustadz sendiri bagaimana,,?" tanya balik Azri.
"Alhamdulillah,, saya juga baik,," jawab ustadz Rizky.
Azri mengangguk nganggukkan kepalanya. "Ustadz sedang apa di sini,,? Sepertinya ustadz sedang ada masalah,,? Siapa tau saya bisa bantu,,? Maaf sebelumnya kalo saya lancang ustadz,," tanya Azri penasaran.
"Iya,, gak papa Azri. Sebenarnya saya sedang bingung,," jawab ustadz Rizky.
"Bingung kenapa ustadz,,?" selidik Azri.
"Saya bingung harus mencari tespek di mana lagi,, saya sudah menanyakan pada semua pedangang yang ada di sini,, namun tidak ada yang menjual tekpek satu orang pun,," jawab ustadz Rizky prustasi.
"Tespek,,?" tanya Azri.
Ustadz Rizky menganggukkan kepalanya lesu.
"Prt,, prt,, prt,, heheheh,," Azri tertawa kecil, dia berusaha untuk tidak tertawa dengan keras.
"Azri kenapa kamu malah tertawa,,?" tanya ustadz Rizky keheranan.
"Heheh,, enggak kok ustadz,, cuma lucu aja,, heheh,, ustadz cari tespek di tempat yang seperti ini,, heheh,, dan lagi,, ustadz menghampiri setiap pedagang yang ada di sini untuk membeli tespek,, heheh,," jawab Azri sambil terus tertawa.
"Emang salah ya,,?" tanya ustadz Rizky bingung.
"Heheh,, ya salah lah ustadz,, sampai kapanpun di sini gak akan ada yang jualan tespek,, heheh,, orang di sini semuanya penjual makanan,, heheh,," jawab Azri.
"Lalu dimana saya bisa mendapatkan tespek,,?" tanya ustadz Rizky yang tambah bingung.
"Mari saya antar,," usul Azri.
"Benarkah,,?" tanya ustadz Rizky semangat.
Azri menganggukkan kepalanya dengan tersenyum.
"Kalo begitu,, ayo kita cari pakai mobil saya,," ucap ustadz Rizky kemudian berjalan menuju tempat parkir yang ada di mesjid agung itu.
Azri menganggukkan kepalanya dan berjalan mengikuti ustadz Rizky.
Baru satu langkah berjalan, tiba-tiba ustadz Rizky berhenti dan membalikan badannya. Azri yang terkejut menabrak ustadz Rizky dan Azri pun hampir terjatuh, namun Hap,, ustadz Rizky menangkap Azri. Sesaat pandangan mereka bertemu.
"Eh Astaghfirullahaladzim,," ucap Azri dan ustadz Rizky bersamaan.
"Maaf ustadz,, saya tidak sengaja,," ucap Azri gugup.
"Ti,, tidak papa Azri,, saya yang minta maaf karna saya tiba-tiba membalikan badan,," ucap ustadz Rizky yang juga sama-sama gugup seperti Azri.
Azri menganggukkan kepalanya.
"Oh iya,, Azri kamu ke sini pake apa,,?" tanya ustadz Rizky.
"Saya ke sini jalan kaki ustadz,," jawab Azri.
"Em,, kalo begitu ayo,," ajak ustafs Rizky.
"Iya ustadz,," balas Azri.
"Silahkan,," ustadz Rizky mempersilakan Azri untuk berjalan duluan.
"Tidak ustadz,, silahkan ustadz dulu,," tolak Azri.
"Tidak,, silahkan kamu dulu,," tolak ustadz Rizky.
"Tidak ustadz,, lebih baik ustadz dulu,, saya tidak tau di mana ustadz memarkir mobil ustadz,, saya takut salah jalan,," tolak Azri sambil memberikan alasan.
"Hem,, baiklah,," ucap ustadz Rizky mengalah.
Akhirnya ustadz Rizky berjalan duluan dan diikuti oleh Azri yang berjalan di belakangnya.
Beberapa menit kemudian ustadz Rizky bersama dengan Azri akhirnya sampai di tempat yang dituju.
"Ayo ustadz,," ajak Azri sambil membuka sabuk pengamannya dan keluar dari mobil.
Ustadz Rizky menuruti perkataan Azri. "Azri ini kan apotek,," ujar ustadz Rizky heran.
"Iya ustadz,, ini memang apotek,," ucap Azri.
"Memang ada di sini,,?" tanya ustadz Rizky tak percaya.
"Coba aja dulu,, siapa tau aja ada,, " jawab Azri.
Ustadz Rizky merasa tidak yakin dengan perkataan Azri.
"Ayo ustadz,, ustadz beli ke sana,, aku tunggu di sini,," ucap Azri sambil tak sadar dia mendorong tubuh ustadz Rizky.
"Kamu yakin Azri,,?" tanya ustadz Rizky lagi.
"Iya ustadz,," jawab Azri meyakinkan ustadz Rizky.
Akhirnya ustadz Rizky memberanikan diri untuk masuk ke apotek itu. Di sisi lain Azri tersenyum jahil, dia ingin tau bagaimana ekspresi pelayan apotek saat ustadz Rizky membeli tespek. Pasti akan sangat lucu.
Ustadz Rizky memasuki apotek itu. Di sana tampak ada 2 orang pelayan wanita, dia pun menghampiri 2 pelayan wanita itu.
"Permisi mbak,," ucap ustadz Rizky.
"Iya pak,,? Mau beli apa,,?" tanya pelayan wanita.
"Em,, saya mau beli tespek,,!" jawab ustadz Rizky.
"Prt,, prt,," ke-2 pelayan itu tampak menahan tawanya. "Sebentar ya pak,, saya ambilkan,," ucap salah satu pelayanan wanita itu.
Sementara pelayan wanita yang 1 nya lagi dia terus berusaha untuk tidak menunjukkan ekspresi tertawanya. Namun ustadz Rizky masih bisa melihat kalau pelayan itu berusaha menahan tertawanya. Setelah pelayan yang membawa tespek kembali, dengan segera ustadz Rizky membayarnya dan meninggalkan tempat itu. Ustadz Rizky bingung kenapa mereka menertawakan ustadz Rizky. Ustadz Rizky berfikir apa ada yang salah dengan pakaiannya,,? Ataukah perkataannya,,?
Ustadz Rizky menghampiri Azri yang sedang menunggunya di depan mobil. Setelah sampai ustadz Rizky menunjukkan pada Azri.
"Apa ini yang namanya tespek,,?" tanya ustadz Rizky.
"Iya,," jawab Azri
"Kok kecil gini sih,,?" tanya ustadz Rizky lagi.
"Emang seperti itu bentuknya ustadz,," jawab Azri.
"Oo,," ustadz Rizky hanya ber O ria saja.
Ternyata, kee-2 pelayan apotek tersebut masih memperhatikan ustadz Rizky.
"Oo,, rupanya dia membelikan tespek untuk istrinya,," ujar pelayan wanita 1.
"Mungkin istrinya malu untuk beli,," ucap pelayan wanita 2.
"Yah,, kasian ya, suaminya,," ucap pelayan wanita 1.
"Kasian kenapa,,?" tanya pelayan wanita 3 bingung.
"Kasianlah,, suaminya mau memproduksi,, eh ternyata udah berisi,," jawab pelayan wanita 1.
"Iya ya kasian,," timpal pelayan wanita 2.
"Tidak perlu ustadz,, lagian saya tidak akan pulang ke rumah,, saya mau pulang ke rumah nenek saya,, dan juga cukup deket kok,," tolak Azri.
"Gak papa,, ayo saya anterin kamu,," ucap ustadz Rizky.
"Tidak usah ustadz,, saya takut merepotkan ustadz,," tolak Azri lagi.
"Tidak Azri,, malah saya yang merepotkan kamu,," ucap ustadz Rizky. "Ayo saya antarkan,, anggap saja sebagai rasa terima kasih saya,, karna kamu sudah mengantar saya membeli tespek ini,," kekeh ustadz Rizky.
"Baiklah kalo begitu,," setuju Azri.
Ustadz Rizky mengantar Azri pulang ke rumah nenek nya.
"Em,, ustadz saya boleh bertanya tidak,,?" tanya Azri di dalam mobil.
"Boleh mau tanya apa,,?" jawab ustadz Rizky.
"Em,, ustadz beli tespek untuk siapa,,? Pasti untuk istri ustadz ya,,?" tanya Azri.
"Istri,,?" ustadz Rizky balik bertanya dan mendapat anggukan dari Azri. "Hahah,, saya belum punya istri,," jawab ustadz Rizky sambil tertawa. "Kamu ini ada-ada aja,, saya aja belum menikah,, gimana mau punya istri,, Azri,, Azri,," laniut ustadz Rizky.
"Ustadz belum punya istri,,? Terus ustadz beli tespek untuk siapa,,? Apa jangan-jangan,,?" tanya Azri serta menebak-nebak hal yang tidak masuk akal.
"Eh,, eh,, Azri kamu jangan menebak-nebak yang enggak-enggak ya,, saya beli tespek itu atas permintaan Afnan,," jawab ustadz Rizky.
"Ustadz Afnan,,?" tanya Azri dan di angguki oleh ustadz Rizky. "Ustadz Afnan meminta ustadz Rizky membeli tespek untyk apa,,? Apa mungkin Abighail,," pikir Azri dalam hati, namun pemikirannya terbuyarkan oleh pertanyaan ustadz Rizky.
"Kamu sendiri bagaimana Azri,,? Apa kamu sudah mempunyai pendamping,,?" tanya ustadz Rizky.
"Pendamping,,? Maksudnya pacar ustadz,,?" Azri balik bertanya.
Ustadz Rizky mengangguki pertanyaan Azri.
"Ustadz ini gimana si,, kan ustadz sendiri yang mengatakan kalau pacaran itu haram,, masa iya saya pacaran,," kesal Azri.
"Ya maaf,, saya pikir kamu gak bakalan inget itu,," sesal ustadz Rizky.
"Ustadz ini,, metang-mentang saya dulunya di pesantren agak nakal,, jadi ustadz berfikiran seperti itu,," Azri makin kesal dengan ustadz Rizky.
"Maaf Azri,, saya tidak bermaksud seperti itu,," jelas ustadz Rizky.
Azri tidak menggubris perkataan ustadz Rizky.
"Azri,, maafkan saya ya,,?" mohon ustadz Rizky.
"..." Azri masih tidak menjawab.
"Zri,," bujuk ustadz Rizky.
"Iya,, aku maafin,," jawab Azri.
"Makasih,," ucap ustadz Rizky.
"Hem,," balas Azri.
Hening..
"Em,, bagaimana dengan suami,,? Apa kamu sudah punya suami,,?" ustadz Rizky mulai bertanya lagi.
" Maksud ustadz,,?" tanya Azri bingung.
"Ya,, kamu kan udah tau kalau pacaran itu haram,, sedangkan menikah itukan tidak haram,, jadi,, apakah kamu sudah menikah,,? Apakah kamu sudah punya suami,,?" tanya ustadz Rizky.
"Ustadz,, saya pacaran aja enggak,, apalagi menikah dan punya suami,," jawab Azri. "Setelah saya keluar dari pesantren dan masuk kuliah, saya tidak pernah dekat dengan laki-laki,," lanjut Azri.
"Benarkah,,?" tanya ustadz Rizky tak percaya.
"Iya,, entah kenapa,, kalau ada laki-laki yang mendekati aku,, aku selalu tidak mau,, kecuali ada satu orang laki-laki yang membuat aku mau berdekatan dengannya,," jawab Azri.
"Siapa dia,,?" tanya uztadz Rizky yang wajahnya mulai serius.
"Ustadz Rizky,," jawab Azri seperti orang yang sedang menggobal.
Wajah ustadz Rizky merona. Azri tersenyum, karna ini pertama kali nya dia melihat ustadz Rizky tersipu malu.
Mereka pun sampai di rumah neneknya Azri. Azri dan ustadz Rizky keluar dari mobil.
"Terima kasih sudah mengantar saya ustadz,," ucap Azri.
"Iya,," jawab ustadz Rizky.
"Ustadz mau mampir dulu,,?" tawar Azri.
"Lain kali saja,, sudah malam,," tolak ustadz Afnan.
"Baiklah,, em,, kalo begitu,, saya masuk dulu,," ucap Azri.
"Silahkan,," setuju ustadz Rizky.
Azri hendak membalikan badannya, namun dicegah oleh ustadz Rizky.
"Eh tunggu Azri,," cegah ustadz Rizky.
"Iya ustadz ada apa,,?" tanya Azri.
"Boleh saya meminta nomor telepon kamu,,?" tanya ustadz Rizky ragu.
"Boleh,, sini,," setuju Azri.
Azri menyimpan nomornya di ponsel ustadz Rizky.
"Nanti kalau kamu ada masalah bisa meminta bantuan pada saya,," ucap ustadz Rizky.
"Baiklah,, sebelumnya terima kasih ustadz,," ucap Azri dan diangguki oleh ustadz Rizky.
Azri membalikan badannya untuk masuk ke rumah neneknya.
"Eh Azri,," cegah ustadz Rizky.
Azri menghentikan langkahnya dan bertanya "Kenapa lagi ustadz,,?".
"Sekalian saya minta alamat rumah kamu,," jawab ustadz Rizky.
"Oo,," balas Azri. Azri pun menuliskan alamat rumah nya di ponsel ustadz Rizky.
"Terima kasih,," ucap ustadz Rizky.
"Sama-sama ustadz,," balas Azri.
Azri kembali melanjutkan langkahnya yang tertunda. Namun baru beberapa dia teringat sesuatu.
"Eh, ustadz,, untuk apa ustadz meminta alamat rumah saya,,?" tanya Azri pada ustadz Rizky yang masih berdiri di depan mobilnya.
"Membangun hubungan baru,," jawab ustadz Rizky.
Azri bingung dengan jawaban yang diberikan oleh ustadz Rizky. Ustadz Rizky masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya meninggalkan Azri yang dia seperti patung.
Bersambung...
#Maaf upnya lama,, π
#Terima kasih sudah mampir,, π
#Terus dukung author ya,, π