
Happy Reading,,! π
Ustadz Afnan menyelesaikan fitnah mengenai Abighail yg beredar di pesantren.
Para santri dan santriwati ada yg percaya dan ada yg tidak, tapi kebanyakan dari mereka percaya pada perkataan ustadz Afnan.
Sementara soal Lidya,, ya,, ustadz Afnan akan menyerahkan keputusan pada Abighail dan keluarga.
###
Keesokan harinya
Dokter sudah memperbolehkan Abighail utk pulang ke rumah. Abighail sangat senang karna akhirnya dia bisa pulang.
Ustadz Afnan datang ke Rumah Sakit utk membantu Abighail berkemas.
Sebelum pulang ustadz Afnan memberitahu bahwa fitnah yg menimpa Abighail, sudah diluruskan.
Abighail tambah senang karna akhirnya fitnah yg menimpanya sudah di selesaikan.
Pak Adam, bu 'Ainun dan Abighail sangat berterimakasih pada ustadz Afnan.
Ustadz Afnan mengantar sampai parkiran. Ustadz Afnan meminta maaf karna tdk bisa mengantarkan Abighail sampai ke rumahnya, karna dia ada urusan lain. Keluarga Abighail memakluminya.
Skip..
Sesampainya Abighail di rumah, dia langsung disambut oleh dua keponakan kesayangannya. Ya,, mereka adalah Arsya dan Arsyi.
Mereka sangat senang karna bibi mereka sudah pulang.
" Bibi,, ayo kita main,," ajak Arsyi.
" Iya bi,, ayo,, " tambah Arsya.
Arsya dan Arsyi menarik tangan Abighail.
Niat hati akan mengiyakan ajakan keponakannya itu namun dicegah oleh kak Shella.
" Sayang,, bibinya harus istirahat,, kan bibi baru pulang dari Rumah Sakit,, " tolak kak Shella secara halus.
" Yah,, tapikan ma,, kami mau main sama bibi,, !" rengek Arsyi.
" Iya,, gk mau ah pokoknya kami mau main sama bibi titik,," rajuk Arsya.
" Yaudah ayo,," ucap Abighail.
" Yey,, ayo bi,, " seru si kembar.
Arsya dan Arsyi berusaha menarik tangan Abighail.
" Tapi kan,, " perkataan kak Shella di potong oleh Abighail.
" Udah kak,, gk papa kok,, lagian aku juga kangen main sama mereka,, " ujar Abighail seraya tersenyum.
" Yey,, ayo bi cepet,, " ajak Arsyi.
Arsya dan Arsyi dgn senangnya mengajak Abighail ke ruangan bermain yg berada di lantai atas.
Kak Shella hanya diam terpaku melihat kepergian anak anaknya dan adik iparnya itu.
" Udah lah gk papa nanti juga kalo Abighail capek dia istirahat sendiri,," ucap bu 'Ainun.
" Yaudah bu,, " balas kak Shella.
Bu 'Ainun dan kak Shella melakukan kegiatannya masing masing. Begitupu dgn pak Adam.
15 menit berlalu.
" Brem,, brem,, brem,, " Arsya memainkan mainan mobil mobilan nya.
" Halo namaku Arsyi siapa nama kamu,,?" Arsyi memainkan boneka barbie nya.
" Hy namaku Abighail,, Arsyi,, " balas Abighail yg juga memainkan boneka barbie yg satunya lagi.
" Bibi bibi awas tertabrak mobil,, " Arsya memberi peringatan.
" Ahh,, aduh,, aku tertabrak,," ucap Abighail yg boneka barbie nya tertabrak oleh mobil mainan milik Arsya.
" Ahh,, kamu kenapa,,?" tanya Arsyi dgn boneka barbie miliknya.
" Aduh,, aku tertabrak,, kaki ku sakit,, " jwb Abighail dgn boneka barbie nya.
" Bibi,, kita main kejar kejaran yuk,, " ajak Arsya.
" Iya bi,, ayo,, " timpal Arsyi.
" Yaudah ayo,, " balas Abighail dgn senyumnya yg manis.
Abighail, Arsya dan Arsyi bermain kejar kejaran dgn gembira. Namun ditengah permainan, Abighail tiba tiba jatuh.
Bruk,,
Abighail tertunduk di lantai.
" Bibi,, bibi kenapa,,?" tanya si kembar.
" Bibi gk papa kok,,!" elak Abighail.
Ya Allah kenapa tubuh ku tiba tiba lemas seperti ini,,? gumam Abighail dalam hati.
Abighail berusaha utk berdiri kembali.
Bruk,,
Lagi lagi Abighail terjatuh.
" Bi,, bibi kenapa,,? bi,, " ucap Arsyi sambil menampilkan wajah khawatir nya.
" Bi,, bibi sakit,,?" tanya Arysa.
Abighail menggelengkan kepalanya .
Arsya memdapat ide utk memanggil mama dan neneknya.
" Mama,, nenek,, " panggil Arsya dari lantai atas dgn berteriak.
" Iya ada apa sayang,,?" tanya kak Shella.
" Itu,, bibi jatuh,, " jwb Arsya masih sambil berteriak.
" Apa,,!" kak Shella dan bu 'Ainun terkejut.
Mereka segera berlari menuju ruangan bermain.
Saat mereka sampai di ruang bermain terlihat Abighail yg sedang tertunduk di lantai.
" Astaghfirullah,, Abighail kamu kenapa nak,,?" tanya bu 'Ainun dng khawatir.
" Abighail,, kamu baik baik saja kan,,?" tanya kak Shella yg juga khawatir.
" Iya,, aku baik baik saja,, hanya saja tiba tiba tubuh lemas,, " jwb Abighail.
" Kalo begitu ayo kita ke kamar kamu,," ucap bu 'Ainun.
Abighail berjalan menuju kamar nya dgn di papah oleh bu 'Ainun dan kak Shella.
Abighail dibaringkan di atas tempat tidurnya.
" Sekarang kamu istirahat ya sayang,, " ucap bu 'Ainun.
" Iya bu,, " timpal Abighail.
" Ibu akan bawakan kamu makanan ya,," ucap bu 'Ainun lagi. Dan mendapat anggukan dari Abighail.
Bu 'Ainun pergi dari kamar Abighail dan menyisakan kak Shella.
" Abighail, maafkan Arsya dan Arsyi ya,," ucap kak Shella.
" Maaf,,? utk apa kak?" Abighail malah bertanya.
" Kamu jagi gini hara gara Arsya dan Arsyi,," jwb kak Shella.
Abighail tersenyum " kak,, Abighail gini tuh bukan gara gara Arsya dan Arsyi,, tapi emang aku nya yg mau,, dan juga tubuh aku belum fit sepenuhnya,, jadi aku kayak gini,, " ucap Abighail.
" Hem,, baiklah,, " kak Shella juga tersenyum pada Abighail.
Kak Shella berniat utk pergi dari kamar Abighail dan membiarkan Abighail istirahat.
" Kak,,!" panggil Abighail.
" Iya,,?" tanya kak Shella menolehkan kepalnya.
" Jangan marahi Arsya dan Arsyi ya,," pinta Abighail pada kakak iparnya itu.
Kak Shella tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Setelah itu dia melanjutkan langkahnya kembali.
Abighail menjalani hari harinya di rumah dgn lebih banyak bermain dgn Arsya dan Arsyi.
Semakin hari kesehatan Abighail semakin membaik.
Suatu hati Abighail sedang main bersama Arsya dan Arsyi di halaman belakang rumah.
Mereka tampak sangat Asyik bermain.
Tin,, tin,,
Suara klakson mobil dari luar pagar. Pak satpam membukakan pintu pagar itu agar mobil yg ada di luar bisa kedalam.
Satpam itu sudah kenal siapa org yg ada di dalam mobil tersebut.
Setelah memarkirkan mobilnya, org yg ada di dalam mobil itu keluar dan melangkahkan kakinya menuju ke pintu depan rumah yg di singgahinya.
" Assalamu'alaikum,, " panggil org itu yg sudah berada di depan pintu.
" Wa'alaikumsalam,, " jwb bu 'Ainun. " Eh,, nak Afnan,, ayo silahkan masuk,, " ucap bu 'Ainun.
Ya,, org itu adalah ustadz Afnan. Dia ke rumah Abighail utk menjenguk Abighail. ( Cie,, ustadz Afnan apel nih le rumah Abighail,,π )
Ustadz Afnan mengikuti perkataan bu 'Ainun.
" Silahkan duduk,, nak Afnan,, eh maaf maksudnya ustadz Afnan,, " ucap bu 'Ainun.
" Gk papa bu panggil saya nak Afnan saja,, " ucap ustadz Afnan sambil duduk.
" Baik lah nak Afnan" balas ustadz Afnan.
" Oh iya bu,, saya kesini utk menjenguk Abighail,, dan ini utk Abighail,," ucap ustadz Afnan sambil memberilan buah buahan yg dibawanya.
" Sebelumnya saya berterimakasih banyak, karna nak Afnan sudah mau menjenguk Abighail ke sini. Dan di tambah lagi nak Afnan membawakan buah buahan,, " ucap bu 'Ainun.
" Iya bu,, tdk papa,, " balas ustadz Afnan.
" Oh,, iya bu,, bagaimana kondisi Abighail sekarang,,?" tanya ustadz Afnan.
" Alhamdulillah nak Afnan,, kondisi Abigial sekarang sudah membaik. Ya,, meskipun terkadang masih sering lemas,, tapi sudah ada kemajuan dari Abighail,," jwb bu 'Ainun.
" Alhamdulillah,, kalo begitu bu,, " balas ustadz Afnan.
Mereka berbincang bincang sebentar.
" Oh ya bu,, tapi dimana Abighail,,? Dari tadi saya tdk melihat Abighail,,?" tanya ustadz Afnan pada bu 'Ainun.
" Abighail ada kok dia sedang bermain dgn Arsya dan Arsyi di halaman belakang,," jwb bu 'Ainun.
" Oh,, " ustadz Afnan hanya ber Oh ria saja. " Em,, apa boleh saya kesana,,?" tanya ustadz Afnan dgn ragu.
" Tentu saja boleh nak Afnan,, silahkan,, " bu 'Ainun memberikan izinnya.
" Terimakasih bu,, " ucap ustadz Afnan.
Ustadz Afnan berjalan menuju pintu yg berada di halaman belakang. Bu 'Ainun memperhatikan kepergian ustadz Afnan.
Saat sampai di halaman belakang ustadz Afnan melihat sosok Abighail yg sedang bermain bersama Arsya dan Arsyi.
Abighail memunggungi ustadz Afnan dan lagi Abighail tdk mengetahui keberadaan ustadz Afnan.
" Ih,, ini bola punya Arsyi,," ucap Arsyi.
" Ihh,, ini itu bola punya Arsya bukan punya Arsyi,, " tolak Arsya.
" Nggak ini bola Arsyi" kekeh Arsyi.
" Ini punya Arsya " kekeh Arsya .
Kedua adik kakak itu sedang memperebutkan bola. Mereka saling menarik bola yg sama.
Abighail mencoba utk melerainya dgn perkataa namun tdk didengar. Akhirnya Abighail mencoba melerainya dgn mengambil bola itu dari mereka.
Namun naas saat Abighail mencoba menarik bola itu, tiba tiba Arsya dan Arsyi melepaskan pegangan mereka. Alhasil Abighail terpental ke belakang dan hendak jatuh.
Ustadz Afnan memperhatikan Abighail yg sedang bermain bersama keponakannya. Namun tiba tiba Abighail terlihat terpental dan akan jatuh.
Hap,,
Ustadz Afnan menangkap Abigha yg hendam jatuh. Pandanga mereka bertemu dan,,
Bersambung...
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
# Assalamu'alaikum reader semua,, ππ
# Gimana kabar kalian,,? Kalian harus sehat ya,, jangan sakit sakit,, π
# Maaf ya,, kalau ada yg typo nulisnya,, π
# Maaf ya,, author lama up nya,, π
# Mohon dimaklum ya,, π§
# Kalo kalian suka novelnya author,, kalian bisa Like ππ, Komen ππ, Share ππ, Rate Bintang 5 πππππ dan jangan lupa utk Vote ππ ya,, supaya author lebih semangat nulisnya,, π π
# Terus dukung author ya,, ππ
# Salam hangat dari author,, ππ
# Terimakasih sudah mampir,, βΊβΊ
# Wassalamu'alaikum,, ππ