USTADZ KU IMAM KU

USTADZ KU IMAM KU
Sejadah Berkesan



Abighail senang sekali mencuci peralatan shalatnya, terutama mukena dan sejadah. Jika sejadahnya sudah tdk wangi lagi maka Abighail akan mencucinya meskipun itu belum kotor. Abighail di pesantren membawa 2 pasang mukena dan 1 sejadah.


Pada suatu malam Abighail terlambat ke mesjid utk menunaikan ibadah shalat Isya dan shalat sunnah tarawih serta shalat sunnah witir, karna Abighail terlalu lama di kamar mandi. Azri, Sipa dan Latipah sudah duluan pergi ke mesjid, mereka berfikir Abighail sudah duluan.


Abighail berlari secepat kilat utk pergi ke mesjid karna dia tdk mau tertinggal shalat Isya berjama'ah. Sampai sampai Abighail tdk melihat lihat jalan di depannya. Abighail tersandung batu dan terjatuh ke kubangan air yg ada di jalan. Hampir seluruh tubuh Abighail basah terkena air yg ada di kubangan itu.


" Astagfirullahal'adzim,," ucap Abighail saat jatuh.


" Ya Allah,, gimana ini,, aduhh,, kotor semua lagi😧,, mana udah mau mulai shalat Isya,,,😞 yah,, sejadah aku kotor,, mana ada satu,,πŸ˜₯ ah ini mh udah aku kebagian shaf paling belakang,,😲 nanti gk kebagian karpet lagi,,😩 Ih,,😀😀 Astagfirullah,,, sabar Abigahil sabar,, ini tuh lagi bulan Ramadhan harus banyak banyak sabar,," kata Abighail yg bedialog sendiri.


Ternyata saat Abighail jatuh ada yg melihat kejadian itu. Org itupun berlari mendekati Abighail.


" Astagfirullah,, Abighail kamu tdk apapa,,?" tanya org itu.


" Iya aku tdk papa,,?" jwb Abighail tanpa melihat org itu.


Saat Abighail berbalik dan melihat org itu betapa terkejutnya Abighail ternyata org itu adalah...


" Ustadz Afnan,,?" kata Abighail. Abighail masih tdk percaya org yg dihadapannya ini adalah ustadz Afnan.


" Abighail,,? Abighail,,? kamu tdk papaka,,?" tanya ustadz Afnan pada Abighail melamun.


" Ah iya,, ti- tdk papa kok ustadz,,!" jwb Abighail yg langsung menundukan kepalanya.


" Kamu yakin kamu tdk papa,,?" tanya ustadz Afnan lagi.


" Iya ustadz saya tdk papa,, hanya mukena dan sejadah saya yg kotor,,!" jwb Abighail sambil mengusap ngusap bagian mukena dan sejadah yg kotor.


" Yaudah kamu ganti saja mukena dan sejadahnya,, gk bagus kalau menghadap Allah dgn keadaan kotor,," kata ustadz Afnan.


" Iya ustadz,, saya akan mengganti mukena saya dulu,, Asslamualaikum,," kata Abighail seraya beranjak pergi.


" Wa'alaikumsalam,, eh Abighail tunggu,,!" kaya ustadz Afnan yg menghentikan langkah Abighail.


" Ada apa ustadz,,?" tanya Abigahil bingung.


" Em,, kamu ada mukena dan sejadah gantinya,,? kalau tdk ada kamu bisa memakai mukena milik umi,,!" tanya serta tawar ustadz Afnan.


" Ada kok ustadz,, tapi hanya sejadah saja yg tdk ada,, saya hanya punya satu sejadah,," jwb Abighail.


" Emm,, kalo begitu ini,, kamu pakai saja sejadah saya,,!" tawar ustadz Afnan sambil menyerahkan sejadahnya ke Abighail.


" Eh tdk ustadz jangan,, nanti ustadz tdk memakai sejadah,," ucap Abighail yg menolak.


" Sudah Abighail ini ambil saja,, lagian saya bisa mengambil sejadah yg lain dirumah,, dari pada kamu shalat tdk memakai sejadah,, apalagi sudah pasti kamu menempati shaf paling belakang,," kata Ustadz Afnan yg meyakinkan Abighail.


" Baiklah ustadz,, terimakasih,," kata Abighail menerima sejadah dari ustadz Afnan.


" Iya,, sekarang cepat kamu ganti mukena kamu,," titah ustadz Afnan.


" Baik ustadz,, Asslamualaikum,," pamit Abigahil.


" Wa'alaikumsalam" jwb ustadz Afnan.


Abighail pergi ke kamarnya, dia mengganti mukenanya dan menaruh mukena serta sejadahnya di ember yg disediakan Abighail utk baju baju kotornya. Setelah mengganti mukena, Abighail langsung pergi ke mesjid utk menunaikan ibadah shalat isya tk lupa dia membawa sejadah yg diberikan ustadz Afnan. Kali ini Abighail berjalan dgn hati hati dan tdk terlalu buru buru.


Saat sampai di dlm mesjid Abighail langsung shalat isya berjama'ah, namun Abighail berjama'ah pada raka'at yg ke4. Meskipun Abighail shalat Isya berjama'ah tdk sempurna, Abighail tetap manunaikan shalatnya dgn khusyu, baik itu shalat Isya, shalat sunnah tarawih dan shalat sunnah witir.


Setelah menunaikan shalat Fardu, shalat sunnah dan tadarus Al-Qur'an Abighail pergi ke kamarnya. Saat sampai di kamarnya Abighail melihat sosok Azri, Sipa dan Latipah yg sedang tiduran.


" Assalamu'alaikum,," sapa Abighail pada teman temanya.


" Wa'alaikumsalam,," jwb teman teman Abighail.


" Abighail kau tk pergi ke mesjid?" tanya Azri.


" Iya Abighail tadi kami tdk melihat kau" tambah Sipa.


" Ih tadi tuh aku ke mesjid cuma aku ada di shaf paling belakang,," kata Abighail.


" Ohh,, kok kamu di shaf paling belakang sih?" tanya Latipah.


" Iya,, tadi aku jatuh ke kubangan air yg ada di jalan jadi mukena dan sejadah aku kotor,, aku ganti dulu deh jadi shafnya kebagian dibelakang,," jelas Abighail.


" Kok bisa jatuh sih,,?" tanya Azri.


" Ya,, soalnya aku buru buru sih,, lagian kalian main ninggalin aku gitu aja,," ucap Abighail yg agk marah.


" Ya,, maaf Abighail,, kan kami gk tau kalau kamu tertinggal,, kami fikir kamu udah duluan,, jadi kami berangkat aja,," jwb Azri.


" Maafkan kami ya Abighail,," kata Latipah.


" Iya Abighail kami minta maaf,," sahut Sipa.


" Iya gk papa kok aku maafin kalian,," jwb Abighail.


" Yey,, makasih Abighail,," ucap Azri.


" Hmm iya,, " kata Abighail.


Azri melihat ke arah Abighail, dia heran kenapa Abighail senyum senyum sendiri sambil memegang sejadah.


" Hey Abighail kau kenapa senyum senyum sendiri,,?" tanya Azri pada Abighail yg membuat Sipa dan Latipah menoleh ke arah mereka.


" Emm,, nggak kok aku gk papa,," jwb Abighail.


" Ahhh pasti ada apa apa inihh,," selidik Azri.


" Nggk Zri gk ada apa apa kok,," elak Abighail.


" Alah bohong,," kata Azri.


" Abighail sejadah kamu baru ya?" tanya Sipa.


" Hahh iya nih pasti gara gara sejadah ini nih,," kata Azri.


" Nggak kok gk baru,," jwb Abighail.


" Hah jangan jangan,,," ucap Latipah


" Jangan jangan apa Latipah,,?" tanya Abighail.


" Jangan jangan,,," Latipah mengulangi kata katanya.


" Jangan jangan apa Latipah kami jadi penasaran nih,," tanya Azri dan sipa yg mulai kesal.


" Jangan jangan,,, jangan jangan,,, jangan jangan,, hah,,nungguin ya,," ucap Latipah usil.


" Ihhh,,,😀 Latipah,,😠😠" ucap Abighail, Azri dan Sipa.


" Heheheh iya iya maaf,, jangan jangan sejadah itu dari laki laki,," jwb Latipah.


" Benar begitu Abighail,,?" tanya Sipa.


" Emm,,," hanya emm,, yg diucapkan Abighail.


" Jwb Abighail,,!" kata Azri.


" Iya,, iya,, aku jujur nih,, sebenarnya sejadah ini milik ustadz Afnan,," jujur Abighail.


Bersambung,,,,


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


# Assalamu'alaikum semua πŸ™‹


# Gimana kabar kalian semua? mudah mudahan kita selalu ada dlm perlindungan Allah SWT. Amin yaa rabbal 'alamin,,, πŸ˜‡


# Kalau kalian suka novelnya Author kalian bisa Like, Komen, Vote, beri rate 5 bintang dan share ya,, πŸ˜‰


# Selamat menjalankan ibadah puasa,,, πŸ™Œ


# Sekian dari Author,, 😊


# Wassalamu'alaikum,,,πŸ™‹