USTADZ KU IMAM KU

USTADZ KU IMAM KU
Kabar Bahagia 2



Happy Reading,,! 😊


"Ah,, rencana kita gagal,," geram Hani.


"Udah lah,, gak papa,, lain kali aja,," ucap Sisi.


"Iya lain kali aja,,itu juga udah untung kita gak ketahuan sama ustadzah Abighail dan ustadzah Latipah,," timpal Salsa.


"Huh,, tapi aku masih kesel nih,," Hani menghentak-hentakan kakinya ke tanah.


Salsa dan Sisi saling menatap dan menggelengkan kepala mereka.


...****************...


Abighail dan ustadz Afnan menginap beberapa hari di pesantren. Setelah itu mereka pergi ke rumah mertuanya ustadz Afnan yaitu pak Adam. Kalian tau untuk apa mereka kesana,,? Tidak lain dan tidak bukan yaitu untuk memberitahukan kabar gembira mengenai kehamilan Abighail.


Sesampainya mereka di sana, mereka langsung memencet bel yang ada di pintu.


Ceklek pintu terbuka.


"Assalamu'alaikum,," ucap Abighail dan ustadz Afnan.


"Wa'alaikumsalam,," jawab orang yang membukakan pintu. "Eh Abighail,, ustadz Afnan,, wah ini kejutan,, ayo masuk,," ucap nya antusias.


"Iya,," Abighail dan ustadz Afnan masuk ke dalam rumah mengikuti orang tersebut.


"Ibu,, ayah,, lihat siapa yang datang setelah sekian lama menikah,," teriak kak Shella memanggil semua orang yang ada di rumah itu.


Ya, orang yang membukakan pintu adalah kakak iparnya Shella.


"Siapa Shell,,?" tanya bu 'Ainun keluar dari dapur.


Pak Adam pun juga ikur keluar dari ruang baca setelah mendengar panggilan dari menantunya itu.


"Ada apa sih,, kok kamu teriak-teriak,,?" tanya pak Adam yang baru keluar.


"Eh,, sayang,," ujar bu 'Ainun terkejut dengan kedatangan anak dan menantunya itu.


"Assalamu'alaikum bu,," ucap Abighail dan ustadz Afnan. Mereka menyalami tangan bu 'Ainun.


"Wa'alaikumsalam,," jawab bu 'Ainun sambil mencium kening Abighail dan mengelus-ngelus pundak ustadz Afnan. "Ibu seneng dengan kedatangan kalian,," ucapnya.


"Wah,, tumben sekali,," ucap pak Adam menghampiri Abighail, ustadz Afnan dan bu 'Ainun.


"Ayah, ayah kok gitu sih,, anaknya pulang setelah sekian lama juga,," tegur bu 'Ainun.


"Heheh,, enggak kok bercanda,," kekeh pak Adam.


"Assalamu'alaikum yah,," salam Abighail dan ustadz Afnan.


"Wa'alaikumsalam,," jawab pak Adam.


Abighail memeluk tubuh pak Adam sebentar. "Abighail rindu ayah dan ibu,," ucap Abighail.


"Kami juga merindukan kamu sayang,," balas bu 'Ainun.


"Kalian pasti capek ayo duduk dulu,," ucap pak Adam.


"Iya,, biar kakak siapin minuman,," timpal kak Shella.


Abighail dan ustadz Afnan pun duduk.


"Kalian ke sini kok sore-sore sih,,? Kenapa gak tadi pagi,,?" tanya bu 'Ainun.


"Tadinya mau pagi-pagi bu,, cuma mas Afnan ada rapat,, jadi sore deh,," jawab Abighail.


"Yaudah berhubung ini kan sore menjelang malam,, jadi kalian harus nginep malam ini,," ucap pak Adam.


"Iya yah,, kami juga berencana untuk menginap malam ini,," tutur ustadz Afnan.


"Bagus kalo begitu,," semangat pak Adam.


"Nah,, ini minumannya,," kak Shella meletakkan minuman di atas meja.


"Terima kasih kak,, kami jadi merepotkan kakak,," ucap ustadz Afnan.


"Ah,, jangan sungkan ustadz,, udah kayak sama siapa aja,," ucap kak Shella. Kak Shella pun ikut duduk bersama dengan mereka.


"Kak Firman sama Arsya dan Arsyi kemana kak,,?" tanya Abighail.


"Mereka lagi jalan-jalan,, katanya mau beli buah-buahan." jawab kak Shella.


Mereka berbincang bincang sampai tak terasa hari sudah hampir menjelang maghrib. Semua orang bersiap-siap untuk menunaikan Shalat maghrib berjama'ah termasuk kak Firman serta Arsya dan Arsyi yang sudah mulai dilatih untuk Shalat.


Setelah menunaikan Shalat maghrib berjama'ah, mereka berdzikir serta membaca ayat suci Al-Qur'an bersama. Setelah selesai, Arsya dan Arsyi meminta paman mereka ustadz Afnan untuk menceritakan kisah para Nabi.


"Shadaqallahul-'adzim'Β  " mereka menutup Al-Qur'an yang mereka baca.


"Paman aku ingin mendengar kisah Nabi,," pinta Arsya.


"Arsyi pun ingin paman,," timpal Arsyi.


"Sayang mama kan sering bacain kisah para Nabi pada kalian,," ucap kak Shella.


"Tapi ma,, kami ingin mendengarnya dari paman,," tolak Arsyi.


"Iya ma,, sudah lama kami ingin paman menceritakan kisah Nabi lagi,," tolak Arsya.


Terakhir kali mereka mendengarkan kisah Nabi dari mulut ustadz Afnan, saat Abighail pindah ke pesantren.


"Paman nya pasti capek sayang,," bujuk kak Firman.


"Gak mau,, pokoknya kami mau mendengar kisah Nabi,," rengek Arsya dan Arsyi.


"Tap,," perkataan kak Shella terputus oleh ustadz Afnan.


"Gak papa kak,," ucap ustadz Afnan.


"Iya kak gak papa,, mungkin mereka rindu pamannya,," ucap Abighail.


"Baiklah,," pasrah kak Shella.


"Kalian ingin paman ceritakan kisah Nabi siapa,,?" tanya ustadz Afnan.


"Terserah paman aja,," jawab Arsya.


"Em,, bagaimana kalo kisah kesabaran Nabi Ayub AS,,!" usul ustadz Afnan.


"Kisah kesabaran Nabi Ayub AS,,?" tanya Arsyi.


Ustadz Afnan menganggukkan kepalanya.


"Boleh paman,," ucap Arsya.


Arsya dan Arsyi sangat antusias mendengarkan kisah Nabi Ayub AS.


Ustadz Afnan menceritakan tentang kesabaran yang dimiliki oleh Nabi Ayub AS. Meskipun diberi berbagai cobaan demi cobaan, di saat Nabi Ayub sedang Sakit, tapi beliau tidak pernah mengeluh pada Allah SWT.


Cukup lama ustadz Afnan menceritakan kisah Nabi Ayub pada Arsya dan Arsyi. Yang mendengar ustadz Afnan bercerita tidak hanya Arsya dan Arsyi. Tapi seluruh keluarga mendengarkan kisah Nabi Ayub.


Di saat ustadz Afnan sedang bercerita, Abighail membayangkan kalau kelak suaminya akan menceritakan kisah para Nabi pada anaknya. Abighail pun tersenyum dan mengelus perutnya yang masih datar itu. Tepat setelah ustadz Afnan selesai menceritakan kisah Nabi Ayub AS, adzan pun berkumandang pertanda sudah memasuki waktu Shalat isya. Mereka menunaikan ibadah Shalat isya secara berjama'ah.


Setelah selesai, para laki-laki berbincang dan para istri memasak di dapur untuk makan malam. Sementara si kembar Arsya dan Arsyi mereka bermain dengan mainan mereka masing-masing.


Setelah selesai makan malam, semua orang berkumpul di ruang keluarga. Kecuali Arsya dan Arsyi yang sudah tidur lebih dulu.


"Em,, sebenarnya maksud kedatangan kami ke sini itu untuk memberikan sebuah kabar,," ucap Abighail membuka suara.


"Kabar apa,,?" tanya kak Firman.


"Ibu dan ayah akan segera punya cucu lagi,," jawab Abighail.


"Hah,, cucu,,?" tanya pak Adam yang masih belum mengerti.


"Iya,, dan kak Firman serta kak Shella akan menjadi om dan tante,," jawab ustadz Afnan.


"Hah,,? Benarkah ini,,? Apa kamu hamil sayang,,?" tanya bu 'Ainun yang sudah berlinang air mata.


Abighail dan ustadz Afnan menganggukkan kepala mereka.


"Alhamdulillah,," bu 'Ainun memeluk tubuh putrinya itu. Sementar ustadz Afnan dipeluk oleh pak Adam ayah mertuanya.


Bu 'Ainun mencium pipi Abighail beberala kali. Mereka berpelukan secara bergantian.


"Selamat ya sayang,," pak Adam memeluk tubuh Abighail.


"Iya ayah,," jawab Abighail sambil menangis bahagia.


"Selamat ya nak,," bu 'Ainu memeluk tubuh menantunya itu.


"Iya bu, terima kasih,," balas ustadz Afnan.


Kak Firman dan kak Shella juga berpelukan, hanya saja ustadz Afnan dan kak Shella tidak berpelukan. Maklum lah,, namun kak Shella ingin sekali memeluk tubuh ustadz Afnan yang sudah menjadi adik iparnya itu. Sebagai gantinya kak Shella memeluk tubuh suaminya yaitu kak Firman dengan erat.


Bersambung...


Terima kasih sudah mapir,, 😊


Maaf up nya selalu lama,, 😫


Terus dukung author ya,, πŸ˜†