USTADZ KU IMAM KU

USTADZ KU IMAM KU
Membolos



Abighail kembali ke pesantren dia menjalan hari harinya seperti biasanya. Satu satunya hal yg membuat Abighail merasa bosan adalah belajar disekolah.


Abighail tdk suka belajar di sekolah dia merasa bosan dgn pelajaran yg ada disekolah. Jika dipikir pikir Abighail lebih baik belajar kitab kuning, karna meskipun sulit tapi menyenangkan dan membuat dia berpikir dgn sangat keras. Tapi bukan berarti pelajaran di sekolah tdk membuat Abighail berpikir dgn keras.


Kadang Abighail dan teman temannya membolos dari sekolah. Tapi, Abighail dan teman temannya membolos dari sekolah mereka bukan utk main. Mereka memilih pergi ke kebun pesantren yg terletak di luar pesantren dan tempatnya lumayan jauh dari pesantren. Mereka kesana utk membatu bi Inah memetik sayuran yg akan di pasak di pesantren.


Abighail dan teman temannya selalu datang pada hari Kamis dan Minggu. Bik Inah selalu melarang mereka agar mereka tdk ikut bersamanya tapi mereka bersikeras ingin ikut juga. Bik Inah mau tdk mau membolehkan mereka utk ikut bersamanya.


Sampai mereka kls XI pun mereka masih sering membolos.


Hari Rabu


Abighail dan teman temannya sudah menunggu di depan dapur pesantren.


" Ih kok lama banget ya bik Inah,," ucap Azri.


" Iya ya,, lama banget sih,," tambah Azri.


" Mungkin bih Inah gk akan ke kebun hari ini,," ucap Abighail.


" Mungkin juga sih,," ucap Sipa.


" Gk mungkin,, dia pasti ke kebun hari ini,," ucap Azri.


" Emm,, temen temen,, mending kita ke sekolah aja yuk,, dari pada nanti ke kebun enggak ke sekolah enggak,, nanti kita rugi donk,," ucap Latipah.


" Kita tunggu dulu 5 menit lagi, kalo nanti setelah 5 menit bik Inah masih belum ada kita ke sekolah,,! Gimana setuju gk,,?" usul Abighail.


" Iya aku setuju,," jwb Azri dan Sipa.


" Latipah kamu kenapa? kamu gk setuju ya,,?" tanya Abighail.


" Enggk kok enggak,, cuma,,," Latipah tdk meneruskan perkataannya.


" Cuma apa?" tanya Azri.


" Aku takut kita ketahuan,," jwb Latipah.


" Kalo gk ada yg laporin kita gk bakalan ketahuan,, lagi pula kitakan bolos sekolah gk ngelakuin hal yg aneh aneh,, jadi tenang aja,," jwb Azri.


" Terus kalo ketahuan,,?" tanya Latipah lagi.


" Ya,, kita dihukum lah" jwb Sipa polos.


" Terus kalo kita dihukum gimana?" tanya Latipah yg agak khawatir.


" Kalo kita dihukum,, emm,,, kita dihukum bareng barenglah,, kan kita 4 sekawan,," ucap Abighail enteng.


" Kalian gk takut?" tanya Latipah.


" Buat apa takut,,? Kita kan cuma bantu bik Inah,," jwb Azri.


" Nanti gimana kalau bik Inah yg di salahkan?" tanya Latipah.


" Bik Inah gk akan disalahkan karna ini keinginan kita sendiri,, bukan atas dasar paksaan dari bik Inah,," ucap Abighail.


" Iya Latipah,, kamu tenang aja,, lagian nanti paling kita dipanggil sama ustadzah Santi" ucap Azri.


" Iya terus ustadzah Santi bilang,, ekhem hem,, kenapa kalian membolos sekolah? Kemana kalian saat tdk sekolah? Apa yg kalian lakukan selama membolos di


sekolah? Coba jelaskan pada ustadzah!. Paling ustadzah Santi nanya gitu,," ucap Azri sambil memperagakan cara bicara ustadzah Santi.


" Iya iya bener terus kita nanti menjawab,, maaf ustadzah kami membolos karna kami bosan dgn suasana sekolah ustadzah. Kami pergi ke kebun, kadang kami ke sawah ustadzah. Kami membantu bik Inah ustadzah." ucap Sipa yg mengikuti Azri.


" Iya,, terus dia memaafkan kita,, dan kita selamat deh,, yeyy" ucap Azri.


" Udah udah,, kalian ini,, gk baik tau ngeledek guru kaya gitu,," ucap Abighail.


" Ihh,, Abighail kita itu bukan ngeledek tau,, " ucap Sipa.


" Iya,, Abighail kita itu bukan ngeledek,, kita itu cuman ,, em,, memperagakan bagaimana ustadzah Santi bertanya pada kita itu doang kok,, iya kan Sipa,,?" ucap Azri.


" Iya bener" ucap Sipa membenarkan.


" Iya,, iya,, aku percaya,," ucap Abighail.


Di kebun


" Emm,, Latipah kamu pasti takut ketahuan ustadz Afnan kan?" tanya Abighail pada Latipah.


" Iya Abighail,, kok kamu tau sih ?" jwb Latipah.


" Iyalah aku tau kan aku bisa baca pikiran org!" jwb Abighail.


" Hahah,, kamu ada ada aja,," ucap Latipah sambil tertawa.


" Hahah,, kamu tenang aja,, kita gk bakalan ketahuan sama ustadz Afnan" ucap Abighail meyakinkan Latipah.


" Iya Abighail" ucap Latipah sambil tersenyum pada Latipah dan dibalas oleh Abighail.


Bersambung...


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


# Assalamu'alaikum semua,,πŸ™‹ πŸ™‹


# Gimana kabar reader semua? mudah mudahan kita selalu diberi kesehatan oleh Allah SWT,, Aamiin,,


# Maafya author baru bisa up πŸ™πŸ™ soalnya author lagi fokus sama ujian dulu,, 😊


# Jangan lupaya,, tolong Like, Komen, Share, Rate Bintang 5 dan Vote ya,,


# Terimakasih sudah mampir di novelnya author,,πŸ˜‰


# Wassalamu'alaikum,, πŸ™‹ πŸ™‹