USTADZ KU IMAM KU

USTADZ KU IMAM KU
Arsya dan Arsyi Anak Pintar



Keluarga Ustadz Afnan mengobrol dgn keluarga Abighail. Sementara Abighail, Latipah, Arsya dan Arsyi main bersama.


Saat sedang bermain Marsel datang menghampiri Abighail dan yg lainnya. Marsel melihat ke arah Abighail dan setelah itu Marsel melihat ke arah Latipah, Latipah pun sama melihat ke arah Marsel. Tatapan mereka bertemu, Latipah langsung menundukan pandangannya.


" Assalamu'alaikum" sapa Marsel.


" Wa'alaikumsalam " jwb Abighail dan yg lainnya.


" Wah Arsya dan Arsyi punya temen baru ya,,?" tanya Marsel pada Arsya dan Arysi.


" Iya paman cantikan?" tanya Arsyi.


" Cantik,, kok bibi Abighail gk ngenalin paman sama temen barunya?" ucap Marsel.


" Oh iya kak Marsel kenalin ini temen aku dari pesantren namanya Latipah" ucap Abighail memperkenalkan Latipah pada Marsel.


" Hy Latipah aku Marsel" ucap Marsel sambil menjulurkan tangannga utk berjabatan tangan.


" Iya,, aya Latipah" jwb Altipah sambil menempatkan tangannya di depan dadanya.


" Oh iya maaf" ucap Marsel dan diangguki oleh Latipah.


Marsel terus memperhatikan Latipah. Latipah tdk menyadari bahwa dia sedang diperhatikan oleh Marsel.


Arsya dan Arsyi bermain kejar kejaran, Arsya mengejar dan Arsyi yg dikejar. Arsyi berlari ke arah ustadz Afnan, otomatis Arsya juga berlari ke arah ustadz Afnan karna mengejar Arsyi.


Saat berlari Arsyi tdk melihat ke depan dan akhirnya menabrak ustadz Afnan yg sedang memegang minuman berwarna (sirup).


Pakaian yg dipakai oleh ustadz Afnan basah terkena tumpahan air sirup, namun gelas yg dipegang ustadz Afnan tdk jatuh.


Arsya dan Arsyi berhenti berlari. Semua org melihat ke arah ustadz Afnan dan Arsyi. Ustadz Afnan terlihat cukup kaget, tapi Arsyi yg menabraknya terlihat sangat takut. Karna dia takut dimarahi oleh ustadz Afnan.


" Paman,, maafkan aku paman,, aku tdk sengaja,, 😭😭" ucap Arsyi sambil menangis.


" Iya paman tolong maafkan Arsyi dia tdk sengaja,,😭 😭" ucap Arysa membela Arsyi sambil menangis.


Ustadz Afnan tersenyum melihat tingkah si kembar Arysa dan arsyi yg meminta pengampunan darinya sambil memeluk kakinya.


" Heyy kalian kenapa menangis,,?" tanya ustadz Afnan sambil menunduk dan menghapus air mata Arsya dan Arsyi.


" Kami takut paman marah,, karna aku mengabrak paman dan membuat baju paman jadi kotor,,😭 😭" ucap Arsyi dan tangisnya pecah kembali.


" Udah udah jangan nangis lagi,, nati cantinya ilang loh,,!" hibur ustadz Afnan.


" Paman gk marah kan?" tanya Arsya dan Arsyi.


" Kenapa paman marah,,? paman gk bisa marah sama anak anak sepintar kalian,,!" jwb ustadz Afnan.


" Kami pintar? " tanya Arsya.


" Iya kalian itu pintar,," jwb ustadz Afnan.


" Emangnya kenapa paman?" tanya Arsyi yg masih menangis.


" Karena kalian langsung meminta maaf ketika kalian melakukan kesalahan,, dan itu adalah perbuatan yg sangat baik,," jwb ustadz Afnan sambil tersenyum pada Arsya dan Arsyi.


Org orang disekeliling mereka melihat dan mendengar percakapan antara ustadz Afnan dan si kembar Arsya dan Arsyi. Mereka terharu mendengar percakapan ustadz Afnan, Arsya dan Arsyi termasuk Abighail, Latipah, Marsel bahkan Pak Kiyai Abdul Sidik serta Umi.


Tak lama kemudian ibu Abighail dan Kak Shella keluar dari dapur dan melihat pakaian ustadz Afnan kotor serta ada Arsya dan Arsyi.


Mereka sudah menyangka bahwa yg membuat pakaian ustadz Afnan kotor adalah si kembar Arsya dan Arsyi. Ibu Abighail dan kak Shella langsung menghampiri ustadz Afnan.


" Astaghfirullah nak Afnan pakaian mu kotor" ucap ibu Abighail pada ustadz Afnan yg sedang berjongkok mengahap Arsya dan Arsyi.


" Emm,, tdk papa bi,, ini hanya terkena air sirup sedikit" jwb ustadz Afnan yg langsung berdiri setelah keberadaan ibu Abighail dan kak Shella.


" Ini pasti ulah kalian kan?" tanya kak Shella pada anak anaknya.


" Maaf ibu,, kami tdk sengaja,,!" ucap Arsya dan Arsyi pada ibunya.


" Kalian harus meminta maaf,," ucap kak Shella pada ke 2 anaknya.


" Sudah kak,, jangan marahi mereka,, mereka itu masih anak anak,, lagian pakaianku hanya sedikit kotor" ucap ustadz Afnan pada kak Shella.


" Maafkan aku ustadz Afnan karna aku tdk menjaga mereka dgn baik" pinta kak Shella.


" Tdk papa kak" jwb ustadz Afnan sambil tersenyum.


Para wanita yg ada di rumah Abighail langsung terpana melihat senyuman ustadz Afnan yg menawan termasuk Abighail.


" Nak sebaiknya kau berganti pakaian" usul ibu Abighail.


" Tapi bi aku tdk membawa pakaian ganti" ucap ustadz Afnan.


" Nak Afnan kamu pakai saja pakaian paman,, pasti pas kok di badan kamu,, kan badan kamu gk jauh beda sama paman,, heheh" ucap ayahnya Abighail sambil terkekeh.


" Baiklah paman jika paman memaksa,," jwb ustadz Afnan sambil tersenyum.


Ibu Abighail mengambil pakaian suaminya utk dipakai oleh ustadz Afnan. Para tamu sudah tdk memperhatikan ustadz Afnan lagi. Sementara Arsya dan Arsyi kembali bermain bersama Abighail dan Latipah.


Setelah kembali dari kamar, Ibu Abighail memberikan pakaian itu pada ustadz Afnan.


Ibu Abighail memanggil Abighail.


" Abighail,,! kesini sayang" panggil ibu Abighail.


" Sayang tolong kamu antar nak Afnan ke kamar kamu ya,,!" ucap ibu Abighail.


" Mau apa bu?" tanya Abighail heran.


" Nak Afnan akan mengganti bajunya,,!" jelas ibu Abighail.


" Oh,, " Abighail hanya ber Oh ria saja.


" Tunggu apalagi ayo antar nak Afnan" ucap ibunya Abighail.


" Maaf,, mari ustadz saya antar ke kamar saya" ucap Abighail sambil agak gugup.


" Iya,," jwb ustadz Afnan.


Abighail dan Ustadz Afnan berjalan ke arah kamar Abighail, Abighail jalan di depan dan ustadz Afnan di belakang.


Di depan kamar Abighail.


Abighail membukakan pintu utk ustadz Afnan.


" Emm,, silahkan ustadz,, ustadz bisa mengganti pakaian di dalam. Aku akan menunggu disini" ucap Abighail gugup.


" Iya,, terimakasih" ucap ustadz Afnan dan diangguki oleh Abighail.


Setelah menunggu beberapa saat ustadz Afnan keluar dari kamar Abighail sambil membawa pakaian milik ustadz Afnan yg terkena air sirup.


Abighail memperhatikan ustadz Afnan dari atas sampai bawah. Subhanallah betapa sempurna makhluk ciptaanmu ini Ya Allah,, dia terlihat tampan dgn pakaian itu,, Astaghfirullah,,, Astagfirullah,,, gumam Abighail di dalam hati.


" Ustadz berikan pakaiam kotormu,,!" pinta Abighail.


" Utk apa? " tanya ustadz Afnan.


" Emm,, nanti saya akan mencucinya ustadz,,," jwb Abighail.


" Tdk papa biar saya saja yg mencucinya" ucap ustadz Afnan.


" Tdk ustadz biar saya saja yg mencucinya,, lagi pula inikan karna keponakan saya,," ucap Abighail sambil menundukan kepalanya.


" Apa hubungannya dgn kejadian tadi,,? sudahlah biar saya saja yg mencucinya" ucap ustadz Afnan.


" Tdk ustadz saya memaksa,, biar saya saja" ucap Abighail kukuh dgn perkataannya.


" Hemm baiklah,, ini,," ucap ustadz Afnan mengalah karna dia tdk mau berdebat dgn muridnya itu.


" Terimakasih ustadz" ucap Abighail.


" Harusnya saya yg berterimakasih,, terimakasih" ucap ustadz Afnan yg diangguki oleh Abighail.


Bersambung...


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


# Assalamu'alaikum ,,,πŸ™‹πŸ™‹


# Maaf ya baru up,, ☺


# Gimana kabar kalian?


# Mudah mudahan kita selalu ada dalam perlindungan Allah SWT amin,, πŸ˜‡πŸ˜‡


# Tolong Like, Komen, Vote, Rate Bintang 5 dan Share ya,, 😁 😁


# Sekian dari author ,,😊


# Wassalamualaikum ,,, πŸ™‹ πŸ™‹