USTADZ KU IMAM KU

USTADZ KU IMAM KU
Rujak



Happy Reading,,!😊


"Eh Azri, sekarang kamu sedang dekat dengan siapa,,?" tanya Abighail.


Seketika Azri menghentikan tawanya dan menatap Abighail. "Em,, entahlah,, aku tidak tahu,," jawab Azri yang tampak bingung saat menjawab.


"Kok tidak tahu sih,,?" heran Latipah.


"Em,, belum ada kepastian,," jawab Azri.


"Kepastian,,? Dari siapa,,?" tanya Abighail mulai kepo.


"Ya,, dari dianya lah,," kekeh Azri.


"Ih,, Azri aku itu serius,," geram Abighail.


"Aku juga serius Ghail,," ucap Azri.


Abighail mendengus kesal.


"Emang siapa laki-laki itu,,?" tanya Latipah.


"Em,, dia,," Azri ragu-ragu untuk menjawab.


"Siapa Zri,,?" tanya Latipah lagi.


"Dia,, ustadz Riz,," jawaban Azribterpotong oleh Abighail yang tiba-tiba mual.


"Uwok,, uwok,," Abighail merasa mual. Dia langsung berlari ke kamar mandi.


Abighail memuntahkan isi perutnya. Dia berjalan ke luar kamar mandi dengan langkah gontainya. Latipah dan Azri tampak khawatir dengan kondisi Abighail.


"Ghail kamu gak papa,,?" tanya Azri yang memijit tengkuk Abighail.


Abighail menggelengkan kepalanya.


"Aku telpon kak Afnan aja yah,, biar nanti ke RS,," ucap Latipah yang tak kalah khawatir.


"Nggak usah,, ini biasa kok,," tolak Abighail.


Abighail dituntun untuk duduk di sofa.


"Bener Abighail,,?" tanya Latipah menyakinkan.


"Iya,," balas Abighail yakin.


Ketiga wanita itu terdiam.


"Em,, kayaknya aku ingin makan sesuatu deh,," ujar Abighail sambil memikirkan apa yang ingin dia makan.


"Makan apa,,?" tanya Azri.


"Em,, rujak,," jawab Abighail antusias.


"Rujak,,?" tanya Latipah dan Azri bersamaan.


Abighail menganggukki pertanyaan Azri dan Latipah.


"Yaudah biar aku yang beli rujaknya ya,," usul Azri.


"Aku gak mau rujak yang di beli,," tolak Abighail.


"Tarus kamu mau rujak apa,,?" tanya Latipah bingung.


"Aku maunya rujak buatan kalian,," jawab Abighail sambil tersenyum lebar.


"Hah,,? Serius,,?" tanya Latipah.


"Iyalah masa aku becanda,," jawab Azri.


"Kenapa mau rujak buatan aku sama Latipah,,? Kenapa gak beli aja,,? Kan lebih praktis,," tanya Azri heran.


"Ya,, enggak tau, ini keinginan bayi nya,," jawab Abighail sambil mengelus perutnya.


"Huh,, bilang aja mau nyusahin kami,," ucap Azri mendengus kesal.


Abighail terkekeh mendengar ucapan Azri.


"Hm,, ayo,," jawab sambil berdiri.


Latilah dan Azri pergi ke dapur dengan dibuntuti oleh Abighail.


Abighail duduk memperhatikan aktivitas Azri dan Latipah yang akan membuatkan dia rujak.


"Azri kamu yang ikhlas donk buatin aku rujaknya,," ucap Abighail.


"Ini juga ikhlas Ghail,," jawab Azri.


"Kalo gak ikhlas, mending gak usah deh,," ujar Latipah.


"Eh aku ikhlas lho,, aku gak mau kalo calon keponakan aku ileran nanti, gara-gara bibinya gak mau buatin dia rujak,," jawab Azri.


"Hm,, iya,, iya,, makasih ya bibi,," ucap Abighail.


Setelah rujaknya selesai dibuat, Abighail, Azri dan Latipah memakannya sampai habis.


...****************...


Malampun tiba.


Abighail, Azri dan Latipah menyiapkan makan malam. Setelah semuanya siap, Abighail memanggil ustadz Afnan yang sedang memeriksa berkas-berkas di ruang baca.


"Bib,," panggil Abighail.


"Hm,," jawab ustadz Afnan.


"Makan yuk,," ajak Abighail.


"Iya sebentar,," ucap ustadz Afnan sambil terus memandangi layar laptopnya.


"Bib,," Abighail menggelayut manja di lengan ustadz Afnan.


"Iya,," jawab ustadz Afnan.


"Ayo makan,," paksa Abighail.


"Iya ayo,," ucap ustadz Afnan yang masih saja bergulat dengan laptopnya.


Abighail menutup laptop ustadz Afnan secara tiba-tiba.


"Kenapa ditutup mai,,?" protes ustadz Afnan.


"Ayo makan,, aku udah laper. Dari tadi anak kamu minta ditransper makanan bib,," rengek Abighail.


"Heheh,, yaudah ayo,, maafin aku ya mai,, maafin abi ya sayang,," kekeh ustadz Afnan sambil mengelus perut Abighail.


Abighail dan ustadz Afnan turun ke bawah.


"Kalian dari mana sih,,? Lama banget,," tanya Azri.


"Hus,, Azri,," tegur Latipah pada Azri.


"Eh, maksudnya Abighail,, ustadz Afnan dari mana aja,,? Kok baru turun,,? Kita udah nunggu dari tadi lho,," tanya Azri dengan ya,, bisa dibilang lebih sopan daripada yang tadi.


"Maaf Zri,, kami sedikit terlambat,," ucap Abighail.


"Iya gak papa,, ayo kita makan,," ajak Latipah.


"Alah,, bilang aja kalian udah iya iya,," dengus Azri.


"Azri udahlah,," Latipah mencoba menenangkan Azri.


"Azri tadi tuh kami terlambat karena ustadz Afnan mengerjakan sesuatu,," Abighail mencoba menjelaskan pada Azri.


"Iya Ghail,, aku tau kalian,," Azri tidak melanjutkan kata-katanya, karna dia melihat tatapan dari ustadz Afnan. "Em,, aku tau kalian pasti ada urusankan. Yaudah ayo kita makan aja,, ayo,," ajak Azri memutuskan topik yang dia mulai duluan.


Bersambung..


Terima kasih sudah mampir,,😁


Maaf upnya lama,,😊


Terus dukung author ya,,πŸ˜‰