USTADZ KU IMAM KU

USTADZ KU IMAM KU
Ketahuan



Happy Reading!๐Ÿ˜Š


Ke esokan harinya, seperti biasa ustadz Afnan pergi menjalankan kewajibannya. Namun, ustadz Afna pergi menjalankan kewajibannya di pesantren. Abighail masih ditemani oleh Azri dan Latipah. Kini Abighail sedang mengidamkan sesuatu.


"Em,, rasanya aku mau makan sesuatu dech" ucap Abighail.


"Duh mulai nih" ujar Azri.


"Kamu mau makan apa?" tanya Latipah pada Abighail.


"Minta makanannya gak usah yang aneh-aneh, jangan yang susah kami cari" ucap Azri memperingati Abighail.


"Ih,, Azri,, kok kamu gitu sama calon keponakan kamu sendiri" ucap Abighail dengan nada sendu.


"Eh,, kok kamu malah nangis gitu" ucap Azri panik karna melihat Abighail hendak menangis.


"Ya abisnya kamu gitu sih" Abighail pura-pura menangis.


"Ya udah, iya-iya. Aku turutin meskipun harus ke negri Arab sekalipun" Azri menenangkan Abighail agar tidak menangis.


"Beneran?" tanya Abighail semangat.


"Ih,, kamu bohong ya. Aku kira kamu beneran nangis" ucap Azri yang melihat Abighail langsung semangat.


"Gak mau tau, yang penting kamu udah bilang gitu sama aku" ucap Abighail bahagia.


"Dasar curang" ejek Azri.


"Biarin" sangkal Abighail.


"Udah,, jangan berantem. Kayak anak kecil tau" ucap Latipah yang melerai adu mulut antara Abighail dan Azri. "Abighail, kau ingin makan apa?" tanya Latipah.


"Aku mau makan em,, cilok" jawab Abighail antusias.


"Cilok?" tanya Azri dan Latipah bersamaan.


Abighail menganggukkan kepalanya.


"Kita bikin aja"usul Latipah.


"Iya bener, aku juga udah lama gak makan cilok" timpal Azri.


"Tadi kayak yang kepaksa,, sekarang eh, kamu yang paling semangat" sindir Abighail.


"Heheh,, itumah kan tadi. Beda lagi sekarang mah" ucap Azri terkekeh.


Abighail dan yang lainnya membuat cilok dengan senang hati. Sesekali mereka bermain tepung. Latipah yang menyadari kalau tempat sampah yang ada di dapur penuh, dia berinisiatif untuk membuangnya ke tempat sampah yang ada di luar.


"Aku buang sampah dulu ya" ijin Latipah.


"Jangan lama-lama ucap Azri.


Latipah pun pergi ke luar untuk membuang sampah.


...****************...


Dari kejauhan tampak seseorang sedang mengintai rumah Abighail. Orang itu berpakaian serba hitam. Dia mengendap-ngendap mendekati pagar rumah Abighail. Tangannya membawa sesuatu dalam kresek. Perlahan tapi pasti, orang itu semakin dekat pada pagar rumah Abighail.


Orang itu melihat ke sana ke mari untuk mengamati situasi. Saat tepat berada di depan gerbang, dia perlahan meltakan kresek yang dibawanya. Saat beberapa senti menuju tanah, tiba-tiba gerbang terbuka.


Tampaklah sosok wanita yang hendak membuang sampah, yaitu Latipah. Mereka saling menatap. Latipah menatap orang itu dengan sinis. Sementara orang yang ditatap oleh Latipah kagetnya bukan main.


Pluk,,orang itu melepaskan pegaangannya pada kantong kresek. Kemudian dia segera lari.


"Hey,, kau" Latipah kaget melihat orang itu yang lari setelah meletakan kantong yang dibawanya. "Hey,, jangan lari,," teriak Latipah yang mengejar orang itu sambil membawa kresek yang dibawa oleh orang itu, tapi Latipah tidak menyimpan kresek yang akan dibuangnya. "Hey,," Latipah terus mengejar orang itu.


Latipah mempercepat larinya dan hap,, Latipah berhasil menangkap orang itu. Satu tangan Latipah memegangi kerah baju orang itu, dan satu tangannya lagi memegang 2 kresek yang dibawanya.


"Hosh,, hosh,, hey, kenapa kau lari? Siapa kau? Apa yang kau letakan di depan rumah Abigahil?" tanya Latipah sambil mengatur nafasnya. "Siapa kau hah? Hosh,, kau membuatku berlari sangat jauh" Latipah tidak melepaskan pegangannya.


"Apa kau tidak tahu? Membuang sampah sembarangan itu, tidak baik. Kenapa kau buang sampah sembarangan? Padahal, di sebelah ada tempat sampah. Depan pagar pula, ish,, kau tidak tahu aturan sekali" Latipah memarahi orang itu.


Orang itu mencoba melepaskan diri dari Latipah, namun tenaga Latipah sangat kuat. Usahanya gagal total.


"Eh, eh,, diem" bentak Latipah.


Orang itu terdiam karna suara bentakan Latipah.


"Pegang ini" Latipah memberikan salah satu kantong kresek yang dibawanya pada orang itu. "Ini.." Latipah memaksa orang itu memegangnya.


"Nih satu lagi" Latipah memberikan satu kantong kresek lagi.


"Sekarang kamu bawa kresek ini, dan buang ke tempat sampah. Dan sekalian juga, buangin kresek aku" Ttitah Latipah.


"Sana cepet, buang sampahnya. Tuh di sana ada tempat sampah" Latipah menunjukan tempat sampah yang berada cukup jauh dari tempat mereka berdiri.


"Inget, buanglah sampah pada tempatnya. Sana,, cepet" Latipah mendorong pelan orang itu.


Orang itupun segera lari, karna takut Latipah akan menangkap dirinya lagi. Latipah melihat orang itu berkari menuju arah yang di tunjuknya. Latipah tersenyum, saat orang itu menuruti perintahnya untuk membuang sampah pada temannya.


Setelah orang itu menuruti perintah Latipah, dia pun langsung pergi entah kemana. Latipah pun kembali ke rumah Abighail.


Bersambung..


Terima kasih sudah mampir๐Ÿ˜Š


Jangan lupa tinggalkan jejak๐Ÿ˜†


Terus dukung author ya๐Ÿ˜