
Happy Reading,,! π
" Bu,, tolong antarkan saya ke RS bu,, " mohon Sipa.
" Iya ayo,, " jwb bu Warmin.
" Biar saya antar menggunakan mobil,, " usul pak kepsek.
" Iya ayo pak,," ujar Sipa.
Sesampainya Sipa di RS dia langsung menuju ke ruanga ayahnya di rawat.
Sipa jalan sempoyongan melihat keadaan ayahnya yg kritis. Sipa pun menangis lagi.
Cukup lama Sipa menangis di tempat tidur ayahnya, dia teringat pada ibunya.
" Bu,, ibu saya dimana,,? Saya ingin ketemu sama ibu saya,,!" tanya Sipa pada bu Warmin yg setia menemani Sipa.
" Ibu kamu ada di ruang jenazah,," jwb bu Warmin.
Sipa dan bu Warmin menuju ke ruang jenazah. Pak guru pun juga ikut bersama Sipa.
Betapa terkejutnya Sipa mendapati ibunya yg sudah tak bernyawa lagi.
Dia menangis sejadi jadinya sambil memeluk tubuh ibunya yg sudab tdk bisa bergerak lagi.
" Hiks,, hiks,, ibu,, ibu kenapa ninggalin aku begitu cepat,,! Hiks,, hiks,, ibu,, bangun bu,, bangun,, Sipa gk mau pisah sama ibu,,!" tangis Sipa sambil mengguncang guncang tubuh ibuhya.
" Sudah Sipa,, sudah,,!" ucap pak kepsek.
" Istighfar nak,, istighfar,, kamu jangan seperti ini,, kasia alm. ibu kamu disana,, " ucap bu Warmin mencoba menenangkan Sipa.
" Bu,, Pak,, tolong buat ibu hidup lagi,, Sipa gk mau kehilangan ibu,, " pinta Sipa pada bu Warmin dan pak kepsek.
" Astaghfirullah,, Sipa,, org yg sudah meninggal tdk bisa dihidupkan lagi,, " ucap bu Warmin.
" Sudah Sipa,, sudah,, ikhlaskan ibumu,, biarkan dia tenang di alam sana,,!" ucap pak lepsek.
Bruk,,
Tubuh Sipa tiba tiba jatuh. Sipa jatuh pingsan.
Pak kepsek memanggil perawat agar menangani Sipa.
Setelah sadar dari pingsan Sipa kembali menangis mengingat keadaan keluarganya sekarang. Dimana ayahnya sedang kritis dan ibunya sudah meninggal dunia.
Sipa mengikuti proses pemakaman alm. ibunya. Disana juga ada teman teman Sipa yg mendampingi dan memberi Sipa semangat.
Malampun tiba,,
Sipa sudah kembali ke RS utk menjaga ayahnya.Kini hanya bu Warmin yg menemani Sipa.
" Sipa,, sebaiknya kamu pulang saja,, biar ibu yg menjaga ayah kamu,,!" ucap bu Warmin.
" Tdk bu,, Sipa tdk mau pulang Sipa mau menemani ayah disini,, " tolak Sipa dgn lemah.
" Yaudah ibu beliin kamu makan ya,, " ucap bu Warmin dan mendapat senyuman lemah dari Sipa.
Bu Warmin pergi membeli makanan.
" Ayah cepet bangun yah,, Sipa sendirian,, ibu udah gk ada,, sekarang hanya ayah lah yg Sipa punya,, " ucap Sipa sambil memegang tangan ayahnya.
Bu Warmin sudah kembali dgn membawa makanan utk Sipa.
" Sipa,, ini makan dulu,, " ucap bu Warmin sambil memberikan makanan yg ia belipada Sipa.
" Lhoh,, Sipa kok gk di makan sih,, kamu gk suka,,?" tanya bu Warmin karna dari tadi Sipa hanya memperhatikan makanan nya tanpa memakannya.
" Eh,, nggak kok bu,, Sipa hanya gk nafsu makan,, " jwb Sipa.
" Sipa kamu harus makan,, nanti gimana kalau ayah kamu sadar dan dia melihat kamu sakit karna tdk makan,,?" bujuk bu Warmin.
Sipa tersenyum pada bu Warmin, dan diapun memakan makanan itu. Sipa memakan makanan itu hanya 3 suap saja.
2 hari ayahnya Sipa tdk sadar dan 2 hari pula Sipa tdk masuk sekolah. Bu Warmin sudah membujuk Sipa agar dia sekolah, namun Sipa menolak utk sekolah.
Sipa tertidur sambil memegang tangan ayahnya. Meskipun Sipa sedang tertidur dia Sipa merasakan ada gerakan pada tangannya.
" Si,, Sipa,, " panggil ayah Sipa yg mulai sadar.
" Hem,, ayah,, ayah sudah sadar,, " ucap Sipa senang sambil mengembangkan seyum di wajahnya. Ayahnya pun juga ikut tersenyum.
" Dok,, dokter,, ayah saya sudah siuman dok,, " panggil Sipa dari dlm ruangan.
Dokter, perawat dan bu Warmin segera ke dlm ruangan tempat Sipa berada.
Dokter bilang keadaan ayah Sipa sudah keluar dari masa kritis, namun masih bisa berpotensi mengalami masa kritis lagi. Jadi harus dijaga dgn baik.
Ayahnya Sipa sangat sedih setelah mengetahui bahwa istri tercinta nya sudah lebih dulu meninggalkan nya.
Dan dia juga merasa bahwa dia tdk lama lagi akan menyusul istrinya itu.
" Nak,, " panggil ayahnya Sipa.
" Iya yah,,?" tanya Sipa
" Tolong ayah bisa pinjam handphone kamu,,?" tanya ayahnya.
" Tentu boleh yah,,!" ucap Sipa memberikan handphone miliknya.
" Terimakasih sayang,," ucapnya.
" Iya yah,, ayah aku mau ke toilet dulu ya,,!" ucap Sipa meminta izin " .
Ayahnya Sipa menganggukkan kepalanya.
Ayahnya Sipa menelpon seseorang, Sipa tdk ingin tau siapa org yg ditelpon ayahnya itu.
Keesokan harinya, ada tamu yg menemui ayah, tamu itu 2 org laki laki dan 1 org perempuan. 1 org laki laki paruh baya, 1 org laki laki muda dan 1 org wanita paruh baya.
Mereka membicarakan pembicaraan serius, Sipa tdk ikut berbicara dgn mereka karna Sipa tdk mau menjadi nyamuk saja.
Lama mereka berbicara, akhirnya mereka pun pulang.
Malam hari setelah shalat Isya,,
" Nak sini,,!" panggil ayah Sipa.
" Iya yah,,!" jwb Sipa sambil tersenyum.
" Kamu mau kan memenuhi permintaan ayah,,?" tanya ayahnya Sipa.
" Permintaan apa yah,,? Selagi Sipa bisa, insya Allah Sipa pasti penuhi,, " tanya Sipa bingung.
" Ayah ingin kamu menikah dengan putranya teman ayah namanya Fakhri. Dia anak yg baik, dan ayah yakin dia pasti bisa menjaga dan menuntun kamu ke jalan yg yg di ridhoi Allah,,!" jwb ayahnya Sipa.
" Tapi yah,, Sipa masih sekolah umur Sipa juga masih 17 thn,, itupun kurang,, Sipa gk mau menikah dulu yah,," tolak Sipa secara halus.
" Tolonglah nak,, ini adalah permintaan terakhir ayah,, " mohon ayahnya Sipa. " Sebelum ayah pergi ayah mau menjadi wali kamu menikah,, " lanjut nya.
Sipa tk bisa melihat ayahnya memohon seperti itu padanya. Sipa berfikir lama. Akhirnya Sipa sudah menentukan keputusannya.
" Baiklah yah,, Sipa akan memenuhi keinginan ayah,," ucap Sipa dgn ikhlas.
" Sekarang ayah istirahat ya,, " ucap Sipa sambil melepaskan pelukan ayahnya.
" Iya kamu juga istirahat ya,, karna besok adalah hari pernikahan kamu,,!" ucap ayahnya Sipa.
" Apa,,!" kaget Sipa.
" Iya sayang,, karna lebih cepat lebih baik,, " ucap ayahnya Sipa sambil tersenyum.
Sipa hanya bisa pasrah menerima keputusan dari ayahnya itu.
Keesokan harinya Sipa di hias layaknya seperti pengantin. Namun dgn hiasan sederhana.
Kini di ruangan itu sudah ada pak penghulu, keluarga mempelai pria, dokter dan perawat sebagai saksi, ayahnya Sipa sebagai wali dan Sipa sebagai mempelai wanita.
Proses ijab qobul dilangsungkan.
Sah,,
Akhirnya kata itu terucap dari mulut semua org yg ada di sana. Sipa berurai air mata karna dia sudah memenuhi keinginan ayahnya yg terakhir dan dia tdk menyangka kalau dia sudah menjadi istri seseorang.
Selesai berdoa Sipa dan Fakhri menyaalami tangan ayahnya Sipa.
Ayah Sipa tersenyum pada nya dan berkata " Nak maafin ayah ya kalau ayah ada salah sama kamu,, ayah sayang sekali pada kamu,, " ucap nya pada Sipa. " Nak Fakhri tolong jaga anak saya Sipa ya,, saya yakin kamu pasti bisa membahagiakan Sipa dan menjadi imam yg baik dlm keluarga kalian,, " ucap nya pada Fakhri.
" Iya ayah,, Sipa juga minta maaf sama ayah,, " ucal Sipa memeluk ayahnya.
Fakhri tersenyum menanggapi perkataan ayah mertuanya.
Sipa masih memeluk ayahnya dgn erat, ayahnya pun sama. Namun lama kelamaan pelukan ayahnya Sipa melemah.
Sipa melepaskan pelukannya. Ditatapnya sosok ayahnya. Mata ayahnya terpejam.
" Ayah,, " panggil Sipa sambil mengguncang guncang tubuh ayahnya itu. " Ayah,, yah,, bangun,, yah,, " panggil Sipa lagi.
Semua org mulai khawatir.
" Dok tolong periksa ayah saya,,!" minta Sipa pada dokter.
" Baik sebentar,, " jwb dokter. Dokter memeriksa ayahnya Sipa.
" Dok kenapa ayah saya,,? " tanya Sipa.
" Maaf nak Sipa ayah kamu sudah meninggal" jwbnya.
" Gk mungkin dok,, gk mungkin ayah saya meninggal,, " tolak Sipa sambil mulai menangis.
Sipa berjalan cepat menuju temlat tidur ayahnya.
" Yah,, bangun,, ayah,, bangun,, ayah jangan tinggalin Sipa sendiri yah,, Sipa gk mau sendiri yah,, " ucap Sipa sambil menangis dan memeluk serta mengguncang guncang tubuh ayahnya.
" Sudah nak,, biarkan ayahmu pergi dgn tenang,, " ucap ibu mertua Sipa sambil memeluk tubuh Sipa.
Sipa menangis sejadi jadinya di pelukan ibu mertuanya.
Alm. Ayah Sipa di makamkan di sebelah kuburan alm. ibunya.
Setelah selesai proses pemakama, Sipa dan keluarga mertuanya pulang ke rumah Sipa.
Mereka menginap satu hari di rumah Sipa.
" Sayang,, sekarang kamu sudah menjadi keluarga kami,, ibu sudah menganggap mu seperti putri ibu sendiri,, dan sekarang Fakhri adalah suami kamu sayang,, " ucap ibu mertuanya.
" Iya bu,, " balas Sipa sambil tersenyum.
" Em,, kamu maukan pindah bersama ibu kerumah ibu,,?" tanya ibu mertua nya.
Sipa terdiam sebentar.
" Iya bu,, " jwb Sipa sambil tersenyum.
" Baiklah nanti sore kita berangkat ya,,!" ucapnya.
Sipa menganggukkan kepalanya.
###
Sipa sudah sampai di rumah mertuanya dan sekarang menjadi rumah nya juga.
Kamar Sipa terpisah dgn Fakhri. Sampai sekarang Fakhri dan Sipa belum berbicara sepatah katapun.
Flashback on
Abighail, Azri dan Latipah menangis mendengar cerita dari Sipa.
" Hiks sedihnya cerita ku Sipa,, " ucap Azri sambil menangis.
" Aku kagum sama kau lah,, kau sangat kuat menghadapi cobaan ini,, " puji Latipah.
" Ihh kalian kok malah nangis,,?" ucap Sipa.
Mereka berempat berpelukan.
" Huh,, pasti sulitkan menjalani pernikahan tanpa adanya cinta,,?" tanya Azri.
" Pastilah Zri sulit sangat,, " jwb Abighail.
" Sipa kau tak tertekan kah,,?" tanya Latipah.
" Awalnya aku sangat tertekan, ditambah lagi mas Fakhri seperti tdk suka padaku,, " jwb Sipa.
" Ceritakan terntang mas Fakhri mu itu pasa kami lah Sipa,," ucap Azri.
" Iya,, Lalu bagaimana kamu bisa masuk ke pesantren ini,,? Apakah ayah dan ibu mertuamu memberikan izin,,? " tanya Abighail.
" Huh,, mas Fakhri itu saat menikah dgn ku, dia masih kuliah. Setelah dia lulus kuliah dia menjalankan perusahaan milik ayahnya. Dia mengurus perusahaan yg ada di luar kota. Sampai sampai dia tak pulang. Saat dia pulang hanya sekitar sebulan sekali atau kadang dua bulan satu kali. Aku berusaha menjadi istri yg baik, namun tak ada perubahan pada sikapnya. aku memutuskan utk tdk melanjutkan sekolahku. Tdk melanjutkan sekolahku selama 2 thn. Ayah dan ibu mertua ku menawarkan agar aku masuk ke sekolah lain tapi aku tdk mau. Saat aku melihat pesantren ini di koran aku tertarik ingin masuk ke pesantren itu. Akupun meminta izin pada ayah dan ibu mertuaku serta pada mas Fakhri. Mereka memberi ku izin,, " jwb Sipa dgn panjang lebar.
" Lalu bagaimana mas Fakhri mu bisa dekat dengan mu seperti sekarang,,?" tanya Azri penasaran.
" Em,, begini,, mas Fakhrk bilang waktu aku awal awal masuk ke pesantren, dia mulai merasa ada yg beda, ada yg hilang, dia trs berfikir dan dia menyadari setelah aku pinda ke pesantren dia merasa kehilangan aku,, jadi pas aku pulang dia langsung berbeda sikap nya padaku, dia lebih perhatian dan lebih penyayang,, " jwb Sipa membanggakan sosok suaminya itu.
" Hem,, cie,, cie,, ada yg lagi berbunga nih,, " goda Abighail.
Mereka berempat tertawa bersama.
" Oh iya berarti kamu usianya lebih tua donk dari kami,,?" tanya Latipah.
" Oh iya yah,,!" ujar Azri.
" Berarti kami panggil nya kak Sila donk,," ucap Abighail.
" Ihh,, apaan sih udah gk usah panggil kak segala ah,, manggilnya biasa aja,," tolak Sipa.
" Iya deh,, " ucap Abighail.
Bersambung..
# Terimakasih sudah mampir,, π
# Jangan lupa tekan tombol like dan vote ya,, π
# Salam hangat dari author,, π