
Happy Rading,,! π
Rombongan peziarah dari pesantren sudah sampai di tempat pertama yaitu di Pamijahan Tasikmalaya.
Pertama mereka menuju penginapan utk beristirahat dan menyimpan barang barang serta menunaikan ibadah shalat Ashar.
Ba'da Ashar rombongan itu berangkat menuju tempat yg akan di datangi. Mereka mengunjungi setiap makam Waliyullah yg ada di sana.
Setiap akan berganti tempat di pintu masuk pengunjung mau tdk mau harus membasuh kaki, karna jika ingin masuk harus melewati air terlebih dahulu.
Makam yg pertama.
" Wah unik ada airnya segala,, " ujar Azri.
" Iya nih,, setelah melewati air ini kaki kita akan bersih,, " ucap Latipah.
" Ihh,,, dinginnya,, " ucap Abighail.
Abighail, Azri, Latipah dan Sipa trs berada di dlm air. akibathya menimbulkan kemacetan.
Para santri yg di belakang heran kenapa bisa terjadi kemacetan.
" Oy,, ukhti cepatlah maju,, dah lama kita nunggu,, " tegur salah satu santri dgn agk berteriak.
" Iya nih,, wuh,, dasar deso kalian ini,, " timpal santri lain.
" Kau bilang apa barusan,,? Hah,,? Kau bilang apa,,? Kami deso,,? " ucap Azri kesal dan agak berteriak.
" Iya,, kalian itu deso,," balas salah satu santri yg tadi meneriaki Abighail dan yg lainnya.
" Oh,, memang kau nih,, harus dikasih pelajaran,, " ucap Azri sambil hendak berjalan menuju ke santri tadi yg meneriakinya.
" Eh,, Azri,, udah gk usah dilayani,, ayo kita susul santriwati yg lain,, " cegah Sipa.
" Iya Zri,, lagian gk baik,, seorg wanita berteriak teriak di depan laki laki,, " ucap Latipah.
" Gk,, gk,, aku mau nyamperin dia dulu,, setelah kuberi dia pelajaran baru kita susul yg lain,, " tolak Azri.
" Udah Zri,, memang pantas dia menegur kita,, karna kita kan malah main air,, " cegah Latipah.
" Iya Zri,, memang kita deso kan,,?" tanya Latipah.
" Iya juga sih,, kita yg desonya,, " sadar Azri. " Ah tapi ini gk bisa dibiarin Ghail,, masa kita dikatain desok didepan santri yg lain,, " lanjut Azri.
Ustadz Afnan yg sudah berada di depan dan dia mendengar ada keributan dia lantas kembali ke belakang.
Saat dia kembali dia terkejut karna dia melihat muridnya sedang bertengkar.
" Astaghfirullah,, ada apa ini,,?" tanya ustadz Afnan.
" Itu ustadz,, mereka membuat kemacetan dgn bermain air,, " adu santri yg bertengkar dgn Azri.
" Benar kalian main air,,?" tanya ustadz Afnan.
" Em,, em,, " Abighail, Latipah dan Sipa bingung harus menjawab apa.
" Tdk kok ustadz kami tdk sedang bermain air,, " sangkal Azri.
Mendengar jawaban Azri, lantas membuat Abighail, Latipah dan sipa melihat kerahanya dan mengerutkan kening mereka. Karna mereka memang bermain air.
" Jika tdk bermain air, lalu kenapa kalian masih berdiri di sini,,?" tanya ustadz Afnan.
" Ustadz liat,, " ucal Azri memberi kode utk melihat ke arah kakinya.
Semua org pun melihat ke arah kaki Azri.
" Gelang kaki saya tersangkut di besi,, " ucal Azri. Memang di bawah air terdapat besi yg menjadi penghalang antara air dan tanah.
" Ayo bantu aku melepaskannya,, " ucap Azri.
" Ah iya,, " Abighail, Latipah dan Sipa berusaha melepaskan gelang kaki Azri. yg tersangkut.
" Maaf kan kami ustadz,, karna kami telah membuat keributan,, tapi apalah daya,, kami sudah memberitau mereka kalau gelang kaki ku tersangkut,, namun mereka tdk mendengarkan kami,, dan mereka malah menuduh kami bermain air,, sekali lagi maafkan kami ustadz,, " jelas Azri.
" Iya ustadz maafkan kami,, " timpal Abighail, Latipah dan Sipa.
" Yasudah cepat kalian susul yg lainnya,, " titah ustadz Afnan.
" Baik ustadz,, Assalamu'alaikum,, " ucap Abighail dan teman temannya.
" Wa'alaikumsalam,, " balas ustadz Afnan.
Saat pergi Azri memberikan senyuman kemenangan dan mengangkat kedua alisnya naik tutun pada santri yg bertengkar dgnnya.
" Ustadz kok dibiarkan begitu saja,,?" protes santri yg tadi.
" Iya ustadz,, kami tdk berbohong,, " timpal santri yg lain.
" Sudah tdk perlu dilanjutkan,, ayo cepat jalan,, " Titah ustadz Afnan.
" Hem,, baiklah,, " balas santri itu.
" Azri kok kamu berbohong sih,,?" tanya Sipa.
" Iya Zri,, gk baik tau,, " timpal Latipah.
" Berbohong apa nya,,? Tadi itu gelang kakiku memang tersangkut,, " jwb Azri.
" Iya,, kami tau itu,, tapi kenapa kamu berbohong kalau kamu sudah memberitahu gelang kakimu tersangkut pada santri itu,," jelas Abighail.
" Ya,, maaf,, aku gk mau kalau nanti kita dihukum saat sedang berziarah seperti ini,, " sesal Azri.
" Siap,, nanti aku bakalan minta maaf sama ustadz Afnan,," jwb Azri.
Makam kedua.
" Ish ada lagi yg kayak gini lah,, " ucap Sipa.
Makam ketiga.
" Ahh,, Eh ada lagi,, " ucap Latipah.
Makam keempat.
" Ah,, aku pusing trs melewati yg seperti ini,, " ucap Abighail.
" Udah ghail,, sabar aja,, mungkin ini adalah ciri khas dari tempat ini,, " ucap Latipah menenangkan Abighail.
" Sebelum menuju ke makam Waliyullah Safarwadi yaitu,, Kanjeng Syekh Abdul Muhyi,, Kita terlebih dahulu akan masuk ke gua safarwadi. Nanti di dlm akan dipandu oleh tim yg sudah tersedia,, " ucap ustadz Afnan memberi pengumuman di mulut goa. " Tolong berjalan dgn tertib dan jangan membuat keributan dlm bentuk apapun kalian paham,,?" tanya ustadz Afnan.
" Paham ustadz,, " jwb santri dan santriwati secara bersamaan.
" Wah,, ini pertama kalianya aku masuk goa,, " ucap Abighail.
" Iya aku juga pertama kali masuk goa,, " ucap Sipa.
" Kira kira di dlmnya ada apa ya,,?" tanya Azri penasaran.
" Nanti kita liat aja,, " ucap Latipah.
" Wah gelapnya,, " ujar Azri.
" Iya,, untung kita bawa senter,, " ucap Sipa.
Sebelumnya author minta maaf kalau ada salah dlm penuturan tempat di goa
Safarwadi.
Saat berada di Kopiah Haji.
" Ayo,, ayo,, kia coba,, siapa tau kepala kita muat,, " ajak Sipa.
" Iya ayo,, " ucap Latipah.
Mereka pun mencoba Kopiah Haji tersebut.
" Ih,, Alhamdulillah,, aku kepalaku muat lah,, " girang Abighail.
" Wah aku juga,, " ucap Latipah.
" Wah pilihanku juga tepat,, " ucap Sipa.
" Yah aku yg gk muat,, " ucap Azri sedih.
" Azri,, lututmu jangan menikuk,, " tegur Sipa.
" Iya,, coba berdiri tegak,, " usul Latipah.
Azri berdiri tegak dan,,
" Ah,, kepalaku muat,, yey,, " girang Azri.
Saat berada di lorong yg bisa tembus ke Mekah.
" Nah ini adalah lorong yg konon katanya menjadi pintu masuk langsung menuju ke Mekah,, " jelas salah satu tim pemandu.
" Wah benarkah,,? " tanya Sipa.
" Em,, apakah ini mirip dgn pintu kaemana saja milik doraemon,,?" tanya Azri.
Semua org yg ada di sana tertawa karna pertanyaan Azri.
" Tentu saja tdk dek,, itu beda lagi,, kalau pintu kemana saja milik dora emon itu hanya sebuah hayalan,, " jwb tim pemandu tersebut.
" Jadi lorong ini bukan hayalan,,? Tapi nyata,,? " tanya Azri dan diangguki oleh tim pemandu itu.
" Dari mana kakak tau,,? Emang kakak pernah mencoba kedalam nya,,?" tanya Azri.
" Saya tau dek,, karna kan saya tim pemandu,, tapi saya tdk tau kejadian yg pastinya kan saya belum lahir,, " jwb tim pemamdu itu.
Saat Azri hendak bertanya lagi, tiba tiba Azri dilarang oleh Abighail.
" Zri,, udah gk usah banyak tanya lagi,, malu tau,, " ucap Abighail karma sedari tadi selama Azri bertanya banyak pasang mata yg memperhatikan mereka.
" Yaudah iya,, iya,, " balas Azri.
Para rombongan itu berjalan sambil melantunkan Sholawat. Mereka menyusuri setiap bagian goa. Selama di dlm goa,, ada bagian yg udaranya sangat panas.
Saat keluar dari ujung goa para peziarah itu meraskan hawa yg dingindan sejuk.
Setelah mereka masuk ke dlm goa, sekarang mereka bertujuan utk berangkat ke makam Waliyullah Safarwadi yaitu,, Kanjeng Syekh Abdul Muhyi.
Mereka memanjatkan do'a dgn khusyuk.
Terimakasih sudah mampir,, π
Silahkan tinggalkan jejak,, π
Sampai bertemu di up selanjutnya,, π