USTADZ KU IMAM KU

USTADZ KU IMAM KU
Selama di Rumah Abighail



Happy Reading ! 😊😊


Abighail bangun pukul 03.15 dia melaksanakan shalat sunnah yg biasa dia kerjakan di pesantren yaitu shala tahajud. Setelah selesai melakukan shalat tahajud, Abighail melanjutkannya dgn membaca ayat Suci Al-Qur'an.


Begitu juga dgn ustadz Afnan yg melakukan hal yg sama dgn Abighail di kamar yg berbeda ( iyalah masa di kamar yg sama,, kan mereka belum sah,, πŸ˜‚ heheh maaf author ilu nimrung).


Tiba waktunya shalat Subuh. Keluarga Abighail biasa melaksanakan shalat Subuh secara berjama'ah di mushola yg ada di rumah mereka.


Abighail mengetuk pintu kamar ustadz Afnan. Dia ingin mengajak ustadz Afnan utk shalat Subuh berjama'ah. Abighail sudah tahu ustadz Afnan pasti sudah bangun dari tidurnya.


Tok tok tok


Abighail mengetuk pintu kamar ustadz Afnan. Org yg ada di dlm pun keluar dari kamarnya. Org itu sudah berpakaian rapih, dgn baju koko nya, sarung nya dan peci yg ada di atas kepalanya membuat penampilannya sangat menawan.


" Assalamu'alaikum ustadz" ucap Abighail membuka suaranya.


" Wa'alaikumsalam,, ada apa Abighail?" pria itu dan diakhiri dgn pertanyaan.


" Em,, saya ingin mengajak ustadz utk shalat berjama'ah di mushola" jwb Abighail.


" Em,, baiklah ayo,, " ucap ustadz Afnan.


Abighail mengangguk dia hendak berjalan duluan menuju mushola, namun di cegah oleh ustadz Afnan.


" Abighail tunggu! " ujarnya.


Abighail berbalik dan bertanya " Iya ustadz ada apa?".


" Tunggu saya,, " jwbnya. Abighail mengerutkan dahinya tdk mengerti.


" Saya tdk tahu di mana letak musholanya,, " ucapnya menjawab pertanyaan Abighail dlm pikirannya.


" Oh,, " Abighail hanya ber Oh ria saja sambil menganggukkan kepalanya.


" Sebentar saya ambil sejadah dulu,," pintanya, karna dia melihat Abighail membawa sejadah di tangannya.


" Baik ustadz" setuju Abighail.


Taklama ustadz Afnan keluar dari kamarnya sambil membawa sejadah di tangannya. Abighail dan ustadz Afnan berjalan menuju mushola beriringan dgn Abighail yg berada di depan.


Awalnya Abighail mempersilahkan ustadz Afnan utk berjalan di depan namun ditolak oleh ustadz Afnan karna dia tdk tahu arah jalan nya. Jadi terpaksa Abighail berjalan di depan.


Saat sampai di mushola di sana sudah ada pak Adam dan kak Firman. Abighail dan ustadz Afnan mengucapkan salam seccara bersamaan.


"Assalamu'alaikum" salam ustadz Afnan dan Abighail.


Pak Adam dan kak Firman berbalik dan menjawab salam dari ustadz Afnan dan Abighail " Wa'alaikumsalam".


Ustadz Afnan berjalan menuju ke arah barisan pria dan Abighail berjalan ke barisan wanita. Tapi disana tdk terlihat ibunya Abighail dan kakak ipar nya.


Ustadz Afnan bersalaman dgn pak Adam dan kak Firman.


" Eh ustadz Afnan? Sejak kapan disini?" tanya kak Firman.


" Saya disini sejak tadi malam" jwbnya.


" Tadi malam?" Kak Firman mengerutkan dahinya. Dia hendak bertanya lagi namun di cegah oleh ayahnya.


" Udah Firman nanti aja herannya, sekarang udah waktunya shalat" cegah pak Adam.


" Iya yah,, " kak Firman menuruti perintah pak Adam. Ustadz Afnan hanya tersenyum.


" Ustadz silahkan " ucap pak Adam yg mempersilahkan ustadz Afnan menjadi imam shalat Subuh.


" Tdk pak silahkan bpk saja" tolak nya secara halus. Ustadz Afnan berfikir selagi ada yg lebih tua dan bacaan nya fasih kenapa harus yg muda, jadi dia memilih menjadi makmum.


" Baiklah" ucap pak Adam.


Shalat pun dimulai, setelah shalat mereka melanjutkannya dgn dzikir dan do'a bersama.


##


Sambil menunggu sarapan ustadz Afnan, pak Adam dan kak Firman meminum th bersama di ruang tv. Abighail menghampiri wanita paru baya yg sedang bergulat dgn peralatan dapurnya, wanita itu bernama 'Ainun dia adalah ibu nya Abighail.


" Assalamu'alaikum,, " sapa Abighail.


" Wa'alaikumsalam,, " jwb bu 'Ainun yg belum sadar dgn kehadiran Abighail.


" Boleh Abighail bantu?" tanya Abighail.


" Boleh sini nak,," balasnya nya yg masih belum sadar. " Eh,, Abighail,,?" wanita paru baya itu mulai sadar, dia berbalik menghadap Abighail " Abighail,,!" ujarnya yg senang bercampur kaget.


" Ibu,, " Abighail mencium tangan ibunya lalu memeluk tubuh wanita yg sangat dia cintai itu " Ibu,, Abighail kagen sama ibu,," ujar nya .


" Iya,, ibu juga sama,, " balasnya. " Tapi kapan kamu ke sini? Sama siapa kamu ke sini? Kenapa kamu ada di sini? Bukan nya belum waktunya pulang" wanita itu mulai menghujaninya dgn banyak pertanyaan.


" Ehh,, ibu sabar donk bu,, Abighail jwb satu satu pertanyaannya,," pinta nya.


" Heheh iya,, maaf. Habisnya ibu kaget sih tiba tiba kamu ada di sini,," ucap bu 'Ainun sambil terkekeh. " Yaudah ayo cepat jwb " lanjut nya.


" Iya bu, nah jadi,,, " cerita Abighail.


Skip


" Ohh jadi gitu ceritanya,, " ucap wanita paru baya itu sambil menganggu kan kepalanya.


" Oh iya bu Abighail lupa,, " ucap Abighail.


" Lupa apa nak?" tanya ibunya.


" Abighail kan mau nyuci bajunya ustadz Afnan yg kotor,, aduhh untung ingat" ucapnya menghentikan kegiatannya membantu ibu nya itu. " Ibu Abighail mau nyuci dulu ya bu,," pamit Abighail.


" Iya,, " izinnya.


" Silahkan ustadz,, diminum teh nya" ujar pak Adam mempersilahkan ustadz Afnan utk meminum teh yg telah di buatkan oleh bu 'Ainun tadi.


" Iya terimakasih pak,," balas nya.


" Nah jadi coba jelaskan kenapa ustad Afnan dan Abighail ada di sini,, dan kenapa kalian kesini sudah larut malam,,?" tanya kak Firman.


" Jadi begini saya dan Abighail,, " ustadz Afnan menjelaskan panjang lebar perihal Abighail dan dirinya yg datang kesini.


" Ohh seperti itu,, ayah kenapa gk ngasih tau Firman semalam? " tanya kak Firman pada pak Adam.


" Hehehh,, maaf soalnya ayah lupa,," balas pak Adam sambil tertawa.


Mereka mulai berbincang bincang. Pak Adam dan Firman sesekali bertanya mengenai masalah Agama dan dgn senang hati ustadz Afnan pun menjawab pertanyaa dari pak Adam dan kak Firman.


Abighail berjalan ke ruang tv, dia bermaksud menemui ustadz Afnan.


" Assalamu'alaikum" sapa Abighail pada ketiga pria yg sedang asik mengobrol.


" Wa'alaikumsalam" jwb ketiga pria itu secara bersamaan dan menghadap ke arah Abighail.


" Abighail,, ada apa nak,,?" tanya pak Adam pada putrinya.


" Em,, ayah Abighail mau bertanya pada ustadz Afnan,, " jwb putri pak Adam.


" Ada apa Abighail,,?" tanya ustadz Afnan.


" Emang kenapa Abighail?" tanya ustadz Afnan.


" Em,, soalnya saya mau mengambil baju kotor utk di cuci" jwb Abighail.


" Ohh,, di kamar tdk ada barang berharga,, tapi biar saya saja yg bawa,," ujarnya.


" Tdk ustadz biar saya saja,, ustadz silahkan lanjutkan saja,," tolak Abighail.


" Biar saya saja Abighail,, saya tdk mau merepotkan kamu lagi,, " ustadz Afnan juga sama menolak.


" Tdk ustadz,, ustadz tdk merepotkan saya kok,," kekeh Abighail.


" Tdk Abighail biar say,, " perkataan ustadz Afnan dipotong oleh pak Adam.


" Sudahlah nak Afnan,, eh maksudnya ustadz Afnan biar Abighail yg bawa saja,, lagian kan dgn ini dia bisa menjadi lebih bertanggung jawab,, " ucap pak Adam.


" Em,, baiklah pak,, " ustadz Afnan mengalah.


Abighail tersenyum dan dia berjalan menuju kamar ustadz Afnan. Setelah sampai di kamar ustadz Afnan dia melihat ke sekelilingnya ternyata ustadz Afnan sudah membereskan tempat tidurnya dan merapihkan alat shalat yg sudah dipakainya.


Abighail mengambil pakaian kotor milik ustadz Afnan dan membawanya ke kamar mandi, dia langsung mencucinya dgn menggunakan mesin cuci agar pekerjaan nya cepat selesai.


Setelah pakaian milik ustadz Afnan kering dia langsung menyetrikanya dan menyimpannya. Dia membali kembantu ibunya menyiapkan sarapan utk org yg ada di rumah.


Abighail memanggil pak Adam, kak Firman dan ustadz Afnan utk makan bersama. Kak Shela pu juga ikut makan serta Arsya dan Arsyi. Mereka terkejut karna melihat bibi nya sudah pulang begitupun dgn kak Shela.


Hanya ada dentingan sendok yg terdengar dari org org yg makan itu. Hanya saja,, ditambah dgn perkataan Arsya dan Arsyi yg membicarakan segala hal saat sedang makan. Tak kala mereka bertengkar lalu berbaikan lagi. Saat sedang makan kadang mereka saling menyuapi satu sama lain.


Setelah selesai sarapan Abighail memberikan pakaian milik ustadz Afnan yg sudah di cucinya.


Pukul 07.00 pagi Abighail dan ustadz Afnan bersiap utk pulang ke pesantren. Abighail berpamitan dgn ayah dan ibunya tak lupa Abighail berpamitan pada kak Firman dan kak Shela serta si kembar Arsya dan Arsyi.


Si kembar menangis saat bibinya yaitu Abighail akan pergi.


" Hiks,, hiks,, bibi kenapa mau ke pesantren lagi,,?" tangis Arsyi.


" Iya bi,, hiks,, bibi kan baru sebentar di sini,, masa udah ke pesantren aja,," timpal Arsya.


" Maaf ya sayang,, bibi harus kembali ke pesantren lagi,, nanti bibi pulang kok,, jangan nangis donk,,"ucal Abighail menenangkan Arsya dan Arsyi.


" Bibi harus kembali secepatnya ya,, " ucap Arsyi.


" Iya jangan lama lama bi,, " tambah Arsya.


" Iya sayang,, udah ya jangan nangis lagi,, " Abighail mengusap air mata dari pipi Arsya dan Arsyi lalu Abighail mencium pipi mereka.


Sesudah berpamitan Abighail dan ustadz Afnan melanjutka perjalanan mereka menuju pesantren.


" Em,, Abighail,, " panggil ustadz Afnan.


Abighail menoleh ke arah ustadz Afnan dan bertanya " Ya ustadz ada apa ?".


" Saya mau berterimakasih pada kamu,, " jwb ustadz Afnan.


" Berterimakasih? Utk apa ustadz? " Abighail balik bertanya.


" Utk apa yg kamu berikan pada saya selama di rumah kamu,, " jwb ustadz Afnan.


" Oh,, itu,, tdk ustadz harus nya saya yg berterimakasih pada ustadz,, karna ustadz sudah membantu menyelesaikan tugas saya,," ucap Abighail.


" Oh,, itu tdk masalah Abighail,, " ujar ustadz Afnan.


Perjalanan dilanjutkan dgn percakapan satu sama lain.


Bersambung...


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


# Assalamu'alaikum reader semua,, πŸ™‹πŸ™‹


# Gimana kabar kalian,,? Kalian harus sehat ya,, jangan sakit sakit,, πŸ˜‡


# Maaf ya,, kalau ada yg typo nulisnya,, πŸ˜‚


# Kalo kalian suka novelnya author,, kalian bisa Like πŸ‘πŸ‘, Komen πŸ’­πŸ’­, Share πŸ”ŠπŸ”Š, Rate Bintang 5 🌟🌟🌟🌟🌟 dan jangan lupa utk Vote πŸ‘†πŸ‘† ya,, supaya author lebih semangat nulisnya,, πŸ˜‚πŸ˜‚


# Oh iya kalau kalian mau, kalian bisa memberikan saran pada author tentang jalan cerita novel nya author,, silahkan kalian komen ya,, author akan terima secara terbuka,, πŸ˜‰πŸ˜‰


# Sekian dari author,, 😊😊


# Terimakasih sudah mampir,, ☺☺


# Wassalamu'alaikum,, πŸ™‹πŸ™‹