
Setelah menunggu beberapa lama akhirnya tibalah ustadz Afnan menyampaikan tausiahnya. Saat ustadz Afnan sedang berdakwah Abighail mengambil gambarnya dan sesekali mengambil video nya.
Abighail mengerjakan tugasnya dgn lambat lancar, tdk ada hambatan yg menghadang Abighail. Setelah beberapa saat kemudian Abighail selesai dgn tugasnya.
Abighail memutuskan utk duduk di kursi penonton dan melihat tausiah yg di sampaikan oleh ustadz Afnan. Awalnya Abighail melihat tausiah ustadz Afnan dng khidmat. Namun ke khidmatan nya berakhir, saat ibu ibu yg duduk di depan Abighail berbalik dan menginterogasi Abighail.
Ibu ibu itu melihat Abighail dari ujung kepala sampai ke ujung kaki. Abighail yg merasa canggung hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Ibu ibu itu membalas senyuman Abighail. Salah satu ibu ibu itu mulai bertanya pada Abighail.
" Assalamu'alaikum bu ustadzah,, " sapa ibu ibu 1 pada Abighail
" Wa'alaikumsalam,, bu,, ๐ฎ " jwb Abighail agak bingung kenapa ibu ibu 1 memanggil Abighail dgn sebutan ustadzah.
" Bagai mana kabar bu ustadzah,,?" tanya ibu ibu 2 pada Abighail.
" Alhamdulillah saya baik,, " jwb Abighail.
" Ohh Alhamdulillah kalo begitu" ucap ibu ibu 2.
" Ibu ibu sendiri bagaimana kabarnya,,?" Abighail balik bertanya.
" Alhamdulillah kami juga baik,,!" jwb ibu ibu 1, 2 dan 3.
Abighail mengangguki jwban ibu ibu itu.
" Ibu ustadzah sudah berapa lama kenal dgn ustadz Afnan,,?" tanya ibu ibu 3.
" Sekitar 2 tahunan bu,, ๐" jwb Abighail.
" Ohh,, cukup lama ya,," ucap ibu ibu 3.
" Hem,, iya,," jwb Abighail.
" Bu ustadzah umurnya berapa,,?" tanya ibu ibu 2.
" Iya bu ustadzah,, kok kaya masih muda sih,,!" tambah ibu ibu 1.
๐ฎ ๐ Kaya masih muda,,? kan emang saya masih muda,, bu,, batin Abighail.
" Em,, umur saya 17 thn bu,,!" jwb Abighail.
" APA,,! ๐ฑ๐ฑ" kaget ibu ibu 1, 2 dan 3.
" Yg bener ah bu ustadzah,, masa bu ustadzah 17 thn,,!" ucap ibu ibu 1 tdk percaya.
" Iya bu,, saya tdk berbohong,, dan satu lagi,, em,, saya bukan ustadzah,,!" ucap Abighail yg memberitahu kebenaran bahwa Abighail bukan ustadzah.
" Masa bukan bu ustadzah sih,,? Gk papa masih 17 thn juga,, tapi kalo suaminya ustadz pasti istrinya juga di panggil ustadzah,, ya kan ibu ibu,, ?" ucap ibu ibu 1.
" Iya bener tuh ustadzah,," ucap ibu ibu 2.
" He'em,," ucap ibu ibu 3.
" Istri,,? ๐ ๐ ๐ฎ ๐ฎ " tanya Abighail kaget.
" Iya,, ustadzah kan istri nya ustadz Afnan" jwb ibu ibu 1.
" Hah,, ๐ฑ Emm saya bukan istri nya ustadz Afnan,," ucap Abighail.
" Ah masa sih,,?" ucap ibu ibu 3.
" Ustadzah suka bercanda nih,,!" tambah ibu ibu 2.
" Iya bu,, saya bukan istrinya ustadz Afnan saya gk lagi bercanda bu,," jwb Abighail.
" Kalo bukan istri nya ustadz Afnan lalu siapa nya ustadz Afnan?" tanya ibu ibu 3.
" Saya ini murid nya ustadz Afnan,, " jwb Abighail.
" Ohh,, jadi ustadzah ini bukan istrinya ustadz Afnan ya,,!" ucap ibu ibu 2.
Abighail mengangguki perkataan ibu ibu 2.
" Emm,, bu,, saya bukan ustadzah,," ucap Abighail.
" Oh iya,, lalu kami harus panggil apa kalo bukan ustadzah,,?" tanya ibu ibu 1.
" Em,, terserah ibu saja,, asal ibu ibu tdk memanggil saya dgn ustadzah,,!" ucap Abighail.
" Memang nya kenapa,,?" tanya ibu ibu 3.
" Soalnya saya,, merasa masih belum pantas di panggil ustadzah,, " jwb Abighail.
" Ohh baiklah nak,, oh iya kami belum tahu namamu siapa?" ucap ibu ibu 2.
" Nama saya Abighail,, bu" jwb Abighail.
" Ohh Abighail,, nama yg cantik" ucap ibu ibu 3.
" Terimakasih bu,, " ucap Abighail sambil tersenyum.
Setelah itu Abighail mulai berbincang bincang dgn 3 ibu ibu itu.
Setelah ustadz Afnan selesai berdakwah, Abighail kembali ke ruangan tadi. Saat Abighail masuk ke ruangan itu sudah ada ustadz Afnan. Pandangan Abighail dan ustadz Afnan bertemu, Abighail langsung memundukan kepalanya.
Ustadz Afnan bertanya pada Abighail.
" Abighail kamu sudah mengerjakan tugasmu,,?" tanya ustadz Afnan.
" Iya ustadz saya sudah mengerjakan tugas saya,," jwb Abighail yg masih menundukan kepalanya.
" Apa ada yg tdk kamu pahami,,?" tanya ustadz Afnan lagi.
" Tdk ada ustadz,," jwb Abighail.
" Ohh baiklah,, kalau ada yg ingin kamu tanyakan, kamu tinggal bertanya saja, jangan sungkan " ucap ustadz Afnan.
" Baik ustadz" jwb Abighail.
Setelah itu Abighail langsung duduk di tempat sebelumnya dia duduk.
Pihak yg mengadakan acara meminta ustadz Afnan dan Abighail utk makan. Mereka menuruti perkataan pihak yg mengadakan acara itu.
Setelah Abighail dan ustadz Afnan makan mereka bersiap siap utk pergi. Ustadz Afnan menyuruh Abighail utk menunggu di parkiran. Tak lama kemudian ustadz Afnan datang menghampiri Abighail.
" Emm,, Abighail saya masih ada jadwal dakwah di daerah lain " ucap ustadz Afnan.
" Iya,, di kota yy. Maaf saya baru memberi tahu kamu sekarang, soalnya tadi saat berangkat saya agak buru buru" ucap ustadz Afnan.
" Oh,, " Abighail hanya ber Oh ria saja.
" Jadi,, kamu mau gimana? kamu mau ikut dgn saya,, atau kamu mau pulang ke pesantren?" tanya Abighail.
" Pulang ke pesantren?" Abighail berfikir sambil bertanya.
" Iya,, kalau kamu mau pulang ke pesantren saya akan antarkan kamu dan kalau kamu mau pulang ke pesantren lebih baik kita berangkat dari sekarang, karna kamu tau sendiri kan perjalanan nya cukup jauh,, " ucap ustadz Afnan.
" Saya bingung ustadz,, biarkan saya berfikir sebentar" pinta Abighail.
" Baiklah mau bisa berfikir dulu" ucap ustadz Afnan.
Aduh,, gimana ya,, aku mau pulang tapi,, kalo aku pulang di anterin ustadz Afnan nanti dia telat lagi mengnghadiri acara dakwahnya,, mana kota yy dan pesantren berlawanan arah lagi,, batin Abighail.
" Em,, ustadz saya mau pulang ke pesantren,, tapi saya akan naik angkutan umum saja ustadz,, " ucap Abighail pada ustadz Afnan.
" Naik angkutan umum?" tanya ustadz Afnan dan diangguki oleh Abighail.
" Emangkamu tahu harus naik apa dan kemana arahnya,,?" ustadz Afnan kembali bertanya.
" Tdk ustadz" jwb Abighail.
Ustadz Afnan membuang nafas " Trs bagai mana kamu bisa sampai di pesantren nanti?" ustadz Afnan bertanya lagi.
" Saya akan bertanya pada org ustadz,," jwb Abighail simpel.
" Bagaimana kalau ada org yg berbuat jahat pada kamu,,? Bagaimana kalau ada org ingin mencelakai kamu,,? Bukannya saya su'udzon terhadap org,, tapi ini di daerah lain,, bukan di daerah pesantren Abighail,, mengertilah saya ini khawatir pada kamu. Kalo kamu mau pulang mari saya antarkan ke pesantren" ustadz Afnan menceramahi Abighail.
" Tdk ustadz,, saya lebih baik ikut dgn ustadz ke daerah yy" ucap Abighail.
Ustadz Afnan mengerutkan dahinya " Kenapa kamu berubah fikiran? " tanya ustadz Afnan.
" Emm,, soalnya saya tdk mau kalau ustadz Afnan terlambat menghadiri kegiatan dakwah ustadz,, saya juga merasa bertanggung jwb, karna tugas saya selesai berkat ustadz Afnan. Masa saya membiarkan ustadz Afnan terlambat. Jadi saya putuskan utk ikut bersama ustadz ke kota yy" jwb Abighail panjang lebar.
" Kamu yakin? " ustadz Afnan kembali bertanya.
" Iya ustadz saya yakin" jwb Abighail.
" Tapi mungkin nanti pulang ke pesantren agak malam gk papa kan?" tanya ustadz Afnan.
" Iya ustadz gk papa" jwb Abighail sembari tersenyum.
Ustadz Afnan juga ikut tersenyum " Kalo begitu ayo kita berangkat " ucap ustadz Afnan.
" Iya ustadz " ucap Abighail.
Abighail masuk ke dlm mobil ustadz Afnan. Tak lama mobil ustadz Afnan melaju ke arah kota yy.
Bersambung...
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
# Assalamu'alaikum reader semua,, ๐๐
# Gimana kabar kalian,,? Kalian harus sehat ya,, jangan sakit sakit,, ๐
# Maaf ya,, author up nya lama,,
# Kalo kalian suka novelnya author,, kalian bisa Like, Komen, Share, Rate Bintang 5 dan jangan lupa utk Vote ya,, supaya author lebih semangat nulisnya,, ๐๐
# Oh iya kalau kalian bisa memberikan saran pada author tentang jalan cerita novel nya author,, silahkan kalian komen ya,, ๐
# Sekian dari author,, ๐๐
# Terimakasih sudah mampir,, โบโบ
# Wassalamu'alaikum,, ๐๐