
Happy Reading!๐
"Kamu setuju?" tanya Abighail.
"Aku belum jawab" jawab Azri. "Papa bilang kalau aku tahun depan gak ngenalin laki-laki, atau tidak ada laki-laki yang melamarku, aku akan di jodohkan" rengek Azri.
"Yah gimana donk" ucap Abighail.
"Kamu ngomong aja ke ustadz Rizky, supaya dia cepet ngelamar kamu" usul Latipah.
"Yakali aku ngomong gitu ke ustadz Rizky. Aku aja belum tau perasan ustadz Rizky ke aku" tolak Azri.
Semuanya terdiam.
"Oh iya, ustadz Rizky bilang, sebelumnya dia pernah merasakan masakan buatan kamu. Kapan ustadz Rizky makan makanan kamu?" tanya Latipah heran.
"Beberapa minggu yang lalu, saat ustadz Rizky ke rumah aku" jawab Azri.
"Ustadz Rizky pernah ke rumah kamu?" tanya Abighail cukup kaget.
"Iya" jawab Azri.
"Untuk apa dia ke rumah kamu?" tanya Latipah.
"Untuk bersilaturahmi" jawab Azri.
"Ah, bisa aja ustadz Rizky merasakan apa yang kamu rasakan" ucap Abighail.
"Benarkah?" tanya Azri.
"Iya, untuk apa coba ustadz Rizky datang ke rumah kamu. Emang untuk bersilaturahmi itu wajar, tapi kalo mau silaturahmi kenapa hanya ke rumah kamu?" Abighail mengutarakan pendapatnya.
"Iya juga sih" gumam Azri sambil berfikir.
"Mana coba ponsel kamu" pinta Latipah.
"Buat apa?" tanya Azri bingung.
"Mana dulu, ponsel kamu" pinta Latipah dengan memaksa.
"Ini" Azri memberikan ponselnya dan diterima oleh Latipah.
"Wow๐ฒ" Latipah kagum melihat ponsel milik Azri.
"Wah,, iphone 12 pro max" ucap Abighail.
"Ini benar milik kamu?" tanya Latipah.
"Dari mana kamu dapat ponsel ini?" tanya Abighail.
"Itu milik aku lah,, itu hasil dari nyopet aku ke marin" jawab Azri dengan becanda.
"Nyopet? Ah kamu bohong Azri" ucap Latipah.
"Iya,, masa kamu nyopet sih?" Abighail tak mempercayai jawaban dari Azri.
"Iya bukan dari nyopet kok, tapi dari hasil malak anak sultan" ucap Azri yang masih mencandakan jawabannya.
"Ih,, Azri" geram Abighail dan Latipah.
"Hahah,, enggaklah aku bencanda" ucap Azri tertawa melihat wajah Abighail dan Latipah. "Untuk apa kamu mau liat ponsel aku?" tanya Azri.
Latipah tak memperdulikan pertanyaan dari Azri. dia segera mencari aplikasi yang dia ingin lihat. Setelah menemukannya, dia langsung membukanya.
"Tuhkan Ghail, Azri sama ustadz Rizky sering chattan" ujar Latipah.
"Iya,," balas Abighail.
"Alah,, itumah chattan biasa. Gak ada istimewa-istimewanya" ucap Azri.
Abighail dan Latipah membaca petcakapan antara Azri dengan ustadz Rizky. Benar saja, tidak ada yang istimewa dari lercakapan mereka.
"Eh Ghail lihat, banyak laki-laki yang chat Azri. Tapi Azri gak bales" ucap Latipah.
"Ih,, Azri kok kamu banyak banget sih. Cie,, kamu jadi inceran banyak pria" goda Latipah.
"Iya donk,, selain jadi mahasiswa, aku juga punya profesi lain" ucap Azri sambil tersenyum.
"Profesi apa?" tanya Abighail heran.
"Jadi peternak buaya" jawab Azri dan dia tertawa terbahak-bahak.
"Hahahahh.." Abighail dan Latipah ikut tertawa.
Setelah melakukan percakapan yang panjang, tibalah saatnya untuk mereka tidur. Azri sekamar dengan Latipah, sementara ustadz Rizky memilih untuk pulang ke rumahnya.
"Bib kamu udah tidur?" tanya Abighail.
"Belum" jawab ustadz Afnan dengan sayup-sayup mata yang ampir tertutup.
"Kamu tau gak, Azri suka sama ustadz Rizky lho" ucap Abighail.
"Hah? Benarkah?" tanya ustadz Afnan yang sekejap menjadi tidak ngantuk lagi.
"Iya" jawab Abighail.
"Tadi Rizky juga berbicara seperti itu" ucap ustadz Afnan.
"Bicara apa?" tanya Abighail bangkit dari tidurnya.
"Rizky bilang dia suka sama Azri" jawab ustadz Afnan.
Abighail mengerjabkan matanya tidak percaya.
"Lalu kenapa ustadz Rizky tidak langsung melamar Azri?" tanya Abighail heran.
"Dia bilang, dia tidak tahu perasaan Azri. Jadi dia ragu" jawab ustadz Afnan.
keduanya terdiam.
"Tapi Azri bilang, dia akan dijodohkan oleh papa nya" ucap Abighail.
"Dijodohkan?" tanya ustadz Afnan bingung.
"Iya,, dia bilang kalau tahun depan Azri tidak mengenalkan laki-laki, atau tidak ada yang melamar, dia akan dijodohkan dengan anah teman papanya" jawab Abighail.
Ustadz Afnan menganggukkan kepalanya.
" Begini saja, kita pancing ustadz Rizky untuk segera melamar Azri" usul Abighail.
"Iya, setuju" ustadz Afnan setuju dengan usul Abighail.
"Heheh,, tidak disangka ada orang seperti mereka" ucap Abighail tertawa.
"Memangnya kenapa?" tanya ustadz Afnan heran pada istrinya yang tiba-tiba tertawa.
"Ya,, lucu aja. Mereka sama-sama suka, cuma mereka tidak mau mengungkapkan perasaan mereka satu sama lain" jawab Abighail.
"Iya benar, kayak kita dulu" balas ustadz Afnan.
Abighail terdiam dan menatap ustadz Afnan.
"Kenapa? Ada yang salah ya?" tanya ustadz Afnan bingung.
"Enggak salah, cuma dulu aku sempet mundur pas tau kamu mau nikah. Aku gak tau kamu mau nikah sama siapa" jawab Abighail yang mengingat masalalunya.
Bersambung..
Terima kasih sudah mampir๐
Jangan lupa tinggalkan jejak๐
Terus dukung author ya๐