
" Oh iya Minal Aidzin walfaidzin ya,, mMinal Aidzin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin mohon maaf lahir dan batin" kata Abighail.
" Abighail kan belum lebaran,,!" kata Azri.
" Ya gk papa donk " jwb Abighail santai.
" Iya juga sih gk papa,, yaudah kami juga mengucapkan Minal Aidzin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin" kata Azri, Sipa dan Latipah.
" Iya,,π" jwb Abighail. " Aku pamit dulu ya,, Assalamu'alaikum! " pamit Abighail.
" Iya,, wa'alaikumsalam" jwb Azri, Sipa dan Latipah.
" Pak Kiyai, Ustadz Afnan saya pamit dulu Minal Aidzin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin" kata Abighail.
" Iya kami juga mengucapkan Minal Aidzin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin" jwb Pak Kiyai dan ustadz Afnan sembari tersenyum.
" Assalamualaikum" ucap Abighail.
" Wa'alaikumsalam" jwb Pak Kiyai dan Ustadz Afnan.
Abighail naik ke dalam mobil dan ayah Abighail memasukan barang Abughail ke bagasi mobil.
Saat akan berangkat Abighail melihat ke arah teman temannya dan tersenyum setelah itu Abighail melihat sebentar pada ustadz Afnan. Ustadz Afnan tersenyum pada Abighail. Abighail membalas senyuman ustadz Afnan dan langsung menundukan kepalanya.
" Pak Kiyai, nak Afnan kami pamit dulu,, Assalamu'alaikum " ucap ayahnya Abighail.
" Iya pak,, Wa'alaikumsalam" jwb ustadz Afnan dan pak kiyai.
Mobil yg ditumpangi Abighail mulai berjalan. Abighail melambaikan tangan pada teman temannya. Teman temannya pun membalas lambaian tangan Abighail.
Teman teman Abighail serta Pak Kiyai dan Ustadz Afnan memperhatikan mobil Abighail yg berjalan pergi sampai tdk terlihat lagi.
Pak Kiyai masuk ke dalam rumah, sementara ustadz Afnan masih diluar bersama Azri, Sipa dan Latipah.
" Ehem,, apa kalian aan terus disini?" tanya ustadz Afnan yg membuyarkan pandangan mereka dari mobil yg ditumpangi Abighail.
" Eh enggak ustadz" jwb Azri.
" Sekarang kalian kembali ke kamar kalian" kata ustadz Afnan.
" Baik ustadz,, Assalamu'alaikum" pamit Azri, Sipa dan Latipah.
" Wa'alaikumsalam" jwb ustadz Afnan.
Setelah Azri, Sipa dan Latipah pergi ke kamar mereka ustadz Afnan pun masuk ke dalam rumah.
* Di mobil
" Sayang kamu gimana di pesantren? " tanya Ayah Abighail.
" Gimana apanya Yah?" Abighail balik bertanya.
" Maksud Ayah kamu gk ada masalahkan selama di pesantren?" jelas Ayahnya Abighail.
" Enghk kok Yah,," jwb Abighail.
" Benar,,?" selidik ustadz Afnan.
" Iya ayah,," jwb Abighail.
" Ayah denger beberapa minggu lalu kamu terlibat masalah dgn santriwati lain! Apa itu benar?" tanya Ayah Abighail.
" Emmm,, iya Ayah Abighail ngaku" kata Abighail.
" Emang kamu terlibat masalah apa di pesantren sayang?" tanya Ayahnya Lagi.
" Emm,, itu ayah Abighail nggk salah kok dia yg salah. Abighail hanya membela teman teman Abighail tdk bermaksud apa apa,,! Ayah percayakan sama Abighail,,?" jujur Abighail.
" Emm,, percaya gk yah,,?" ledek Ayahnya.
" Ihh,, Ayah,," Rajuk Abighail sambil memanyunkan bibirnya.
" Hehehh,, iya,, iya,, Ayah percaya kok sama anak ayah yg cantik ini,," kaa ayahnya sambil mengusap ngusap pucuk kepala Abighail.
Abighail pun menundukkan kepalanya, wajahnya bersemu memerah karna malu.
Tak berselang lama Ayahnya Abighail menanyakan pertanyaan yg membuat Abighail kaget.
" Kenapa ayah tiba tiba bertanya seperti itu,,?" tanya Abighail kaget.
" Ya,, enggk kenapa napa ayah hanya ingin tahu saja!" kata Ayahnya.
" Ya,, hubungan aku sama ustadz Afnan biasa biasa saja layaknya guru dgn murid,," jwb Abighail kaku.
" Benarkah,,?" selidik Ayahnya Abighail.
" Iya Ayah ku sayang,," ucap Abighail.
Ayahnya Abighail tersenyum mendengar perkataan Abighail.
" Sayang apa kamu mengalami kesulitan saat berada di pesantren?" tanya Ayahnya Abighail lagi.
" Tdk ayah,, aku lumayan sudah terbiasa dgn kehidupan di pesantren " jwb Abighail.
" Ohh,, Lalu bagaimana rasanya menjalakan ibadah puasa di pesantren?" tanya ayahnya Abighail.
" Rasanya berbeda sekali dgn suasana saat puasa di rumah" jwb Abigahil.
" Lalu Apakah kamu sudah bertemu dgn ibunya ustadz Afnan?" tanya Ayahnya Abighail.
" Ayah,, Ayah ini kenapa? kadang ayah bertanay tentang aku di pesantren kadang bertanya tentang ustadz Afnan,, Ayah ini beralih pekerjaan ya,,! Menjadi seorang reporter?" tx.
" Hehehh,, tdk lah nak ayah cuma mau tau aja,," ngeles Ayahnya Abighil.
" Ohhh" ucap Abighail.
" Nah sebentar lagi kita akan sampai di rumah" kata Ayahnya Abighail.
Bersambung...
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
# Assalamu'alaikum semua π
# Gimana kabar kalian semua? mudah mudahan kita selalu ada dlm perlindungan Allah SWT. Amin yaa rabbal 'alamin,,, π
# Kalau kalian suka novelnya Author kalian bisa Like, Komen, Vote, beri rate 5 bintang dan share ya,, π
# Selamat menjalankan ibadah puasa,,, π
# Sekian dari Author,, π
# Wassalamu'alaikum,,,π