
Happy Reading,, ! π
" Hey,, hey,, hey,, kalian tau tdk aku baru saja melihat Abighail keluar dari kamar mandi" ucap santri itu memberitahukan pada teman teman nya.
" Ya,, trs?" tanya salah satu temannya.
" Ihh dia itu habis muntah muntah,, apa jangan jangan dia,, " santri itu menggantungkan kata katanya.
" Jangan jangan dia apa,,?" tanya salah satu teman santri itu.
" Jangan jangan,, dia,, HAMIL,, " jwb nya sambil menekan kata kata terakhir nya.
" Ah gk mungkin,, masa iya sih Abighail hamil,,!" sangkal temannya.
" Bisa aja lah,, kalian igak gk waktu Abighail sama ustadz Afnan turun dari mobil berbarengan?" tanya santri itu.
" Iya, iya, kami inget! " jwbnya.
" Nah kan malamnya mereka gk pulang ke pesantren,,! Coba kalian pikir mereka malamnya tidur di mana? " ujar santri itu.
" Ya,, mereka bisa aja nginep di hotel kan!" ucap temannya.
" Ya,, bisa aja sih,, tapi kita kan gk tau apa yg terjadi malam itu,," ucap santri itu memojokkan sosok Abighail.
Para santri itu terdiam sambil menganggukkan kepalanya.
##
Abighail keluar dari kamar mandi, dia berniat akan kembali ke gazebo menemui teman temannya.
Kini kepala Abighail seperti berputar, badannya mulai menggigil, bibirnya mulai berwarna biru dan isi perutnya seakan ingin berlarian keluar.
" Abighail,, " panggil ustadzah Santi.
Abighail menghentikan langkahnya dan bertanya " Iya ustadzah ada apa?" .
" Abighail kamu sakit?" ustadzah Santi balik bertanya.
" Tdk ustadzah,, saya hanya kurang enak badan saja,, saya tdk papa kok! " jwb Abighail yg berbohong.
" Benar kamu Abighail,,? " tanyanya lagi dan diangguki oleh Abighail. " Kalo kamu sakit lebih baik kamu ke UKS aja,, " usul ustadzah Santi.
" Tdk ustadzah,, oh iya usadzah ada apa memanggil saya,,?" tanya Abighail mengalihkan pembicaraan nya.
" Oh iya,, ustadzah lupa,, ini ustadzah mau minta bantuan sama kamu,, tapi kalau kamu sedang sakit ustadzah minta bantuan ke yg lain aja,," jwb ustadzah Santi.
" Biar saya saja ustadzah,, emang ustadzah mau minta bantuan apa,,?" tanya Abighail.
" Ini ustadzah mau minta bantuan tolong kamu kasih surat ini ke ustadz Afnan,, ustadzah selalu lupa,, dan sekarang saat ingat ustadzah ada urusan lain,, " jwbnya sambil menyodorkan amplop yg berisi surat.
" Oh,, baik lah ustadzah saya akan memberikannya pada ustadz Afnan" setuju Abighail.
" Terimakasih Abighail,, " ujarnya dan diangguki oleh Abighail.
Abighail mencari ustadz Afnan dia berharap segera menemukan ustadz Afnan karna dia sudah tdk kuat lagi.
Tak jauh dari tempat nya berdiri dia melihat sosok yg dicarinya.
" Alhamdulillah,," Abighail mengucap syukur karna org yg di cari nya ketemu.
Abighail langsung berlari menuju ustadz Afnan yg baru saja keluar dari kelas lain.
" Assalamu'alaikum" ucao Abighail pada ustadz Afnan.
" Wa'alaikumsalam,, Abighail ada apa?" tanya ustadz Afnan menghadap Abighail. " Astaghfirullah,, Abighail kamu sakit? " ustadz Afnan bertanya pada Abighail, karna dia kelihatan sedang sakit.
" Ah,, tdk ustadz,, saya hanya kurang enak badan saja,, mungkin karna saya telat saat tadi makan" elak Abighail menyembunyikan keadaan yg dirasakan nya .
" Kamu yakin,,?" ustadz Afnan memastikan.
" Iya ustadz,, " jwb Abighail. " Oh iya ini ada surat dari ustadzah Santi utk ustadz Afnan. Dia bilang dia selalu lupa utk memberikannya pada ustadz,, dan sekarang saat dia ingat dia ada urusan lain,, " jelas Abighail panjang lebar sambil memberikan surat itu.
Ustadz Afnan menerima surat itu. Saat Abighail memberikan surat itu pada ustadz Afnan ada santriwati yg melihat nya, santriwati itu penasaran tapi dia membuang rasa penasaran itu.
" Oh,, terimakasih Abighail,, " ucap ustadz Afnan pada Abighail.
" Iya ustadz" balasnya. " Em,, kalo begitu saya pamit dulu ustadz,, " lanjut Abighail.
" Iya" jwb ustadz Afnan.
" Assalamu'alaikum,, " ucap Abighail.
" Wa'alaikumsalam,, " jwb ustadz Afnan.
Abighail berbalik badan, dia berniat akan kembali ke gazebo lagi. tapi tiba tiba,, bruk,, baru beberapa langkah Abighail berjalan tubuhnya sudah tumbang.
Azri, Sipa dan Latipah menyusul Abighail karna dia tdk kunjung kembali ke gazebo. Saat sedang berjalan mereka mengedarkan pandangan ke arah yg berbeda tujuan nya agar sosol Abighail cepat ketemu.
Saat Latipah melihat - lihat ke arah lain, dia pas sekali melihat ada santriwati yg jatuh pingsan.
" Astaghfirullah,, " Latipah kaget melihat santriwati itu.
" Ada apa Latipah?" tanya Azri dan Sipa yg kaget oleh suara Latipah yg agak keras.
" Itu,, tu,, ada santriwati yg pingsan,,!" jwb nya.
" Mana,,? Oh iya itu,, " ucap Azri.
" Ayo kita kesana!" ajak Sipa.
" Iya ayo,, " jwb Azri dan Latipah.
Azri, Sipa dan Latipah berlari ke arah santriwati yg jatih pingsan itu. Ternyata santriwati itu adalah,,
" Abighail,,!" ucap Azri, Sipa dan Latipah berbarengan saat melihat tubuh Abighail tergeletak tak sadar kan diri di lantai.
Org org mulai mengerumuni Abighail, termasuk santriwati yg membicarakan Abighail.
" Abighail,, Abighail,, kamu kenapa,,?" ucap Sipa.
" Abighail bangun,, jangan tidur di lantai donk,, !" ucap Azri ( Azri Abighail tuh pingsan bukan sengaja tidur di lantai,, π . Maaf,, maaf,, author mengganggu ).
" Abighail,, ayo bangun,, " ucap Latipah.
Ketiga temannya itu berusaha membangunkan Abighail dgn mengguncang guncang kan tubuh Abighail. Namun sayang Abighail tak kunjung bangun.
Ustadz Afnan mendengar ada suara org terjatuh lantas dia segera berbalik ternyata Abighail pingsan.
Saat ustadz Afnan akan berlari menuju sosok yg pingsan itu, dia kalah cepat. Dia keduluan oleh Azri, Sipa dan Latipah, setelah itu santriwati pun mulai berdatangan.
Ustadz Afnan mendatangi org org yg mengerumuni Abighail.
" Astaghfirullah,, Abighail kenapa ini bisa pingsan " tanya ustadz Afnan.
" Gk tau ustadz,, tapi pas saya liat dia sedang berjalan dan tiba tiba dia pingsan,, " ucap salah satu santri.
" Ustadz, tolong bawa Abighail ke UKS,, " pinta Azri.
" Iya kak,, kasian Abighail,,! " tambah Latipah.
Ustadz Afnan menganggukkan kepalanya, dia langsung menggendong tubuh Abighail dan membawanya ke UKS.
Dibaringkannya Abighail di atas tempat tidur. Ustadz Afnan langsung keluar, dia menunggu bersama Azri, Sipa dan Latipah.
Dokter segera memeriksa Abighail. Awalnya wajah dokter terlihat tenang tenang saja, tapi makin kesini wajah nya berubah menjadi khawatir.
Ustadz Afnan dan ketiga teman Abighail di boleh kan masuk.
" Dok apa yg terjadi pada Abighail,,?" tanya Azri khawatir.
" Memakan racun?" tanya Latipah dan diangguki oleh dokternya.
" Tapi dok masa iya sih Abighail makan racun,, gk mungkin ah,, " ucap Azri.
" Iy dok gk mungkin banget,," timpal Sipa.
" Em,, maksud dokter Abighail keracunan makanan?" tanya ustadz Afnan.
" Iya benar ustadz,, dan sebaiknya Abighail segera dibawa ke Rumah Sakit, karna saya tdk mempunyai obat penawar utk racun ini." saran dokter itu.
Ustadz Afnan, Azri, Sipa dan Latipah kaget.
" Baiklah dokter saya akan membawa Abighail ke Rumah Sakit" ucap ustadz Afnan dan langsung menggendong Abighail.
Dia membawanya ke arah mobilnya terparkir dan di ikuti oleh Azri, Sipa dan Latipah. Sepanjang perjalan menuju ke mobil ustadz Afnan, banyak pasang mata yg melihat mereka.
" Tolong bukakan pintu mobil nya,,!" pinta ustadz Afnan.
" Baik kak!" balas Latipah.
" Terimakasih,," ucap ustadz Afnan.
Ustadz Afnan membaringkan Abighail di sampig kursi pengemudi.
" Kalian tinggal saja di pesantren,, dan beritahu hal ini pada umi dan abi,, " ucap ustadz Afnan.
" Baik ustadz,, " jwb Azri dan Sipa.
" Baik kak,, hati hati,, " jwb Latipah.
Seperginya ustadz Afnan para santri dan santriwati lagi lagi mulai membicarakan Abighail ( Yaelah,, gk capek apa ngomongin org mulu,, inget dosa loh,, π ).
Azri, Sipa dan Latipah segera memberitahu umi dan abi ( pak kiyai ).
Ustadz Afnan menjalankan mobilnya dgn cepat, sesekali dia melirik ke arah Abighail utk memastikan keadaannya.
10 menit kemudian ustadz Afnan sampai di depan UGD Rumah Sakit itu. Ustadz Afnan memanggil perawat rumah sakit itu.
" Iya ada apa pak,,?" tanya perawat itu.
" Tolong segera rawat dia,, dia keracunan makanan dan sekarang dia pingsan " jwb ustadz Afnan.
" Baik lah pak saya akan membawa brangkar terlebih dahulu" ujarnya.
" Iya,, tolong cepat,, " pinta ustadz Afnan.
Dia segera menggendong Abighail dan menidurkannya di atas brangkar yg dibawa oleg perawat itu.
" Bapak tolong tunggu di luar,, " pinta dokter yg menangani Abighail.
Ustadz Afnan menunggu di luar dgn persaan yg gundah gulana terlihat jelas wajah khawatir ustadz Afnan. Ustadz Afnan menunggu sambil terus membaca dzikir.
Setelah menunggu beberapa lama akhirnya dokter yg menangani Abighail keluar.
" Dok bagaimana kondisi Abighail?" tanya ustadz Afnan pada dokter itu.
" Alhamdulillah,, untung saja pasien segera dibawa ke Rumah Sakit, kalau tdk mungkin sudah terlambat. Sekarang pasien sudah membaik hanya saja kondisinya masih sangat lemah" jelas dokter itu.
" Alhamdulillah,, terimakasih Ya Allah,, " ucap syukur ustadz Afnan. " Apa saya boleh melihatnya,,?" tanya ustadz Afnan.
" Tentu saja boleh,, silahkan bapak boleh menemui istri bapak,, " ucap dokter itu membuat ustadz Afnan terdiam sebentar.
" Em,, maaf dok sebenarnya,, pasien itu bukan istri saya!" ucap ustadz Afnan membenarkan.
" Oh benarkah?" dokter itu agak kaget.
" Iya,, sebenarnya dia itu murid saya,, " jwb ustadz Afnan.
" Oh,, maaf,, maaf,, saya pikir kalian suami istri,, habis kelihatannya serasi" ucap dokter itu. Ustadz Afnan menangguki perkataan dokter itu.
Dia segera masuk menemui Abighail yg terbaring lemah di ranjang Rumah Sakit.
Bersambung...
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
# Assalamu'alaikum reader semua,, ππ
# Gimana kabar kalian,,? Kalian harus sehat ya,, jangan sakit sakit,, π
# Maaf ya,, kalau ada yg typo nulisnya,, π
# Maaf ya,, author kelamaan up nya,, π soalnya author akhir akhir ini agak sibuk jadi agak susah pegang hp dan buka Novelnya,,π₯
# Kalo kalian suka novelnya author,, kalian bisa Like ππ, Komen ππ, Share ππ, Rate Bintang 5 πππππ dan jangan lupa utk Vote ππ ya,, supaya author lebih semangat nulisnya,, ππ
# Oh iya kalau kalian mau, kalian bisa memberikan saran pada author tentang jalan cerita novel nya author,, silahkan kalian komen ya,, author akan terima secara terbuka,, ππ
# Sekian dari author,, ππ
# Terimakasih sudah mampir,, βΊβΊ
# Wassalamu'alaikum,, ππ