USTADZ KU IMAM KU

USTADZ KU IMAM KU
Malam Pertama



Happy Reading,,! 😊


Acara berlangsung sampai pukul 22.00 WIB. Abi dan umi serta Latipah meminta izin utk pulang ke pesantren, karna mereka harus mempersiapkan acara resepsi pernikahan Abighail dan ustadz Afnan di pesantren. Sementara ustadz Afnan menginap di rumah mertuanya.


Semua org sudah beristirahat di kamar mereka masing masing. Begitu juga dgn Abighail dan ustadz Afnan.


Di dlm kamar pengantin terdapat pasangan pengantin baru yaitu Abighail dan ustadz Afnan. Mereka sedang duduk bersama di pinggir tempat tidur.


Sebelumnya mereka sudah membersihkan diri mereka.


Entah kenapa atmosfer di kamar itu menjadi sempit. Terlebih lagi Abighail yg masih sampai sekarang masih tdk percaya dgn apa yg terjadi.


Ustadz Afnan mengajak Abighail utk shalat 2 rakaat. Abighail dan ustadz Afnan menjalankan sunah sunah yg dianjurkan.


Setelah shalat Abighail dan ustadz Afnan kembali duduk seperti semula. Tdk ada percakapan diantara mereka. Abighail sangat gugup saat ini, karna ini pertama kalinya dia sekamar dgn seorang laki laki.


Untuk mencairkan suasana, ustadz Afnan bergurau dgn Abighail, namun sebelum ustadz Afnan bergurau dia terlebih dahulu meminta maaf pada Abighail.


" Abighail,, " panggil ustadz Afnan.


" Iya ustadz,, " jwb Abighail.


" Saya mau minta maaf,, " ucap ustadz Afnan.


" Minta maaf utk apa ustadz,,? Memang ustadz membuat kesalahan apa,,?" tanya Abighail bingung.


" Maaf karna sebelumnya saya tdk berbicara secara langsung pada kamu, soal pernikahan ini,, " jwb ustadz Afnan.


" Tdk papa ustadz,, " ucap Abighail.


" Dan juga maaf karna saya pernah mengecewakan kamu,, " sesal ustadz Afnan.


" Ustadz,, ustadz itu tdk mengecewakan saya,, " jwb Abighail.


" Apa kamu menerima pernikahan ini,,?" tanya ustadz Afnan.


" Ustadz,, kalo saya tdk menerima pernikahan ini,, sudah dari dulu saya akan menolaknya,, mungkin saya akan kabur,, " jwb Abighail.


" ... " ustadz Afnan terlihat murung.


" Memang awalnya saya tdk setuju dgn pernikahan ini,, tapi saat saya ke butik, kakak pelayan bilang kalau pria yg langsung datang ke rumah dan dia langsung melamar mu pada org tua mu,, itu tandanya pria itu pria yg baik,, dia pria yg gentle,, soalnya dia langsung melamar sang pujaan hatinya,, " ucap Abighail.


Ustadz Afnan menatap Abighail.


" Disitu saya sadar,, memang benar apa yg dikatakan oleh kakak pelayan itu. Dan lagi,, ayah dan ibu tdk mungkin menerima lamaran dari sembarang orang, tanpa melihat latar belakangnya. Sebelum menikah, aku sudah menyerahkan semua nya pada Allah. Dan lihat apa yg kudapat ini,, lebih dari yg aku bayangkan,, " ucap Abighail sambil menatap balik sang suami sembari tersenyum manis.


Ustadz Afnan terharu dgn kata kata Abighail.


" Oh iya,, kamu tahu tdk, bagaimana ekspresi kamu saat tadi aku jemput ke kamar,,?" tanya ustadz Afnan.


" Gk tau,, emang gimana ekspresi aku,,?" tanya Abighail.


" Ekspresi kamu itu lucu banget,, " jwb ustadz Afnan.


" Ah masa sih,,? Aku gk ngerasa tuh,, aku ngerasa ekspresi aku biasa biasa aja,, " jwb Abighail yg merasa sedikit malu.


" Kamu tau gk apa yang paling lucu dari kamu,,? " tanya ustadz Afnan lagi.


" Apa,,?" tanya Abighail sambil menahan tawa.


" Yang paling lucu adalah saat kamu turun dari tangga dan saat kamu sedang mencari seseorang,, " jwb ustadz Afnan.


" Benarkah,,? " tanya Abighail sambil tertawa kecil.


Ustadz Afnan menganggukkan kepalanya.


Merekapun tertawa bersama.


Setelah itu ustadz Afnan membacakan do'a utk Abighail dan ya,, kalian pasti tau lah,, author gk berani ceritain nya,, πŸ˜†


Keesokan harinya.


Abighail dan ustadz Afnan turun bersama ke bawah utk sarapan.


" Duh,, pengantin baru udah turun nih,, " goda kak Shella.


" Apaan sih kakak,, " ucap Abighail merona.


" Ustadz,, saya bantu ibu dan kak Shella dulu ya,, " ucap Abighail. Ustadz Afnan menganggukkan kepalanya.


" Dik gimana tadi malam,,? Lancar gk,,?" goda kak Shella.


Blus,, wajah Abighail me merah. " Kakak ini bicara apa sih,,? Apanya yg lancar coba,,?" jwb Abighail dgn menyembunyikan wajah nya.


" Alah,, kamu ini dik,, tinggal bilang lancar tau tdk nya kok susah banget,, " ucap kak Shella.


" Ih,, kakak ini,, " geram Abighail.


" Kenapa,,? Kakak kan cuma tanya aja,, " ucap kak Shella yg masih ngotot dgn pertanyaan nya.


" Udah Shell,, jangan goda Abighail trs,, " ucap bu 'Ainun.


" Hm,, iya iya,, " ucal kak Shella lesu.


Tibalah saatnya sarapan bersama.


Abighail melayani ustadz Afnan dgn telaten. Sarapan pun diisi dgn candaan dari masing-masing anggota keluarga. Apalagi saat si kembar Arsya dan Arsyi berbicara.


" Yah,, ayah mau nambah cucu gk,,?" tanya kak Shella tiba tiba.


" Mau donk,, emang kenapa kamu nanya kayak gitu nak,,?" tanya pak Adam.


" Ma,, kamu mau nambah anak lagi,,?" tanya kak Firman pada kak Shella selaku istrinya.


" Eh mas,, bukan aku,, maksud aku itu Abighail,, " jwb kak Shella.


Uhuk,, uhuk,, Abighail tersedak saat memdengat ucapan kak Shella. Ustadz Afnan langsung memberi Abighail air.


" Dik kamu kenapa,,?" tanya kak Firman.


" Eng,, enggk papa kok kak,, cuma kesedak aja,, " jwb Abighail.


" Makannya,, kalau makan itu hati hati,, jangan buru buru,, " nasehat pak Adam.


" Iya yah,, " balas Abighail.


" Ayah,, gimana Abighail gk buru buru coba,, dia kan pasti sangat lapar setelah kemarin malam,, " kak Shella menggantungkan perkataannya.


" Udah ma,, kamu ini kebiasaan,, " potong kak Firman.


" Maaf,, maaf,, mulut ini sering bicara sendiri,, " cengir kak Shella.


" Nak Afnan,, Abighail,, kalian jangan pikirkan apa yg kakak ipar kalian katakan,, " ucap bu 'Ainun.


" Iya benar itu,, tapi kalau kalian mau ngasih ayah cucu ayah gk masalah kok,, lagi pula ayah udah lama gk nge gendong cucu,, Arsya dan Arsyi udah besar,, ayah mau gendong mereka,, mereka terlalu berat,, ayah gk kuat,, " timpal pak Adam.


" Ayah,, kalau ayah bilang begitu,, sama saja dgn meminta aku dan ustadz Afnan utk segera mempunyai bayi,, " ujar Abighail.


" Iya ayah,, dan lagi,, kami masih belum mempunyai pengalaman,, " timpal ustadz Afnan.


" Nak,, kalau kalian belum punya bayi,, bagaimana kalian bisa punya pengalaman,,?" tanya pak Adam.


" Benar juga,, " gumam ustadz Afnan.


Ustadz Afnan berfikir sebentar.


" Baiklah ayah,, jika ayah menginginkan cucu lagi,, ayah hanya tinggal menunggu saja,, " ucap ustadz Afnan.


Abighail melihat ke arah ustadz Afnan. Ustadz Afnan hanya tersenyum pada Abighail. Abighail hanya bisa menganggukkan kepalanya dgn pasrah.


" Nah itu baru bagus,, " ujar pak Adam.


" Wah tdk sabar nya,, aku menunggu keponakanku lahir,, " ucap kak Shella.


Bersambung..


# Maaf up nya lama,, πŸ™


# Dan Maaf up nya sedikit,, πŸ™‡


# Terus dukung author ya,, 😊


# Jangan lupa tinggalkan jejak,, πŸ˜‰


# Terimakasih sudah mampir,, ☺