
Happy Reading!😊
Abighail membuka surat itu dan membacanya.
Abighail, maafkan aku karna telah menamp*rmu. Jangan makan makanan yang diberikan Jesi, aku takut makanan itu berisi rac*n. Makan roti saja yang aku berikan.
Aku tidak bisa berkata apapun lagi. Setelah kau membaca surat ini, kau harus langsung membakarnya. Jangan berusaha kabur, karna itu akan sia-sia. Sekali lagi maaf Abighail.
Tulis Lidya dalam surat itu.
"Kenapa Lidya memperingatkan ku? Apa sikapnya tadi hanya pura-pura saja?" tanya Abighail dalam hatinya.
Abighail tidak memakan roti diberikan oleh Lidya. Dia masih ragu akan roti. Abighail pun memilih untuk segera melakukan kewajibanya, yaitu Shalat.
Tengah malam Abighail tak bisa tidur. Bagaimana bisa tidur, saat ini Abighail sedang merindukan seseorang. Kalian tahu siapa orang itu? Ya,, benar. Orang yang di rindukan oleh Abighail adalah ustadz Afnan.
Sesekali Abighail menangis, dia merasakan perutnya yang sedari tadi berbunyi. Abighail melirik pada roti yang diberikan oleh Lidya. Abighail tidak bisa membohongi dirinya yang sedang sangat lapar. Abighail mengambil roti itu, mulai membukanya dan memakannya. Saat sedang memakan roti Abighail sesekali menitikan air mata. Tak disangka Lidya akan berbuat baik padanya.
Setelah memakan roti, Abighail meminum air mineral yang diberikan Jesi. Dia yakin, kalau air mineral itu tidak berisi racun. Setelah itu Abighail diam, dia berdo'a agar suaminya segera menemukannya dan membawanya pulang.
Dilain tempat.
"Nan, ayo makan dulu" ucap umi.
Ustadz Afnan hanya memandang makanan itu, tanpa mau menyentuhnya sama sekali. Dia berpikir jika dirinya makan, bagaimana dengan Abighail. Apakah dia sudah makan atau belum.
"Nak Afnan, kok gak dimakan makannya?" tanya bu 'Ainun.
"Saya tidak lapar bu" jawab ustadz Afnan dengan mata sendunya.
Seluruh keluarga ustadz Afnan dapat merasakan kesedihan yang dirasakan oleh ustadz Afnan.
"Setidaknya makanlah sedikit" bujuk abi.
"Bi, Afnan bahkan tidak tau apakah Abighail sudah makan atau belum" ucap ustadz Afnan.
"Nak, kamu harus yakin kalau Abighail tidak kenapa-napa, Abighail dalam kondisi baik-baik saja" ucap pak Adam.
"Iya Nan. Kamu sendiri taukan, Abighail itu wanita yang kuat" timpal umi.
"Afnan berusaha untuk meyakini itu umi. Tapi Afnan belum yakin kalau Afnan belum melihatnya sediri" ucap ustadz Afnan dengan nada sedih.
Semua orang terdiam. Benar apa yang dikatakan ustadz Afnan. Sebenarnya dalam hati mereka juga sangat khawatir pada Abighail.
"Ini semua gara-gara Afnan. Kalau saja Afnan tidak menyetujui keinginan Abighail. Kalau saja saat itu Afnan menjemput Abighail. Mungkin Abighail tidak akan mengalami ini" ujar ustadz Afnan.
"Nan, kamu jangan menyalahkan dirimu sendiri. Ini semua bukan salahmu. Ini semua sudah takdir Nan" ucap abi.
Akhirnya ustadz Afnan mau makan, walaupun hanya satu suapan saja.
Setelah makan malam, keluarga itu berkumpul di ruang tamu. Mereka mendiskusikan langkah apa yang harus mereka ambil. Mereka tidak bisa hanya diam dan menunggu hasil dari polisi.
Pak Adam mendapat telpon dari Marsel. Marsel mengatakan kalau dia tahu di mana posisi Abighail. Marsel mengirimkan alamat di mana Abighail berada. Apa kalian tau Marsel dapat kabar Abighail dicul*k dari mana? Tentu saja dari Latipah.
Latipah memberitahu Marsel kalau Abighail di culik. Ternyata keberuntungan berpihak pada keluarga ustadz Afnan. Kebetulan sekali, Marsel mempunyai teman seorang Hacker. Tak butuh waktu lama hacker itu sudah menemukan posisi Abighail.
Seluruh keluarga sangat senang. Seketika ustadz Afnan ingin segera pergi ke tempat Abighail berada. Namun dicegah oleh keluarganya.
"Afnan mau ke sana sekarang bi" ucap ustadz Afnan.
"Besok saja, Nak. Ayah takut, saat kita ke sana para pencul*k Abighail sedang berjaga di sana" bujuk pak Adam. "Jika kita berangkat besok, kita bisa membawa polisi bersama kita" lanjut pak Adam.
"Tapi ya.." perkataan ustadz Afnan dipotong oleh umi.
"Nan,, benar apa yang dikatakan oleh ayah mertuamu" ucap umi.
"Hem,, baiklah umi" setuju ustadz Afnan dengan pasrah.
Ustadz Afnan berusaha memejamkan matanya, namun matanya menolak untuk terpejam. Ustadz Afnan terus memikirkan Abighail, dia khawatir akan kondisi Abighail. Dia takut para pencul*ik akan melukai Abighail. Apalagi Abighail sedang mengandung buah cintanya.
Malam menuju pagi terasa sangat lama bagi Abighail dan Ustadz Afnan. Pagi-pagi sekali ustadz Afnan sudah ke kantor polisi. Ustadz Afnan ditemani oleh ustadz Rizky, pak Adam, Abi dan kak Firman. Perjalanan menuju lokasi Abighail berada cukup jauh, sampai memakan waktu kurang lebih 1 jam. Awalnya umi dan bu 'Ainun ingin ikut, namun mereka berdua dilarang oleh para suami mereka. Dengan terpaksa mereka menunggu di rumah saja.
Kita beralih pada Lidya dan Jesi.
Lidya mengiap di apartemen milik Jesi. Lidya sudah menyiapkan rencana untuk membuat Abighail kabur. Pagi-pagi sekali Lidya bangun, dia merasakan kalau perutnya lapar. Lidya berharap kalau di dapur milik Jesi tidak ada bahan makanan, jadi itu mempermudahnya menjalankan rencana yang dibuatnya. Benar saja, di dapur tak ada bahan makanan apapun. Hanya ada beras saja.
Lidya beranjak ke kamar Jesi. Lidya membangunkan Jesi.
"Jes, Jes,, bangun" Lidya mengguncangkan tubuh Jesi.
"Hm,, apa?" tanya Jesi gusar karna dibangunkan secara paksa oleh Lidya.
"Aku lapar" jawab Lidya.
"Ya tinggal makanlah" ucap Jesi.
"Mau makan apa? Di dapur gak ada makan, bahkan bahan-bahan makananpun gak ada. Di dapur cuma ada beras aja" tanya Lidya.
"Kamu beli gih. Ada warung makan yang buka 24 jam 100 m dari sini" titah Jesi.
"Ya udah ayo kita pergi" ajak Lidya.
"Gak ah, kamu aja sendiri. Aku masih ngantuk" tolak Jesi.
"Ih,, kamumah gitu. Seharusnya, kalo ada tamu tu ya tuan rumah yang nyediain makanan. Bukan malah tamunya beli makanan sendiri" ucap Lidya kesal.
"Ah,, bodo amat. Udah sana pergi, aku mau lanjut tidur" usir Jesi. "Sekalian beiin aku juga" pesan Jesi.
"Hm,, dasar tuan rumah kere" cibir Lidya sambil berlalu pergi.
Jesi tak membalas cibiran Lidya, dia memilih untuk melanjutkan tidurnya yang terganggu.
Lidya tersenyum. Sudah diperkirakan oleh Lidya, kalau Jesi pasti menolak ajakannya.
Bersambung..
Terima kasih sudah mampir😊
Silahkan tinggalkan jejak😉
Terus dukung karya author ya😆
Salam hangat dari author😁