
Happy Reading,,! π
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
" Hem,, sudah satu bulan ini ustadz Afnan beri aku perkataan yg sampai sekarang aku gk ngerti apa maksud dari kata kata itu. Tapi,, akhir akhir ini ustadz Afnan jaranga ada di pesantren,, kemana ya dia,,? " gumam Abighail dlm perjalanan menuju dapur.
" Assalamu'alaikum,, bi,, " sapa Abighail sambil masuk ke dlm dapur.
" Wa'alaikumsalam,, neng,, " jwb bi Murni yg berada di dlm dapur.
" Bi hari ini masak apa nih,,? " tanya Abighail sambil melihat bahan masakan.
" Hari ini bibi mau masak tumis kangkung, jamur krispi, sama lele neng,, " jwb bi Murni.
" Wah bakalan enak nih,, " ujar Abighail.
" Patilah,, apalagi dibantuin sama neng Abighail,, " ucap bi Murni.
" Bisa aja ah bibi mh,, " ucap Abighail sambil tersenyum.
" Oh iya neng Latipahnya mana,,?" tanya bi Murni.
" Latipah masih mengajar bi,, katanya nanti kalau dia sudah selesai mengajar dia langsung ke sini" jelas Abighail.
" Oo,, " bi Murni hanya ber Oo ria saja.
" Bi Abighail potong potong ya kangkung nya,, " ucap Abighail.
" Iya neng,, " jwb bi Murni.
Abighail mengurus kangkung sementara bi Murni yg mengurus jamurnya.
" Aduh,, abis lagi,, " ujar bi Murni.
" Apanya yg abis bi,,?" tanya Abighail.
" Ini garemnya abis,, bibi lupa tadi waktu ke pasar gk beli garem,, ini mah cuma cukup buat tumis kangkung aja,, " jwb bi Murni.
" Yaudah bi biar Abighail yg beli garemnya,, " ucap Abighail.
" Nggak usah neng biar bibi aja yg beli,, lagian warung nya agak jauh,, nanti neng Abighail capek lagi,, " tolak bi Murni.
" Nggk pap kok bi,, " ucap Abighail.
" Udah biar bibi aja,, neng tolong jagain dapur aja,, " ucap bi Murni.
" Ok lah kalau begitu, bibi tenang aja,, dapurnya aku jagain,, " ucap Abighail.
" Bagos,, bibi pergi dulu ya,, Assalamu'alaikum,, " pamit bi Murni.
" Wa'alaikumsalam,, " jwb Abighail.
Abighail melakukan pekerjaan nya dgn senang dan diiringi dgn lantunan shalawat yg keluar dari mulutnya.
" Assalamu'alaikum,, " ucap seseorang dari arah pintu masuk dapur.
" Wa'alaikumsalam,," Abighail menengok ke arah sumber suara. Abighail terkejut melihat sosok yg berada di depan pintu.
Tampak ada wanita paru baya yg memakai pakaian syar'i dan berjalan mendekati nya sambil tersenyum.
" Eh umi,, " ujar Abighail yg langsung mengelap tangannya dan mencium tangan umi.
" Kamu Abighail kan,,?" tanya umi.
" Iya umi, saya Abighail,, " jwb Abighail sambil tersenyum.
" Cantik nya,, " puji umi.
" Alhamdulillah umi,, terimakasih,, " ucap Abighail sambil tersenyum malu.
" Latipah dan bi Murni sering menceritakan kamu,, apalagi Latipah eh,, kalo udah cerita tentang kamu,, dia gk bisa berhenti,, " ucap umi.
" Heheh,, benarkah umi,,?" tanya Abighail sambil tertawa kecil.
" Iya,, apalagi kalo Afnan,, " umi tdk melanjutkan perkataannya.
Abighail melihat ke arah umi yg tiba tiba berhenti berbicara. " Kenapa umi,,?" tanya Abighail penasaran karna umi tdk melanjutkan perkataannya.
" Ah nggk,, kenapa napa kok,, " jwb umi dan langsung diangguki oleh Abighail. " Kamu tadi sedang apa,,?" tanya umi mengubah topik pembicaraan.
" Em,, tadi Abighail sedang memotong kangkung umi,, " jwb Abighail.
" Oo,, mari umi bantu,, " ucap umi.
" Eh,, jangan umi,, biar Abighail saja,, lebih baik umi duduk dan istirahat,, " tolak Abighail secara halus.
" Hem,, baiklah karna kamu yg meminta,, " ucap bi Murni.
Abighail tersenyum mendengar perkataan umi.
Abighail kembali melanjutkan pekerjaannya yg terhenti.
" Abighail,, bi Murninya mana,,? " tanya umi karna dari tadi dia tdk melihat sosok bi Murni.
" Bi Murni sedang ke warung umi,, katanya garam di dapur sudah habis,, " jwb Abighail.
Umi mengangguk nganggukkan kepalanya pertanda mengerti.
" Oh iya umi,, katanya beberapa hari kebelakang umi dikabarkan sakit betul,,?" tanya Abighail.
" Iya betul,, " jwb umi.
" Emang umi sakit apa,,?" tanya Abighail penasaran.
" Biasalah Abighail,, faktor usia,, dan lagi umi ingin melihat Afnan menikah dan umi juga ingin merasakan menggendong cucu,, " jwb umi sambill memperagakan sedang menggendong bayi.
" Tapi Alhamdulillah,, sekarang umi sudah membaik, apa lagi Afnan akan segera menikah,, " ucap umi.
Abighail terkejut dgn perkataan umi, dan dia langsung melihat ke arah umi.
" Menikah,,?" tanya Abighail.
" Iya,, " jwb umi sambil tersenyum. " Kamu mau tau ciri ciri perempuan yg akan menikah dgn Afnan,,?" tanya umi.
Abighail tdk bisa menolak perkataan umi. Dia mengiyakan sambil tersenyum pahit.
" Hem,, wanita itu sangat cantik, perilaku nya juga bagus. Ya,, meskipun dulunya dia sering membuat masalah namun dia sekarang sudah berubah menjadi lebih baik. Terkadang Afnan menceritakan dia pada umi, dan dia juga meminta pendapat umi bagaimana tentang wanita itu. Umi juga sudah bertemu dgn nya. Dia sangat sopan pada org yg lebih tua,, intinya umi sangat menyukai dia,, " jelas umi membanggakan sosok yg akan menjadi pendamping ustadz Afnan.
Abighail mendengarkan perkataan umi sambil memotong bawang dan menundukkan kepalanya.
" Beruntung sekali wanita itu umi,, bisa mendapatkan laki laki seperti ustadz Afnan,, " ujar Abighail yg masih menunduk.
" Bukan wanita itu yg neruntung,, tapi Afnan lah yg beruntung karna akan mendapatkan wanita seperti dia,, " ucap umi.
" Hiks,, hiks,, " suara Abighail yg terdengar menangis.
" Abighail kamu menangis,,?" tanya umi.
" Heheh tdk umi,, Abighail tdk menangis,, mata Abighail hanya perih karna sedang memotong bawang,, " jwb Abighail sambil tersenyum dan mengusap air mata yg keluar.
" Oo,, " umi hanya ber Oo ria saja.
" Em,, umi Abighail ke kamar mandi dulu ya,, " pamit Abighail.
" Iya,, " jwb umi.
Abighail berjalan keluar dapur menuju kamar mandi. Saat di pintu dapur dia bertemu dgn Latipah.
" Eh Abighail kamu mau ke mana,,?" tanya Latipah namun tak mendapat jawaban dari Abighail. " Abiggail kenapa,,? Oh mungkin dia mau ke kamar mandi,, " ucap Latipah berbicara sendiri.
Latipah berjalan masuk ke dapur.
" Assalamu'alaikum,, " ucap Latipah.
" Wa'alaikumsalam,, " jwb umi.
" Eh umi,, kok umi di sini si,,?" tanya Latipah sambil mencium tangan umi.
" Iya,, soalnya umi bosen di rumah trs,, " jwb umi.
" Eh,, umi tadi Abighail dari sini kan,,? kok dia kayak yg nangis sih umi,,?" tanya Latipah.
" Iya,, tadi matanya perih karna memotong bawang,, " jwb umi.
" Oo " ucap Latipah.
Abighail memasuki kamar mandi. Dia mencuci muka dan matanya. Matanya trs meneteskan air mata.
" Ih,, kenapa mataku trs mengeluarkan air,, " ucap Abighail sambil trs menghapus air mata nya.
" Kenapa,,? Kenapa hati ini terasa sakit mendengar umi menceritakan calon pendamping ustadz Afnan,,? Kenapa aku merasa tdk senang dgn semua itu,,? Kenapa,,? Kenapa ustadz Afnan mengatakan hal itu pada ku,, kalo pada akhirnya dia akan menikahi wanita lain,,? Kenapa juga aku terlalu berharap padanya,,? Aku memang bodoh,, aku tdk sadar akan status ku terhadap ustadz Afnan,, sepertinya sudah tdk ada lagi harapan utk ku,, dan sebaiknya aku tdk boleh berharap apapun pada ustadz Afnan,, " gumam Abighail dlm hati.
Abighail mencuci mukanya lagi dan trs menyemangati dirinya sendiri.
Abighail keluar dari kamar mandi dgn mata yg agak sedikit bengkak karna dia menangis. Abighail berjalan menuju dapur.
Di perjalanan Abighail berpapasan dgn umi. Mereka berbicara sebentar lalu melanjutkan perjalanannya masing masing. Di belakang umi nampak sosok yg sudah lama tdk dia lihat yaitu ustadz Afnan.
" Assalamu'alaikum ustadz,, " sapa Abighail seperti biasa.
" Wa'alaikumsalam,, " jwb ustadz Afnan.
Abighail langsung pergu setelah ustadz Afnan menjawab salamnya.
Ustadz Afnan mengerutkan keningnya karna aneh dgn Abighail. Dia tdk seperti biasanya.
" Abighail,,!" panggil ustadz Afnan.
Abighail membalikkan tubunya.
" Tunggu saya,, " ucap ustadz Afnan sambil tersenyum tipis.
Lagi lagi kata kata itu,, gumam Abighail dlm hati.
" Tidak ada yg perlu ditunggu ustadz,, " ucap Abighail sambil menampilkan wajah yg seakan tdk ada harapan lagi. Setelah itu Abighail pergi meninggalkan ustadz Afnan.
Kali ini ustadz Afnan yg diam terpaku oleh kata kata Abighail. Ustadz Afnan tampak bingung, dan bertanya tanya kenapa Abighail berkata seperti itu.
" Assalamu'alaikum,, " ucap Abighail sambil memasuki dapur.
" Wa'alaikumsalam,, " jwb Latipah dan bi Murni yg sudah kembali dari warung.
" Abighail kau kenapa,,? Kau sakit kah,,?" tanya Latipah.
" Iya,, neng Abighail kenapa kok mukanya kaya yg gk bertenaga,,?" timpal bi Murni.
" Nggak kok,, aku gk papa,, " jwb Abighail sambil tersenyum palsu.
" Beneran,,? Kalo kamu sakit ayo kita ke UKS aja,, " ucap Latipah.
" Bener kok,, aku gk papa Latipah,, " elak Abighail.
Abighail kembali melakukan pekerjaannya dgn hati yg tdk senang dan pikirannya trs memikirkan perihal tadi.
Bersambung...
# Terimakasih sudah mampir,, π
# Silahkan tinggalkan jejak,, π