USTADZ KU IMAM KU

USTADZ KU IMAM KU
Teror Yang Gagal



Happy Reading,,! 😊


Masih di hari yang sama.


Abighail sedang menyiapkan makan malam untuk dirinya dan suaminya. Semenjak Abighail hamil, nafsu makannya bertambah. Alhasil berat badan Abighail menjadi naik. Namun, Abighail tak mempermasalahkan itu.


Setelah selesai memasak Abighail dan ustadz Afnan makan malam. Seperti biasa selesai makan malam, ustadz Afnan dan Abighail melihat siaran tausiyah di televisi. Baru beberapa menit Abighail sudah bosan.


"Bib,," ujar Abighail manja.


"Apa sayang,," jawab ustadz Afnan.


"Aku bosan,," keluh Abighail.


"Terus mau apa,,?" tanya ustadz Afnan.


"Gak tau,," jawab Abighail.


"Kok gak tau,,?" tanya ustadz Afnan heran.


"Ya gak tau,, bosan aja,," jawab Abighail sambil bertingkah manja pada suaminya itu.


"Mau gimana jadinya,,?" ustadz Afnan memandang mata cantik milik kekasih halalnya itu.


"Em,, kita ke kamar yuk,," ajak Abighail.


"Yaudah ayo,," setuju ustadz Afnan.


Atas permintaan dari istri tercinta, ustadz Afnan pergi bersama ke kamar mereka. Abighail melepaskan jilbabnya dan langsung tidur di atas pangkuan ustadz Afnan. Ustadz Afnan membelai kepala Abighail dengan lembut, sambil sesekali menciumnya.


"Bib tadi ada orang yang lempar kresek ke rumah kita,," ucap Abighail memberitahu apa yang ditemukannya tadi siang.


"Kresek,,?" tanya ustadz Afnan bingung.


"Iya,," jawab Abighail.


"Apa isinya,,?" tanya ustadz Afnan mulai khawatir.


"Isinya tanah sama bunga yang di satukan,," jawab Abighail.


"Tanah sama bunga,,? Kamu kemanain mai tanahnya,,? Kamu buang,,?" tanya ustadz Afnan yang makin khawatir.


"Aku gak buang, kalo dibuang sayang bib,, aku taruh di tanaman aja,," jawab Abighail yang sudah berdiri dari posisinya. Dan sekarang sedang menghadap ustadz Afnan.


"Kamu gak takut mai,,?" tanya ustadz Afnan memegang wajah Abighail.


"Nggak,," jawab Abighail simple.


"Hem,," ustadz Afnan menghembuskan nafas panjang. "Lain kali, kalo nemu yang gituan langsung buang aja ya mai,," nasihat ustadz Afnan.


"Yaudah ayo kita tidur,," ajak ustadz Afnan.


"Aku gak mau tidur,, aku belum ngantuk bib,," tolak Abighail.


"Terus mau apa,,?" tanya ustadz Afnan.


"Em,, aku mau tiduran sambil dengerin sholawat,," jawab Abighail yang langsung kembali ke posisi awalnya.


Ustadz Afnan menuruti keinginan Abighail. Dia melantunkan shalawat dengan merdu sambil mengelus kepala Abighail. Tak beberapa lama, Abighail sudah tertidur pulas.


"Hem,, katanya gak mau tidur,," ucap ustadz Afnan.


Ustadz Afnan membenarkan posisi tidur Abighail dan mengecup keningnya serta merapikan selimut di badan Abighail. Dikarenakan ustadz Afnan belum mengantuk, akhirnya dia memutuskan untuk menyelesaikan pekerjaan kantor yang belum selesai. Setelah datang rasa kantuk pada ustadz Afnan, dia pun segera menyusul istrinya yang sudah pergi ke alam mimpi


Dilain tempat.


Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif, silahkan coba beberapa saat lagi, tut,, tut,,


"Ih,, kok gak bisa di hubungi sih,,?" gumam seseorang yang mencoba menelepon orang lain. "Aku coba lagi,," lanjutnya sambil menekan tombol yang sama.


Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif, silahkan coba beberapa saat lagi, tut,, tut,,


"Ih,," geramnya sambil terus menekan tombol yang sama lagi.


Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif, silahkan coba beberapa saat lagi, tut,, tut,,


"Heheh,," deru nafas yang membara seperti sedang menahan amarah dari orang itu.


Orang itu terus melakukan hal yang sama.


Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif, apakah anda tidak menegrti maksud saya,,? silahkan coba beberapa saat lagi, tut,, tut,,


"Ah,," orang itu melemparkan telepon miliknya ke sembarang arah.


"Huh,,huh,," orang itu terus mengatur nafasnya menahan amarah yang ada di dalam dirinya.


"Apa mungkin dia sengaja mematikan telepon nya,,?" pikir orang itu.


Orang itu berfikir dengan keras.


"Hahah,,"tawanya menggema. "Abighail,, jangan pikir kamu bisa menghindar begitu saja. Aku tidak akan membiarkan kamu hidup dengan tenang, selama kamu belum meninggalkan Afnan,," ucapnya sambil menyeringai.


Bersambung..


Maaf lama up nya,, πŸ™


Maaf sedikit,, πŸ™‡