USTADZ KU IMAM KU

USTADZ KU IMAM KU
Isyarat



Happy Reading,,! 😊


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Abighail sering membantu bi Murni memasak di dapur utk para santri dan santriwati. Abighail juga kini sering ke pasar.


Di pesantren tdk sedikit santriwati yg memanggil Abighail ustadzah. Bisa dibilang Abighail menjadi salah satu senior yg terkesan tegas.


Terkadang Abighail bertemu dgn ustadz Afnan. Namun sudah satu bulan terakhir Abighail mendapat teka teki yg diucapkan oleh ustadz Afnan padanya.


Ini ada adalah pertama kali ustadz Afnan mengucapkan teka teki itu pada Abighail.


Abighail hendak pergi ke dapur utk membantu memasak. Diperjalanan Abighail berpapasan dgn ustadz Afnan.


" Assalamu'alaikum ustadz,, " sapa Abighail pada ustadz Afnan.


" Wa'alaikumsalam,, " jwb ustadz. " Abighail kamu mau kemana,,?" tanya ustadz Afnan.


" Em,, saya mau ke dapur ustadz,, " jwb Abighail sambil menundukkan kepalanya.


" Oh,, baiklah kalo begitu silahkan dilanjutkan perjalannya,, " ucap ustadz Afnan.


" Iya ustadz,, saya permisi dulu,, Assalamu'alaikum,, " pamit Abighail.


" Wa'alaikumsalam,, " jwb ustadz Afnan.


Abighail hendak melanjutkan perjalannya menuju dapur. Namun belum dia melangkahkan kakinya, dia sudah dipanggil lagi oleh ustadz Afnan.


" Abighail,,!" panggil ustadz Afnan.


Abighail membalikan tubuhnya dan wajahnya menunjukan ekspresi seperti bertanya ada apa.


" Tunggu saya,, " jwb ustadz Afnan dan langsung pergi setelah mengatakan perkataan itu.


Abighail terpaku mendengar perkataan ustadz Afnan. Dia bingung apa yg dimaksud kan oleh ustadz Afnan.


Apa maksud ustadz Afnan,,? Kenapa dia menyuruhku utk menunggunya,,? Jika benar dia menyuruhku utk menunggunya tapi kenapa dia yg meninggalkanku duluan,,? Aneh sekali,, 😕 Ah mungkin itu bukan apa pap,, gumam Abighail dlm hari.


Kali kedua ustadz Afnan menyebutkan teka teki pada Abighail.


Abighail baru selesai mengajar di salah satu kls santriwati, karena guru yg mendapat jadwal mengajar sedang ada keperlua, jadi Abighail menggantikan nya.


Abighail ke luar kls tersebut sambil membawa buku tugas para santriwati. Dia berniat akan ke ruang guru utk menyimpan buku tugas itu di meja guru yg mendapat jadwal mengajar.


Saat di perjalanan Abighail bertemu dgn ustadz Afnan. Seperti biasa Abighail slalu mengucapkan salam.


" Assalamu'alaikum ustadz,, " sapa Abighail sambil menundukkan kepalanya.


" Wa'alaikumsalam,, Abighail kamu mau ke ruang guru,,?" jwb ustadz Afnan yg dilanjutkan dgn pertanyaan.


" Iya ustadz,, saya mau menyimpan buku tugas para santriwati,, " jwb Abighail yg masih menundukkan kepalanya.


" Oo,, mau saya bantu,,? " ustadz Afnan menawarkan bantuan pada Abighail.


Apa ini,, kenapa ustadz Afnan tiba tiba menawarkan bantuan,,? Aneh sekali,, dia tdk seperti biasanya,, pikir Abighail dalam hatinya.


" Terimakasih sebelumnya ustadz,, tapi tdk perlu kok,, saya bisa membawanya sendiri,, " tolak Abighail secara halus.


" Baiklah kalo begitu hati hati,, bukunya berat,, " ucap ustadz Afnan.


" Iya ustadz,, Saya permisi dulu Assalamu'alaikum,, " pamit Abighail.


" Wa'alaikumsalam,, " jwb ustadz Afnan.


Abighail kembali melanjutkan perjalanannya menuju ruang guru. Namun hal yg sama terjadi lagi.


Abighail baru berjalan beberapa langkah, dan langkahnya terhenti saat mendapat panggilan dari ustadz Afnan.


" Abighail,,!" panggil ustadz Afnan.


Abighail membalikan tubuhnya.


" Tunggu saya,, " ucap ustadz Afnan dan dia langsung berjalan pergi meninggalkan Abighail.


Abighail terpaku di tempatnya. Dia masih belum mengerti apa maksud dari perkataan ustadz Afnan. Dia pikir ustadz Afnan hahya akan sekali menyebutkan kata kata itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ba'da Isya Abighail dan Latipah sedang beristirahat di kamar mereka.


Abighail yg biasanya bercerita dgn Latipah, sekarang dia hanya melamun memikirkan sesuatu yg tdk dia mengerti.


" Abighail,, " panggil Latipah.


Abighail tak menggubris panggilan dari Latipah.


" Abighail,, " panggil Latipah utk yg kedua kalianya.


" ABIGHAIL,,!" panggil Latipah dgn berteriak didekat telinga Abighail.


" Aaa,, Latipah kamu ini,, gimana kalo gendang telinga aku pecah,,?" protes Abiggail sambil memajukan bibirnya dan memegang telinganya.


" Ya maaf,, soalnya kamu udah 2 kali aku panggil kamu gk ngejawab ngejawab,, " rajuk Latipah.


" Iyakah,,? " tanya Abighail dan tak mendapatkan jawaban dari Latipah.


Ternyata Latipah marahbpada Abighail.


" Maaflah Latipah,, aku tadi sedang melamun,, maaf ya,,!" ucap Abighail menjelaskan pada Latipah agar dia tdk marah lagi padanya.


Latipah masih tak menggubris penjelasan dari Abighail.


" Latipah,, maaflah,, Latipah,, " ucap Abighail sambil memegang tangan Latipah dan menunjukan wajah memelasnya.


" Hem,, iya,, iya,, aku maafin kamu,, " ucap Latipah.


Abighail tersenyum senang.


" Emang kamu sedang melamunkan apa sih,,? Sampai sampai kamu gk ngedenger panggilan aku,,?" tanya Latipah penasaran.


" Enggk ngelamun apa apa kok,, " jwb Abighail.


" Oo,, yaudah kalo gk ada apa apa mh,, " ucap Latipah. " Abighail kita tidur yuk,,!" ajak Latipah.


" Kamu duluan aja,, " balas Abighail.


" Yaudah aku duluan ya,, " ucap Latipah dan dia langsung berbaring di tempat tidurnya.


" Latipah,, apa kamu sudah tidur,,?" tanya Abighail sambil menggoyangkan tubuh Latipah.


" Emang ada apa,,? " tanya Latipah.


" Aku mau nanya nih,, " jwb Abighail ragu ragu.


" Nanya apa,,?" tanya Latipah yg masih berbaring.


" Apa ustadz Afnan sedang sakit,,?" tanya Abighail.


" Kak Afnan gk sakit kok emang kenapa kamu nanya gitu,,?" tanya Latipah.


" Soalnya,, ustadz Afnan akhir akhir ini berbeda,, " jwb Abighail.


" Beda gimana,,?" tanya Latipah.


" Em,, udah 2 kali ustadz Afnan bilang sesuatu ke aku yg aku gk ngerti,, " jwb Latipah.


" Bilang sesuatu,,? Emang kak Afnan bilang apa,,? Ceritain donk,, " tanya Latipah yg langsung bangkit dari tidurnya.


" Em,, kemarin waktu aku mau ke dapur aku ketemu sama ustadz Afnan,, trs kami berbicara sebentar. Setelah itu aku mau kembali ke dapur tapi ustadz Afnan manggil aku lagi dan berkata Abighail tunggu aku,, lalu dia pergi,," cerita Abighail.


" Benarkah,,?" tanya Latipah makin penasaran.


" Iya,, dan juga tadi pas aku selesai ngajar aku kan mau ke ruang guru nah di jalan aku bertemu dgn ustadz Afnan. Kita bicara sebentar, lalu aku lanjutkan perjalanan aku menuju ruang guru. Tapi ustadz Afnan kembali memanggil aku dan berkata hal yg sama Abighail tunggu saya,, setelah itu dia langsung pergi begitu saja,," jwb Abighail panjang lebar. " Ah,, aku jadi bingung,, " lanjut Abighail.


" Bingung kenapa Abighail,,?" tanya Latipah.


" Gimana gk bingung coba,, ustadz Afnan yg nyuruh aku nunggu,, tapi dia yg ninggalin aku,, " jwb Abighail.


" Ah mungkin itu adalah isyarat dari kak Afnan,, " ujar Latipah.


" Isyarat,,? Isyarat apa coba,,? Aku gk ngerti,,?" tanya Abighail bingung.


" Ih,, itu tuh sinyal dari kak Afnan utk kamu menunggunya,, " jwb Latipah.


" Sinyal utk menunggunya,,? Maksudnya,,?" tanya Abighail yg masih belum mengerti.


" Ih,, Abighail masa kamu gk ngerti sih,, dia ingin kamu utk menunggunya datang dan melamar kamu,," geram Latipah.


" Oo,, " ucap Abighail yg belum mencerna perkataan Latipah. " APA,,! Gk mungkin ah Latipah,, masa iya ustadz Afnan mau sama wanita kayak aku,, " ucap Abighail yg sudah mengerti akan perkataan Latipah.


" Eh,, Abighail kamu gk boleh ngomong kayak gitu,, gk baik,, " nasihat Latipah.


" Iya si,, tapi aku masih nggak percaya kalo emang ustadz Afnan nyuruh aku nunggu utk itu,, " ucap Abighail.


" Pastilah kamu belum percaya,, org kamu belum mengalaminya,, nanti ya,, kalo bener itu terjadi,, em,, baru kamu percaya,, " ucap Latipah.


# Bersambung..


# Terimakasih sudah mampir,, 😊


# Silahkan tinggalkan jejak,, 😉