USTADZ KU IMAM KU

USTADZ KU IMAM KU
Kram



Happy Reading,,! 😊


"Jangan kejar dia,," cegah Abighail.


"Kenapa Ghail,,? Kenapa aku gak boleh ngejar dia,,? Padahal kita tau kalo dia menabrak kamu dengan sengaja. Gimana kalo terjadi sesuatu sama kandungan kamu,,? Untung aku langsung menahan kamu. Aku gak mau terjadi apa-apa sama kamu dan calon keponakan aku,," papar Latipah. "Dia lagi,, dia yang salah,, dia yang ngegas,, dia yang nyolot,," ucap Latipah bagaikan singa yang sedang mengaung-ngaung.


"Istighfar Latipah,, istighfar,," ucap Abighail yang menenangkan Latipah.


"Astaghfirullah,, Astaghfirullah,," gumam Latipah.


"Udah kita kembali aja,," ajak Abighail pada Latipah.


"Heem,," Latipah menganggukkan kepalanya.


Emosi Latipah semakin lama semakin mereda.


"Siapa sih dia,,? Kaya kenal, kamu kenal Abighail,,?" tanya Latipah.


Abighail menganggukkan mepalanya.


"Siapa dia,,?" tanya Latipah penasaran.


"Dia Lidya,," jawab Abighail.


"Lidya,,?" Latipah mengingat-ngingat kembali orang yang bernama Lidya. "Setahu aku, orang yang bernama Lidya itu, orang yang dulu pernah ada masalah sama kamu. Apa benar yang itu orangnya,,?" tanya Latipah menebak-nebak.


"Iya" jawab Abighail dengan lirih.


"Apa,,!" kaget Latipah. "Atau jangan-jangan dia sengaja ngelakuin itu ke kamu Ghail. Jangan-jangan dia masih punya niatan sama kayak dulu,," ucap Latipah yang menyatakan kecurigaannya.


"Udah jangan su'udzon,, gak baik tau. Mungkin dia tadi emang gak sengaja Latipah,," tegur Abighail secara halus.


"Gak mungkin Ghail,, orang aku luat sendiri, dia nabrak kamu dengan sengaja. Padahal di pinggir masih ada ruang untuk berjalan. Ini gak bisa dibiarin nih,, aku mesti laporkan dia,," ucap Latipah sambil menambah kecepatan jalannya.


"Jangan Latipah,, jangan,, tunggu,," Abighail berlari untuk mengejar Latipah yang cukup cepat. "Aduh,, aa,," Abighail mengaduh merasakan sakit dibagian perutnya.


Latipah yang mendengat Abighail mengaduh, dia membalikan badannya dan langsung kembali ke belakang menuju posisi Abighail.Abighail diam di tempatnya sambil memegang perutnya dan merasakan sakit di bagian yang dia pegang.


"Abighail,," ujar Latipah memegang badan Abighail yang hampir duduk. "Kamu kenapa,,?" tanyanya khawatir.


"Perut aku sakit,, " jawab Abighail sambil menahan sakitnya.


"Apa,,? Kenapa,,? Em,, ayo kita duduk dulu,," ucap Latipah dengan gelagapan karena gugup dan bingung harus berbuat apa.


Abighail dituntun untuk duduk dibangku yang ada di sana. Abighail mencoba mengatur nafasnya secara perlahan. Latipah bingung harus berbuat apa. Dia menengokan kepalanya ke sana ke mari untuk meminta bantuan. Tapi tak ada satupun yang lewat, maklumlah di sana tempatnya agak sepi.


"Duh,, Abighail kamu kenapa,,? Jangan buat aku panik donk,," ucap Latipah sambil mengusap bahu Abighail.


"Stst,," Abighail merintih menahan sakit.


"Hm,," Latipah frustasi karna dari tadi tak ada satupun orang yang lewat. Latipah ingin meminta bantuan, tapi dua takut terjadi apa-apa jika dia meninggalkan Abighail sendirian.


"Hani,, Salsa,, Sisi,," panggil Latipah dengan berteriak.


"Hani,, Salsa,, Sisi,," panggilnya sama.


Ketiga santriwati itu yang mendapat panggilan meskipun hamar-hamar mencoba menemukan sumber suara itu. Saat ditatapnya seseorang yang melambaikan tangannya pada mereka.


"Eh,, eh,, eh,, liatdeh, bukannya itu ustadzah Latipah ya,," ucap Sisi.


"Iya,, itu ustadzah Latipah,," jawab Salsa.


"Tapikok dia melambai-lambaikan tangannya sih,,?" tabya Hani heran.


"Mungkin dia menyuruh kita ke sana,," jawab Salsa.


"Yaudah kita ke sana yuk,," ajak Hani.


"Ayo,," jawab Salsa dan Sisi.


Mereka berjalan menuju Latipah dan Abighail. Latipah tersenyum melihat orang yang dipanggilnya merespon.


"Cepat,," teriaknya Lagi.


"Hey,, cepat, cepat,, kayaknya ustadzah Latipah butuh bantuan,," ucap Sisi di sela-sela langkahnya.


"Eh itukan ustadzah Abighail,," ujar Hani.


Mereka melihat Abighail memegang perutnya, seperti sedang menahan sakit. Merekapun menambah kecepatan mereka menjadi berlari.


"Ada apa ustadzah,,?" tanya Hani, Salsa dan Sisi ngosngosan.


"Ustadzah Abigahil kenapa,,?" tanya Hani khawatir.


"Tolong kalian panggil ustadz Afnan, suruh dia ke sini,," pinta Latipah dengan wajah yang khawatir.


"Tapi kenapa dengan ustadzah Abighail,,?" tanya Sisi panik.


"Nanti ustadzah jelasin, sekarang kalian pergi panggil ustadz Afnan,, cepat,," pinta Latipah.


"I-iya ustadzah,," Hani, Salsa dan Sisipun pergi mencari ustadz Afnan.


"Abighail sabar ya,," ucap Latipah sambil terus mengusap bahu Abighail.


Tak ada jawaban dari Abighail, yang terdengar hanya suara rintihan-rintihan kecil.


Bersambung..


Terima kasih sudah mampir,, 😊


Jangan lupa tinggalkan jejak,, πŸ˜†