
Happy Reading!๐
Ustadz Afnan dan keluarganya menunggu di luar ruangan, sementara dokter berada di dalam ruangan untuk memeriksa kondisi Abighail. Tak lama kemudian, dokterpun keluar.
"Dok, bagaimana kondisi istri saya?" tanya ustadz Afnan saat dokter menghampiri dirinya.
"Begini pak, kondisi istri bapak sangat lemah. Apalagi kandungannya.Tapi Alhamdulillah, kandungannya tidak kenapa-napa dan masih bisa bertahan" jawab dokter itu.
"Tapi istri saya baik-baik saja kan dok?" tanya ustadz Afnan.
"Alhamdulillah pak. Dia hanya membutuhkan makanan yang bernutrisi dan istirahat yang baik. Tapi untuk beberapa hari ini, istri bapak dianjurkan untuk menjalani rawat inap" jawab.
"Baiklah pak" ucap ustadz Afnan.
"Apakah kami bisa menjenguk putri kami?" tanya pak Adam.
"Tentu saja boleh pak, silahkan. Tapi pasien masih belum sadar" dokter mengizinkan ustadz Afnan dan keluarganya untuk masuk ke ruangan Abighail.
Ustadz Afnan dan keluarganya pun masuk ke ruangan Abighail. Tampak Abighail yang sedang terbaring lemah tak sadarkan diri dan memakai selang infusan. Mereka menghampiri Abighail.
Ustadz Afnan menatap Abighail dengan lekat, dia menggenggam tangan Abighail. Tak lama Abighail pun bangun.
"Mai,, kamu sudah siuman?" tanya ustadz Afnan.
Perlahan Abighail membuka matanya dan menjernihkan penglihatannya. Tampak suaminya, ayahnya, abi, kak Firman dan ustadz Risky sedang menatapnya dan tersenyum.
"Alhamdulilah.." ucap semua orang saat Abighail sudah sadar.
"Sayang baigaimana keadaan kamu?" tanya pak Adam.
"Aduh,, kepalaku sakit" gumam Abighail sambil bergerak mengangkat tubuhnya untuk duduk. Abighal duduk di bantu oleh ustadz Afnan.
"Mai,, kamu jangan banyak gerak dulu. Kamu belum sembuh sepenuhnya" ucap ustadz Afnan.
Abighail tidak menanggapi perkataan ustadz Afnan. Ketika dia melihat ustadz Afnan, dia teringat akan perkataan Jesi. Dadanya serasa sesak mengingat semua itu. Walaupun dia yakin kalau ustadz Afnan tidak melakuan seperti yang dikatakan oleh Jesi. Namun kebohongan Jesi membuat Abighail sangat terpukul. Tiba-tiba Abighail teringat pada Lidya, orang yang sudah berusaha menyelamatkannya.
"Lidya" gumam Abighail. "Di mana Lidya? Bagaiman keadaannya? Apakah dia selamat?" tanya Abighail dengan panik.
"Mai,, tenang dulu. Alhamdulillah Lidya selamat. Sekarang Lidya berada di kantor polisi" jawab ustadz Afnan.
"Kantor polisi? Apakah Lidya tidak tertemb*k?" tanya Abighail bingung.
"Tidak sayang. Jesi lah yang tertemb*k" jawab pak Adam.
"Jesi?" gumam Abighail. "Jadi peluru itu mengenai Jesi bukan Lidya?" tanya Abighail lagi.
"Iya" jawab pak Adam.
Abighail terdiam, dia bersyukur karna Lidya selamat. Tapi bagaimana dengan Jesi?.
"Jesi? Di mana dia? Apakah dia baik-baik saja?" tanya Abighail.
"Em,, dia.." ustadz Afnan ragu untuk menjawab.
"Dia sudah meninggal dunia nak" jawab abi.
"Meninggal? Innalillahiwainnailaihirojiun" ucap Abighail. Dia tidak menyangka kalau Jesi meningal setelah tertemb*k.
"Mai, sebaiknya kamu istiraha dulu. Kata dokter, kamu harus banyak istirahat" ucap ustadz Afnan.
"Iya benar nak, kamu harus menjaga dirimu dan kandungan kamu" timpal pak Adam.
"Ayah akan membeli makanan dulu" pamit pak Adam.
"Abi akan menghubungi umi dan bu 'Ainun" pamit abi.
"Nan, aku akan pergi ke kantor polisi untuk mengurus Lidya" pamit ustadz Rizky.
"Dek, Afnan, kakak pamit untuk kembali ke perusahaan. Dan juga kakak akan mengabarkan pada kakak iparmu" pamit kak Firman.
Semua orang sudah pergi, mengisakan Abighail dan ustadz Afnan.
"Mai, kamu istirahat ya" ucap ustadz Afnan.
"Siapa Jesi?" tanya Abighail tiba-tiba.
"Jesi?" ustadz Afnan terkejut dengan pertanyaan istrinya itu.
"Kenapa kamu gak pernah bilang kalau kamu dan Jesi sudah mempunyai anak?" tanya Abighail mulai berlinang air mata.
"Astaghfirullah mai. Aku tidak mempunyai anak dari Jesi. Jesi itu bukan siapa-siapa" jawab ustadz Afnan.
"Kamu bohong. Jesi mengenal mu dan kamu juga mengenalnya. Jesi bilang dia pernah masuk ke pesantren. Dan kamu memaksa Jesi melakukan itu.." seketika tangis Abighail pecah.
"Sut,, kamu jangan nangis mai.." ustadz Afnan menangkup wajah Abighail. "Aku tidak pernah melakukan itu mai,, aku sangat mencintai kamu. Hanya mencintai kamu" ucap ustadz Afnan meyakinkan Abighail.
Ustadz Afnan membawa Abighail dalam pelukannya. Membiarkan Abighail menangis sepuasnya hingga hatinya merasa lega. 10 menit kemudian, ustadz Afnan tidak mendengar tangisan Abighail. Dia melihat Abighail, dan tertanya Abighail tertidur saat menangis. Ustadz Afnan membenarkan posisi Abighail yang tertidur.
"Mai, aku minta sama kamu. Jangan percaya apapun yang dikatakan oleh Jesi" ucap ustadz Afnan pada Abighail yang tertidur sambil mengusap kepalanya.
"Sayang, baik-baik ya di dalam perut umi. Maaf, abi masih belum bisa menjagamu dan umi dengan baik" ustadz Afnan mengelus perut Abighail.
Ustadz Afnan pun pergi keluar. Sebelum pergi ustadz Afnan mencium kepala Abighail dengan penuh kasih sayang. Setelah kepergian ustadz Afnan Abighail pun membuka matanya dan tersenyum. Sebenarnya dia sudah bangun saat ustadz Afnan membenarkan posisi badannya. Hanya saja dia tidak mau membuka matanya. Abighail mendengar semua yang di katakan oleh ustadz Afnan. Abghail memutuskan untuk melanjutkan tidurnya kembali.
Di tempat Lain, tepatnya di kantor polisi.
Lidya sudah di introgasi oleh polisi. Namun dia masih syok atas kejaadian itu, sehingga pihak kepolisian belum bendapat keterangan yang jelas. Lidya terus menyalahkan dirinya sendiri, dia sudah membun*h Jesi. Tapi dia tidak menyesalinya kalaupun itu benar. Saat dia sedang melamun, dia melihat ustadz Rizky datang ke arah selya.
"Ustadz Rizky" gumam Lidya. "Ustadz, ustadz Rizky" panggil Lidya.
"Lidya" ustadz Rizky berjalan mendekat.
"Ustadz bagaimana keadaan Abighail? Apa dia sudah sadar?" tanya Lidya.
"Alhamdulillah, dia sudah sadar. Hanya saja kondisinya masih lemah. Tapi dia baik-baik saja" jawab ustadz Rizky.
"Alhamdulillah.." gumam Lidya. Lidya sangat lega mendengar Abighail baik-baik saja.
"Ustadz, tolong keluarkan saya ustadz. Saya tidak sengaja melakukannya ustadz. Tolong bantu saya" pinta Lidya.
"Saya akan membantu kamu, kalau kau memberikan keterangan yang jelas pada polisi. Saya masih belum tahu, apakah kamu bersalah atau tidak" ucap ustadz Rizky.
Bersambung..
Terima kasih sudah mampir๐
Jangan lupa tinggalkan jejak๐
Terus dukung karya author ya๐
Salam hangat dari autho๐