USTADZ KU IMAM KU

USTADZ KU IMAM KU
CCTV



Happy Reading!😊


Ustadz Afnan bertanya pada resepsionis kantornya, namun hasilnya nihil. Ustadz Afnan mulai gusar, pikirannya mulai tidak terkendali, perasaannya mulai tambah khawatir. Apalagi mengingat Abighail sedang mengandung buah cintanya.


Ustadz Afnan berdiri di luar kantornya. Dia menelpon telpon rumahnya, siapa tau Abighail ada di rumah dan mengangkatnya. Tapi sayang, tidak ada yang mengangkat telpon darinya. Ustadz Afnan menelpon bu Susi, berharap istrinya bersama bu Susi.


"Assalamu'alaikum bu" ucap ustadz Afnan.


"Wa'alaikumsalam ustadza, ada apa?" jawab serta tanya bu Susi.


"Em,, bu saya mau bertanya, apakah istri saya sedang bersama ibu?" tanya ustadz Afnan.


"Istri ustadz? Maksudnya nak ustadzah?" bu Susi malah balik bertanya.


"Iya bu" jawab ustadz Afnan.


"O,, tidak ustadz" akhirnya bu Susi menjawab pertanyaan ustadz Afnan. "Tapi, bukannya nak ustadzah bilang dia mau ke kantor ustadz. Katanya mau nganterin makan siang" ucap bu Susi.


"Benarkah?" tanya ustadz Afnan mendapat sedikit pencerahan.


" Iya ustadz. Tadi saya bertemu dengan nak ustadzah sebelum dia berangkat" jawab bu Susi.


"Kapan itu bu?" tanya ustadz Afnan memastikan.


"Sekitar pukuk 12.30" jawab bu Susi.


"Baiklah terima kasih bu, Assalamu'alaikum" ucap ustadz Afnan menutup telponya.


"Iya ustadz, Wa'alaikumsalam" jawab bu Susi.


"Pukul 12.30? sekarang pukul 14.30. Seharusnya pukul 13.00 Abighail sudah ada di sini, tapi ke mana dia?" ustadz Afnan berbicara sendiri.


"Duh,, mai kamu di mana? Jangan bikin aku khawatir donk" gumam ustadz Afnan.


Ustadz Afnan melihat ke sana ke mari. Dari kejauhan tanpak sebuah benda tergeletak tak jauh dari tempatnya berdiri. Jaraknya sekitar 20 m. Ustadz Afnan mendekati benda tersebut. Rupanya benda itu rantang berwarna biru muda dan sebuah ponsel. Ustadz Afnan merasa tidak asing dengan kedua benda tersebut.


Diambilnya ponsel yang tergeletak itu. Ustadz Afnan membulak-balikan ponsel itu dan menyalakannya. Benar saja, dugaan ustadz Afnan tidak salah. ponsel itu milik Abighail, karna wallpaper ponsel itu foto ketika Abighail dan dirinya menikah. Ustadz Afnan mengedarkan pandangannya, berharap Abighail ada disekitar sana.


Ustadz Afnan khawatir, melihat ponsel yang jatuh dan rantang yang berserakan makanan.


"Mai,, mai,," ustadz Afnan memanggil Abighail untuk memastikan lagi.


"Mai,, mai,," panggil ustadz Afnan lagi.


"Nan" panggil ustadz Rizkybdari arah belakang.


Ustadz Afnan menolehkan kepalanya.


"Ketemu gak?" tanya ustadz Rizky.


"Gak Ky, tapi aku nemu ini. Ini milik Abighail Ky" jawab ustadz Afnan menunjukkan ponsel dan rantang.


"Lalu di mana dia?" tanya ustadz Rizky bingung.


"Aku juga gak tau Ky, aku nemu ini di jalan" jawab ustadz Afnan.


Melihat sahabatnya khawatir, ustadz Rizky memberikan ide dan dukungan.


"Udah, jangan berfikir yang macem-macem. Mending kita liat cctv aja" ucap ustadz Rizky.


"Cctv?" tanya ustadz Afnan.


"Emang ke sini bisa ke tangkep gambarnya?" tanya ustadz Afnan.


"Bisa donk. Orang aku yang nyetingnya" jawab ustadz Rizky.


"Yaudah ayo" setuju ustadz Afnan.


Ustadz Afnan dan ustadz Rizky mengecek cctv. Hasilnya lumayan memuaskan. Dari cctv tampak sebuah mobil berhenti dan keluarlah Abighail.


"Itu Abighail Ky" ucap ustadz Afnan.


"Iya, kita percepat ya" ucap ustadz Rizky.


Rekaman itu dipercepat 5 menit kemudian. Namun pada gambar hanya tersisa rantang dan ponsel yang jatuh.


"Lho,, mana Abighail nya?" gumam ustadz Rizky.


"Coba pundurin lagi" pinta Ustadz Afnan.


"Iya" balas ustadz Rizky.


Ustadz Rizky memundurkan rekaman pada 5 menit sebelumnya. Ya, seperti tadi. Abighail turun dari mobil sambil menenteng rantang. Dia merogoh ponselnya di dalam tas. Tak lama seseorang berpakaian hitam datang dari arah belakang dan membek*pnya. Abighail memberontak sampai ponsel dan rantangnya terjatuh. Abighail diser*t secara paks* oleh orang itu masuk ke dalam mobil. Dan akhirnya mobil itu melaju entah ke mana.


Ustadz Afnan dan ustadz Rizky syok setelah melihat rekaman cctv itu.


"Astaghfiirullah.." gumam ustadz Afnan. "Ky Abighail dicul*k?" tanya ustadz Afnan tidak percaya.


"Sabar Nan" ucap ustadz Rizky. "Sebaiknya kita laporkan pada polisi, supaya mereka segera mencari Abighail. Lagi pula, kita sudah punya bukti kalo Abighail di cul*k.


Ustadz Afnan menganggukkan kepalanya, menyetujui usul dari ustadz Rizky. Ustadz Rizky menyalin rekaman itu dan disimpan pada flas drive, untuk dijadikan bukti di kantor polisi. Setelah menyalin rekaman itu, ustadz Afnan dan ustadz Rizky segera berangkat ke kantor polisi bersama.


Bersambung..


Duh,, maaf semuanya🙏🏼 terjadi kekeliruan pada bab sebelumnya.


Pas author mau up, kemarin tahap reviewnya lama. Biasanya sementar sekitar 1-2 jam. Tapi pada bab yang kemarin, mungkin karna ada unsur kekerasan sedikit, jadi lama.


Sampai 1 malam author tinggal, eh pas paginya udah berhasil tapi gak bisa di baca.


Akhirnya author rubah lagi. Author tunggu deh tuh sampe agak siangan.


Pas author liat lagi kok belum berhasil. Memangkan batas review itu batasnya 3 hari. Tapikan bab kemarin itu lebih dari 500 kata. Dan biasanya kalo author up gak sampai 3 hari masa reviewnya.


Akhirnya author hapus deh tuh, tapi sebelumnya author udah di salin dulu. Author bikin bab baru. Dan alhamdulilah, bisa. Author kira yang sebelumnya gak bakalan ada. Eh,, ternyata ada. Tapi gak papalah🤭


Dah lah, sekian penjelasan author 😓


Dan ini adalah bab terakhir🙁


Heheh,, canda terakhir😅


Terima kasih sudah mampir😊


Maaf membuat para reader pusing🙂


Terus dukung author ya, supaya author makin semangat nih😉


Salam hangat semuanya😁