
Happy Reading,,! π
Abighail mulai terbiasa dengan keadaan rumah barunya yang sepi. Wajar saja sepi, karna belum ada anak-anak di rumahnya.
Disuatu malam.
Abighail dan ustadz Afnan baru saja selesai makan malam. kini mereka sedang bersantai di ruang keluarga sambil menonton tausiyah dari ustadz yang ada di tv. Abighail duduk di samping ustadz Afnan.
"Bib kamu tau gak, ternyata di komplek ini setiap minggu sering ada pengajian lho,," ucap Abighail.
"Benarkah,,?" tanya ustadz Afnan.
"Iya,, dan kamu tau gak, bu Hilda ngajak aku untuk ke pengajian besok,," jawab Abighail.
"Bagus donk kalo gitu,, kamu mau ke sana,,?" tanya ustadz Afnan.
"Mau lah,, tapi aku mau minta izin dulu sama kamu bib,, bolehkan aku ikut pengajian,,?" jawab Abighail dan dilanjutkan dengan pertanyaan.
"Boleh donk mai,, selagi kamu melakukan hal yang positif, aku pasti bakalan ngizinin dan ngedukung kamu,," jawab ustadz Afnan seraya tersenyum pada istrinya itu.
"Makasih ya bib,," ucap Abighail sambil memeluk suaminya itu.
"Iya,," balas ustadz Afnan.
"Oh iya bib aku lupa hadiah pemberian dari Hani, Salsa sama Sisi, belum aku buka,, kita buka ya sekarang,," ujar Abighail.
"Boleh,," jawab ustadz Afnan.
"Bentar aku ambil dulu hadianya,," ucap Abighail.
Abighail mengambil hadiah di kamarnya yang berada di lantai dua. Setelah itu Abighail turun sambil membawah 3 buah hadiah. Abighail kembali duduk di samping ustadz Afnan.
"Bib kita buka hadiah dari Sisi dulu ya,," usul Abighail.
"Iya,," setuju ustadz Afnan.
Abighail membuka hadiah dari Sisi. Hadiah dari sisi adalah peralatan makan untuk bayi. Abighail dan ustadz Afnan senang mendapatkan hadiah dari sisi.
Hadiah yang kedua adalah dari Salsa. Salsa memberikan pakaian bayi berwarna kuning bergambar pisang.
"Ih,, lucunya,," ucap Abighail sambil memegang pakaian bayi itu. Ustadz Afnan tersenyum melihat tingkah Abighail.
Yang terakhir adalah hadiah dari Hani. Abighail tertegun melihat hadiah dari Hani. Abighail terus memperhatikan hadiah dari Hani. Ustadz Afna tersenyum melihat hadiah yang dipegang Abighail dari Hani.
Ustadz Afnan yang melihat Abighail terus menundukkan kepalanya dan tidak berbicara apa apa lantai heran.
"Mai kamu kenapa,,?" tanya ustadz Afnan.
"Mai liat aku,," ucap ustadz Afnan mengangkat wajah Abighail. "Mai kamu kenapa,,?" kaget ustadz Afnan yang melihat Abighail sedang menangis. "Aku buat salah sama kamu,,? Aku minta maaf kalo aku buat salah sama kamu mai,," tanya ustadz Afnan khawatir.
Abighail menggelengkan kepalanya.
"Terus kenapa Kamu nangis,,? Kamu gak suka sama hadiahnya,,?" tanya ustadz Afnan.
Abighail menggelengkan kepalanya lagi.
Ustadz Afnan memeluk Abighail guna menenangkannya. Setelah Abighail cukup tenang ustadz Afnan melepaskan pelukannya.
"Ma af bib,," ucap Abighail dengan nada tersedu-sedu.
"Maaf kenapa,,?" tanya ustadz Afnan bingung.
"Maaf karna aku belum bisa menjadi istri yang baik,," jawab Abighail.
"Apa maksud kamu mai,,?" tanya ustadz Afnan tak mengerti.
"Aku belum bisa pake ini bib,," jawab Abighail sambil melihat ke arah hadiah yang diberikan oleh Hani. "Maaf bib,," tangis Abighail pecah lagi.
"Mai, mai dengerin aku,," ucap ustadz Afnan memegang kedua pipi Abighail. "Aku gak akan pernah nyuruh apalagi sampai maksa kamu pake itu mai,," ucap ustadz Afnan menenangkan Abighail.
"Benar,,?" tanya Abighail yang masih menangis.
"Iya,," jawab ustadz Afnan sambil tersenyum.
"Tapi bib,, siapa sih suami yang gak mau liat istrinya menutup aurat secara sempurna,,?" tanya Abighail di tengah tangisan nya.
"Hem,," ustadz Afnan menghembuskan nafas halus. "Mai aku juga tau semua suami pasti menginginkan hal itu,, tapi jika sang istri melakukannya dengan terpaksa, tidak akan berakhir baik mai,, tapi jika kamu melakukannya dengan ikhlas karna Allah ta'ala, semuanya akan berakhir baik dan dalam hati kamu tidak akan ada rasa menyesal mai,," jelas ustadz Afnan. "Paham,,?" tanya ustadz Afnan.
Abighail menganggukkan kepalanya.
"Udah ya,, kamu jangan nangis lagi,, kalo kamu nangis keliatannya jelek,," ucap ustadz Afnan sambil mengusap air mata guna menghibur Abighail.
Abighail menganggukkan kepalanya dan kembali tersenyum.
Apa kalian tau apa yang diberikan oleh Hani untuk Abighail,,?
Yang tau komen ya,, π
Bersambung..
#Terimakasih sudah mampir,, π
#Maaf upnya sedikit,, π