USTADZ KU IMAM KU

USTADZ KU IMAM KU
Aku Bosan Menunggu



Happy Reading,,! 😊


Saat Abighail pulang ke rumah sebenarnya ustadz Afnan ingin sekali bertemu dgn Abighail. Namun ustadz Afnan hanya bisa belihatnya dari balik jendela di kamarnya.


" Maaf Abighail,, " gumam ustadz Afnan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Abighail dan keluarga nya baru saja selesai melaksanakan makan malam bersama. Kini mereka sedang berkumpul di ruang keluarga sambil menonton tv.


" Abighail,, pernikahan kamu akan dilangsungkan 2 minggu lagi,, " ujar bu 'Ainun.


" Apa,,!" kaget Abighail.


" Kenapa,,? Kamu keberatan,,?" tanya pak Adam.


" Em,, begini akukan baru saja pulang ke rumah,, masa aku udah mau pergi lagi,, " jwb Abighail.


" Lalu kamu maunya kapan,,?" tanya kak Firman.


" Em,, kira kira 6 bulan,, " jwb Abighail.


" Itu rerlalu lama sayang,, " jwb pak Adam.


" Iya benar,, pekerjaan yg baik sebaiknya jangan ditunda terlalu lama,, " timpal bu 'Ainun.


" Lebih cepat lebih baik dek,, " ucap kak Firman.


" Lebih cepat lebih baik,, menurut kalian baik,, tapi aku tdk,, " gerutu pelan Abighail.


" Kamu bilang apa,,?" tanya pak Adam.


" Eh,, nggak kok,, gimana kalau 5 bulan,,?" tanya Abighail.


" Masih lama,, " jwb bu 'Ainun.


" 4 bulan,,?" tanya Abighail lagi.


" Masih lama,, " jwb pak Adam.


" 3 bulan,,?" tanya Abighail lagi dan lagi.


" Masih lama dek,, " jwb kak Firman.


" 2 bulan,,?" tanya Abighail lagi, lagi dan lagi.


" Sayang itu juga masih lama,," jwb bu 'Ainun.


" Kalo gitu 1 bulan,," ucap Abighail.


" 3 minggu,, " ucap pak Adam.


" Lhoh,, kok 3 minggu sih,,?" tanya Abighail tak terima.


" Yasudah pilihannya hanya ada 2 yaitu, mau 2 minggu atau 3 minggu,, " ucap bu 'Ainun.


" 1 bulan aja,, " ucap Abighail yg mencoba bernegosiasi lagi.


" 2 minggu atau 3 minggu,,?" tanya bu 'Ainun.


" 1 bulan,, " kekeh Abighail.


" Baiklah,, kalo begitu 2 minggu,, " ucap bu 'Ainun.


" Ih,, baiklah,, 3 minggu,, " ucap Abighail yg merajuk.


Abighail pun langsung pergi ke kamar nya tanpa mengatakan sepatah kata pun.


Pak Adam, bu 'Ainun dan kak Firman melihat kepergian Abighail.


" Biarin aja bu,, wajarlah,, dia bersikap seperti itu,, " ucap pak Adam pada bu 'Ainun sambil memegang tangannya. Bu 'Ainun pun tersenyum pada pak Adam.


2 minggu kemudian.


" Abighail hari ini kamu akan fitting baju pengantin ya,," ucap bu 'Ainun.


" Kok hari ini sih bu,,?" tanya Abighail.


" Kamu lupa kemarin ibu udah kasih tau kamu,, " jwb bu 'Ainun.


" Oh,, iya,, Abighail lupa,, " cengir Abighail. " Yaudah Abighail siap siap dulu ya bu,, " lanjutnya.


" Iya,, " jwb bu 'Ainun.


" Eh,, bu aku kesananya sama siapa,,?" tanya Abighail.


" Sendiri,, " jwb hu 'Ainun.


" Lhoh kok sendiri sih,,? Sama ibu aja,, " ucap Abighail.


" Gk bisa ibu harus ngurusin persiapan yg lain,, " jwb bu 'Ainun.


" Em,, kalo gitu sama kak Shella aja,, " ucap Abighail.


" Gk bisa dek,, kakak kan harus jaga Arsya dan Arsyi juga bantuin ibu,, " jwb kak Shella.


" Hah,, " Abighail menghembuskan nafas panjang. " Ah gimana kalau Arsya dan Arsyi ikut dgn ku,,?" tanya Abighail.


" Gk boleh,, nantinya kamu malah jagain Arsya dan Arsyi bukannya milih baju,, " tolak kak Shella.


" Gk bakalan kak,, Arsya dan Arsyi kan anak yg baik,, mereka gk bakalan ngerepotin aku kok,, " ucap Abighail.


" Gk boleh,, " tolak kak Shella.


" Gini aja,, aku bakalan tanya sama Arsya dan Arsyi mereka mau atau tdk ikut dgn ku,, kalau mereka tdk mau ya sudah gk papa,, tapi kalau mereka mau kak Shella gk boleh ngelarang mereka,, " usul Abighail.


" Yaudah sana,, " ucap kak Shella.


Abighail menghampiri Arsya dan Arsyi yg sedang bermain.


" Assalamu'alaikum,, " ucap Abighail pada Arsya dan Arsyi.


" Wa'alaikumsalam,, bibi ayo sini main,, " jwb Arsya dan Arsyi.


Abighail duduk bersama Arsya dan Arsyi.


" Em,, Arsya Arsyi bibi mau tanya boleh,,?" tanya Abighail.


" Tanya apa bi,,?" tanya Arsyi.


" Em,, kalian mau gk ikut sama bibi,,?" tanya Abighail.


" Ikut kemana bi,,?" ucap Arsya yg balik bertanya.


" Ikut fitting baju bibi,, " jwb Abighail.


" Wah,, mau,, mau,, bi,, " jwb Arsya dan Arsyi senang.


" Beneran kalian mau ikut sama bibi,,?" tajya Abighail memastikan.


" Iya bi,, kami mau,, " jwb Arsya dan Arsyi dgn wajah yg bersinar.


" Yaudah kalian tunggu ya,, bibi mau siap siap dulu,, " ucap Abighail.


" Iya bi,, kami tunggu tapi jangan lama lama ya bi,, " ucap Arsyi.


" Ok,, " balas Abighail membentuk hurup O dgn jarinya.


Abighail kembali ke tempat dimana kakak iparnya dan ibunya berada.


" Kakak,, Arsya dan Arsyi udah setuju,, mereka mau ikut dgn aku,, " ucap Abighail menang.


" Benarkah,,?" tanya kak Shella.


" Iya donk kak,, masa mereka gk mau nemenin bibi kesayangan mereka pergi,, " jwb Abighail.


" Yaudah kakak titip mereka ya,, " ucap kak Shella.


" Siap kak,, tenang aja,, " balas Abighail.


Abighail pun pergi ke kamarnya utk bersiap siap.


" Bu,, Abighail sangat bersemangat ya,, menjalani pernikahan ini,, " ucap kak Shella


" Iya,, " balas bu 'Ainun.


" Padahal kata ibu waktu Abighail diberitahu ada yg melamarnya dia tdk terima,, namun sekarang dia terlihat sangat bahagia,, " ucap kak Shella.


" Dia tdk bahagia dgn pernikahan ini,, " ucap bu 'Ainun.


" Maksud ibu apa,,?" tanya kak Shella bingung.


" Dia hanya pura pura bahagia,, dia tdk ingin kita melihat dirinya bersedih karna dia tdk menginginkan pernikahan ini,," jwb bu 'Ainun.


" Jadi seperti itu,, " gumam kak Shella.


Abighail mendengarkan percakapan mereka di balik dinding.


Kalo kalian tahu aku tdk bahagia,, kenapa kalian masih melanjutkan pernikahan ini,,? Ya,, memang benar aku tdk bisa memperlihatkan kesedihan ku pada kalian. Tapi,, setidaknya aku bisa melihat bahagia dgn pernikahan ini,, gumam Abighail dlm hati.


Hampir saja Abighail meneteskan air mata nya. Tapi dia buru buru mengusap nya.


Abighail mengubah ekspresi nya yg tandinya bersedih menjadi gembira.


" Bu,, kak,, aku pamit ya,, " ucap Abighail berjalan masuk.


Bu 'Ainun dan kak Shella tampak terkejut melihat Abighail yg tiba tiba muncul.


" Abighail,, sejak kapan kamu disini,,?" tanya kak Shella gugup.


" Em,, baru saja,, " jwb Abighail.


" Kamu dengar apa,,?" tanya kak Shella.


" Aku dengar banyak hal kak,, " jwb Abighail dgn wajah seriusnya.


" Jadi kamu dengar semuanya sayang,,?" tanya bu 'Ainun panik.


" Iya bu,, aku sudah dengar semuanya,, " jwb Abighail.


" A- apa yg kamu dengar,,?" tanya kak Shella.


" Aku dengar,, Arsya dan Arsyi trs memanggilku,, " jwb Abighail sambil tertawa.


" Hah,, " bu 'Ainun dan kak Shella bernapas lega.


" Ih,, Abighail,, kamu ini bercanda mulu,, " ucap kak Shella.


" Hahah,, maaf,,,maaf,, soalnya ekspresi kalian sangat lucu,, " jwb Abighail sambil tertawa.


" Abighail,, kamu ini,, " ucap bu 'Ainun.


" Oh iya,, aku pamit dulu,, " ucap Abighail.


" Iya,, " jwb bu 'Ainun.


" Sayang kamu dianterin sama mang asep ya,, " ucap bu 'Ainun.


" Iya bu,, " jwb Abighail. " Assalamu'alaikum,,, " pamit Abighail.


" Wa'alaikumsalam,, " jwb bu 'Ainun dan kak Shella.


Abighail menyalami tangan bu 'Ainun dan kak Shella, setelah itu dia berangkat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Abighail dan si kembar Arsya dan Arsyi sudah sampai di butik yg ditentukan.


Abighail duduk di kursi yg ada di depan butik itu.


30 menit berlalu.


" Kemana sih org itu,,? Kok belum nyampe juga,, udah lama aku nunggu nih,," gumam Abighail.


" Bibi apakah bibi tdk jadi memilih bajunya,,?" tanya Arsya.


" Jadi kok,, tapi kita tunggu sebentar lagi ya,, " jwb Abighail.


Arsya dan Asryi menganggukkan kepala mereka dan kembali bermain.


Abighail berjalan ke arah mang Asep yg sedari tadi juga menunggu di tempat yg agak jauh.


" Mang,, " panggil Abighail.


" Eh iya neng,, ada apa,,?" tanya mang Asep berdiri.


" Apakah mang Asep pernah melihat org itu,,?" tanya Abighail.


" Org itu siapa neng,,? " mang Asep malah balik bertanya


" Org itu,, yg akan menikah dgn aku,, " jwb Abighail.


" Oo,, org yg melamar neng Abighail,, " ucap mang Asep.


" Iya,, yg itu,, apakah mamg Asep sudah pernah melihatnya,,?" tanya Abighail.


" Em,, belum neng,, " jwb mang Asep berbohong.


" Masa sih mang,,? Kan mang Asep sering ada rumah,, masa gk pernah liat,, " tanya Abighail.


" Maaf neng,, tapi mamang memang belum melihatnya,, soalnya waktu dia melamar neng Abighail mamang sedang tdk masuk kerja,, " jwb mang Asep berbohong lagi.


" Oh,, yaudah makasih ya mang,, " ucap Abighail dan dianggukki mang Asep.


Abighailpun kembali ke tempat duduk sebelumnya.


" Huh,, selamat,, " gumam mang Asep setelah Abighail pergi.


15 menit kemudian.


" Ih,, kok masih belum datang juga sih,,?" gerutu Abighail. " Ini sudah lama,, hah,, aku sudah terlalu lama menunggu,, sekarang aku tdk bisa mengunggu lagi,, aku bosan menunggu terus,," kesal Abighail.


Abighail membuka tasnya dan mengambil benda pipih persegi panjang miliknya.


Dia menyalakannya dan mencari sebuah nomor, lalu memanggilnya.


" Assalamu'alaikum,, " ucap Abighail.


" Wa'alaikumsalam,, " jwb org yg di sebrang. Org itu adalah bu 'Ainun. " Ada apa sayang,,?" tanyanya.


" Bu,, apakah org itu jadi fitting baju,,?" tanya Abighail.


" Org itu,,?" gumam bu 'Ainun tak mengerti. " Oo,, dia,, oh iya maaf sayang tadi 30 menit yg lalu dia menelpon ibu,, dia bilang dia tdk bisa fitting baju dgn kamu,, soalnya ada urusan mendadak yg tdk bisa ditunda,, " jwb bu 'Ainun.


" Jadi dia tdk akan ke sini,,?" tanya Abighail.


" Iya,, sepertinya kamu fitting bajunya sendiri,, " jwb bu 'Ainun.


" Iya,, tapi kenapa ibu tdk beritahu aku dari tadi,,?" tanya Abighail.


" Maaf sayang,, ibu lupa,, " jwb bu 'Ainun.


" Huh,, baiklah,, Abighail tutup dulu ya bu,, Assalamu'alaikum,, " ucap Abighail.


" Iya,, Wa'alaikumsalam,, " jwb bu 'Ainun.


Setelah menutup telpon nya Abighail menyimpan benda pipih itu ke dlm tasnya lagi.


" Arsya,, Arsyi,, ayok kita masuk,, " ajak Abighail.


" Iya bi,, ayo " balas mereka.


Abighail dan 2 keponakannya masuk ke dlm butik.


Bersambung..


# Terimakasih sudah mampir,, 😊


# Silahkan tinggalkan jejak,, ☺