USTADZ KU IMAM KU

USTADZ KU IMAM KU
Dua Garis Merah



Happy Reading,,! 😊


Setelah ustadz Rizky mengantar Azri pulang, ustadz Rizky segera melajukan mobilnya ke arah rumah ustadz Afnan.


Di rumah ustadz Afnan.


"Mai kamu makan dulu ya,, sedikit aja,," ucap ustadz Afnan pada Abighail.


"Enggak mau bib,, aku gak mau makan,," tolak Abighail. "Aku pusing,, aku mau tidur aja,," lanjut Abighail sambil berjalan menuju kamarnya.


"Mai,, makan dulu, mai,," panggil ustadz Afnan. Namun tak mendapat jawaban dari Abighail.


Ustadz Afnan memutuskan untuk membawa makanannya ke kamar agar Abighail dapat memakannya. Saat sampai kamar, ustadz Afnan melihat Abighail yang berbaring di atas tempat tidur.


"Mai,," ustadz Afnan mengguncangkan tubuh Abighail dan duduk di samping Abighail.


"Em,," gumam Abighail masih di atas tempat tidur.


"Makan dulu, sedikit,, aja,," pinta ustadz Afnan.


"Gak mau bib,," tolak Abighail lagi.


"Mai dari tadi kamu belum makan,, kamu juga dari tadi muntah terus,, pasti perut kamu kosong,, makan dulu yuk,," bujuk ustadz Afnan.


"Gak mau bib,, kamu aja yang makan,, kamu belum makan dari pulang kerja,," tolak Abighail lagi dan lagi.


"Kalo kamu gak mau makan,, aku juga gak mau makan,," ucap ustadz afnan.


Abighail mengubah posisi tubuhnya menjadi duduk dengan bersandar pada tempat tidur.


"Kamu kok gitu bib,,?" tanya Abighail.


"Ya,, terus aku harus gimana,,? Aku harus membiarkan istriku tidur dengan perut kosong,,? Sementara aku tidur dengan perut yang sudah terisi penuh,,? Aku gak mau kayak gitu mai,," jawab ustadz Afnan dengan jawaban bertanya.


"Ya,, bukan gitu maksud aku bib,, aku cuma gak mau makan karna aku gak berselera,, udah itu aja kok,," jawab Abighail dengan perasaan bersalahnya. "Kamu makan ya,,?" lanjut Abighail.


"Aku akan makan kalo kamu juga ikut makan,," jawab ustadz Afnan.


"Tapi bib,," perkataan Abighail dipotong oleh ustadz Afnan.


"Lihat, apa kamu gak kasian sama makanan yang aku bawa,,? Kalo kita gak makan makanan ini, makanan ini akan sedih mai,, kamu gak maukan kalo mereka sedih,,?" tanya ustadz Afnan. "Dan juga,, kalo kita gak makan makanan ini, mau dikemanain makanan ini,,? Kalo dibuang kan mubazir mai,, di luar sana ada banyak orang yang membutuhkan kerja keras untuk mendapatkan sesuap makanan. Satu lagi,, apa kamu gak mau makan makanan yang aku belikan dengan penuh kasih sayang,,?" jelas ustadz Afnan panjang lebar.


"Hem,," Abighail menghembuskan napas lembut. "Yaudah aku mau makan,," ucap Abighail.


"Alhamdulillah,," ucap syukur ustadz Afnan.


"Et,, tapi ada tapinya,," ujar Abighail.


"Tapinya apa,,?" tanya ustadz Afnan penasaran .


"Tapinya,, aku mau makan kalo kamu yang suapin aku,," jawab Abighail.


"Oh,, siap itu mah,," setuju ustadz Afnan dengan penuh semangat.


Ustadz Afnan sudah siap menyuapkan makanan ke mulut Abighail, namun Abighail menghentikannya.


"Bib tunggu,," cegah Abighail.


"Ada apa mai,,? Kamu belum baca do'a,,?" tanya ustadz Afnan bingung.


"Bukan,, aku udah baca do'a kok,," jawab Abigail.


"Terus apa,,?" tanya ustadz Afnan lagi.


"Aku mau,, kita makan sepiring berdua,," jawab Abighail.


"Kirain apa,," ucap ustadz Afnan lega. "Tapi mai,, kalo kita makan sepiring berdua,, nanti gimana kalo aku yang paling banyak makannya,,?" tanya ustadz Afnan.


"Gak papa,, pokoknya, aku mau makan sepiring berdua sama kamu,," jawab Abighail.


"Baiklah,, sesuai permintaan khumairah ku,," ucap ustadz Afnan.


Ustadz Afnan dan Abighail makan dari piring yang sama. Tak lama kemudian, mereka sudah selesai dengan aktivitas makannya.


"Mai aku simpen ini dulu ya, ke dapur,," pamit ustadz Afnan.


"Iya,," balas Abighail. "Eh bib,, kamu minta tolong ke siapa buat beliin tespek,,?" tanya Abighail menghentikan langkah ustadz Afnan.


"Aku minta tolong sama Rizky,," jawab ustadz Afnan.


"Maksudnya stadz Rizky,,?" tanya Abighail.


"Iya,," jawab ustadz Afnan.


"Apa ustadz Rizky bisa nemukan tespek,,?" tanya Abighail dalam hati. "Kok belum dateng juga sih,,?" tanya Abighail pada ustadz Afnan.


"Mungkin sebentar lagi,," jawab ustadz Afnan.


Tin,, tin,, suara mobil dari depan pagar rumah ustadz Afnan.


"Nah mungkin itu,," ucap ustadz Afnan. "Aku ke bawah dulu ya,, kamu di sini aja istirahat,, nanti aku bawain tespeknya ke sini,," ucap ustadz Afnan sambil membelai kepala Abighail dengan lembut.


"Iya bib,," balas Abighail.


Tin,, tin,, sura kelakson mobil ustadz Rizky yang mengganggu momen ustadz Afnan dan Abighail.


"Ish,, Rizky ini,, gak bisa sabar sebentar ya,," ucap ustadz Afnan sambil berjalan ke lantai bawah. Abighail tersenyum dengan perilaku ustadz Afnan yang menurutnya sangat lucu.


Tin,, tin,, ustadz Rizky terus memberi kode dengan menelan klaksonnya berkali-kali. Ustadz Afnan membukakan pagar agar mobil ustadz Rizky dapat memasuki rumahnya. Setelah itu dia menutup pagarnya kembali dan mempersilakan ustadz Rizky untuk masuk. Ustadz Rizky langsung mendudukkan tubuhnya di sopa guna memberikan rasa rileks.


"Ky kamu dapet gak tespeknya,,?" tanya ustadz Afnan saat ustadz Rizky baru saja duduk.


"Nan aku ini baru nyampe lho,, kamu tawarin aku minum ke,, apa ke,, bukan malah langsung tanya aja,," ucap ustadz Rizky.


Ustadz Afnan menuruti perkataan ustadz Rizky, dia membawakan air untuk ustadz Rizky.


"Nih,," ucap ustadz Afnan meletakan air minumnya di atas meja.


"Kok cuma air putih sih,,? Tolong donk,, kamu buatin aku kopi,, atau teh,, jus juga boleh,," protes ustadz Rizky.


"Ky,," ustadz Afnan memberi tatapan tajam pada ustadz Rizky.


"Heheh,, enggak,, bercanda kok,," ustadz Rizky bergidik dengan tatapan ustadz Afnan. "Nah,, ini,," ucap ustadz Rizky memberikan tespek pada sahabatnya itu.


Ustadz Afnan menerima tespek itu. "Ini yang namanya tespek,,?" tanya ustadz Afnan tak percaya.


"Iya,," jawab ustadz Rizky sambil meminum aur yang dibawakan oleh ustadz Afnan.


"Kok kecil gini sih,,?" tanya ustadz Afnan aneh.


"Ya,, gak tau,, emang udah dari sananya gitu,," jawab ustadz Rizky sambil mengangkat bahunya.


"Makasih ya Ky,," ucap ustadz Afnan.


"Iya,," jawab ustadz Rizky sambil menyalakan televisi.


"Ky aku ke atas dulu,," ucap ustadz Afnan.


"Iya,," balas ustadz Rizky.


Ustadz Afnan menaiki tangga. Baru beberapa anak tanggak yang dilalui nya, ustadz Afnan berhenti.


"Oh iya Ky,, di atas meja ada makanan,, kamu makan gih,," ucap ustadz Afnan.


"Makanan,,? Wah kebetulan sekali aku belum makan,, aku makan ya,," ucap ustadz Rizky girang.


"Iya,," balas ustadz Afnan. Kemudian dia melanjutkan langkahnya kembali.


Sementara ustadz Rizky memakan makanan yang ada di atas meja makan.


"Mai,," panggil ustadz Afnan pada Abighail yang sedang tiduran berbaring di atas tempat tidur.


"Iya bib,," jawab Abighail bangun dari posisinya.


"Gimana keadaan kamu,,?" tanya ustadz Afnan khawatir.


"Alhamdulillah bib,, aku udah membaik kok,, cuma,, sesekali sering mual aja,," jawab Abighail.


"Kita ke dokter aja yuk,," ajak ustadz Afnan.


"Gak usah bib,," tolak Abighail. "Oh iya bib,, mana tespeknya,,?" tanya Abighail.


"Ini,," ustadz Afnan menyerahkan tespek pada Abighail.


"Bib kamu tunggu dulu ya,," ucap Abighail sambil berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


Ustadz Afnan menganggukkan kepalanya dengan bingung.


Abighail dengan sabar menunggu hasil garis pada tespek itu. Hasilnya pun keluar, Abighail sangat gembira sampai dia meneteskan air mata. Kemudian dia keluar untuk memberi tahu suaminya ustadz Afnan.


Abighail keluar dari kamar mandi, dia melihat suaminya sedang duduk di tepi tempat tidur sambil menundukkan kepalanya. Abighail menghampiri dan menunjukkan hasil tespeknya pada ustadz Afnan. Ustadz Afnan melihat dan memegang tespek itu, dia membolak balikan tespek itu.


"Mai kamu kenapa,,? Kok kamu kaya yang abis nangis sih,,?" tanya ustadz Afnan.


"Lihat tespek itu,," ucap Abighail.


"Tespek ini kenapa,,? Kok ada dua garis merah,,? Apa tespeknya rusak,,?" tanya ustadz Afnan panik.


"Bukan bib,," jawab Abighail. "Kamu gak ngerti maksudnya apa,,?" tanya Abighail.


Ustadz Afnan menggelengkan kepalanya.


"Aku hamil bib,," ucap Abighail sambil tersenyum senang.


"Hamil,,?" tanya ustadz Afnan tak percaya dan mendapat anggukkan pasti dari Abighail.


Ustadz Afnan terharu dan tak menyangka. "Alhamdulillah,," ustadz Afnan langsung melakukan sujud syukur. Abighail dan ustadz Afnan saling berpelukan, mereka menangis bahagia. Sesekali ustadz Afnan mencium kening Abighail dan mengelus-ngelus perut Abighail.


Bersambung...


#Terima kasih sudah mapir,, 😊


#Maaf upnya lama,, ☺


#Silahkan tinggalkan jejak,, πŸ˜‰