
Happy Reading! π
Perjalanan menuju pesantren memakan waktu cukup lama. Abighail dan ustadz Afnan sesekali terjebak macet namun tak begitu parah.
Abighail dan ustadz Afnan sampai di pesantren sekitar pukul 09.30. Sesampainya di pesantren Abighail dan ustadz Afnan langsung menjadi pusat perhatian setiap santri dan santriwati.
Mereka mulai membicarakan Abighail dan ustadz Afnan. Ada juga dari mereka yg curiga dan berfikir yg bukan bukan tentang Abighail dan ustadz Afnan .
Abighail hanya menunduk dan perasaan nya tdk enak ( ya,, kalian taukan gimana rasanya jadi pusat perhatian semua orang,, π ).
Sebelum pergi ke kamar Abighail dan ustadz Afnan berbicara terlebih dahulu. Dan itu membuat kecurigaan dari para santri dan santriwati semakin kuat.
" Em,, ustadz terimakasih atas semuanya,, " ucap Abighail.
" Iya Abighail,, saya juga berterimakasih pada kamu Abighail,, " balasnya.
Abighail menganggukkan kepalanya " Em,, ustadz kalo begitu saya pamit ke kamar dulu,," sambung Abighail.
" Iya baiklah,, kamu harus istirahat Abighail,, pasti kamu lelah setelah melakukan perjalan tadi,, " ucap ustadz Afnan.
" Iya ustadz terimakasih,, ustadz juga harus istirahat, apalagi ustadz dari pagi menyetir mobil,, " balas Abighail pada ustadz Afnan.
Ustadz Afnan menganggukkan kepalanya. ( Cie,, ustadz Afnan sama Abighail saling menasehati,, π Udah ada sinyal nih dari kedua belah pihak,, π)
" Assalamu'alaikum" pamit Abighail.
" Wa'alaikumsalam" jwb ustadz Afnan.
Abighail kembali ke kamarnya dgn berjalan pelan. Setelah sampai di kamarnya Abighail melihat ada sosok 3 org wanita muda yg seumuran dgn nya . siapa lagi kalau bukan teman temannya yaitu Azri, Sipa dan Latipah.
" Assalamu'alaikum,, " ucap Abighail letih sambil berjalan masuk.
" Wa'alaikumsalam,, " jwb ketiga wanita itu.
" Abighail,,? kamu udah pulang,,? " tanya Latipah.
" Abighail kamu kemana aja,,? kok kamu baru pulang sekarang,,?" tanya Sipa.
" Abighail jwb donk,, jangan diem aja,, kita ini khawatir loh,," ucap Azri agak kesal karna Abighail dari tadi hanya diam.
" Iya,, iya,, aku jwb nih,," balas Abighail " aku baru aja sampai di pesantren, aku abis ngerjain tugas akhir semester,, udah itu aja,," jwb Abighail. sambil duduk di tempat tidur nya.
" Ihh,, Abighail kami tau kamu itu udah ngerjain tugas kamu,, tapi kenapa baru pulang sekarang,,? Padahal kamu dari kemarin berangkatnya,,! Kamu kemana dulu,,?" tanya Azri geram.
" Sebenarnya aku abis pulang dulu,,!" jwb Abighail sambil tersenyum.
" Pulang,,?" tanya ketiga wanita itu secara bersamaan.
" Iya,, kemarin itu aku berangkat sama ustadz Afnan ke tempat dakwah nya. Nah setelah itu dia bilang ada jadwal dakwah lain di daerah yg jalan nya berlawanan dgn arah pesantren. Ustadz Afnan nanya sama aku, aku mau pulang atau mau ikut ke daerag tempat dakwah yg ke dua? kalau mau pulang ustadz Afnan mau nganterin aku. Disitu aku bingung, akhirnya aku memutuskan utk pulang sendiri ke pesantren dgn naik angkutan umum. Eh ustadz Afnan nya marah sama aku,,!" jwb Abighail secara jelas.
" Marah,,? Kok bisa marah sih?" tanya Latipah.
" Iya soalnya aku bilang aku mau pulang naik angkutan umum, dia khawatir nanti kalau terjadi apa apa pada ku,, yaudah aku rubah aja keputusan aku. Jadi aku bilang aku akan ikut dgn ustadz Afnan utk dakwah di tempat yg kedua" lanjut cerita Abighail.
" Ohh trs apa hubungannya kamu pulang sama ikut dakwah dgn ustadz Afnan di tempat yg kedua? " tanya Sipa.
" Em,, Saat dakwa di tempat yg kedua kami ( cie udah bilang kami,, ) pulang pukul 21.30. Diperjalanan kami terjebak macet dan disana baru saja terjadi kecelakaan beruntun ditambah cuaca nya sedang hujan,, jadi jalannya di arahkan ke jalan lain dan sedikit lebih jauh,, saat itu aku menyadari kalau itu adalah jalan ke rumah ku. Aku usulkan saja pada ustadz Afnan utk menginap di rumah ku malam itu, besok pagi baru melanjutkan perjalannya. Ustadz Afnan menyetujuinya dan kami pun pergi dan menginap di rumah ku,,nah gitu ceritanya,, " ucap Abighail panjang kali lebar.
" Oo,, gitu ceritanya,," ucap Sipa sambil menganggukan kepalanya.
" Cie,, berarti kamu kemarin seharian full donk sama ustadz Afnan,, " rayu Azri.
" Ih,, apaan sih Azri,, aku kan dapet tugas nya gitu,, " ucap Abighail yg wajahnya sekarang terlihat merah semerah tomat.
" Tugas apa tugas,, " rayu Azri lagi.
" Auh aku capek,, aku mau istirahat dulu,," ucap Abighail sambil membaringkan tubuhnya di tempat tidur nya.
" Ett,, tunggu dulu Abighail,, tapi gimana kamu bisa berubah pikiran utk ikut ke tempat dakwah nya kak Afnan yg kedua?" tanya Latipah penasaran.
Abighail bangun dari tidurnya dan beralih ke posisi duduk nya " Ohh,, pada saat itu aku berfikir kalau bukan karna ustadz Afnan tugas ku tdk akan selesai,, masa iya aku tega membiarkan ustadz Afnan terlambat ke acara dakwahnya karna dia mengantarku pulang,, murid macam apa aku,, " jwb Abighail.
" Oo jadi seperti itu,, " Latipah hanya ber Oo ria saja.
" Udah ya,, aku capek nih,, mau istirahat sebentar,, aja,, boleh kan,,?" ucap Abighail sambil menampilkan wajah memelasnya.
" Iya,, iya,, kami gk akan nanya lagi,," ucap Azri lesu.
" Heheh makasih,, " Abighail sambil tersenyum.
" Yaudah kami ke luar aja ya,, " usul Sipa.
" Ihh jangan,, kalian terusin aja ngobrol nya,, gk usah ke luar,, di sini aja,, " pinta Abighail.
" Kan kamu mau istirahat gimana kalau kamu terganggu oleh kami,,?" tanya Latipah.
" Gk papa,, kalo kalian di sini aku kan bisa kebangun,, jadi aku gk keterusan tidurnya,,!" jwb Abighail sambil tersenyum.
" Trs kalo kami juga ikut tidur gimana?" tanya Azri sambil menaikan sebelah alisnya.
" Ya,, nanti pas kalian bangun dan aku belum bangun kalian bangunin aku lah,, " jwb Abighail yg menaikan ke dua alisnya.
" Aisss kau nih,, pintar pula ngejawab nya,, " ujar Azri.
Kemudian keempat wanita muda itu tertawa bersamaan. Abighail beristirahat, awalnya ketiga sahabat nya itu asik mengobrol tapi karna Latipah mengantuk lalu dia tidur. Azri dan Sipa pun juga ikut tidur.
##
Abighail memberikan tugasnya pada ustadz yg membimbing nya.
Setelah menyelesaikan tugas akhir semester masing masing, para santri dan santriwati tdk ada bahan pembelajaran lagi di sekolah. Para guru sibuk mengolah nilai nilai muridnya, sementara muridnya leluasa berinteraksi karna tdk ada pelajaran.
Abighail masuk ke kamar nya, di tempat tidurnya dia mendapati ada sebuah kado. Abighail membuka kado itu ternyata isi nya adalah kue mini.
Abighail bingung kue siapa yg ada di atas tempat tidur nya.
" Ini kue siapa ya,,? kok ada di sini,,?" Abighail bertanya pada diri sendiri. " Ah mungkin ini adalah kue dari Azri, Sipa dan Latipah utk aku,," pikir Abighail " Ihh,, kue nya terlihat enak,,π π ah aku makan saja,," Abighail memakan kuenya.
Dia meletakan sisanya di pinggir tempat tidur nya. Setelah itu ia berangkat ke sekolah.
Abighail melihat ketiga temannya ada di gazebo sekolah, dia menghampiri mereka.
" Assalamu'alaikum,, " ucap salam Abighail.
" Wa'alaikumsalam,, " jwb ketiga wanita itu.
" Oi Abighail kau kemana saja,,? kami dari tadi nungguin kamu loh,, " tanya Azri.
" Aku ada kok,, tadi waktu aku mau ke sekolah aku balik lagi ke kamar,, setelah itu aku ke sini deh,, " jwb Abighail.
" Oh,, " balas Azri.
" Oh iya Azri, Sipa, Latipah makasih ya kue nya,,!" uujar Abighail seraya tersenyum.
" Kue,,? Kue apa?" tanya Sipa tdk mengerti.
" Itu loh yg ada di kamar,, " ucap Abighail.
" Ohh yg itu,, iya sama sama,, " ucap Azri langsung .
" Heh Azri, kue yg mana? Kita kan belum ngasih kuenya ke Abighail,,?" tanya Sipa sambil berbisik agar tdk terdengar oleh Abighail yg sedang membaca novel islami.
" Iya Azri,, kamu main iya in aja ke ke Abighail,,!" protes Latipah yg juga sambil berbisik.
" Udah,, kalian tenang aja,, aku jwb iya kuga agar Abighail gk curiga sama kita,, " jwb Azri sambil berbisik.
" Kalian lagi ngomongin apa sih kok sambil bisik bisik sih?" tanya Abighail curiga dan suksem membuat ketiga wanita yg sedang saling berbisik itu kaget dan gugup.
" Iya,, kami cuma ngomong ini nih,, novel ini bagus banget loh,,!" bela Azri sambil menunjukkan buku ditangannya.
" Iya Abighail Azri bener,, " ujar Latipah.
" Em,, tapi itu kan buku resep makanan,,!" ucap Abighail sambil menunjuk buku yg ditunjukkan oleh Azri.
Azri, Sipa dan Latipah saling menatap wajah mereka mulai pucap.
" Oh,, Ahahhahh,, kamu ini Abighail,, kayak gk tau aku aja,, aku kan suka bercanda,, " Azri tertawa lepas dan berusaha menutupi raut wajah nya yg mulai pucat.
" Iya Abighail,, kamu ini gimana sih,,!" tambah Latipah.
Sipa hanya menganggukkan kepalanya.
" Kalian ini mencurigakan,, " ucap Abighail sambil menyipitkan matanya.
" Kami enggak mencurigakan kok,, " elak ketiga wanita itu.
Tak lama Abighail merasakan perubahan pada tubuhnya. Dia merasa dirinya sedang berputar putar di atas awan alis pusing, tubuh Abighail mengeluarkan keringat dingin, wajahnya terlihat pucat karna terlihat dari bibir nya yg mulai berwarna putih tulang.
Abighail merasakan mual di ulu hatinya, dia segera berlari ke kamar mandi.
" Abighail,,! Abighail,,! kau mau kemana?" tanya Sipa sambil berteriak.
" Abighail mau kemana ya,,? " tanya Latipah khawatir.
" Mungkin dia marah kot,,?" ucap Sipa.
" Gk mungkin,, pasti dia mau ke kamar mandi,," jwb Azri dgn santai.
Uwok,, uwok,, Abighail mengeluarkan ini perutnya. ( maaf ya,, author bingung harus nulis gimana suara muntahnya,, π).
Astaghfiirullah,, aku kenapa kok tiba tiba kaya gini sih,,? tanya Abighail pada dirinya sendiri.
Uwok,, uwok,, Abighail kembali mengeluarkan isi perutnya.
Abighail kembali ke tempat teman temannya.
" Abighail kau habis dari mana?" tanya Latipah.
" Aku habis dari kamar mandi,," jwb Abighail lesu.
" Abighail kamu kenapa? Kamu sakit?" tanya Sipa.
" Gk ko mungkin ini akibat telat makan kali,," jwb Abighail.
" Kita ke UKS aja yuk,,!" ajak Latipah.
" Gk ah aku gk mau,, nanti juga aku sembuh kok,," tolak Abighail dan dia hendak duduk kembali di gazebo itu.
" Abighail kamu tuh suka gitu,, susah kalo dinasehati,, mending kuta ke UKS aja,,!" desak Azri.
" Gk perlu Zri,, nanti juga sembuh,," tolak Abighail lagi.
" Abighail kok bibir kamu mulai berwarna biru sih?" tanya Sipa.
" Iya Abighail,, kamu pake lipstik? " tanya Azri.
" Azri,, gk mungkinlah Abighail pake lipstik di pesantre,," ujar Latipah.
" Benar kah? Oh,, gk papa kok,, ini mungkin,," Abighail tdk melanjutkan kata katanya dia langsung berlari lagi ke kammar mandi.
Uwok,, uwok,, Lagi lagi Abighail memuntahkan isi perutnya dan kali ini saat Abighail keluar dari kamar mandi ada santriwati yg mendengar Abighail muntah. Sontak dia langsung berlari menjauhi Abighail Abighail heran dgn kelakuan santri itu. Abighail kembali ke dlm kamar mandi dan dia muntah lagi.
##
" Hey,, hey,, hey,, kalian tau tdk aku baru saja melihat Abighail keluar dari kamar mandi" ucap santri itu memberitahukan pada teman teman nya.
" Ya,, trs?" tanya salah satu temannya.
" Ihh dia itu habis muntah muntah,, apa jangan jangan dia,, "
Bersambung...
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
# Assalamu'alaikum reader semua,, ππ
# Gimana kabar kalian,,? Kalian harus sehat ya,, jangan sakit sakit,, π
# Maaf ya,, kalau ada yg typo nulisnya,, π
# Kalo kalian suka novelnya author,, kalian bisa Like ππ, Komen ππ, Share ππ, Rate Bintang 5 πππππ dan jangan lupa utk Vote ππ ya,, supaya author lebih semangat nulisnya,, ππ
# Oh iya kalau kalian mau, kalian bisa memberikan saran pada author tentang jalan cerita novel nya author,, silahkan kalian komen ya,, author akan terima secara terbuka,, ππ
# Sekian dari author,, ππ
# Terimakasih sudah mampir,, βΊβΊ
# Wassalamu'alaikum,, ππ