USTADZ KU IMAM KU

USTADZ KU IMAM KU
Firasat Buruk



Happy Reading,,! 😊


###


2 hari kemudian Azri, Latipah dan Sipa berkunjung ke rumah Abighail di antar oleh ustadz Afnan.


Sesampainya mereka di kediaman Abighail mereka langsung memencet bel.


Ting,, tong,,


" Iya sebentar,, " ucap seseorang dari dlm rumah tersebut.


" Assalamu'alaikum,, " ucap ketiga wanita muda di depan pintu.


" Wa'alaikumsalam,, " jwb org yg membukakan pintu itu.


1,,


2,,


3,,


Ketiga wanita muda itu tersenyum pada org yg berada di hadapan mereka.


" Ah,, " ucap org itu kegirangan sambil memegang tangan ketiga wanita muda.


Org yg membukakan pintu adalah Abighail.


Mereka berloncat kecil sambil saling memegang. Setelah itu mereka berpelukan beberapa saat.


" Azri,, Latipah,, Sipa,, aduh aku kangeng banget,, " ucap Abighail senang.


" Kami juga kangeng kamu Abighail,, " ucap Azri.


" Kalian naik apa kesini,,?" tanya Abighail sambil celingak celinguk melihat ke luar gerbang.


" Kami ke sini nurutin saran dari kamu,,!" ucap Latipah.


" Maksudnya,,? Kalian ke sini dianterin sama ustadz Afnan,,?" tanya Abighail.


" Iyalah sama siapa lagi,,!" kekeh Latipah.


" Tapi mana ustadz Afnan nya,,?" tanya Abighail penasaran.


" Cie ada yg nyariin kak Afnan nih,, " goda Latipah.


" Apaan sih enggak lah,, aku tuh cuma nanya ustadz Afnan nya kemana,,? Udah gitu aja kok,,!" elak Abighail.


" Kak Afnan bilang dia masih ada urusan lain,, tadi dia minta maaf karna tdk bisa mampir,," jwb Latipah.


" Oh,, seperti itu,, " ucal Abighail.


" Iya,, seperti itu,, " balas ketiga wanita itu.


Mereka pun tertawa bersama.


" Abighail kamu kira kami pengantar paket apa,,? Yg disuruh nunggu di depan,, dan gk di persilakan masuk,,?" ujar Azri.


" Iya nih Abighail,, kaki aku tuh udah pegel berdiri trs,, " rajuk Sipa.


" Heheh maaf,, maaf,, aku lupa,, ayo silahkan masuk,,!" ajak Abighail sambil terkekeh.


" Nah kalian silahkan duduk,, " ucap Abighail.


Mereka menuruti arahan dari Abighail.


Tak lama bu 'Ainun datang menghampiri ke-empat wanita itu.


" Eh tante,,!" ucap Latipah sambil mengalami tangan bu 'Ainun. Azri dan Sipa mengikuti gerakan Latipah.


" Nak Latipah kan,,?" tanya bu 'Ainun sambil mengingat ngingat.


" Iya tante,," jwb Latipah seraya tersenyum.


" Bu,, mereka itu temennya Abighail yg waktu itu Abighail ceritain ke ibu,, " ucap Abighail.


" Oh,, yg itu,, " ujar bu 'Ainun.


" Iya tante kami ini teman temannya Abighail,,!" ucap Azri.


" Ih,, gk usah panggil tante,, panggil aja ibu,, sama kaya Abighail,, " ucap bu 'Ainun.


" Iya bu,, " ucap ketiga wanita itu.


" Azri, Latipah, Sipa sini tas kalian aku mau taruh di kamar,,!" pinta Abighai.


" Gk usah Abighail biar kami aja,," tolak Sipa.


" Biar aku aja,,!" tolak Abighail.


" Biar kami aja,, " tolak Azri.


" Udah biar Abighail aja,, kalian kan pasti capek habis perjalanan jauh ke sini,, " ucap bu 'Ainun.


" Baik bu,, " pasrah Azri, Sipa dan Latipah.


Abighail tersenyum kemenangan. Azri, Latipah dan Sipa memberikan tas mereka pada Abighail. Abighail manaruh tas milik teman temannya di kamar nya.


Azri, Sipa dan Latipah berbincang bincang dgn bu 'Ainun.


" Kalian mau minun apa,,?" tanya Abighail yg baru turun dari kamar nya.


" Biar ibu aja yg buatin minuman nya,," ucap bu 'Ainun.


" Biar Abighail aja bu,," tolak Abighail.


" Biar ibu aja,, lagian kasian temen temen kamu kalo kamu tinggal, mereka pasti mau berbicara dgn kamu,, " ucap bu 'Ainun.


" Hem,, baiklah,, " ucap Abighail mengalah.


" Maaf ya tadi aku tinggal,, " ucap Abighail sambil duduk.


" Iya gk papa kok,, " ucap Latipah.


" Abighail kau hanya berdua kah di rumah ini,,?" tanya Azri.


" Gk kok,, aku tinggal sama ayah,, ibu,, kak Shella,, kak Firman,, dan keponakan aku Arsya dan Arsyi,," jelas Abighail.


" Oo,, tapi kami tdk melihat mereka,,!" ucap Azri kembali.


" Ayah dan kak Firman sedang bekerja,, kak Shella dan si kembar sedang jalan jalan ke toko buku,,!" jwb Abighail.


" Kamu gk ikut jalan jalan,,?" tanya Sipa.


" Tadinya aku mau ikut,, namun aku mempunyai firasat bahwa kalia akan datang,, jadi aku gk ikut deh,, " jwb Abighail.


" Oo,, " ucap Azri, Sipa dan Latipah.


" Nah ini dia minuman nya,, ayo silahkan diminum,, " ucal bu 'Ainun.


" Iya bu,, terimakasih,, " ucap Azri, Sipa dan Latipah dan mendapat anggukan dari bu 'Ainun.


" Anggap saja rumah sendiri ya,, jangan sungkan,,!" ucap bu 'Ainun.


" Iya bu,, " ujar mereka bertiga.


" Abighail ibu ada janji dgn bu Lilis,, ibu pergu dulu ya,,!" ucal bu 'Ainun.


" Iya bu,," ucap Abighail.


" Anak anak,, maaf ibu tinggal dulu ya,,!" pamit bu 'Ainun.


" Iya bu,, " ucap mereka bertiga.


" Assalamu'alaikum,," pamit bu 'Ainun.


" Wa'alaikumsalam,, " jwb ke-empat wanuta itu.


Bu 'Ainun pun pergi.


" Abighail gk papa kan kami nginep,,?" tanya Azri.


" Gk papalah,, aku kan yg undang kalia nginep,," jwb Abighail.


" Gimana kalau ayah dan ibumu marah,,?" tanya Latipah.


" Mereka gk bakan marah,, malah mereka seneng,, karna aku ada temennya,," jwb Abighail.


Arsya dan Arsyi sangat senang karna ada teman teman Abighail.


Entah kenapa Sipa sangat berbeda saat bermain dgn Arsya dan Arsyi. Dia menjadi lebih perhatian, lebih waspada dan wajahnya lebih ceria.


Saat Sipa sedang asik bermain bersama Arsya dan arsyi, Abighail, Azri dan Latipah berbicara.


" Hey aku merasa ada yg beda pada Sipa,,?" ucap Abighail.


" Emang beda Ghail,, iya kan Latipah,,?" jwb Azri.


" Iya,, apalagi waktu di pesantren,, " jwb Latipah.


" Kamu inget gk satu thn terakhir ini Sipa setiap bulan selalu mendapat telpon, dan setelah mendapat telpon dia selalu keliatan senang,,!" ucap Azri.


" Iya,, iya,, aku inget,, " ujar Abighail.


" Dan kamu tau gk Abighail,, sebelum kita ke sini kita kan izin dulu sama orang tua kita,, nah Sipa juga minta izin,, namun setelah dia menelepon ke orang tuanya dia menelpon seseorang,, " ucap Latipah.


" Benarkah,,?" tanya Abighail.


" Iya,, dan aneh nya lagi,, saat dia teleponan dgn irg itu dia menyuruh kita keluar,, " jelas Azri.


" Wah ini sangat mencurigakan,, " gumam Abighail. " Kita harus tanya sama Sipa,," ucap Abighail seraya hendak berjalan menuju ke arah Sipa.


" Eh,, Abighail jangan sekarang,, nanti aja,, " cegah Latipah.


" Iya Abighail,," timpal Azri.


" Yaudah iya,, " ucap Abighail lemah.


###


Malam pun tiba. Azri, Sipa dan Latipah tidur bersama Abigail di kamarnya. Mereka tidur di atas kasur lantai, karna jika di atas tempat tidur milik Abighail tdk akan muat.


Mereka sudah melakukan rutinitas mereka sebelum tidur tapi, mereka belum tidur. Mereka berupaya utk tidur, namun mata mereka menolak utk ditidurkan.


Azri memberi kode pada Abigahil dan Latipah utk melihat ke arah Sipa. Sipa sedang menatap langit langit kamar Abigail sambil sesekali tersenyum.


Ketiga wanita yg memperhatikan Sipa sangat penasaran kenapa sipa senyum senyum sendiri.


" Sipa kenapa kamu senyum senyum sendiri,,?" tanya Abighail sambil memposisikan tubunya utk duduk.


" Iya Sipa kenapa,,? Ah atau jangan jangan kau lagi menghayal yg tdk tdk ya,,?" tanya Azri yg juga sama seperti Abighail.


" Ihh nggk kok,,!" jwb Sipa.


" Trs apa Sipa,,? Ah kau pasti sedang memikirkan laki laki ya,,?" tanya Latipah.


" Memikirkan laki laki yg udah sah kan gk papa,," gumam Sipa dan terdengar oleh teman temannya.


" Udah sah,,? Udah sah apanya Sipa,,?" tanya Abighail penasaran.


" Gk apa apa kok,,!" elak Sipa.


" Huh,, udah ya Sipa sekarang jangan ada rahasia rahasia apapun diantara kita,," ucap Latipah yg kesal.


" Rahasia apa,,?" Sipa pura pura gk tau.


" Rahasia apa,,? Dengerya,, setahun belakangan ini kamu bersikap beda. Setiap bulan kamu selalu mendapat telpon dari org. Setelah kamu menjawab telponnya kamu terlihat lebih senang dan ceria,, " jelas Abighail.


" Iya,, dan juga waktu kamu minta izin ke rumah Abighail, kamu nelpon seseorang dan kami tdk dibiarkan mendengar percakapan kalian,, " timpal Azri.


" Satu lagi,, saat kamu bermain dgn Arsya dan Arsyi. kamu terlihat berbeda, kamu terlihat seperti seorang ibu yg sedang bermain dgn anak anak nya" timpal Latipah juga.


" Sekarang jelaskan pada kami yg sebenarnya,,!" ucap Abighail.


" Iya,, kalau tdk kami akan marah pada kamu,,!" ucap Azri.


Kini Abighail, Azri dan Latipah mengeluarkan aura hitam dan memojokan Sipa agar mengatakan yg sebenarnya.


" Iyalah bagus,, ayo cepat,, " ucap Abighail.


" Tapi kalian jangan kaget ya,,!" peringat Sipa.


" Iya kami gk akan kaget,," jwb Latipah.


" Jadi sebenernya aku itu,, em,, udah nikah,, " jwb Sipa.


" APA,,!" kaget Abighail, Azri dan Latipah sedikit berteriak.


" Syut,, aku kan udah bilang kalian jangan kaget,,!" ucap Sipa.


" Gimana kami gk kaget coba,, kamu bilang kamu udah menikah,,?" tanya Abighail.


Sipa menganggukkan kepalanya.


" Jangan bohong ya Sipa,, " peringat Latipah.


" Aku mana berani bohong sama kalian,, " ucap Sipa.


" Gimana ceritanya coba Sip,, " ucap Azri yg tk habis pikir.


" Jadi gini ceritanya,, " Sipa mulai bercerita.


Flashback


Sipa masih duduk di bangku SMU kls 11.


" Ibu,, aku berangkat dulu ya,, " pamit Sipa.


" Iya sayang hati hati di jalan,, " nasihat ibu Sipa.


" Assalamu'alaikum,, " pamit Sipa sambil mencium tangan ibunya.


" Wa'alaikumsalam,, " jwb ibunya sambil mengelus ngelus kepala putrinya.


Setelah salam tangan Sipa tdk dilepaskan oleh ibunya.


" Bu,, lepasin tangan Sipa,, kan Sipa mau berangkat sekolah,, " ucap Sipa.


Tak ada respon dari ibunya, ibunya masih memegang tangan Sipa seperti sedang mencium nya.


" Bu,, " panggil Sipa.


Sipa melepaskan tangannya dari genggaman ibunya dan memegang tubuh ibunya agar menghad ke arahnya.


" Ibu kenapa nangis,,? Ibu,, kalau aku punya salah sama ibu, aku minta maaf,, " ucap Sipa.


" Nggk ko nak kamu gk punya salah sama ibu,, hanya saja entah kenapa ibu tdk ingin berpisah dgn kamu,, " ucap ibunya sambil menangis.


" Berpisah,,? Ibu,, aku gk akan pisah dari ibu,, dan juga gk ada yg bisa misahin kita,, " ucap Sipa.


" Ada nak yg bisa misahin kita,, Allah, dia bisa memisahkan kita dalah sekejap dgn kematian,, " jelas ibunya.


Deg,, entah kenapa hati Sipa menjadi tdk tenang.


" Ibu udah ibu jangan mikirin hal yg seperti itu,, meskipun itu benar tapi maut itu ada di tangan Allah,, jadi ibu gk boleh bicara gitu lagi,, ok,,!" ucap Sipa dgn derai air matanya.


Tin,, tin,,


" Sipa ayo,, kita udah terlambat,, " panggil ayah dari dlm mobil.


" Iya yah sebentar,, " ucal Sipa.


Ibu dan anak itu mengusap air mata mereka.


" Ibu aku pamit dulu ya,, Assalamu'alaikum,, " ucap Sipa sambil mencium tangan ibunya utk yg kedua kalinya.


" Iya,, Wa'alaikumsalam,, cepet puoang ya sayang,, kami ada kejutan utk kamu,, " balas ibunya.


" Iya bu,, siap,," kekeh Sipa.


Ibu Sipa memeluk Sipa dgb erat sebelum berangkat ke sekolah.


Sipa masuk ke dlm mobil, sebelum berangkat dia melambaikan tangan pada ibunya.


" Yah Sipa berangkat ya,, Assalamu'alaikum,, " pamit Sipa.


" Wa'alaikumsalam,, " jwb ayahnya Sipa. " Eh,, tunggu nak,," cegah ayah Sipa.


" Iya yah,,?" tanya Sipa bingung.


" Nanti kamu cepet pulang ya,, ayah dan ibu punya kejutan utk kamu,,!" jwb ayahnya.


" Kejutan,,? Kejutan apaan sih jadi penasaran,,? Tadi ibu bilang ada kejutan,, sekarang ayah yg bilang ada kejutan,, emangnya kejutan apa sih yah,, aku penasaran nih,,?" tanya Sipa.


" Kejutan kalo di kasih tau ya,, bukan kejutan lagi donk namanya,, " jwb ayahnya Sipa.


" Ih,, iya,, iya,, nanti aku cepet pulang,, " ucap Sipa mengalah.


Sipa melambaikan tangan pada ayahnya.


Setelah ayah nya pergi entah kenapa hati Sipa menjadi tdk tenang, dia seperti akan mendapat firasat buruk, tapi dia tdk tau apa itu.


Sepanjang di sekolah Sipa trs merasakan firasat itu dan dia trs teringat pada ayhdan ibunya. Apalagi setelah percakapan dgn ibunya sebelum ke sekolah tadi.


Sipa mencoba fokus pada pelajaran, namun dia tdk bisa fokus pikirannya trs berkecamuk.


Tok,, tok,, tok,,


Salah satu guru mengetuk pintu kls Sipa. Guru yg mengajar kls Sipa keluar utk berbicara dgn guru yg mengetuk pintu. Mereka berbicara dgn sangat serius, disana ada juga kepala sekolah dan salah satu wanita paruh baya.


Sipa tdk dpt melihat siapa wanita paruh baya yg sedang berbicara dgn para guru itu. Di akhir pertengahan dan di akhir pembicaraan para guru melihat ke arah Sipa. Disitu hati Sipa menjadi lebih tdk tenang.


" Sipa sini sebentar,, " panggil ibu guru yg sedang mengajar utk keluar.


" Iya bu ada apa,,?" tanya Sipa dgn senyum dan tanpa ada kecurigaan apapun.


Sipa melihat wanita paruh baya itu ternyata dia adalah tetangganya bu Warmin.


" Lhoh ibu warmin juga disini,,?" tanya Sipa.


Bu Warmin tersenyum getir.


Para guru dan bu Warmin menatap Sipa dgn penuh kesedihan.


" Ada apa ini bu,,? Pak,,? Kok menatap saya seperti itu,,?" tanya Sipa yg raut wajahnya berubah menjadi cemas.


" Begini Sipa,, ayah dan ibu kamu em,, mengalami kecelakaan,,!" jwb ibu Warmin.


Deg,, bagaikan petir menyambar seluruh tubuh Sipa.


" Gk,, gk mungkin bu,, ibu pasti bercanda kan,,?" tanya Sipa yg tdk percaya.


" Saya tdk sedang bercanda Sipa,, " jwb bu Warmin.


Para guru menganggukkan kepalanya menguatkan perkataan bu Warmin.


Sipa tertunduk lemas tak berdaya.


" AAA,, AYAH,, IBU,, KENAPA,, KENAPA,, KENAPA INI TERJADI,, " Sipa menangis histeris setelah menerima kenyataan itu.


" Sabar nak,, sabar,, ini sudah menjadi takdir,, " ucap bu Warmin. Guru guru yg lain juga ikut memberi semangat dan mencoba menenangkan Sipa.


Teman teman Sipa mendengar tangisan Sipa mereka segera melihat Sipa.


Sipa menghapus air mata nya berusaha menghentikan tangisan nya.


" Bu,, dimana mereka sekarang,,?" tanya Sipa.


" Mereka ada di RS " jwb bu Warmin


" Sekarang bagaimana kondisi mereka,,?" tanya Sipa lagi.


" Ayah kamu kritis tapi,, ibu kamu,, " bu Warmin menghentikan perkataan nya.


" Ibu kenapa bu,,? Ibu gk kenapa napa kan,,?" tanya Sipa.


" Ibu kamu sudah meninggal saat dibawa ke RS,, " jwb bu Warmin.


Tangis Sipa kembali pecah kinj tangisan nya lebih keras.


" Bu,, tolong antarkan saya ke RS bu,, " mohon Sipa.


" Iya ayo,, " jwb bu Warmin.


" Biar saya antar menggunakan mobil,, " usul pak kepsek.


" Iya ayo pak,," ujar Sipa.


Bersambung...


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


# Assalamu'alaikum reader semua,, πŸ™‹πŸ™‹


# Gimana kabar kalian,,? Kalian harus sehat ya,, jangan sakit sakit,, πŸ˜‡


# Maaf ya,, kalau ada yg typo nulisnya,, πŸ˜‚


# Maaf ya,, author selalu telat up nya,, πŸ™


# Author lagi nyapin novel ke-2 author,, 😁


# Author akan informasikan novel ke-2 author di instagram,, πŸ˜†


# Terus dukung author ya,, ☺


# Sekian dari author,,πŸ˜†


# Salam hangat dari author,, πŸ˜‰


# Wassalamu'alaikum,, πŸ™‹