
Diperjalanan menuju kota yy
Di dalam mobil, ustadz Afnan memutar lantunan ayat suci Al-Quran. Abighail yg mendengarkan lantunan ayat suci Al-Quran merasa tenang dan damai. Ustadz Afnan juga begitu.
Di dlm mobil Abighail dan ustadz Afnan tdk banyak berbicara. Perjalanan yg dilakukan Abighail dan ustadz Afnan cukul lama sekitar 3 jam.
" Em,, ustadz perjalannya masih jauh ya,,?" tanya Abighail pada ustadz Afnan.
" Iya,, masih cukup jauh Abighail. Nanti kita singgah di mesjid utk shalat Ashar " ucap ustadz Afnan.
" Baik ustadz" ucap Abighail.
Sebelumnya mereka melaksanakan shalat Duhur di kota xx.
Sesampainya di kota yy Abighail dan ustadz Afnan di tuntun menuju sebuah ruangan.
Di perjalanan menuju ruangan itu keadaan tdk jauh berbeda dari kota sebelumnya.
Org org mulai membicarakan Abighail. Org org yg ada di sana mengira Abighail adalah istrinya ustadz Afnan. Tak hanya, itu ada juga org yg beranggapan bahwa Abighail adalah pembantunya, kerabatnya dan ada juga org yg beranggapan Abighail itu muridnya.
Bahkan ada org yg memcibir Abighail. Mereka menyebut Abighail sebagai wanita penggoda ( wanita j****g).
" Eh guys,, guys,, liat tuh siapa cewek yg bareng ustadz Afnan,,!" ucap wanita 1.
" Eh,, iya,, siapa sih dia kok ganjen banget ya,," ucap wanita 3.
" Iya,, mungkin dia istrinya,,!" ucap wanita 2.
" Ahh gk mungkin,, ustadz Afnan itu blm nikah,," ucap wanita 3.
" Iya lah kalo dia udah nikah buat apa gue ke sini,, " ucap wanita 1.
" Emang buat apa lo ke sini?" tanya wanita 2.
" Bukannya lo kesini mau ngehadiri tausiyah nya ustadz Afnan lo kan mau tobat,," ucap wanita 3.
" Bukan lah,, masa iya,, gue mau ngehadiri tausiyah. Gue itu kesini mau liat org yg tausiyah nya,," jwb wanita 1.
" Maksud lo ustadz Afnan?" tanya wanita 3.
" Iya lah siap lagi,, lihat tuh aduh wajahnya dari jauh aja udah keliatan gantengnya apalagi dari deket. Tapi pas liat sekarang ehh,, ada parasit yg ngintilin ustadz Afnan,, jadi males deh liat nya,,!" ucap wanita 1 yg mencibir Abighail.
" Udah,, lo gk usah liat dianya,, tapi lo liat aja ustadz Afnan nya,,!"
" Iya nih gue udah usahain cuma liat ustadz Afnan nya,, tapi ttp gk bisa,," ucap wanita 1.
" Udah sabar,, sabar,, " ucap wanita 2.
" Ihh,, siap sih dia,, ganggu pemandangan aja,," ucap wanita 1 dgn nada kesalnya.
" Ya,, gue gk tau,, kan gue bukan keluarganya,," jwb wanita 3.
" Ahh gue tau,, gue tau,, pasti dia itu wanita penggoda alias wanita j****g " ucap wanita 1.
" Hus,, lo jng asal ngomong,, nanti kedengeran org nya, lo bisa abis,," ucap wanita 2.
" Ya,, emang kenyataan nya gitu gimana,,?" ucap wanita 1.
Pembicaraan mereka bertiga terdengar oleh Abighail. Dan juga sampai ke telinga ustadz Afnan. Hati Abighail sangat sakit mendengar perkataan org org terhadapnya. Abighail ingin sekali menjawab perkataan org org tentang dirinya. Tapi Abighail tdk bisa, dia hanya bisa menunduk sambil ber istighfar dlm hatinya, sembari menahan air matanya yg hendak keluar dari pelupuk matanya.
Sesampainya Abighail di ruangan itu dia duduk di kursi yg berhadapan dgn ustadz Afnan, kepalanya trs menunduk ke bawah. Dia tdk berani mengangkat kepalanya, karna dia malu akan perkataan wanita wanita tadi. Abighail juga mengira ustadz Afnan pasti mendengar perkataan wanita wanita tadi tentang Abighail.
Abighail mencoba menagan air matanya agar tdk keluar. Namun benteng pertahanan yg di buat Abighail tdk bisa bertahan lama, dan akhir nya satu demi satu butiran bening keluar dari pelupuk mata Abighail.
Abighail segera menyeka air mata yg keluar dari pelupuk matanya. Abighail segera mencari kamar mandi.
" Emm,, maaf permisi kak,, boleh saya bertanya?" ucap Abighail pada seorang panitia wanita yg kebetulan melintas dihadapannya.
" Iya mau tanya apa bu,,?" ucap panitia wanita itu.
" Em,, kamar mandinya sebelah mana kak?" tanya Abighail sambil menundukan kepalanya.
" Ohh ibu mau ke kamar mandi,, kalo begitu mari saya antarkan" ucap panitia wanita itu.
Abighail pergi ke kamar mandi diantar oleh panitia wanita itu. Ustadz Afnan melihat kepergian Abighail ke kamar mandi.
Abighail mau kemana,,? Ohh dia mau ke kamar mandi,,! Dia pasti sedih dgn perkataan wanita wanita tadi,,! Aku yakin dia pasti kuat menghadapi ini semua,, batin ustadz Afnan.
" Terimakasih kak,," ucap Abighail.
" Iya bu,, kalo begitu saya tinggal dulu bu,," ucap panitia wanita itu dan diangguki oleh Abighail.
Abighail masuk ke kamar mandi, dan dia menangis mengeluarkan kesedihan yg dia rasakan. Abighail menangis tanpa mengeluarkan suara.
Setelah cukup lama Abighail menangis, Abighail menyeka air matanya, dia menghadap ke cermin. Semangat Abighail,, semangat,, jangan nangis,, kamu kan kuat,, kamu bukan anak kecil lagi,, ucap Abighail menyemangati dirinya sendiri sambil tersenyum.
Abighail keluar dari kamar mandi. Saat dia keluar dari kamar mandi ustadz Afnan melihat Abighail. Dia melihat mata Abighail bengkak akibat menangis. Abighail langsung menundukkan kepalanya agar tdk terlihat mata bengkaknya oleh ustadz Afnan. Namun terlambat ustadz Afnan sudah mengetahuinya. Abighail kembali duduk di kursinya sambil menundukan kepalanya.
Setelah tdk ada org yg mengajak ustadz Afnan berbicara, ustadz Afnan mengambil kesempatan itu utk berbicara dgn Abighail.
" I-iya ustadz,," jwb Abighail.
" Kenapa kamu trs menundukan kepalamu?" tanya ustadz Afnan pada Abighail.
" Tdk papa ustadz" jwb Abighail.
" Angkat kepalamu Abighail,, tdk baik trs menundukan kepala seperti itu,, nanti kepala kamu bisa sakit" ucap ustadz Afnan.
Abighail mengangkat sedikit kepalanya, namun tetap terlihat seperti menunduk.
" Abighail,, lihat saya,, " titah ustadz Afnan.
Abighail menggelengkan kepalanya.
" Abighail,, lihat saya,," titah ustadz Afnan semakin tegas.
Abighail mengangkat kepalanya dan melihat ustadz Afnan. Setelah beberapa lama Abighail menundukkan kepalanya lagi.
" Abighail,, saya tau apa yg kamu rasakan saat ini,, ini pasti berat utk kamu. Tapi percayalah Allah tdk akan memberikan ujian di luar batas kemampuan manusia. Allah percaya bahwa kamu bisa melewati ujian ini,, jadi Kamu harus tetap bersabar. Anggap semua ini penyemangat dlm hidup kamu,, Kamu jangan sedih lagi Abighail,," ucap ustadz Afnan panjang lebar.
" Iya ustadz,, em,, terimakasih ustadz,, setelah mendengar perkataan dari ustadz hati saya menjadi lebih tenang,," ucap Abighail.
Ustadz Afnan mengangguki perkataan Abighail.
Bersambung...
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
# Assalamu'alaikum reader semua,, ππ
# Gimana kabar kalian,,? Kalian harus sehat ya,, jangan sakit sakit,, π
# Nah Alhamdulillah nih author bisa agak cepet up nya,, π
# Kalo kalian suka novelnya author,, kalian bisa Like, Komen, Share, Rate Bintang 5 dan jangan lupa utk Vote ya,, supaya author lebih semangat nulisnya,, ππ
# Oh iya kalau kalian bisa memberikan saran pada author tentang jalan cerita novel nya author,, silahkan kalian komen ya,, π
# Sekian dari author,, ππ
# Terimakasih sudah mampir,, βΊβΊ
# Wassalamu'alaikum,, ππ