
Setelah menunaikan ibadah shalat Isya para santri langsung menuju ke aula pesantren utk melihat acara akhir tahun serta acara menyambut bulan suci Ramadhan yg diadakan di pesantren ini.
Santri perempuan dan santri laki laki duduk secara terpisah. Santri laki laki duduk sebelah kiri sementara santri perempuan duduk disebelah kanan.
Pak Kiyai dan para ustadz ustadzah duduk dibarisan paling depan. Acara dimulai pada pukul 20.00 WIB yg dipandu oleh ustadzah Khadijah dan ustadzah Santi.
Acara pertama yaitu pembukaan bagian a dan b, acara ke2 sambutan, acara ke3 pengumuman pemenang perlombaan, acara ke4 kreasi santri baik itu dari pemenang lomba ataupun dari santri yg ingin menampilakan bakatnya, acara ke5 do'a dan acara ke6 tutup.
Acara sambutan diisi oleh Pak Kiyai Abiduk Sidik dan ustadz Afnan. Acara pengumuman pemenang perlombaan diserahkan oleh ustadz Afnan dan Kiyai Abdul Sidik.
Abighail dkk mendapat urutan tampil kedua setelah pemenang marawis tampil.
Saat akan tempil Abighail dkk sangat gugup, karna mereka baru pertama kali tampil dihadapan org banyak atau tampil dimuka umum.
" Aduhhh gimana ini aku gugup banget,," kata Azri sambil menampilkan muka khawatir nya.
" Iya nih aku juga gugup,," kata Sipa.
" Gimana ya caranya menghilangkan rasa gugup?" tanay Latipah.
" Aku juga gk tau Latipah,, kalo aku tau aku gk bakalan segugup ini sekarang,," kata Azri cemas.
" Abighail apa kau tdk gugup?" tanya Sipa pada Abighail.
" Iya Abighail sepertinya kau tdk gugup!" kata Latipah yg heran karena Abighail bersikap tenang seperti tdk gugup.
" Aku gugup kok kata siapa aku gk gugup,, cuma aku itu berusaha agar tdk gugup tapi hasilnya masih agak gugup" jwn Abighail.
" Gimana caranya Abighail,,? kasih tau donk,, kamu gk kasian apa lihat temen kamu yg gugupnya setengah mati ini,," kata Azri.
" Iya Abighail kasih tahu,," timpal Latipah.
" Kalo aku sedang gugup, aku selalu berusaha agar tdk gugup dgn cara menarik napas lewat hidung dan tahan selama beberapa detik lalu keluarkan lewat mulut secara perlahan. Aku lakukan itu secara berulangkali,," jwb Abighail.
" Oh,, aku coba ah,, " kata Azri. Azri, Sipa dan Latipah mengikuti langkah langkah yg dilakuakn Abighail ketika gugup. Mereka melakukannya 3 kali tarikan, tahanan dan buangan napas.
" Huhh,,, alhamdulillah,," kata Latipah.
" Alhamdulillah,, wah aku cukup gk gugup sekarang" kata Sipa.
" Iya aku juga tapi aku masih ada,," kata Azri.
" Nah kalo masih gugup kamu pejamin mata kamu dan sebut asma Allah setelah itu kamu buka mata kamj lagi dan perasaan kamu pasti akan berbeda. Atau juga kalian bisa ngebayangin saat kalian tampil, disekeliling kalian itu gk ada siapapun jadi kalian ngerasa enjoy dan bebas,, coba deh nanti kalian ikutin cara aku insyaaallah berkah,,, heheh,,," kata Abighail secara panjang lebar.
" Baiklah kami akan ciba cara kamu,," kata Azri.
" Hey sebentar lagi kita tampil,," kata Jihan girang.
" Benarkah?" tanya Abighail.
" Iya sebentar lagi marawis ini selesai,," kata Jihan.
" Ohh,," kata Abighail.
" Kalian siap?" tanya Abighail pada teman temannya.
" Iya insyaallah siap" jwb teman temannya.
" Sekarang sebelum tampil kita berdo'a dulu agar Allah memberi kita kemudahaan, berdo'a dlm hati mulai,,,, selesai" kata Abighail yg meyakinkan teman temannya.
" Sekarang marilah kita lihat penampilan dari pemenang lomba menakol dulag dan lomba tari islami,, berikan tepuk tangannya,,," kata ustadzah Khadijah.
" Yeyy,,, prok,,, prok,,, prokk,,," heboh para santri.
" Ayo Bismillah" kata Abighail pada teman temannya diakhiri dgn anggukan.
" Bismillahirrahmanirrahim,,, satu,, dua,, tiga" kata Abighail memberikan aba aba utk menakol bedugnya.
Abighail dkk mulai menakol bedug mereka sesuai dgn latihan.
" Hahhhπ±π±π±π±π±" ekspresi semua santri saat melihat Abighail dkk menakol bedug dgn semangat dan sangat bagus.
" Subhanallah,,, gk nyangka ya dari perempuan ada ulyg ikut lomba menakol bedug" kata santri santri perempuan ada juga yg iri thdp Abighail dkk.
" Wah liat ada santri perempuan yg ikut lomba menakol bedug!!" ucap salah seorg santri laki laki.
" Iya aku juga gk nyangka,, seumur umur aku baru liat perempuan yg menakol bedug" timpal teman santri itu.
Abighai dkknya serta Jihan dkknya tampil sangat bagus dan menawan. Tanpa disadari ustadz Afnan memperhatikan Abighail. Subhanallah cantik sekali Abighail, dibalik kenakalnnya ternyata ada kelebihan yg dimiliki oleh Abighail. Betapa beruntungnya pemuda yg kelak menjadi imam Abighail. Astagfirullah,,, kenapa aku memikirkan hal seperti itu,, astagfirullah,,,. Batin ustadz Afnan sambil mengelus ngelus dadanya.
Penampilan Abighail dkk pun selesai dan diakhiri dgn tepuk tangan meriah dan sorakan yg sangat ramai, seakan akan sedang ada kempanye. Abighail dkk turun dari panggung.
" Alhamdulillah,," ucap Abighail dkk setelah turun dari panggung sambil wajah senang dan puas.
" Huh akhirnya udah selesai,, dan sekarang kita gk perlu gugup lagi,, " kata Jihan.
" Iya kamu bener Jihan" kata Abighail.
" Oh iya tadi tuh kalia bagus banget loh,, kayam beda sama yg latihan tadi,," kata Intan pada Abighail dkk.
" Benarkah? apakah lebih jelek?" tanya Azri.
" Gk lah malah lebih bagus lagi,,π" kata Intan.
" Makasihya,, kalian juga tadi bagus banget narinya,, coba kalo aku yg nari mungkin udah kacau semuanya,, heheh,,," kata Azri dgn diakhiri oleh suara tertawanya.
" Aku pamit duluya,, aku mau samperin temen temen aku,, Asslamualaikum,," pamit Intan.
" Nah sekarang kita mau apa?" tanya Latipah.
" Gimana kalau kita duduk dikutsi penonton dan menonton santri yg akan tampil lainnya!" usul Abighail.
" Iya ayo,," kata Azri bersemangat.
Karna ada kursi kosong Abighail dkk duduk dibarisan ke4 dari depan.
Saat Abighail dkk sedang menonton pertunjukan santri yg sedang tampil ada yg memanggil Abighail.
" Mentari,,, mentari,,, Hey mentari,,, " kata orng itu siapa lagi kalau bukan Dimas, karna hanya Dimaslah org yg selalu memanggil Abighail dgn sebutan mentari.
Abighail merasa tdk asing dgn nama mentari itu jadi Abighail menoleh dan ternyata benar saja Dimas memanggil Abighail sambil tersenyum dan menaik turunkan alisnya pada Abighail. Abighail langsung berbalik dan mengucapkan istigfar berkali kali.
" Ada apa Abighail?" tanya Azri, Sipa dan Latipah yg heran melihat mengucap istigfar berulang kali.
" Lihatlah kebelakang,, " ucap Abighail.
Azri, Sipa dan Latipah melihat ke belakang. Azri dan Sipa saling pandang lalu mereka tertawa, sementara Latipah bingung melihat Azri dan Sipa tertawa.
" Ih,, udah ih,, jgn tertawa,," kata Abighail.
" Ya,, org lucu aja setelah sekian lama dia tdk ada kabar dan sekarang dia langsung memanggilmu tampa perantara,,, hahah" kata Azri sambil tertawa.
" Iya Abighail lucu banget,,," kata Sipa.
" Emang dia siapa?" tanay Latipah yg tdk mengerti.
" Latipah di itu namanya Dimas dan dia itu pengagum rahasianya Abighail,,, " kata Azri sambil melirik Abighail.
" Pengagum rahasia?" tanya Abighail.
" Iya pengagum rahasia" jelas Sipa.
" Oh aku mengerti,,, cie Abighail,,," ejek Latipah.
" Ih Latipah kamu jgn ikut ikutan donk,, " rengek Abighail.
" Hehehh iya,, iya,, maafya Abighail" kata Latipah sambil merayu Abighail.
" hehehh,,, maaf ya Abighail,,," kata Azri dan Sipa.
" Iya gk papa kok" kata Abighail.
" Tapi dia manggil terus tuh mentari,, eh maksudnya Abighail,, π " kata Azri.
" Udahlah biarin aja nanti juga dia cape sendiri,," kata Abighail acuh.
" Yaudah kalau itu mau kamu,," kata Azri.
Acara akhir semester berakhir pada jam 22.00 WIB . Setelah acara selesai Abighail dkk langsung masuk ke kamarnya, Azri, Sipa dan Latipah langsung tidur sementara Abighail menunaikan shalat sunnah istikharah. Setelah menyelesaikan shalat istikharah Abighail langsung tidur.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
# Assalamu'alaikum semua π
# Gimana kabar kalian semua? mudah mudahan kita selalu ada dlm perlindungan Allah SWT. Amin yaa rabbal 'alamin,,, π
" Kalau kalian suka novelnya Author kalian bisa Like, Komen, Vote, beri rate 5 bintang dan share ya,, π
# Selamat menjalankan ibadah puasa,,, π
# Sekian dari Author,, π
# Wassalamu'alaikum,,,π