USTADZ KU IMAM KU

USTADZ KU IMAM KU
Abighail gk mau pindah Yah,,!



Happy Reading,,! 😊


Ustadz Afnan tk tega melihat Abighail menangis seperti itu.


" Namanya adalah Lidya" ucap ustadz Afnan.


Abighail yg mendengar nama yg diucapkan ustadz Afnan terdiam. Dia mengingat ngingat siapa org yg bernama Lidya itu.


" Lidya?" tanya Abighail.


Ustadz Afnan menganggukkan kepalanya .


" Apa kamu kenal org yg bernama Lidya sayang,,?" tanya wanita paru baya yg berdiri di samping Abighail.


Abighail menggelengkan kepalanya " Abighail tdk mengenal org yg bernama Lidya itu bu,, " jwb Abighail.


" Apa ustadz sudah menanyainya kenapa dia berbuat seperti itu pada anak saya?" tanya pria paru baya itu selaku ayahnya Abighail


" Sudah, hanya saja,, dia masih belum mengakuinya,, " jwb ustadz Afnan.


Keluarga itu terdiam.


Abighail yg awalnya menundukkan kepala dia hendak turun keluar dari ruangan itu.


" Abighail kamu mau kemana nak,,?" tanya bu 'Ainun sambil memegang tangan Abighail agar tdk turun dari ranjang.


" Abighail mau ke pesantren bu,,!" jwb Abighail sambil menangis.


" Mau apa kamu ke pesantren sayang,,?" tanya pak Adam.


" Abighail mau bertemu dgn Lidya yah,, " jwb Abighail yg memaksa pergi.


" Jangan sayang,, kamukan belum pulih sepenuh nya,, " cegah bu 'Ainun.


" Nggak bu,, aku mau pergi ke pesantren,,!" tolak Abighail sambil trs berusaha melepaskan diri dari pegangan ayah dan ibunya itu.


" Jangan nak,, nanti saja,, !" cegah pak Adam.


" Tdk yah,, " tolak Abighail lagi.


Ustadz Afnan yg berada disitu bingung harus berbuat apa.


Abighail trs berusaha utk lepas dari pegangan ayah dan ibunya namun lagi lagi ayah dan ibu Abighail menolaknya dan trs memegang nya dgn erat.


" ABIGHAIL " bentak pada Abighail, karna sedari tadi Abighail tdk mau mendengarkan perkataan pak Adam adam dan bu 'Ainun selaku org tuanya.


Abighail yg mendapat bentakan dari ayahnya tertunduk dan menangis.


" Heh,, " pak Adam menghembuskan nafas kasar. " Maaf kam ayah sayang,, ayah tdk bermaksud berbicara kasar pada kamu,, " ucap pak Adam meminta maaf karna takut putrinya itu akan merasa sedih.


Abighail tak menjawab perkataan ayahnya itu.


" Dengar sayang,, ayah hanya tdk mau kamu kesana karna keadaan kamu masih belum pulih sepenuhnya,, " ucap pak Adam memberi penjelasan pada Abighail. " Ayah tdk mau terjadi apa apa pada kamu sayang,, " lanjut pak Adam.


" Iya sayang benar apa kata ayahmu itu,, " bela bu 'Ainun.


Abighail masih belum menggubris perkataan orang tuanya.


Ustadz Afnan yg melihat Abighail masih belum menggubris perkataan orang tuanya akhirnya dia ikut menasehati Abighail.


" Abighail benar apa yg dikatakan oleh ayah dan ibumu,, " ucap ustadz Afnan. " Lebih baik kamu istirahat saja dulu sampai keadaan mu benar benar pulih" nasehat ustadz Afnan.


" Dengarkan apa yg katakan oleh orang tuamu Abighail,, " ucapnya kembali.


Abighail menganggukan kepalanya lemah.


" Tapikan Abighail mau ketemu sama org yg bernama Lidya itu ustadz,, " ucap Abighail lesu.


" Emang mau apa kamu kesana sayang,, ?" tanya bu 'Ainun. " Kalo kamu mau ketemu sama Lidya, nanti saja sayang kalo keadaan mu sudah pulih,," lanjut bu 'Ainun.


" Abighail mau tau bu,, kenapa dia berbuat seperti itu pada Abighail,,!" jwb Abighail.


" Iya,, nanti saja ya sayang,, " bujuk bu 'Ainun.


Abighail menganggukan kepalanya kembali.


" Em,, begini saja, besok saya akan bawa Lidya ke sini utk bertemu dgn kamu Abighail,," ucap ustadz Afnan memberikan usul.


Abighail langsung mengangkat kepalanya dan melihat ke arah ustadz Afnan.


" Benar ustadz,,? " tanya Abighail senang.


" Iya,, insya Allah besok saya akan membawa Lidya ke sini,," ucap ustadz Afnan.


" Terimakasih ya ustadz,, " ucap Abighail sambil tersenyum. Ustadz Afnan menganggukkan kepalanya.


" Nak maafkan ayah ya sayang,,!" ucap pak Adam pada putrinya itu.


Abighail menghadap pada ayahnya dan bertanya " Maaf utk apa yah,,?" .


" Karna tadi ayah sudah membentak kamu sayang,, " jwb pria paru baya itu sambil mengelus kepala Abighail.


" Tdk ayah, ayah tdk seharusnya meminta maaf,, karna ayah tdk bersalah. Seharusnya Abighail yg meminta maaf pada ayah karna tdk mendengarkan perkataam ayah dan ibu,, " ucap Abighail. " Maaf kan Abighail ya, ayah ibu,, " sesal Abighail.


" Iya sayang,, " jwb kedua org tua Abighail.


Kedua org tua Abighail memeluk Abighail secara bersamaan.


" Em,, kalo begitu saya pamit dulu pak Adam, bu 'Ainun,, saya akan kembali ke pesantren,, " izin ustadz Afnan.


Mereka melepaskan pelukannya.


" Kenapa buru buru sekali ustadz,,?" tanya bu 'Ainun.


" Iya,, soalnya saya masih ada urusan lain yg harus diselesaikan" jwb ustadz Afnan.


" Oh,, baiklah terimakasih ustadz,, karna ustadz sudah menyempatkan waktu utk datang ke sini" ucap pak Adam.


Ustadz Afnan menganggukkan kepalanya.


Ustadz Afnan pulang ke pesantren bersama Azri, Sipa dan Latipah. Sebelum nya mereka sudah berpamitan dgn Abighail.


masih di RS yg sama dan ruangan yg sama.


Abighail termenung di atas ranjang rumah sakit, dia masih memikirkan kenapa org yg bernama Lidya itu tega berbuat seperti ibu padanya.


Sementara bu 'Ainun sedang mmemotong buah buahan utk Abighail.


Pak Adam memikirkan sesuatu di pikirannya.


" Abighail,," panggil pak Adam.


Abighail menoleh ke arah sumber suara " Ya ayah,, ada apa?" tanya Abighail sambil tersenyum.


" Lebih baik, setelah kamu bertemu dgn Lidya besok kamu tdk perlu kembali ke pesantren lagi!" ucap pak Adam.


" Maksud ayah gimana yah,,? Abighail gk ngerti,,?" tanya Abighail.


" Maksud ayah, kamu tdk perlu kembali ke pesantren itu utk selamanya. Kamu akan ayah pindahkan ke pesantren lain,,!" ucap pak Adam.


Senyuman di wajah Abighail hilang oleh kata kata ayahnya itu. Bu 'Ainun pun juga ikut kaget mendengar perkataan suaminya itu.


" Tapi yah kenapa?" tanya Abighail mengerutkan keningnya.


" Iya ayah,, kenapa ayah mau memindahkan Abighail ke pesantren lain,,?" tanya bu 'Ainun selaku istri pak Adam.


" Ayah tdk mau sesuatu yg buruk terjadi lagi, pada kamu Abighail,,!" ucap pak Adam.


" Iya yah Abighail tau itu,, tapi Abighail tdk mau pindah ke pesantren lain yah,, Abighail sudah nyaman di pesantren itu,, " tolak Abighail.


" Tdk, pokonya kamu tdk boleh kembali lagi ke pesantren itu,,!" tolak pak Adam.


" Tapi yah,, " ucapan Abighail di potong oleh pak Adam.


" Tdk ada tapi tapian,, sekali ayah bilang tdk ya tdk. Kamu jangan membantah lagi Abighail,,!" ucap pak Adam tegas.


Abighail terdiam dia bingung kenapa ayahnya tiba tiba berkata seperti itu padanya.


Pak Adam keluar dari ruangan itu, dia pergi entah kemana.


" Yah,, ayah,, " panggil Abighail tapi tk mendapat jawaban dari org yg di panggilnya, bahkan menoleh pun tdk.


Bu 'Ainun mendekati Abighail.


" Bu,, ayah kenapa,,? Kok tiba tiba ayah bilang gitu ke Abighail,,?" tanya Abighail pada bu 'Ainun.


" Ibu juga gk tau sayang,, mungkin dia sedang ada masalah di kantor, ditambah lagi masalah yg terjadi pada kamu,,!" jwb bu 'Ainun.


" Hah,, kasian ayah" gumam Abighail. " Tapi bu tdk biasanya ayah seperti itu, meskipun ayah sedang banyak masalah,, ayah tdk pernah seperti itu pada Abighail bu,,!" ucap Abighail.


" Dengar nak,, setiap org tua tdk ingin hal yg buruk menimpa pada anaknya. Jika sesuatu yg buruk terjadi pada anaknya,, baik itu ayah ataupun ibu akan berusaha agar kejadian yg buruk itu tdk terjadi lagi pada anaknya. Segala cara bisa dilakukan nya. Ya,, seperti yg ayah mu lakukan saat ini. Dia berusaha agar tdk ada hal yg buruk terjadi lagi padamu. Mungkin ayahmu berfikir dgn memindahkan mu dari pesantren itu ke pesantren lain akan membuatmu tdk mengalami hal buruk yg sama,, jadi kamu harus bisa memaklumi ayahmu itu sayang,,!" ucap bu 'Ainun panjang lebar pada Abighail.


" Iya bu,, Abighail mengerti,, " ucap Abighail sambil menganggukkan kepalanya pertanda mengerti.


" Yaudah kamu makan nih buahnya,, ibu mau menyusul ayahmu dulu,,!" ucap bu 'Ainun sambil menyodorkan piring yg berisi buah buahan yg sudah dipotong nya.


" Iya bu,, makasih ya ibu ku tersanyang,,!" ucap Abighail manja.


" Hem,, iya sama sama,, " balasnya. " Ibu kesana duluya,, Assalamu'alaikum,, " lanjut bu 'Ainun.


" Wa'alaikumsalam,, " balas Abighail.


Abighail menatap kepergian ibunya itu. Setelah itu dia mulai memakan buah buahan yg diberikan oleh ibunya itu.


Satu persatu potongan buah dimakan oleh Abighail. Abighail menghentikan aktivitas nya memakan potongan buah itu.


Dia memikirkan perkataan ayahnya yg menyebutkan akan memindahkannya ke pesantren lain.


" Huh,, " Abighail membuang nafasnya dgn berat. Astaghfirullah hal adzim,, Ya Allah kenapa semua ini terjadi pada hamba,, Ya Allah tolong luluh kan hati ayah hamba, agar ayah hamba tdk jadi memindahkan hamba ke pesantren lain,, Hamba sudah nyaman di pesantren yg hamba tempati. Hamba yakin Ya Allah,, jika hamba tdk pindah ke pesantren lain, bukan berarti kejadian yg sama akan terulang kembali di pesantren itu,, Hanya Kepadamulah hamba berserah dan hanya kepadamulah hamba berpasrah Ya Allah. Aamin ya rabbal 'alamin,, Abighail berdo'a di dalam hati sambil mengangkat kedua tangannya dan mengusapkan kedua tangan nya ke wajah.


Bersambung...


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


# Assalamu'alaikum reader semua,, πŸ™‹πŸ™‹


# Gimana kabar kalian,,? Kalian harus sehat ya,, jangan sakit sakit,, πŸ˜‡


# Maaf ya,, kalau ada yg typo nulisnya,, πŸ˜‚


# Maaf ya,, author selalu telat up nya,, πŸ™


# Mohon dimaklum ya,, soalnya author lagi banyak tugas jadi agak susah membagi waktunya,, 😧


# Kalo kalian suka novelnya author,, kalian bisa Like πŸ‘πŸ‘, Komen πŸ’­πŸ’­, Share πŸ”ŠπŸ”Š, Rate Bintang 5 🌟🌟🌟🌟🌟 dan jangan lupa utk Vote πŸ‘†πŸ‘† ya,, supaya author lebih semangat nulisnya,, πŸ˜‚πŸ˜‚


# Oh iya kalau kalian mau, kalian bisa memberikan saran pada author tentang jalan cerita novel nya author,, silahkan kalian komen ya,, author akan terima secara terbuka,, πŸ˜‰πŸ˜‰


# Terus dukung author ya,, πŸ˜‡πŸ˜‡


# Salam hangat dari author,, 😊😊


# Terimakasih sudah mampir,, ☺☺


# Wassalamu'alaikum,, πŸ™‹πŸ™‹