
Happy Reading,,! π
Beberapa hari kemudian.
Abighail menjalani hari harinya seperti biasa. Suatu hari, Abighail dipanggil utk ke rumah kiyai Abdul Sidik. Abighail bingung kenapa dia disuruh ke rumahnya, padahal dia merasa tdk melakukan kesalahan apapun.
Tok,, tok,, tok,,
" Assalamu'alaikum,, " ucap Abighail sambil mengetuk pintu.
" Wa'alaikumsalam,, " jwb org yg ada di rumah kiyai Abdul Sidik.
" Abighail silahkan masuk,, " ucap abi ( kiyai Abdul Sidik ).
Abighail menganggukkan kepalanya dan masuk ke dlm rumah.
" Eh ayah,, ibu,, " ujar Abighail.
Abighail pun menyalami semua org yg ada di sana. Di dlm rumah kiyai Abdul Sidik sudah ada pak Adam, bu 'Ainun, abi dan umi.
" Ayah,, ibu,, sejak kapan disini,,?" tanya Abighail pada ayah dan ibunya.
" Sejak tadi sayang,, " jwb bu 'Ainun.
Abighail menganggukkan kepalanya pertanda mengerti.
" Nah silahkan Dam,, " ucap abi Sidik.
" Iya,, terimakasih,, " ucap pak Adam.
" Abighail,, maksud kedatangan ayah dan ibu ke sini itu,, em,, utk menjemput kamu,, " ucap pak Adam.
" Jemput aku,,? Emang kenapa,,?" tanya Abighail.
" Em,, begini sayang,, beberapa hari yg lalu ada seseorang yg datang ke rumah,, " jwb bu 'Ainun.
" Terus apa hubungannya dgn Abighail bu,,?" tanya Abighail bingung.
" Dia,, membawa lamaran utk kamu,, " jwb bu 'Ainun ragu.
" Hah,,? Lamaran utk aku,,? Ibu sedang bercandakan,,? " tanya Abighail yg mulai tak tenang.
" Ibumu sedang tdk bercanda sayang,, " jwb pak Adam.
" Lalu apakah kalian menerima lamaran itu,,?" tamya Abighail.
" Iya, kami menerima nya,, " jwb pak Adam.
" Kenapa ayah dan ibu menerimanya tanpa persetujuan dari ku,,?" tanya Abighail gusar.
" Kami yakin pemuda itu akan dapat membimbing kamu,, " jwb bu 'Ainun.
" Iya,, tapi kenapa kalian memberitahu ku setelah kalian menyetujui lamaran itu,,? Kenapa kalian tdk memberitahu ku sebelum menerima lamaran itu,,? " tanya Abighail yg menahan air matanya utk keluar.
" Maaf sayang,, tapi kami yakin dgn keputusan yg kami ambil ini,, " jwb bu 'Ainun.
" Tapi yah,, bu,, " perkataan Abighail dipotong oleh umi, karna nada bicara Abighail terlalu tinggi.
" Abighail,, jaga nada bicara mu,, " tegur umi.
" Maaf umi,, " ujar Abighail.
Hening,,
Abighail menundukkan kepalanya sambil trs menahan air matanya keluar.
" Nah sekarang kamu bereskan semua barang barang kamu,, ba'da Dzuhur kita akan pulang,, " ucap pak Adam.
" Iya yah,, " balas Abighail. " Kalo gitu,, Abighail pamit dulu,, Assalamu'alaikum,, " pamit Abighail.
" Wa'alaikumsalam,, " jwb semua org yg ada di sana.
Abighail menyalami semua org yg ada di sana dgn tdk melihat ke arah mereka semua.
Abighail berjalan menuju kamarnya dgn kepala yg menunduk. Dia tdk mau org lain tau kalau dia menangis.
" Assalamu'alaikum ustadzah,, " sapa para santriwati pada Abighail.
" Wa'alaikumsalam,, " jwb Abighail sambil menundukkan kepalanya.
" Ustadzah kenapa,,?" tanya salah satu santriwati yg melihat Abighail trs menundukkan kepalanya.
" Em,, tdk,, saya tdk papa,, " jwb Abighail. " Saya permisi dulu Assalamu'alaikum,, " ucap Abighail yg langsung pergi sebelum para santriwati itu menjawabnya.
" Wa'alaikumsalam,, " jwb para santriwati sambil melihat kepergian Abighail dgn heran.
" Ustadzah Abighail kenapa,,?" tanya santriwati pada temannya.
" Aku juga gk tau,, tadi aku liat ustadzah Abighail keluar dari rumah abi,, lalu sikapnya jadi seperti itu,, " jwb santriwati lain.
Abighail berjalan cepat menuju kamarnya. Saat Abigahil sudah sampai di kamarnya dia membanting pintu kamarnya. Sontak Latipah yg sedang berada di dlm kamar terkejut.
" Astagfirullah,, Abighail kamu kenapa sih,,? Kok kamu banting pintu kayak gitu,,?" tanya Latipah yg kaget namun tdk mendapat balasan dari Abighail.
Abighail hanya memeluk lututnya dan menenggelamkan wajahnya.
" Abighail,, " panggil Latipah.
" ... " Abighail tak merespon panggilan Latipah.
" Abighail,, " panggil Latipah.
Abighail langsung memeluk Latipah. Latipah yg tiba tiba dipeluk oleh Abighail sangat kaget.
" Abighail,, kamu kenapa,,?" tanya Sipa.
" Hiks,, hiks,, hiks,, " Abighail tdk menjawab pertanyaan Latipah.
" Abighail kamu nangis,,?" tanya Latipah.
Namun Latipah lagi lagi tak mendapat jawaban dari Abighail.
Latipah membiarkan Abighail menangis dipelukannya. Latipah mengusap punggu Abighail guna menenangkan Abighail.
Cukup lama Abighail menangis dalam pelukan Latipah. Setelah cukup tenang Abighail melepaskan pelukannya.
Abighail mencoba mengatur nafasnya.
" Maaf kerudung mu jadi basah,, " ucap Abighail.
" Gk papa kok,, " jwb Latipah. " Kamu sudah tenang,,? " tanya Latipah.
" Sekarang coba ceritakan apa yg terjadi,, " ucap Latipah.
" Ta- tadi,, aku ke- ke rumah abi,, " ucap Abighail terbata bata.
" Iya,, lalu,,?" tanya Latipah.
" Di- disana sudah ada ayah dan ibuku,, aku bertanya pada mereka kenapa mereka kesini,, mereka menjawab, mereka kesini utk menjemput ku,, " jwb Latipah
" Menjemput kamu,,? Emang kenapa,,?" tanya Latipah lagi.
" Mereka bilang beberapa hari yg lalu ada seseorang yg datang ke rumah utk melamar aku,, " jwb Abighail.
" Apa,,! " Latipah terkejut. " Lalu apa ayah dan ibumu menerima lamaran itu,,?" tanya Latipah kaget.
" Iya,, mereka menerima lamarannya,, " jwb Abighail.
" Apa,,! " Latipah tambah terkejut. " Tapi kenapa mereka menerima lamaran itu,,?" tanya Latipah.
" Mereka yakin,, bahwa org yg melamarku itu dapat membimbing aku ke jalan yg benar,, " jwb Abighail.
Latipah terdiam mendengar jawaban dari Abighail.
" Aku bingung Latipah,, aku bingung harus senang atau sedih,, " ucap Abighail. " Aku tdk bisa menolak keinginan mereka,, " lanjutnya.
" Maaf Abighail,, kalo soal ini aku tdk bisa membantumu,, keputusan ada di tangan mu Abighail,," ucap Latipah.
Abighail berpikir beberapa waktu.
" Baiklah,, kalo begitu aku sudah mengambil keputusan,, " ucap Abighail.
" Jadi apa keputusan mu,,?" tanya Latipah.
" Aku akan pulang bersama ayah dan ibuku,, " jwb Abighail.
" Kamu yakim Abighail,,?" tanya Latipah.
" Iya,, aku yakin,, " jwb Abighail.
" Baiklah aku mendukung keputusan mu,, " ucap Latipah.
Abighail membereskan semua barang barang nya dgn di bantu oleh Latipah.
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
Ba'da Dzuhur Abighail sudah bersiap utk pulang, namun hatinya belum siap utk meninggalkan pesantren itu. Latipah mengantar Abighail utk kepulangan nya.
Di perjalanan ada sekelompok santriwati yg bertanya.
" Assalamu'alaikum ustadzah,, " sapa para santriwati itu.
" Wa'alaikumsalam,, " jwb Abighail dan Latipah.
" Ustadzah Abighail mau ke mana,,? Kok bawa barang barangnya,,?" tanya salah satu santriwati.
" Saya mau pulang,," jwb Abighail.
" Pulang,,? Lhoh,, kenapa,,? Apa kami berbuat salah,,?" tanya salah santu santriwati lain.
" Heheh,, tdk kok,, kalian tdk berbuat kesalahan,, hanya saja sudah waktunya saya pulang,, " jwb Abighail seraya tersenyum.
" Oo,, lalu apakah kami bisa bertemu dgn ustadzah Abighail lagi,,?" tanya santriwati itu.
" Tentu saja,, kalian bisa bertemu dgn ustadzah Abighail,, " jwb Latipah.
" Alhamdulillah,, ustadzah kalo begitu kami pamit dulu,, mudah mudahan ustadzah Abighail selamat sampai tujuan ya,, " ucap santriwati itu.
" Iya,, Aamiin,, terimakasih atas do'anya,, " jwb Abighail.
" Assalamu'alaikum,, " pamit para santriwati itu.
" Wa'alaikumsalam,, " jwb Abighail dan Latipah.
Sebelum Abighail naik ke mobil.
Abighail sudah berpamitan pada abi dan umi. Sekarang Abighail akan berpamitan dgn Latipah.
" Latipah aku pamit ya,, maaf aku sering membuat kamu susah,, " ucap Aliza.
" Nggak kok Abighail,, malah aku yg sering nyusahin kamu,, " ucap Latipah.
" Kamu jaga kesehatan kamu ya,, kamu jangan sampe ninggalin shalat,, " ucal Abighail.
" Iya,, insya Allah,, kamu juga ya,, " balas Latipah.
" Insya Allah kapan kapan aku akan berkunjung ke pesantren,, " ucap Abighail.
" Iya,, aku bakalan tunggu kamu,, " ucap Latipah.
Abighail dan Latipah saling berpelukan satu sama lain.
" Assalamu'alaikum,, " pamit Abighail.
" Wa'alaikumsalam,, " jwb Latipah.
Abighail naik ke mobil ayahnya.
Abighail trs menghap ke jendela, dia melihat ke arah Latipah sambil trs mencari sosok yg ingin dia temui utk yg terakhir kalinya.
Namun sayang sosok itu tdk ada. Padahal Abighail sangat ingin bertemu dgn nya. Sosok yg dicarinya adalah ustadz Afnan.
Pak Adam mulai melajukan mobilnya. Lama kelamaan Abighail tdk dpt melihat Latipah.
" Hem,, " Abighail menghembuskan nafas nya dgn pasrah.
Ustadz Afnan kemana,,? Padahal aku ingin melihatnya utk yg terakhir kalinya,, Kenapa semua ini harus terjadi,, gumam Abighail dlm hatinya.
Dalam perjalan Abighail tdk berbicara sepatah katapun. Meskipun ayah dan ibunya bertanya dia hanya menjawab dgn anggukkan kepalanya atau menggelengkan kepalanya.
Sesampainya di rumah Abighail disambut oleh Arsya dan Arsyi. Mereka senang karna bibi kesayangan mereka sudah pulang. Tapi entah kenapa Abighail merasa sedih karna pulang ke rumah nya.
Abighail hanya sebentar berbicara dgn Arsya dan Arsyi, setelah itu dia langsung pergi ke kamarnya utk beristirahat.
Bersambung..
# Terimakasih sudah mampir,, π
# Silahkan tinggalkan jejak,, π