
Happy Reading,,! π
Waktu trs berjalan, Abighail masih terdiam menundukan kepalanya.
Waktu Maghrib pun tiba. Ustadz Afnan dan pak Adam menunaikan shalat Maghrib secara berjamaah di mesjid yg ada di Rumah Sakit tersebut.
Bu 'Ainun menunaikan kewajiban shalatnya di ruangan Abighail. Sementara Abighail tdk menunaikan shalat, karna dia sedang mendapat tamu dari negri merah.
Setelah shalat bu 'Ainun berdo'a. Selesai berdo'a bu 'Ainun melihat ke arah putinya.
Ditatapnya wajah putrinya itu yg masih tertunduk karna ulah dirinya.
Bu 'Ainun merasa bersalah karna sudah menyebabkan pipi putrinya bengkak (lebam).
Bu 'Ainun mencoba mendekat ke ranjang Abighail.
" Mana yg sakit?" tanya bu 'Ainun.
Abighail menggelengkan kepalanya.
" Huh,, " bu 'Ainun menghembuskan nafas perlahan. " Abighail,, maaf kan ibu ya sayang,, entah kenapa ibu melakukan itu pada kamu,, " ucap bu 'Ainun memohon maaf pada putri nya.
Abighail terdiam sejenak.
" Ibu tdk salah,, Abighail yg salah,," ucap Abighail. " Seharusnya Abighail bisa menahan emosi Abighail,, Abighail masih belum bisa berubah bu,, " sesal Abighail pada ibunya. " Maafkan Abighail bu,, " lanjut Abighail sambil menitikkan air mata.
Bu 'Ainun menghapus air mata yg jatuh di pipi Abighail. Bu 'Ainun memegang kedua pipi Abighail dan ditatap nya mata putrinya yg bengkak karna menangis.
" Ibu sayang sama kamu nak,," bu 'Ainun memeluk tubuh mungil putrinya.
Abighail membalas pelukan ibunya sambil trs mengucapkan kata maaf.
Selesai menunaikan ibadah shalat Maghrib, pak Adam mengajak ustadz Afnan utk duduk di bangku taman yang ada di Rumah Sakit.
" Ustadz,," panggil pak Adam.
" Iya pak,,!" jwb ustadz Afnan.
" Saya minta maaf atas sikap Abighail tadi,, " ucap pak Adam menyesal.
" Tdk papa pak,, saya mengerti bagaimana perasaan Abighail,, " balas ustadz Afnan sambil tersenyum.
Mereka terdiam sebentar.
" Sebenarnya ini yg saya takutkan dari Abighail,, " ujar pak Adam.
Ustadz Afnan mengerutkan keningnya pertanda tdk mengerti. " Maksud bapak gimana,,?".
" Sebenarnya Abighail dulu sikapnya juga seperti ini" ucap pak Adam.
Ustadz Afnan mengerutkan keningnya pertanda masih tdk mengerti.
" Begini ceritanya,," pak Adam mulai bercerita tentang sikap Abighail di masa lalu.
Ustadz Afnan mendengarkan dng seksama.
" Awal mulanya saat Abighail masuk ke Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sebelum masuk ke SMP sikap Abighail em,, ya,, bisa dibilang cukup bagus. Tapi setelah masuk ke SMP sikap Abighail mendadak berubah. Dia salah dlm pergaulan dan dia salah memilih teman. Dia mempunyai teman yg bisa dibilang nakal. Setiap bulan ada saja ulah yg dilakukan Abighail dan teman temannya itu. Akibatnya dia dipanggil oleh guru BK. Satu kali, dua kali, tiga kali berbuat kesalahan guru BK hanya menegur saja. Namun Abighail dan teman temannya tdk berubah. Abighail mulai kehilangan adab seorang anak pada saya dan istri saya selaku org tuanya. Setiap bulan pasti saya dan istri saya di panggil oleh pihak sekolah. Kadang guru BK Abighail mengeluhkan Abighail sering membully adik klsnya dan org lain. Hah,, saya dan istri saya bingung harus berbuat apa pada Abighail. Segala cara sudah saya lakuakan, agar sikap Abighail dapat berubah. Akhirnya saya mendapatkan ide bagaimana cara utk membuat sikap Abighail berubah. Setiap hari saya menyetel tausiyah di salah satu saluran tv, kadang saya menyetelnya di radio. Setiap pagi,, sore,, malam,, pokok nya saya menyetelnya saat ada Abighail. Karna dgn begitu Abighail akan mendengar tausiyah secara tdk langsung " pak Adam berhenti sejenak.
Dia menatap langit yg mulai gelap sepenuhnya. Dia tersenyum lalu melanjutkan ceritanya. " Abighail sempat bertanya kenapa saya menyetel tausiyah terus. Saya menjawab, ya,, ayah ingin aja. Disitu Abighail menganggukkan kepalanya dan tanpa sepatah katapun dia pergi ke kamar nya. Dia sengaja pergi ke kamar karna dia tdk ingin mendengar tausiyah itu. Tapi saya tdk kehabisan akal, saya menambahkan volume pada acara tausiyah itu. Secara tdk langsung Abighail mendengarkan tausiyah itu. Materi materi yg disampaikan pada tausiyah itu berhasil masuk ke dlm hati dan akal pikiran Abighail. Sekitar 2 minggu saya melakukan hal itu. Apa yg saya lakukan selama ini membuahkan hasil. Tak begitu lama sikap Abighail berangsur menjadi lebih baik. Dan dari situ saya tdk lagi dipanggil oleh guru BK. Abighail mulai semakin baik saat kemalangan menimpa Abighail. Kemalangan itu di sebabkan oleh temannya sendiri. Disitu Abighail sadar dan dia tdk berteman lagi dgn teman teman yg sebelumnya. Dia memilih teman yg ilmu agama nya lebih tinggi. Sejak saat itu saya mendapat kabar dari sekolah, bahwa perilaku Abighail semakin baik bahkan sekarang sangat baik dan prestasinya di sekolah meningkat. Mendengar itu saya dan istri saya merasa sangat senang atas perubahan Abighail.Hem,, itulah masa lalu Abighail yg saya takut terulang kembali" cerita pak Adampun di akhiri dng senyum yg mengembang di wajahnya.
Ustadz Afnan pun juga ikut tersenyum.
Setelah cukup lama duduk bersama di bangku taman, mereka memutuskan utk kembali ke mesjid karna waktu Isya sudah hampir tiba.
Selesai menunaikan shalat Isya pak Adam dan ustadz Afnan kembali ke ruangan Abighail.
Bu 'Ainun dan pak Adam di panggil oleh dokter utk ke ruang nya. Ustadz Afnan di minta oleh pak Adam dan bu 'Ainun utk menemani Abighail sebentar dan ustadz Afnan mengiyakan permintaan mereka.
Canggung..
Itulah yg mereka rasakan, apalagi Abighail. Dia malu karna perbuatannya tadi.
Ustadz Afnan duduk di sofa dan membaca koran yg ada di meja itu.
" Em,, Ustadz,, " panggil Abighail membuka suaranya.
" Ya Abighail ada apa,,?" tanya ustadz Afnan menolehkan kepalanya ke arah Abighail.
" Em,, saya minta maaf atas perbuatan saya yg tadi ustadz,, saya sangat menyesal,, entah kenapa saya tdk bisa mengendalikan emosi saya ustadz,," ucap Abighail sesal Abighail. " Saya terlalu,, " perkataan Abighail di potong oleh ustadz Afnan.
" Iya tdk papa Abighail,," jwb ustadz Afnan. " Kamu harus lebih memperbanyak dzikir kamu,," lanjut ustadz Afnan.
" Iya ustadz,, terimakasih,, " ucap Abighail.
" Abighail bagaimana keadaan kamu sekarang,,?" tanya ustadz Afnan.
" Alhamdulillah ustadz,, keadaan saya lebih membaik " jwb Abighail.
" Alhamdulillah kalo begitu". balas ustadz Afnan.
##
" Dok bagaimana keadaan putri kami Abighail,,?" tanya bu 'Ainun.
" Begini pak, bu,, keadaan Abighail secara fisik sudah membaik. Namun saat saya periksa kembali ternyata keadaan mental Abighail yg sekarang menurun. Bisa saja itu disebabkan oleh terlalu banyaknya beban pikiran atau bisa disebut stres,, atau ada masalah yg terjadi pada Abighail yg menyebabkan mental nya terguncang. Saya tdk tahu apa terjadi pada Abighail. Yang jelas jika keadaan mentalnya menurun hal itu dapat memengaruhi keadaan fisik nya " jelas dokter itu.
" Oh,, jadi apa yg harus kami lakukan dok,,?" tanya pak Adam.
" Bapak dan ibu bisa menghibur Abighail, dan bisa juga dng menyelesaikan masalah yg Abighail hadapi,," jwb dokter itu.
Pasangan suami istri itu menganggukkan kepalanya.
" Em,, lalu dok kapan Abighail bisa pulang,,?" tanya bu 'Ainun.
" Kalo keadaan Abighail lebih membaik, besok juga boleh pulang,,!" jwb dokter itu.
" Baiklah dok, terimakasih" ucap bu 'Ainun.
" Kalo begitu kami permisi dulu,, Assalamu'alaikum " ucap pak Adam.
" Iya silahkan,, Wa'alaikumsalam,," jwb dokter itu.
Bu 'Ainun dan pak Adam meninggalkan ruangan dokter.
" Yah, bagaimana ini,,? Apa lebih baik besok kita bawa pulang saja Abighail ?" tanya bu 'Ainun.
" Kita tunggu keputusan dokter saja bu,,!" jwb pak Adam yg mengelus ngelus telapak tangan istrinya sambil tersenyum, karna sedari tadi istrinya itu terlihat cemas.
Bu 'Ainun tersenyum.
" Tapi yah gimana kalau Abighail nanti minta pulangnya ke pesantren,,?" tanya bu 'Ainun.
" Kita bujuk saja bu,," jwb pak Adam simple.
Pak Adam dan bu 'Ainun kembali ke ruangan Abighail.
Sekembalinya pak Adam dan bu 'Ainun dari ruangan dokter Abighail langsung bertanya ada apa. Bu 'Ainun menjawab bahwa kondisi Abighail sudah membaik dan kalo besok kondisi Abighail semakin membaik, dia besok bisa pulang.
Pak Adam mengajak ustadz Afnan utk keluar dgn alasan membeli teh manis hangat. Ustadz Afnan menyetujui ajakan pak Adam.
Setelah membeli teh manis hangat mereka duduk di warung yg mereka beli. Pak Adam memberitahu maksud yg sebenarnya mengajak ustadz Afnan keluar.
Lalu pak Adam memutarakan keinginannya utk membawa Abighail pulang, namun bukan pulang le pesantren tapi ke rumahnya.
" Ustadz saya mau meminta izin utk membawa Abighail pulang ke rumah. Apakah boleh,,?" tanya pak Adam.
" Tentu saja boleh pak,, " jwb ustadz Afnan. " Lagi pula Abighail pasti akan cepat pulih jika disekelilingnya ada keluarga yg selalu mendampinginya" lanjut ustadz Afnan.
" Alhamdulillah,, " ucap pak Adam lega. " Tapi ustadz,, bagaimana dgn proses belajarnya Abighail di pesantren?" tanya pak Adam.
" Pak proses belajarnya tdk akan terganggu, terlebih lagi sekarang sudah penilaian akhir tahun. Dan lagi para santri dan santriwati sebentar lagi akan diperbolehkan utk pulang ke rumahnya masing masing ." jelas ustadz Afnan.
" Huh,, Alhamdulillah" pak Adam bernafas lega.
" Pak memang kapan Abighail akan dipulangkan?" tanya ustadz Afnan.
" Insya Allah besok pun bisa, tapi itu juga tergantung kondisi Abighail. Tapi saya perhatikan sepertinya besok Abighail sudah bisa pulang " jwb pak Adam.
Ustadz Afnan menganggukkan kepalanya.
Pak Adam dan ustadz Afnan kembali ke ruangan Abighail.
Ustadz Afnan melihat jam tangan nya. Jam tangan itu menunjukan pukul 21.00.
Ustadz Afnan meminta izin utk kembali ke pesantren.
" Em,, Pak, bu, saya izin kembali ke pesantren,, " ucap ustadz Afnan.
" Oh iya ustadz,, terimakasih sudah mau menemani kami disini" jwb bu 'Ainun.
" Iya bu,," balas ustadz Afnan. " kalo begitu saya pamit dulu, Abighail kamu cepat ya, ! Assalamu'alaikum" lanjut ustadz Afnan.
" Iya ustadz terimakasih" jwb Abighail.
" Wa'alaikumsalam " jwb bu 'Ainun dan Abighail bersamaan.
Pak Adam mengantar ustadz Afnan sampai ke parkiran.
" Terimakasih pak sudah mengantar saya,, " ucap ustadz Afnan.
" Iya ustadz,, seharusnya saya yg mengucapkan terimakasih pada ustadz,, " ucap pam Adam.
" Iya pak" balas ustadz Afnan. " Pak besok kalo saya tdk ada halangan saya akan membantu utk kepulangan Abighail" ucap ustadz Afnan.
" Iya ustadz terimakasih sebelumnya,, " jwb pak Adam.
" Kalo begitu saya pamit, oh iya pak saya akan menjernihkan fitnah yg beredar di pesantren tentang Abighail. " ujar ustadz Afnan.
" Iya ustadz terimakasih banyak,, " balas pak Adam dan mendapat anggukan dari ustadz Afnan.
" Assalamu'alaikum" ucap ustadz Afnan.
" Wa'alaikumsalam " jwb pak Adam.
Ustadz Afnan memasuki mobilnya dan melajukan mobilnya menuju ke pintu keluar tempat parkir.
tin,, tin,,
Ustadz Afnan mengelaksoni dan mengangguki pak Adam yg sedang menatap kepergiannya.
Pak Adam tersenyum dan mngangguki anggukan ustadz Afnan.
Setelah mobil ustadz Afnan tak terlihat lagi pak Adam kembali ke ruangan putrinya.
Bersambung...
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
# Assalamu'alaikum reader semua,, ππ
# Gimana kabar kalian,,? Kalian harus sehat ya,, jangan sakit sakit,, π
# Maaf ya,, kalau ada yg typo nulisnya,, π
# Oh iya author mau ucapin selamat tahun baru Islam yg ke 1442 Hijriah,, π
# Spesial utk hari ini author lebih cepat upnya,, π
# Kalo kalian suka novelnya author,, kalian bisa Like ππ, Komen ππ, Share ππ, Rate Bintang 5 πππππ dan jangan lupa utk Vote ππ ya,, supaya author lebih semangat nulisnya,, π π
# Terus dukung author ya,, ππ
# Salam hangat dari author,, ππ
# Terimakasih sudah mampir,, βΊβΊ
# Wassalamu'alaikum,, ππ